Mantap Dr Muin,

Ambo menikmati tulisan sanak. Tapi judulnyo itu sangat provokatif.

*-----------------------------------------------------------------------------------------------*
*"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini"
(Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)*

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/12/27 Bakhtiar Muin PhD <[email protected]>

> Agama itu racun…”katanya”…
>
> Dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Super Investor Conference di
> Paris bulan lalu, di atas pesawat Etihad Airways dari Paris ke Abu Dhabi,
> saya duduk bersebelahan dgn orang Perancis bernama Jean-Louis Moreau... Dia
> memperkenalkan dirinya sbg “Business Manager” di sebuah perusahaan Perancis
> bernama “Servair” yg bergerak di bidang jasa layanan pesawat udara (airline
> catering, cabin cleaning, on-board sales, newspaper handling) dan layanan
> kebandaraan (lounges, drinks and snacks, PRM assistance, duty-free shops,
> water and discharges), sementara saya perkenalkan diri saya sbg pengembang
> yg akan membangun bandara baru di Bali Utara… ”Wah kloplah kita ini..sama2
> berkecimpung di dunia penerbangan” katanya…
>
> Servair sendiri adalah anak perusahaan “Air France” yg saat ini menduduki
> peringkat ketiga terbesar dan terbaik di dunia... Clientnya meliputi lebih
> dari 120 airline companies dan 40 airports yg tersebar di seluruh dunia...
>
> Penerbangan dari Paris ke Abu Dhabi ditempuh dalam waktu 6,5 jam, kami
> berangkat dari Airport Charles De Gaulle Paris jam 10:55 dan sampai di Abu
> Dhabi International Airport jam 20:35 waktu setempat (beda waktu Paris dan
> Abu Dhabi 3 jam)…jadi ada waktu yg cukup panjang buat kami ngobrol untuk
> membunuh waktu…
>
> Awal perkenalan dimulai dgn pembicaraan ringan.. saya tanya
> kepadanya:”Kenapa anda tidak naik pesawat Air France, tapi malah pakai
> Etihad Airways..bukankah Servair anak perusahaan Air France..apakah tdk ada
> rasa nasionalisme?” Dia jawab santai:”Etihad pesawatnya baru dan modern,
> servicenya bagus dan harga tiketnya murah..jadi pertimbangan ekonomis
> sajalah..masalah nasionalisme?..ya kalau Perancis terancam atau diserang
> musuh..baru saya ikut angkat senjata.. he..he..” Wah pragmatis bener nih
> orang…
>
> Memang pesawat Airbus A 340-600 yg kami tumpangi dari Paris ke Abu Dhabi
> ini adalah model terbaru dari keluarga pesawat berbadan lebar A 340 buatan
> “Airbus”, produsen pesawat terkemuka dunia yg berkantor pusat di Toulouse,
> Perancis...
>
> Pesawat berkapasitas 380 penumpang, bermesin 4 (Rolls-Royce Trent 500)
> dengan kecepatan max 0,83 Mach (kecepatan suara) dan jangkauan jelajah
> sampai 13,900 km ini, dibuat dgn teknologi canggih sehingga bisa mengurangi
> berat struktur kompositnya, desain aerodinamis yg hemat bahan bakar,
> “pilot-friendly cockpits”, serta “flight controls and systems” mutakhir, yg
> secara keseluruhan meningkatkan efisiensi dan kemampuan pesawat secara
> signifikan…makin canggih aja pesawat buatan Airbus ini…
>
> Pembicaraan beralih topik…saya cerita kalau saya mengalami kesulitan
> selama di Paris..”Loh kenapa.?” tanya dia.. ”Habis kebanyakan orang yg saya
> temui nggak bisa bahasa Inggris, sementara saya nggak bisa bahasa Perancis,
> sudah gitu semua petunjuk di jalan2 dan tempat2 umum pakai bahasa
> Perancis..jadi terpaksa deh saya pakai bahasa Tarzan...
