Untuk adidunsanak nan acok berinteraksi jo kalangan non-muslim (tarutamo ekspat, mahasiswa & akademisi asing), iko ado materi presentasi "Dear Human" tentang pengenalan Islam nan rancak. Durasi sekitar 15 minik dalam 3 bagian, dalam bahasa Inggris nan mudah, jaleh, dan runut.
Ambo alah mancubo materi ko beberapa kali saat diundang kampus-kampus pada Ramadhan lalu, sebagai pengantar memasuki materi utama. Respon hadirin selalu antusias. Silakan didownload: http://www.youtube.com/watch?v=mduonkxqzMg Wass, ANB 45, Cibubur Pada 27 Desember 2013 06.23, Bakhtiar Muin PhD <[email protected]> menulis: > Agama itu racun…”katanya”… > > Dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Super Investor Conference di > Paris bulan lalu, di atas pesawat Etihad Airways dari Paris ke Abu Dhabi, > saya duduk bersebelahan dgn orang Perancis bernama Jean-Louis Moreau... Dia > memperkenalkan dirinya sbg “Business Manager” di sebuah perusahaan Perancis > bernama “Servair” yg bergerak di bidang jasa layanan pesawat udara (airline > catering, cabin cleaning, on-board sales, newspaper handling) dan layanan > kebandaraan (lounges, drinks and snacks, PRM assistance, duty-free shops, > water and discharges), sementara saya perkenalkan diri saya sbg pengembang > yg akan membangun bandara baru di Bali Utara… ”Wah kloplah kita ini..sama2 > berkecimpung di dunia penerbangan” katanya… > > Servair sendiri adalah anak perusahaan “Air France” yg saat ini menduduki > peringkat ketiga terbesar dan terbaik di dunia... Clientnya meliputi lebih > dari 120 airline companies dan 40 airports yg tersebar di seluruh dunia... > > Penerbangan dari Paris ke Abu Dhabi ditempuh dalam waktu 6,5 jam, kami > berangkat dari Airport Charles De Gaulle Paris jam 10:55 dan sampai di Abu > Dhabi International Airport jam 20:35 waktu setempat (beda waktu Paris dan > Abu Dhabi 3 jam)…jadi ada waktu yg cukup panjang buat kami ngobrol untuk > membunuh waktu… > > Awal perkenalan dimulai dgn pembicaraan ringan.. saya tanya > kepadanya:”Kenapa anda tidak naik pesawat Air France, tapi malah pakai > Etihad Airways..bukankah Servair anak perusahaan Air France..apakah tdk ada > rasa nasionalisme?” Dia jawab santai:”Etihad pesawatnya baru dan modern, > servicenya bagus dan harga tiketnya murah..jadi pertimbangan ekonomis > sajalah..masalah nasionalisme?..ya kalau Perancis terancam atau diserang > musuh..baru saya ikut angkat senjata.. he..he..” Wah pragmatis bener nih > orang… > > Memang pesawat Airbus A 340-600 yg kami tumpangi dari Paris ke Abu Dhabi > ini adalah model terbaru dari keluarga pesawat berbadan lebar A 340 buatan > “Airbus”, produsen pesawat terkemuka dunia yg berkantor pusat di Toulouse, > Perancis... > > Pesawat berkapasitas 380 penumpang, bermesin 4 (Rolls-Royce Trent 500) > dengan kecepatan max 0,83 Mach (kecepatan suara) dan jangkauan jelajah > sampai 13,900 km ini, dibuat dgn teknologi canggih sehingga bisa mengurangi > berat struktur kompositnya, desain aerodinamis yg hemat bahan bakar, > “pilot-friendly cockpits”, serta “flight controls and systems” mutakhir, yg > secara keseluruhan meningkatkan efisiensi dan kemampuan pesawat secara > signifikan…makin canggih aja pesawat buatan Airbus ini… > > Pembicaraan beralih topik…saya cerita kalau saya mengalami kesulitan > selama di Paris..”Loh kenapa.?” tanya dia.. ”Habis kebanyakan orang yg saya > temui nggak bisa bahasa Inggris, sementara saya nggak bisa bahasa Perancis, > sudah gitu semua petunjuk di jalan2 dan tempat2 umum pakai bahasa > Perancis..jadi terpaksa deh saya pakai bahasa Tarzan... > > ”Kenapa sih orang Perancis nggak mau pakai bahasa Inggris.?” tanya > saya..lantas jawabnya:”Memang sejak jaman dulu ada persaingan hebat antara > bangsa Inggris dan Perancis..yg puncaknya adalah kekalahan pasukan Perancis > di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte melawan pasukan koalisi > Inggris-Belanda-Jerman di bawah pimpinan Jenderal Duke of Wellington > (Bangsawan Inggris) dan sekutu Prussia-nya di bawah Feldmarschall Blücher > pd pertempuran Waterloo tgl 18 Juni 1815”… “Oooh itu toh sebabnya orang > Perancis nggak mau pakai bahasa Inggris, demikian pula orang Inggris nggak > mau pakai bahasa Perancis…saling gengsi nih yee”... canda saya kepadanya… > > Dari pembicaraan yg ringan2, obrolan kami berkembang ke masalah yg lebih > serius dan sensitif bahkan panas…apa itu..?? Awalnya Si Louis ini ngomel2 > sendiri:”Wah Perancis saat ini sedang dilanda kesulitan ekonomi…setelah > Yunani bangkrut, kemudian Spanyol, Portugal sekarang mulai menjalar ke > Perancis…banyak perusahaan bangkrut shg banyak orang Perancis > nganggur...belum lagi banyak imigran yg menetap di Perancis (Perancis > negara yg terbuka dan welcome thd orang asing) yg tentu menjadi beban > tambahan buat pemerintah/rakyat Perancis.. bahkan sekarang mulai jadi > “ancaman” karena dianggap merampas lapangan kerja buat orang2 Perancis yg > lagi nganggur” begitu keluh kesahnya… > > ”Kenapa sih banyak imigran datang ke Perancis.?” tanya saya…”Ya > itulah…mereka datang ke Perancis karena nggak bisa hidup di negaranya > sendiri..” Loh kenapa..? tanya saya lebih lanjut..”Bagaimana mereka bisa > hidup, wong di negaranya banyak kekerasan, teror, peperangan, > kriminalitas…kondisi ekonominya sulit, kondisi kesehatan buruk, > perumahannya kumuh…pendidikannya rendah dan terbelakang, dll..dll” > ..pokoknya yg buruk2 dia sebutkan…sentimen amat nih orang pikir saya… > > Lantas dia menyebut beberapa negara:”Afganistan, Pakistan, Sudan yg > mayoritas penduduknya beragama Islam…lalu Guyana, Angola, Filipina yg > mayoritas penduduknya beragama Kristen/Katholik…lantas Srilangka, India, > Kamboja yg mayoritas penduduknya beragama Hindu/Budha”… Eh sebentar > bung..potong saya:”Kenapa anda menyebut agama.? bahkan semua agama besar > anda sebutkan..apa hubungannya..?” sergah saya dengan nada agak > meninggi...mulai “panas” juga nih saya… > > Dengan kalem dia menjawab:”Bung, di negara2 tsb agama dipraktekkan secara > intens oleh penduduknya…bahkan diantaranya merupakan agama resmi > negara…tapi coba lihat apa hasilnya?..agama kan seharusnya membuat kondisi > umatnya lebih baik..tapi kenyataannya koq malah menjadikannya lebih > buruk!!”…Waduh..boleh juga nih argumentasinya... > > Jadi menurut saya agama justru “meracuni” peradaban manusia..ya, agama itu > racun..” katanya… Wah “gila” ini orang..begitu gumam saya.. mulai emosi > pulak saya.. tapi sedetik kemudian ada bisikan dari dalam, > sabar..sabar..kamu justru harus mampu memberikan argumentasi yg bisa > meng”counter” pendapatnya begitu kata hati saya… > > Saya lantas bertanya:”Anda percaya Tuhan itu ada.?”.. Dengan mantab dia > jawab:”Tentu saja saya percaya Tuhan itu ada..sebab kalau nggak ada Tuhan > ya nggak akan ada alam semesta termasuk kita ini”.. Lalu saya sambung > pertanyaan saya:”Apakah anda beragama?” diapun menjawab:”Waktu kecil iya, > saya beragama ikut orang tua..tapi setelah dewasa saya tidak percaya lagi > sama agama..” Loh kenapa.? sela saya… > > Diapun menjelaskan:”Banyak dogma agama yg tdk rasional dan tdk masuk > akal..banyak dongeng, mitos, takhayul dan hal2 gaib yg tdk logis..tdk bisa > dibuktikan secara ilmiah..tapi harus ditelan mentah2.. “Apa contohnya.?” > tanya saya.. “Contohnya akhirat..” katanya… “Akhirat itu cuman mitos yg > penuh kebohongan..dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah..” > Wah..wah..emang bener2 sableng nih orang… > > “Anda ini aneh” kata saya..”Anda percaya Tuhan yg menciptakan > semuanya…tapi anda nggak percaya apa yg di “katakan-Nya”.. “Bukankah adanya > akhirat itu Tuhan sendiri yg menginformasikannya.?”.. Dia lantas > menjawab:”Loh, justru Tuhan telah memberikan akal dan kebebasan berpikir > kpd kita..dengan itulah kita ditantang utk bisa membuktikan apakah yang > dikatakan-Nya benar..!!.. > > “Jadi kalau anda belum bisa membuktikan kebenarannya..anda tidak > percaya.?” Sergah saya.. “Iya betul..selama belum ada bukti ilmiah yg bisa > meyakinkan saya..maka saya tidak akan percaya..” Oh gitu ya.. Waduuh.. > orang ini ngeyelan banget ya… > > Lantas saya mulai mencecar dia:”Apakah anda percaya nyawa itu ada?..apakah > manusia dan binatang itu bernyawa?..apakah anda juga bernyawa?.. Apakah > sudah ada bukti ilmiah bahwa nyawa itu ada?... Saya lihat dia mulai > goyah..dan setelah terdiam lama dia menjawab:”Jujur saya akui, saya percaya > bahwa nyawa itu ada...meskipun belum ada bukti ilmiah yg bisa meyakinkan > saya”…Nah lo mulai nyahok Si bule ini… > > Kemudian saya lanjutkan berondongan saya:”Bung, tidak semua misteri yg ada > di alam semesta ini bisa kita pahami/mengerti atau kita buktikan dengan > logika berpikir kita (logis/rasional)…kenapa.?..ya karena otak manusia > sangat terbatas.. Kapasitas dari potensi pikiran sadar manusia (power of > thinking) hanya sebesar 12% dari otaknya, sedangkan sisanya adalah > kapasitas potensi bawah sadar (power of feeling) sebesar 88%... jadi justru > kemampuan “olah rasa” anda yg jauh lebih besar dari kemampuan “olah logika” > anda.. > > “Makanya anda jangan hanya mengandalkan “logika” untuk “membuktikan” suatu > “misteri”..di alam semesta ini…tapi gunakanlah “rasa” anda.. Nah dengan > kombinasi logika dan rasa ini…mudah2an anda bisa memahami ajaran agama > dengan baik…begitu advis saya kepadanya..dan diapun mulai manggut2… > > Kemudian saya mencoba meluruskan penilaian dia bahwa agama itu adalah > racun… ”Bung Louis, kesalahan anda adalah menyamakan antara ajaran agama > dengan perilaku pemeluknya..di negara2 yg mayoritas penduduknya beragama > Islam, tentu pelaku tindak pencurian, perampokan, pembunuhan, kekerasan dll > adalah orang Islam..begitu pula kalau mayoritas penduduknya beragama > Kristen/Protestan, Hindu, Budha dll…pastilah pelakunya juga pemeluk agama2 > tsb... > > Apakah anda bisa serta-merta menyimpulkan bahwa agama tsb > jelek..racun..hanya karena pelaku kriminalnya pemeluk agama tsb.?? Tentu > tdk benar dan tdk adil…anda juga harus melihat betapa banyaknya para > pemeluk agama tsb yg melakukan perbuatan mulia, beramal sholeh, membantu > orang2 miskin dll, justru karena menjalankan ajaran agamanya... > > Bahwa negara2 tsb belum semaju negara2 Barat yg anda jadikan acuan..tentu > hal itu karena banyak faktor (system pemerintahan yg bersih, budaya dan > etos kerja masyarakatnya dll), bukan karena agamanya”… serta merta dia > menyahut:”Wah saya harus berterima kasih atas pencerahan yg anda > berikan..dan saya mohon maaf atas kesalahan saya dalam menilai negatif > agama anda dan agama lainnya”..dgn sportif dia mengakui kesalahannya dan > dengan tulus minta maaf… Woow keren.. beginilah tipe orang2 > saintifik-teknokratik..lugas, tanpa basa-basi tapi sportif… > > Pengalaman yg unik ini..menyadarkan saya bahwa di jaman modern dimana > sains dan teknologi telah menguasai peradaban manusia, “bukti empirik” > ternyata menjadi sangat penting utk meyakinkan seseorang shg mau percaya > atas suatu kebenaran.. Mereka akan minta bukti...dan jika tdk bisa > dibuktikan mereka menganggap kebenaran itu sebagai kebohongan/omong kosong > belaka…termasuk dalam hal beragama… > > Ada anggapan bahwa agama berlawanan dgn sains, hanya karena ada dogma yg > tdk bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah… Padahal sebenarnya tdk > mungkin ada “pertentangan” antara agama Islam dgn sains..kenapa.? ya karena > keduanya adalah ilmu dan hukum yg ditetapkan Allah utk manusia dan alam > semesta ini. Sains merupakan bagian dari hukum alam (hukum Qauni’ah) yaitu > segala aturan yg berfungsi utk mengatur segala hal yg berhubungan dgn alam, > sementara hukum agama utk mengatur perilaku dan menjadi pedoman hidup > manusia agar selaras dgn alam semesta sesuai kehendak Sang Pencipta “Allah > Azza Wajalla”… > > Kita selalu ditantang utk menggunakan akal budi kita utk memahami alam > semesta ini, sesuai firman Allah dlm QS. Ali Imran: 190 yg artinya:” > Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam > dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”… > > Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi… > > Salam, > NHA > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
