Maaf mak maturidi, ambo cuma manyolo snek sajo, kalau lurah tu pns, kalau walinagari kan diganti-ganti sesuai periodenyo. Makonyo ndak bisa di-sk sarupo pns.
Salam Syaf/50, bogor Pada 13 Jan 2014 11:41, "Maturidi Donsan" <[email protected]> menulis: > Nakan ZA dan sanak di palanta n.a..h. > > Ide referendum untuk pilih Daerah Istimewa atau tetap Sumbar, ambo > sangek setuju. > Kita tak usah gentar dengan ancaman tak akan dapat APBN untuk biaya nagari > dsb. > > Kalau di sabalah lurah dengan perangkatnyo bisa di SK kan, kanapo Kapalo > nagari nan sabananyo labiah tinggi dari lurah jo parangkatnyo sarato > jorong tak bisa di SK kan. Itu semua tergantung perjuangan kito dan caro > kito mambangu Sumbar ke depan. > > Kalau kito ikuti pola pembangunan Jakarta, Bandung, Surabaya, apolagi Bal > nan salamoko dianggap maju, hancur minang. Biarkanlah minang hidup nyaman > dengan pola hidup bersama budaya ABS SBK. Belakangan ini kan budaya minang > ini yang diganggu dan malah mau dihabiskan. > > Ok setju referendum kalau memang itu yang dikehendaki rakyat minang tapi > harus fair, jangan campur tagan orang luar. > > Wass, > > Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau . > > > > Pada 12 Januari 2014 22.34, Zorion Anas <[email protected]> menulis: > >> Sanak2 nah. >> Dasar DI, bisa macam2. Namun UU masyarakat adat yg sdg digodok kini oleh >> DPR, harus secara eksplisit memberikan peluang hukum kpd daerah utk >> membangun otonomi adat & budaya lokal sebesar-besarnya sesuai kemajuan dan >> keaktifan budaya mereka tersebut. Kalau sudah pasif tidak perlu DI lagi. >> Contoh yg paling kental mungkin Aceh, yogya, maluku utara, gorontalo, bali >> dan nusatenggara timur. Sumatera Barat yang paling dikenal baru slogan >> abs-sbk, namun praktek2 dalam masyarakat sudah banyak berubah dan bergeser >> kepada moderenisasi zaman. Historical view memang kuat. Mungkin cara yang >> praktis melakukan semacam referandum thd masyarakat sumbar baik di ranah >> maupun di rantau utk perubahan status DI, sehingga pusat tidak bisa >> menolak. Konsekuensinya anggaran pembangunan adat & budaya ditanggung PAD >> sendiri. Mungkin Bali & Yogya tidak akan kesulitan membangun adat dan >> budaya mereka krn PAD yg cukup besar. Jadi plus minus selalu ada. Terserah >> kita. >> >> Salam, >> Zorion Anas, 58, Padang >> Pada 2014 1 12 21:53, "Maturidi Donsan" <[email protected]> menulis: >> >> السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ >>> >>> >>> >>> >>> *Pak MN dan sanak dipalanta n.a.hSetuju jo ide pak MN, sabananyo iko >>> ambo raso alah ide awak basamo urang minang baik diranah maupun dirantau.* >>> >>> >>> >>> >>> *Ambo pun maraso pasal 18B tu dasar kuat diawak minang untuak mintak >>> menjadi Daerah Istimewa MInangkabau (DIM), kalau diliek daerah nan alah >>> istimewa dan kusus ko seperti DIY, DKI, ACEH dan Papua (OTSUS), juga pasal >>> 18, pasal 18A dan pasal 18B ini yang menjadi dasar kuat untuk menjadikannya >>> istimewa atau kusus. Daerah lain karano tak mamanuhi syarat untuak pasal >>> 18B makonyo mereka nyaman jo NKRI.* >>> >>> >>> *Untuk Minangkabau dasar yang kuat ini dipunyai yaitu ps 18B.* >>> >>> >>> *Mudah-mudahan terbuka hati semua urang minang, yang mengaku minang, >>> baik diranah maupun dirantau sepakat bulat untuk menyepakati petisi agar >>> Sumbar dijadikan DAERAH ISTIMEWA MINANGKABAU (DIM). * >>> >>> *Ambo mandukuang partamo ideko pak MN, tanyo saketek pak MN, sia >>> jambatan awak ka pak Sayuti jo MUI Sumbar. Kalau surel sajo payah juo.* >>> >>> >>> *Sakitu dulu, talabiah takurang mohon maaf. * >>> >>> >>> *Wass,* >>> >>> *Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau* >>> >>> . >>> >>> >>> Pada 12 Januari 2014 20.12, Mochtar Naim <[email protected]>menulis: >>> >>>> >>>> >>>> *MEMBANGUN DAERAH ISTIMEWA MINANGKABAU* >>>> >>>> *Mochtar Naim* >>>> >>>> *12 Januari 2014* >>>> I >>>> *NDONESIA sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia ini, yang >>>> berjejer di sepanjang Garis Khatul Istiwa di kawasan Asia Tenggara, yang >>>> terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan besar >>>> (Hindia dan Pasifik), dengan ribuan pulau, ratusan kelompok etnik dengan >>>> berbagai ragam bahasa dan budaya, dan 250 juta penduduk, mestinya diatur >>>> secara federalistik dalam bentuk NPRI (Negara Persatuan Republik Indonesia) >>>> dan bukan unitaristik NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang diatur >>>> secara seragam dari atas sampai ke bawah seperti sekarang ini. Dengan >>>> federalisme NPRI masing2 daerah punya peluang untuk menyesuaikan diri >>>> dengan kontur ekologi dan sosial-budayanya, dan tidak seragam sama seperti >>>> di Jawa seperti selama ini. Bagaimanapun, ini adalah tolok perjuangan masa >>>> depan dari bangsa ini – dari unitarisme ke federalisme; dari NKRI ke NPRI. >>>> Negara2 tetangga seperti Malaysia saja, Thailand saja, Filipina saja, yang >>>> ukurannya jauh lebih kecil, semua adalah federalistik; apalagi Indonesia >>>> yang jauh lebih besar mestinya adalah juga federalistik. Negara2 federal di >>>> dunia ini rata2 jauh lebih stabil dan progresif dari negara2 unitaris di >>>> manapun.* >>>> * Dalam kaitan itu pula, UU tentang Desa yang baru saja >>>> disahkan di DPR RI adalah konsekuensi logis dari diteruskannya sistem >>>> unitarisme di NKRI ini, di mana sistem pemerintahan terendah di tingkat >>>> Desa diatur secara sama dan seragam untuk seluruh Indonesia seperti di >>>> Jawa. Untuk Sumatera Barat hal ini berarti balik lagi ke belakang, dari >>>> Nagari ke Desa, di zaman Orde Baru, kembali ke Nagari, di awal Reformasi, >>>> dan sekarang kembali lagi ke Desa. Betapa habis terkurasnya energi kita >>>> untuk berbuat bolak-balik seperti ini. Makanya rakyat dan masyarakat di >>>> Sumatera Barat sekarang ini harus menyatakan “tidak” kepada pemerintah >>>> pusat, dengan tetap bertahan pada Nagari dan tidak kembali lagi ke Desa.* >>>> * Jalur yang tersedia kebetulan dibukakan oleh Pasal 18 B >>>> dari UUD1945, di mana: Ayat (1): “Negara mengakui dan menghormati >>>> satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat >>>> istimewa yang diatur dengan Undang-undang.” Ayat (2): “Negara mengakui dan >>>> menghormati kesatuan2 masyarakat hukum adat beserta hak2 tradisionalnya >>>> sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip >>>> NKRI, yang diatur dalam undang2.” * >>>> *Melalui bukaan ini waktunya rakyat dan masyarakat Sumatera Barat, di >>>> ranah dan di rantau, untuk bersama-sama mengajukan petisi kepada pemerintah >>>> pusat agar Sumatera Barat dengan budaya matrilineal Minangkabau yang >>>> berdasar kepada filosofi ABS-SBK (Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi >>>> Kitabullah) dinyatakan sebagai Daerah Istimewa seperti halnya DIY, DI Aceh >>>> Darussalam dan DI Papua. * >>>> * Dengan Daerah Istimewa Sumatera Barat atau DIM (Daerah >>>> Istimewa Minangkabau) itu filosofi ABS-SBK dengan sistem sosial >>>> matrilinealnya (bukan matriarkal) yang berbasis di Nagari dan dengan sistem >>>> pemerintahan Nagari yang egaliter dan demokratis di bawah kepemimpinan TTS >>>> (Tungku nan Tigo Sajarangan), yaitu Ninik Mamak, Alim-Ulama dan Cerdik >>>> Pandai) dapat berjalan bersandingan dengan sistem NKRI yang berlaku umum – >>>> artinya selagi NKRI belum lagi berubah menjadi NPRI.* >>>> * Dengan Nagari tetap berfungsi sebagai unit kesatuan >>>> administratif pemerintahan terendah di DI Sumbar atau DIM itu maka >>>> pemerintahan Nagari mempunyai fungsi ganda: formal dan non-formal. Nagari >>>> diperlakukan sama seperti Desa di Jawa, secara formal, oleh pemerintah >>>> pusat, sejalan dengan UU Desa yang baru itu, tetapi dia juga adalah unit >>>> kesatuan masyarakat hukum adat yang sifatnya non-formal tapi fungsional >>>> efektif menurut kaidah hukum adatnya yang berlaku untuk seluruh Nagari di >>>> Sumbar. Daerah2 yang tidak berada di bawah norma budaya Minangkabau, >>>> seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, dapat saja melaksanakan sistem Desa >>>> seperti yang diinginkan oleh UU Desa itu.* >>>> * Untuk mengkoordinasikan seluruh unit kesatuan >>>> administratif pemerintahan yang bercorak Nagari itu maka logis sekali kalau >>>> Provinsi Sumatera Barat sekarang berbentuk Daerah Istimewa dengan sebutan: >>>> DIM: Daerah Istimewa Minangkabau. Nagari tentu saja berhak mengatur diri ke >>>> dalam sesuai dengan pola dasarnya yang digariskan dalam adat dan budaya >>>> Minangkabau. * >>>> * Sedikitnya Nagari akan mempunyai 4 fungsi utama, yaitu: >>>> Satu, Nagari sebagai unit kesatuan administratif pemerintahan terendah >>>> seperti Desa dalam UU ttg Desa itu, tetapi dengan fungsi ganda: formal dan >>>> non-formal. Formal yang berkuasa adalah Wali Nagari yang mewakili Camat dan >>>> Bupati serta Gubernur di tingkat Nagari. Wali Nagari selaku penguasa >>>> eksekutif lalu didampingi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Nagari (DPRN) secara >>>> legislatif yang diisi oleh wakil2 dari TTS (Tungku nan Tigo Sajarangan: >>>> Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai) dan dilengkapi oleh utusan Bundo >>>> Kanduang (Wanita) dan Pemuda.* >>>> * Dua, Nagari sebagai unit kesatuan keamanan dan pengamanan >>>> dengan menfungsikan Dubalang sebagai Ketua Keamanan Nagari serta didukung >>>> oleh para pemuda di Nagari yang berfungsi sebagai Parik Paga Nagari. >>>> Dubalang akan meminta bantuan Polisi di Kecamatan di mana diperlukan.* >>>> * Tiga, Nagari sebagai unit kesatuan ekonomi dengan >>>> menfungsikan Nagari sebagai lembaga kesatuan korporasi berbentuk Koperasi >>>> Syariah. Semua aset Nagari berbentuk tanah ulayat Nagari, sumber mata air, >>>> sungai, rimba, kebun dan kekayaan alam lainnya, serta aset2 Nagari >>>> berbentuk pasar Nagari, lebuh Nagari, mesjid, sekolah dan bangunan >>>> lain2nya, dikelola secara bersama dengan prinsip untuk sebesar-besar >>>> kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Nagari dengan prinsip koperasi syariah >>>> itu.* >>>> *Empat, **Nagari sebagai unit kesatuan adat, agama dan sosial-budaya. >>>> Apapun yang ada di Nagari diatur dengan prinsip ABS-SBK: Adat Bersendi >>>> Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Adat yang tidak sejalan dengan Syarak >>>> dibuang, Al Qur’an adalah pedoman dan sumber utama dari semua norma sosial >>>> dan budaya.* >>>> * Dengan Provinsi Sumatera Barat sekarang menjadi DIM: >>>> Daerah Istimewa Minangkabau, rakyat dan masyarakat Minangkabau di ranah dan >>>> rantau memasuki era akulturasi baru: Bersatunya budaya nasional Nusantara >>>> dengan budaya lokal Minangkabau yang berfungsi secara harmonis di wilayah >>>> DIM (Daerah Istimewa Minangkabau). **** >>>> >>>> -- >>>> . >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>> =========================================================== >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>> * DILARANG: >>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>> 3. Email One Liner. >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>> serta mengirimkan biodata! >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>> mengganti subjeknya. >>>> =========================================================== >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>> --- >>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>>> Grup Google. >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>>> >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>> Grup Google. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