>
> ”Kenapa sih orang Perancis nggak mau pakai bahasa Inggris.?” tanya
> saya..lantas jawabnya:”Memang sejak jaman dulu ada persaingan hebat antara
> bangsa Inggris dan Perancis..yg puncaknya adalah kekalahan pasukan Perancis
> di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte melawan pasukan koalisi
> Inggris-Belanda-Jerman di bawah pimpinan Jenderal Duke of Wellington
> (Bangsawan Inggris) dan sekutu Prussia-nya di bawah Feldmarschall Blücher
> pd pertempuran Waterloo tgl 18 Juni 1815”… “Oooh itu toh sebabnya orang
> Perancis nggak mau pakai bahasa Inggris, demikian pula orang Inggris nggak
> mau pakai bahasa Perancis…saling gengsi nih yee”... canda saya kepadanya…
>
> Dari pembicaraan yg ringan2, obrolan kami berkembang ke masalah yg lebih
> serius dan sensitif bahkan panas…apa itu..?? Awalnya Si Louis ini ngomel2
> sendiri:”Wah Perancis saat ini sedang dilanda kesulitan ekonomi…setelah
> Yunani bangkrut, kemudian Spanyol, Portugal sekarang mulai menjalar ke
> Perancis…banyak perusahaan bangkrut shg banyak orang Perancis
> nganggur...belum lagi banyak imigran yg menetap di Perancis (Perancis
> negara yg terbuka dan welcome thd orang asing) yg tentu menjadi beban
> tambahan buat pemerintah/rakyat Perancis.. bahkan sekarang mulai jadi
> “ancaman” karena dianggap merampas lapangan kerja buat orang2 Perancis yg
> lagi nganggur” begitu keluh kesahnya…
>
> ”Kenapa sih banyak imigran datang ke Perancis.?” tanya saya…”Ya
> itulah…mereka datang ke Perancis karena nggak bisa hidup di negaranya
> sendiri..” Loh kenapa..? tanya saya lebih lanjut..”Bagaimana mereka bisa
> hidup, wong di negaranya banyak kekerasan, teror, peperangan,
> kriminalitas…kondisi ekonominya sulit, kondisi kesehatan buruk,
> perumahannya kumuh…pendidikannya rendah dan terbelakang, dll..dll”
> ..pokoknya yg buruk2 dia sebutkan…sentimen amat nih orang pikir saya…
>
> Lantas dia menyebut beberapa negara:”Afganistan, Pakistan, Sudan yg
> mayoritas penduduknya beragama Islam…lalu Guyana, Angola, Filipina yg
> mayoritas penduduknya beragama Kristen/Katholik…lantas Srilangka, India,
> Kamboja yg mayoritas penduduknya beragama Hindu/Budha”… Eh sebentar
> bung..potong saya:”Kenapa anda menyebut agama.? bahkan semua agama besar
> anda sebutkan..apa hubungannya..?” sergah saya dengan nada agak
> meninggi...mulai “panas” juga nih saya…
>
> Dengan kalem dia menjawab:”Bung, di negara2 tsb agama dipraktekkan secara
> intens oleh penduduknya…bahkan diantaranya merupakan agama resmi
> negara…tapi coba lihat apa hasilnya?..agama kan seharusnya membuat kondisi
> umatnya lebih baik..tapi kenyataannya koq malah menjadikannya lebih
> buruk!!”…Waduh..boleh juga nih argumentasinya...
>
> Jadi menurut saya agama justru “meracuni” peradaban manusia..ya, agama itu
> racun..” katanya… Wah “gila” ini orang..begitu gumam saya.. mulai emosi
> pulak saya.. tapi sedetik kemudian ada bisikan dari dalam,
> sabar..sabar..kamu justru harus mampu memberikan argumentasi yg bisa
> meng”counter” pendapatnya begitu kata hati saya…
>
> Saya lantas bertanya:”Anda percaya Tuhan itu ada.?”.. Dengan mantab dia
> jawab:”Tentu saja saya percaya Tuhan itu ada..sebab kalau nggak ada Tuhan
> ya nggak akan ada alam semesta termasuk kita ini”.. Lalu saya sambung
> pertanyaan saya:”Apakah anda beragama?” diapun menjawab:”Waktu kecil iya,
> saya beragama ikut orang tua..tapi setelah dewasa saya tidak percaya lagi
> sama agama..” Loh kenapa.? sela saya…
>
> Diapun menjelaskan:”Banyak dogma agama yg tdk rasional dan tdk masuk
> akal..banyak dongeng, mitos, takhayul dan hal2 gaib yg tdk logis..tdk bisa
> dibuktikan secara ilmiah..tapi harus ditelan mentah2.. “Apa contohnya.?”
> tanya saya.. “Contohnya akhirat..” katanya… “Akhirat itu cuman mitos yg
> penuh kebohongan..dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah..”
> Wah..wah..emang bener2 sableng nih orang…
>
> “Anda ini aneh” kata saya..”Anda percaya Tuhan yg menciptakan
> semuanya…tapi anda nggak percaya apa yg di “katakan-Nya”.. “Bukankah adanya
> akhirat itu Tuhan sendiri yg menginformasikannya.?”.. Dia lantas
> menjawab:”Loh, justru Tuhan telah memberikan akal dan kebebasan berpikir
> kpd kita..dengan itulah kita ditantang utk bisa membuktikan apakah yang
> dikatakan-Nya benar..!!..
>
> “Jadi kalau anda belum bisa membuktikan kebenarannya..anda tidak
> percaya.?” Sergah saya.. “Iya betul..selama belum ada bukti ilmiah yg bisa
> meyakinkan saya..maka saya tidak akan percaya..” Oh gitu ya.. Waduuh..
> orang ini ngeyelan banget ya…
>
> Lantas saya mulai mencecar dia:”Apakah anda percaya nyawa itu ada?..apakah
> manusia dan binatang itu bernyawa?..apakah anda juga bernyawa?.. Apakah
> sudah ada bukti ilmiah bahwa nyawa itu ada?... Saya lihat dia mulai
> goyah..dan setelah terdiam lama dia menjawab:”Jujur saya akui, saya percaya
> bahwa nyawa itu ada...meskipun belum ada bukti ilmiah yg bisa meyakinkan
> saya”…Nah lo mulai nyahok Si bule ini…
>
> Kemudian saya lanjutkan berondongan saya:”Bung, tidak semua misteri yg ada
> di alam semesta ini bisa kita pahami/mengerti atau kita buktikan dengan
> logika berpikir kita (logis/rasional)…kenapa.?..ya karena otak manusia
> sangat terbatas.. Kapasitas dari potensi pikiran sadar manusia (power of
> thinking) hanya sebesar 12% dari otaknya, sedangkan sisanya adalah
> kapasitas potensi bawah sadar (power of feeling) sebesar 88%... jadi justru
> kemampuan “olah rasa” anda yg jauh lebih besar dari kemampuan “olah logika”
> anda..
>
> “Makanya anda jangan hanya mengandalkan “logika” untuk “membuktikan” suatu
> “misteri”..di alam semesta ini…tapi gunakanlah “rasa” anda.. Nah dengan
> kombinasi logika dan rasa ini…mudah2an anda bisa memahami ajaran agama
> dengan baik…begitu advis saya kepadanya..dan diapun mulai manggut2…
>
> Kemudian saya mencoba meluruskan penilaian dia bahwa agama itu adalah
> racun… ”Bung Louis, kesalahan anda adalah menyamakan antara ajaran agama
> dengan perilaku pemeluknya..di negara2 yg mayoritas penduduknya beragama
> Islam, tentu pelaku tindak pencurian, perampokan, pembunuhan, kekerasan dll
> adalah orang Islam..begitu pula kalau mayoritas penduduknya beragama
> Kristen/Protestan, Hindu, Budha dll…pastilah pelakunya juga pemeluk agama2
> tsb...
>
> Apakah anda bisa serta-merta menyimpulkan bahwa agama tsb
> jelek..racun..hanya karena pelaku kriminalnya pemeluk agama tsb.?? Tentu
> tdk benar dan tdk adil…anda juga harus melihat betapa banyaknya para
> pemeluk agama tsb yg melakukan perbuatan mulia, beramal sholeh, membantu
> orang2 miskin dll, justru karena menjalankan ajaran agamanya...
>
> Bahwa negara2 tsb belum semaju negara2 Barat yg anda jadikan acuan..tentu
> hal itu karena banyak faktor (system pemerintahan yg bersih, budaya dan
> etos kerja masyarakatnya dll), bukan karena agamanya”… serta merta dia
> menyahut:”Wah saya harus berterima kasih atas pencerahan yg anda
> berikan..dan saya mohon maaf atas kesalahan saya dalam menilai negatif
> agama anda dan agama lainnya”..dgn sportif dia mengakui kesalahannya dan
> dengan tulus minta maaf… Woow keren.. beginilah tipe orang2
> saintifik-teknokratik..lugas, tanpa basa-basi tapi sportif…
>
> Pengalaman yg unik ini..menyadarkan saya bahwa di jaman modern dimana
> sains dan teknologi telah menguasai peradaban manusia, “bukti empirik”
> ternyata menjadi sangat penting utk meyakinkan seseorang shg mau percaya
> atas suatu kebenaran.. Mereka akan minta bukti...dan jika tdk bisa
> dibuktikan mereka menganggap kebenaran itu sebagai kebohongan/omong kosong
> belaka…termasuk dalam hal beragama…
>
> Ada anggapan bahwa agama berlawanan dgn sains, hanya karena ada dogma yg
> tdk bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah… Padahal sebenarnya tdk
> mungkin ada “pertentangan” antara agama Islam dgn sains..kenapa.? ya karena
> keduanya adalah ilmu dan hukum yg ditetapkan Allah utk manusia dan alam
> semesta ini. Sains merupakan bagian dari hukum alam (hukum Qauni’ah) yaitu
> segala aturan yg berfungsi utk mengatur segala hal yg berhubungan dgn alam,
> sementara hukum agama utk mengatur perilaku dan menjadi pedoman hidup
> manusia agar selaras dgn alam semesta sesuai kehendak Sang Pencipta “Allah
> Azza Wajalla”…
>
> Kita selalu ditantang utk menggunakan akal budi kita utk memahami alam
> semesta ini, sesuai firman Allah dlm QS. Ali Imran: 190 yg artinya:”
> Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam
> dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”…
>
> Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi…
>
> Salam,
> NHA
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke