Ass ww
Pak Mochtar Naim  n a h
Ambo ingin batanyo ka pak Mohtar Naim :
Dalam tulisan tulisan apak ambo manangkok kecurigaan kapado Pak Irman
Gusman, baso baliau kemungkinan manarimo gratifikasi dari LG . Tulisan
tulisan pak Mochtar mengindikasikan sarupo itu. Ambo kutip sbb :
"Diumumkannya oleh LG ada sekian ormas dll yang diberi bantuan Rp 50 juta
masing2nya oleh mereka dalam rangka pembangunan Super Blok LG ini adalah
isyarat yang gamblang bahwa mereka telah biasa melakukan budaya pemberian
gratifikasi itu. Tinggal kita harus mengetahui dan membukakan ataupun jika
perlu membongkarnya berapa jumlah gratifikasi alias wang sogok yang tidak
disebutkan secara terbuka itu yang telah diberikan atau dijanjikan kepada
siapapun yang memberi izin dan mendukung pembangunan Super Blok LG itu.
Nama2 yang dinyatakan ikut mendukungnya, seperti yang kita baca di surat2
kabar, termasuk nama2 Azwar Anas, Irwan Prayitno  (Gubernur Sumbar), Fauzi
Bahar (Wako Padang), Irman Gusman (Ketua DPD RI), M Sayuthi Dt RP (Ketua
LKAAM Sumbar), dll yang juga hadir dalam upacara peletakan batu pertama
proyek Super Blok LG itu". (Tulisan pak MN tgl 28 Juni 2013).
Kemudian dalam tulisan Pak Mn tanggal  6 Oktober  2013 Pak Mn menghimbau
sbb :
" Mari, para pejabat, bersihkan dirimu dari perbuatan  nista yang sangat
dikutuki oleh Allah itu dan segeralah bertaubat. Semoga Allah mengampuni
dan menerima taubat saudara2.   Saya menganjurkan agar kepada siapapun yang
tetap bungkem, jauhkanlah diri Anda dari upaya untuk mencalonkan diri di
bidang apapun di wilayah politik dan pemerintahan ke masa depan. Kepada
masyarakat Sumbar selanjutnya saya sarankan, desak dengan cara bagaimanapun
agar mereka yang terlibat dalam pemberian izin kepada proyek mega LG ini
diusut secara tuntas melalui jalur hukum. Untuk yad, haramkan ada
gratifikasi dalam konteks pembangunan di bumi Minangkabau ini ".

Sampai sekarang saya belum mendapat ionformasi bahwa Irman Gusman sudah
menyampaikan pernyataan terbuka bahwa beliau tidak terlibat gratifikasi LG
itu . Saya orang awam yang gak ngerti politik, ingin bertanya kepada Pak
Mochtar Naim mengenai  hal hal yang bertolak belakang  dalam  sikap kita
kepada seorang Irman Gusman yang semula ditengarai menerima gratifikasi LG,
sekarang kita dukung menjadi Capres.
Wassalam
Dunil Zaid , 70 + 11/12.Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg. Tingga di
Jakarta.



2014-01-25 Haswin Darwis <[email protected]>

> Pak MN
>
> Yo bana rancak rancangan Pak Irman Gusman tu, marilah dulu kito panjatkan
> Doa pado Allah SWT semoga usaha ini dapat di lestarikan dan menjadi
> kenyataan bahwa beliau adalah putra terbaik Minangkabau manjadi Capres kami
> putra minangkabau menyokong beliau dan ambo siap untuk Tim Sukses di luar
> negeri kususnya di Malaysia
>
> pengundi d Malaysia lebih kurang 1 juta suara dan ambo kenal Ketua Ketua
> suku Indonesia yang ado di Malaysia ko, karano ambo panah manjadi (mantan)
> Panesehat Perhimpunan Masyarakat Indonesia Di Malaysia (PERMAI)
>
> ambo panah manbantu rakan rakan dari Demokrat di Malaysia dll
>
> wasalam
>
>
> HD St Barbanso
>
> Suku Piliang
>
> Kuala Lumpur Malaysia
>
>
>
> 2014/1/25 Mochtar Naim <[email protected]>
>
>>
>>
>> *MARI KITA DUKUNG CAPRES IRMAN GUSMAN*
>> *DAN CALEG-CALEG DARI SUMBAR*
>> *YANG BERJANJI MAU MEMPERJUANGKAN*
>> *TEGAKNYA “DAERAH ISTIMEWA MINANGKABAU”*
>>
>> *Mochtar Naim*
>> *24 Januari 2014*
>>
>>   U
>>   *SAHA kita bersama di ranah dan di rantau untuk membangun Sumatera
>> Barat ke masa depan dengan mengutamakan pembangunan dari bawah, yakni dari
>> Nagari, dengan tujuan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, kelihatannya
>> adalah sebuah keniscayaan yang harus kita dukung dan usahakan bersama.
>> Tidak kurangnya adalah usaha dari saudara2 kita yang mencalonkan diri di
>> tingkat nasional, baik sebagai calon Presiden, yaitu Sdr Irman Gusman,
>> maupun sebagai calon anggota legislatif di DPR-RI dan DPD-RI. Di tingkat
>> provinsi, kabupaten dan kotapun di Sumbar, tak kuranynya kita mengharapkan
>> dukungan dan usaha pantang-menyerah dari caleg-caleg di DPRD-RI di
>> Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sumbar serta calon-calon Gubernur, Bupati
>> dan Walikota se Sumbar.*
>> *            Jika kita semua, baik di ranah maupun di rantau, dari atas
>> sampai ke bawah, sampai ke setiap Nagari di Sumbar, bersatu untuk
>> memperjuangkan berdirinya DIM (Daerah Istimewa Minangkabau), insya Allah
>> Tuhanpun akan membukakan jalan untuk itu. Yang jelas kita tidak mungkin,
>> setelah balik ke Nagari dari Desa sebelumnya di zaman Orde Baru, akan balik
>> pula kembali ke Desa seperti yang diinginkan oleh UU tentang Desa sekarang
>> ini yang baru saja diloloskan oleh DPR-RI Desember 2013 yl.  *
>> *            Kita semua perlu mempertahankan tetap tegaknya Nagari di
>> Sumatera Barat, karena Nagari mempunyai dua fungsi yang saling isi-mengisi,
>> yaitu fungsi formal dan non-formal. Formal, Nagari adalah unit kesatuan
>> administratif pemerintahan terendah seperti Desa di Jawa, seperti juga
>> dalam UU tentang Desa yang baru dikeluarkan itu, sebagai bagian tak
>> terpisahkan dari NKRI. Sedang non-formal, Nagari adalah unit kesatuan
>> masyarakat hukum adat yang berdasar kepada filosofi hidup ABS-SBK (Adat
>> Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah), yang diizinkan berdirinya
>> oleh Pasal 18 B ayat (1) dan (2) UUD1945. Dengan fungsi ganda, formal dan
>> non-formal, yang diberikan kepada Nagari itu, diharapkan kita akan
>> menggenjot pembangunan di Sumatera Barat yang kita mulai dari bawah di
>> setiap Nagari di Sumbar, dan sekaligus secara berprovinsi, berkota dan
>> berkabupaten di tingkat atas. Untuk itulah kita memerlukan dibentuknya DIM
>> (Daerah Istimewa Minangkabau) seperti yang juga diberikan kepada Nanggroe
>> Aceh Darussalam, Papua dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).  *
>> *            Insya Allah rakyat pemilih di Sumbar, baik yang di ranah
>> maupun yang di rantau, akan memberikan suaranya secara bulat kepada wakil2
>> Sumbar baik sebagai capres maupun caleg di tingkat pusat dan daerah
>> sekalipun jika calon2 tsb secara terbuka menyatakan berjanji untuk
>> memperjuangkan dijadikannya Provinsi Sumatera Barat sebagai DIM (Daerah
>> Istimewa Minangkabau). Sebaliknya, jika tidak ada jaminan tsb, yang
>> dinyatakan secara terbuka, janganlah diharapkan rakyat Sumatera Barat, baik
>> yang di ranah maupun yang di rantau, akan memberikan dukungan suaranya
>> kepada capres dan caleg-caleg tsb, maupun kepada calon Gub/Bup/Wako di
>> Sumbar sendiri. *
>> *            Semoga Allah memberkati usaha perjuangan kita ini, amin.
>> ***  *
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke