Nah, sudah jelas dengan sendirinya kan Pak Zorion?

1/
Ambo kutip ulang pendapat bapak, "Pendeta2 gereja Nasrani di Indonesia,
kepada LAI (Lembaga Al Kitab) supaya kata Allah diganti ... dst..."
Pertanyaannya: siapa yang ada di LAI itu? Orang Islam? Atau para pendeta
juga?
Apa iya draf Alkitab Indonesia itu tidak dibaca, disahkan, oleh (Majelis)
Pendeta/Pastur atau apapun namanya sebelum ini?

Jadi poinnya adalah: kalau itu perbedaan di antara mereka, biarkan saja.
Sekiranya pun mereka sepakat menghilangkan kata "Allah" dalam Injil
(Indonesia) mulai edisi 2014 dst, itukan kesepakatan mereka sendiri. Urusan
rumah tangga mereka sendiri, bukan umat Islam yang melarang-larang tidak
boleh ada kata "Allah" dalam Injil.

Dan lagi kenapa hanya dalam Injil edisi Melayu (Malaysia) dan Indonesia
tidak dibolehkan kata "Allah"? Mengapa tidak sekaligus dilobi Rabithah Alam
Al Islami atau otoritas global lain agar kata "Allah" juga dihapus dari
Injil bahasa Arab yang kini digunakan 15-20 penganut Kristen di Timur
Tengah?

2/
"Percaya ada kitab terdahulu, tapi tidak beriman kpd kitab2 itu, karena sdh
ada al quran." tulis Pak Zorion.

Ini dalilnya apa? Setahu ambo masalah *nasikh-mansukh *hanya ado dalam ayat
Qur'an, bukan terhadap kitab-kitab Allah terdahulu (sebelum Qur'an).
Karena kalau ada nasikh-mansukh terhadap kitab Allah, untuk apa redaksi
hadist Nabi pada rukun iman adalah "beriman kepada kitab-kitab Allah"?

Mohon Pak Zorion tunjukkan hadist Nabi atau ayat Qur'an yang melarang umat
Islam untuk beriman kepada Injil, Taurat, Zabur, dengan sudah turunnya Al
Qur'an?

 3/
Bapak juga menulis: "Jadi kalau sanak NAB menggagap Allah=Yahweh spt dlm
injil, silahkan saja."

Di bagian posting ambo nan ma ambo manulih "Allah = Yahweh spt dalam Injil"?

Ini ambo tampilkan lagi kalimat ambo sebelumnya:

-----
Jadi, penekanannya bukan pada debat teologis penggunaan "YHWH/Yahweh",
"Allah", atau "Eloihim" (yang juga merupakan topik tersendiri yang tak
kalah pelik).
-----

Mohon tunjukkan di bagian mana dari kalimat ambo itu ado tatulih ambo
"menganggap Allah = Yahweh spt dalam Injil" selain itu kesimpulan Pak
Zorion sajo?
Kalau itu kesimpulan bapak surang, manga harus dinisbatkan sebagai pandapek
ambo?

Kalau ambo tulih "penggunaan "YHWH/Yahweh", "Allah", atau "Eloihim" (yang
juga merupakan topik tersendiri yang tak pelik)" itu adolah dek karano,
ambo ambiak satu contoh sajo, Prof. Abdul Ahad Dawud (lahir 1895, mantan
pendeta sekte Uniate Chaldean, nan namonyo sabalun Islam adolah Prof.
Reverend David Benjamin Keldani) menulis satu bukti penuh data
berjudul *Muhammad
in the Bible* nan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia *Menguak Misteri
Muhammad Dalam Kitab Suci Injil *(Penerbit Sahara, 2011).

Kalau Prof. Dawud nan paham bahasa Aramaik dan fasih memahami terjemahan PB
dalam bahasa Latin (*Vulgate*) dan bahasa Yunani sajo butuh satu buku untuk
menjelaskan tema ko, bukankah itu menunjukkan tema yang pelik? Tetapi
justru karena pengetahuan dan penelitiannyo nan mandalam tahadok
kitab-kitab sabalun Qur'an itu nan manyabok kan inyo masuk Islam. Dalam
testimoninyo, Prof Dawud menyatakan,  "Kepindahan saya ke Islam tak lain
karena hidayah Allah Yang Maha Kuasa. Tanpa bimbingan-Nya, semua
pengetahuan, penelitian, dan usaha-usaha lain untuk menemukan kebenaran ini
mungkin membawa kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak
Tuhan, maka Nabi Muhammad Saw pun menjadi pola sikap dan perilaku saya."

Subhanallah. Itu baru salah satu contoh sajo, bagaimana kalau urang
berpengetahuan seperti Prof. Dawud/Keldani mempelajari dengan serius
kitab-kitab Allah sebelum Qur'an, hasilnya malah mambueknyo mandapek
hidayah. Bayangkan aa nan akan tajadi kalau (saat inyo masih Prof. Keldani)
justru alergi untuk membaca kitab-kitab itu secara kritis. Apokah inyo akan
sampai pada kesimpulan bahwa "kepindahan saya ke Islam tak lain karena
hidayah Allah Yang Maha Kuasa."

Nan awak, mayoritas muslim di Indonesia juga Malaysia, acok lupo adolah dek
awak lahir dari "zona nyaman", induak ayah alah muslim, bahkan inyiak ka
ateh. Lahia dalam "zona nyaman" ko acok mambuek urang malah mancari,
mambaco kritis, men-tadabbur-kan, indak sarupo kelompok mualaf nan harus
bajuang kareh, tarutamo nan sabalunnyo alah berstatus sebagai Reverend atau
Minister, saroman Syaikh Yusuf Estes kini ko.

4/
Terakhir, Pak ZA manulih "Karena injil sbg salah kitab yg kita imani adalah
kitab pada zamannya Nabi Isa, bukan yg sekarang."

Nah, kan, lagi-lagi kesimpulan apak pulo nan dinisbatkan ka ambo.
Cubo baco ulang pandapek ambo dan tunjuak an bagian di ma ambo manulih
"beriman kepada Injil yang sekarang", adokah?

Kalau ambo mangutip ayat Matius 4;8-10 dan Markus 12:28-29 nan menyatakan
Yesus menyatakan kepada Bani Israel agar meyakini  bahwa "Hukum terutama
(yang paling pokok) adalah* Tuhan Allah kita itu Tuhan Yang Esa*", bukankah
itu nan ambo tanyokan pada Pak Zorion sacara retoris  melalui kalimek
sabalunnyo,  "Bagaimana caranya menjelaskan dua contoh ini?"

Sebab, bukankah dua ayat itu selaras dengan ajaran sejak Nabi Adam, Nuh,
Ibrahim, Musa, terus sampai kepada Isa putra Maryam a.s., dan kemudian Nabi
Muhammad Saw, bahwa "Allah itu Ahad."

Artinyo, kalau kasadonyo Injil (sekarang) yang dimiliki umat Kristen adolah
palsu, berarti dua ayat di atas tu palsu pulo? Kalau ayat itu palsu,
berarti Isa a.s. indak paranah manyampaikan tazkiroh ka umatnyo bahwa
"Allah itu Esa"? Kan baitu logikanyo.

Kalau itu nan tajadi, bararti alah dilantak pulo rukun iman "beriman kepada
Rasul-rasul Allah".

Wassalam,

ANB
45, Cibubur




Pada 23 Januari 2014 12.39, Zorion Anas <[email protected]> menulis:

> Sanak ANB, ini kata pendeta2 gereja nasrani di Indonesia, kepada LAI
> (Lembaga Al Kitab), supaya kata Allah diganti dgn kata YAhweh, Elohim atau
> Edonai
> . Dan yang sdh dilakukan oleh Malaysia
> http://indonesiaindonesia.com/f/52698-pilih-yahweh-allah/
> Pengertian percaya dan iman dlm agama adalah 2 sisi matauang. Percaya dan
> beriman, percaya tapi tidak beriman. Kita percaya setan itu ada, tapi tidak
> beriman kepada setan.
> Percaya ada kitab terdahulu, tapi tidak beriman kpd kitab2 itu, karena sdh
> ada al quran.
> Jadi kalau sanak NAB menggagap Allah=Yahweh spt dlm injil, silahkan saja.
> Bagi Kristiani  mereka sdh tidak menganggap Allah tidak sama dgn Yahweh
> sbg tuhan merekaspt link di atas.
> Jadi kata2 Allah dlm injil skrg memang harus ditiadakan, krn bukan lagi
> termasuk kitab2 terdahulu yg harus diimani oleh kaum muslim. Jelas
> dlm.injil mrk yg dianggap tuhan Yahweh, Jesus dan Roh Kudus. Biarkan saja
> mereka meyakini itu. Karena injil sbg salah kitab yg kita imani adalah
> kitab pada zamannya Nabi Isa, bukan yg sekarang.
>
> Salam,
> Zorion Anas, 58, Padang
> Pada 2014 1 23 11:41, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> menulis:
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke