Yo rusuah bana awak ma agak2, ibo jo dusanak2 awak umaik Islam nan soto pulo ba 
bondong2 pai marayokan malam pergantian taun masehi ko nan jaleh2 indak ado 
dalam tuntunan agama Islam nan di bao dek Rasulullah SAW, tingga awak ba do'a 
jan sampai ado pulo korban jiwa dek perayaan nan diajakan dek org kapia ko.


Wassalam


Hanif / 40 / Bks / Lk
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

-----Original Message-----
From: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 31 Dec 2013 23:22:11 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [SPAM]  [R@ntau-Net] Meski Bana, Sia Nan Namuah Mandangakan? 
Paliang-paliang : "Angku Koloik Komah...!"

HTI: Perayaan Malam Tahun Baru Puncak Kemaksiatan

Budaya merayakan pergantian tahun merupakan kebiasaan orang-orang kafir.
Perayaan malam tahun baru menjadi puncak kemaksiatan. Anak-anak muda
melakukan hura-hura, pesta narkoba, hingga seks bebas, dengan alasan
merayakan malam tahun baru.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Farid
Wajdi kepada itoday (26/12). “Malam tahun baru menjadi puncak kemaksiatan.
Anak muda melegitimasi kemaksiatan di tahun baru,” tegas Farid.

Farid Wajdi mengingatkan, hura-hura di malam tahun baru menjadi cerminan
bahwa kapitalisme semakin dominan.  Kapitalisme mengutamakan kepentingan
kapital, di mana ada dorongan kuat untuk digelar acara-acara hedonis dan
hura-hura. Di balik acara tahun baru ada kepentingan bisnis, mendorong
masyarakat untuk membelanjakan uangnya sebanyak-banyaknya.

Menurut Farid, perilaku hedonis kaum muda di malam tahun baru sulit
dibendung. Salah satunya penyebabnya, himbauan ulama untuk menghentikan
perilaku hedonis tidak tersosialisasikan dengan baik. “Himbauan ulama tidak
maksimal karena tidak seimbang dengan sosialiasi ide-ide sekuler dan
hedonisme. Media massa, utamanya televisi terlihat gencar mem-blow up acara
hura-hura di malam tahun baru,” tegas Farid.

Terkait mandulnya himbauan ulama, Farid  menegaskan bahwa Indonesia
menganut paham negara sekuler dan liberal, sehingga ulama tidak diberikan
tempat di antara kepentingan-kepentingan liberal dan sekuler.

“Ada kepentingan politik dan ekonomi dalam perayaan tahun baru, sehingga
pemerintah enggan membuat aturan hukum yang melarang hura-hura di malam
tahun baru. Kepentingan ekonomi, tahun baru bagi kelompok kapitalis sangat
luar biasa bisa meraup keuntungan. Kepentingan politik, yaitu membudayakan
budaya hedonis, sekuler untuk menjauhkan anak muda dari ajaran agama,” pungkas
Farid.(itoday.co.id, 26/12)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke