Rina, amak suko bana carito sejarah. 
Cubolah dikorek dari Papa sadonyo, carito nan masih tabanam seputar OPR pasca 
PRRI. Baa bana OPR ko katiko mereka hadir di Sumbar pra G 30 S / PKI
Tahun bara keberadaannyo. 
Pasca PRRI banyak kejadian di nagari awak. Ado ganyang Malaysia bagai. Rakyat 
disuruah buek lubang perlindungan.



Salam

 
3vy Nizhamul
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)






Pada Senin, 20 Januari 2014 12:11, Rina Permadi <[email protected]> menulis:
 
 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi,
 
Waduh maaf Bapak, Mamak jo Bundo sadonyo.
Tadi sabalun salasai alah tasending email ko
Nan ka ambo tambahkan adolah mangurangi postingan sabalunnyo
 
Nan ambo kirim ko adolah kutipan salah satu tulisan ambo nan
alah pernah posting disiko. Siapo tau ado manfaatnyo.
 
Banyak maaf
 
Wassalam
Rina, 36, Batam
 
From:Rina Permadi
[mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, January 20, 2014 12:05 PM
To: '[email protected]'
Subject: RE: [R@ntau-Net] Adakah cerita Organisasi Pemuda Rakyat (OPR)
underbow PKI, Gerwani dll
 
Ciek li sample
OPR Pak, Mamak
 
Beberapa hari
kemudian setelah  Papa selesai proses menyerahnya tanpa harus bersumpah
sebab di Lubuk Sikaping tidak terlalu ketat proses menyerah. Hanya bikin surat
pernyataan saja dan itu bisa langsung diproses untuk pembuatan KTP (Kartu Tanda
Penduduk). Papa pergi jalan ke pasar pagi Simpang Tembok yang berjarak sekitar
8 km dari rumah di Tilatang Kamang. Setiba disana Papa duduk di sebuah kedai
kopi. Sebenarnya Papa ingin tahu tentang siapa yang membunuh secara sadis Pak
Dahlan ketika menginap di Lariang itu. Konon kabarnya adalah seorang preman di
Simpang Tembok itu. 
 
Kebetulan saat
itu ada kemenakan beliau yang juga jadi preman di simpang Tembok itu. Kita
sebut saja namanya Capuak. Saat itu di kedai itu ada Ancok Gandi ini juga
sedang minum kopi. Rumor tentang keberhasilan preman Ancok Gandi ini beredar
melesat dari mulut ke mulut pada masa itu. 
 
Melihat Papa
ikut duduk minum kopi di kedai itu, kemenakan Papa ini mendekati Ancok Gandi,
terus dia berbisik ke Ancok Gandi sambil melirik Papa. Ancok Gandi langsung
melihat galak kearah Papa. Rupanya si Capuak membisiki Ancok Gandi bila Papa
adalah seorang Tentara Lua (Tentara PRRI).
Terjadi
persitegangan antara mereka bertiga saat itu. Si Ancok Gandi dengan congkaknya
langsung cabut pistolnya yang tersembunyi dibalik bajunya langsung diarahkannya
ke kepala Papa. 
 
“Ang
macam-macam Ang den tembak (kamu macam-macam saya tembak),” katanya
beringas dan sombong.
 
Untung saja si
Ancok Gandinya masih agak sedikit waras untuk tidak bikin sensasi di tengah
pasar pagi Simpang Tembok Bukittinggi saat itu. Dia hanya ingin menunjukkan ke
orang-orang yang berada di sekitar sana kalo dia itu ‘Orang Bagak’ (Preman) 
berkuasa karena dapat dukungan Tentara Pusat. 
 
Hal itu terbayar
penuh setelah tahun bejalan dan Ancok Gandipun sakit-sakitan dan akhirnya
meninggal. Selama dia sakit tidak seorangpun yang peduli dengannya dan bahkan
sampai akhirnya dia meninggal di Simpang Tembok itu, tidak ada warga yang mau
menyelenggarakan jenazahnya sebab dia sudah berkoar kalo dia itu Komunis, hanya
ada seorang kemenakannya yang akhirnya menyelenggarakan jenazah Ancok Gandi.
Ancok Gandipun lunas di dunia.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke