Sabana urang Piaman Bung Al iko, jagok cameeh kelas satu. Mohon izin ambo galak 
gadang, ha ha ha ha ha.

Wassalam,
SB, 77, Sby. 

Sent from my iPad

> On 29 Jan 2014, at 17.12, [email protected] wrote:
> 
> Ndeh nio galak ba'a lah...
> Ndak tau sia nan batua sia nan mancimeeh sia nan serius... Alah bakacamuak je 
> sadonyo :) :) :)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 29 Jan 2014 09:59:55 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Black Swan Theory & Noah's ark
> 
> Mak Maturidi n.a.h!
> 
> Ado nan kurang ciek lai Mamanda, baa caro mamakok siaran televisi dan 
> jaringan internet. Bagi rang kampuang ndak paralu tu doh. Cukuik mandanga 
> radio siaran subuah sajo. Larang perdagangan televisi dan hp ke Ranah Minang, 
> untuak apo rang kampuang pakai TV dan HP bagai, karajo wee cuma ka sawah jo 
> ka ladanga.
> 
> Kapan paralu, sikola ko ndak paralu gai doh. Toh, ka pai kasawah juo 
> akhirnyo. Dulu, induak2 di Miang dilarang sikola, toh akhirnyo ka balaki juo.
> 
> Nan rancak pabanyak surau dan mushala. Langang ndak ba jamaah gai ndak baa 
> doh, nan penting fisik nyo nampak. Nan penting rancak di labuah, walau di 
> dalammnyo ramuak. Manuruik senior ambo nan acok pulang kampuang ka kampuang 
> dalam, Prof. Musril Zahari, satiok pulang kampuang, lai inyo sorang nan jadi 
> jamaah sholar subuah, zuhur, ashar dan magrib dengan imam dan muazim urang 
> nan samo. Padohal musajik tu di tangah balai....he...he....
> 
> Yang perlu dipikirkan perantau bersama Pemda adalah bagaimana Sumbar tidak 
> disentuh dunia luar. Kebijakan Pasar Asean 2015 tu tulak habih. Kapan paralu 
> kalua awak dari NKRI ko sesuai anjukan Ketua LKAAM Sumbar. Negara apo ko, 
> dunia apoko. Manga dipaturuikan bana. Mari rang kampuang bazikia-zikia se lah 
> di musajik lai. Pelek I baliak baju nak gadih nan di ateh pusek tu. 
> 
> Manga urang lua tu buek hotel gai di Minang kalau cuma untuak urang lua 
> sumbar. Cubolah buek hotel untuak rang kampuang....ha..ha....
> 
> Nah, untuk bisa melakukan semua itu, menghambat perubahan yang bakal terjadi, 
> mari kita rebut kursi gubernur tu. Kapatang Pak Gubernur dikaja dek mahasiswa 
> S-2 salah satu PTN di Padang jo ladiang. Dia kecewa, pajak ditarik juo, zakat 
> pegawai dipotong tapi, tapi peminta-minta di ranah makin banyak. 
> 
> Maaf Mamak, manjelo lo tambahan dari ambo. Banyak maaf.
> 
> 
> Wassalam
> 
> Syaf AL/,50, Bogor
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> From: Maturidi Donsan <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 29 Jan 2014 14:41:01 +0700
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Black Swan Theory & Noah's ark
> 
> Nakan Hendra dan bu Evy dan sanak di palanta  n.a.h
> 
>  
> 
> Black Swan Theory Untuk Sumbar, cocok kiro-kiro.
> 
>  
> 
> Kalau nabi Nuh membikin perahu diatas bukit adalah  untuk mengantisipasi 
> malapetaka akibat banjir bandang dizamannya.
> 
>  
> 
> Bagi kita orang Sumbar kalau mau selamat, harus naik bukit,  menyendiri 
> sementara dari hiruk pikuk SUNAMI pembangunan ala Jakarta dan kota-kota besar 
> lainnya.
> 
>  
> 
> Pembangunan Jakarta dan lainnya,  menggunakan investor dalam dan luar negeri, 
> berorientasi business, menyengsarakan penduduk tempatan.
> 
>  
> 
> Dengan  sunami pembangunan penduduk tempatan secara halus   diusir paksa 
> menyerahkan lahan  asuransi kehidupannnya.
> 
>  
> 
> Dengan dalih percepatan pembangunan, menaikan income percapita dsb, yang naik 
> itu income nya investor dan segelintir oknum yang dapat recehan dari 
> investor, bukan rakyat. 
> 
>  
> 
> Sumbar tidak perlu meniru pembangunan demikian. Banyak yang berpikir 
> mengharapkan investor  memajukan Sumbar, lebih baik Sumbar berpikir ulang, 
> investor yang mungkin untuk Sumbar, tidak sembarang Investor.
> 
>  
> 
> Kalau investor sekedar jual jasa  seperti Hotel, Mall, Ruko dan sejenisnya, 
> yang memanfaatkan bukan pribumi karena tak terjangkau, tapi orang luar Sumbar 
> malah mungkin Singapur, Hongkong  dll  apalagi kalau pintu dibukakan untu 
> Asean leluasa ke Sumbar tahun 2015.
> 
>  
> 
> Kalau pembangunan ala Jakarta diterapkan di Sumbar, pribumi Sumbar hanya akan 
> termangu-mangu memperhatikan  bahwa mereka sudah tertipu. Orang luar 
> diperkaya di Sumbar, rakyat tergusur akibat kesalahan kebijakan investasi, 
> kalau di Padang , siap-siaplah tergeser ke Kuranji, Limau Manih dan Nanggalo 
> atau lebih keatas lagi naik bukit barisan itu.
> 
>  
> 
> Juga kalau investor untuk menggaruik Sumber Daya Alam, bahan mentahnya dibawa 
> keluar negeri, tidak diolah disini dan diperjual belikan disini tak usahlah 
> dulu.
> 
>  
> 
> Masyarakat Sumbar yang bagian terbesar adalah petani, sebenarnya, mereka 
> sudah nyaman hidup dengan hasil pertaniannya.
> 
>  
> 
> Yang mereka perlukan ialah penyuluhan untuk mendorong peningkatan hasil 
> pertaniannya.  Dengan cukupnya beras, sayuran ikan  asin maupun laut /kolam  
> dan garam sebagai bahan makanan pokok orang Sumbar, mereka sudah  hidup 
> dengan nyaman, peliharalah ini.
> 
>  
> 
> Kedepan kemudahan lain yang harus diusahakan oleh pemerintah dengan usaha 
> bersama  melibatkan masyarkat ialah:
> 
> 1.    Membantu perumahan bagi yang sangat memerlukan
> 
> 2.    Mendapatkan sandang dengan mudah
> 
> 3.     Mendapatkan pendidikan yang merata
> 
> 4.    Mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah.
> 
>  
> 
> Dari yang ke 4 item ini,  untuk Sumbar mungkin item no3 dan 4 yaitu 
> pendidikan dan kesehatan yang dirasa agak berat, tapi bisa diatasi:
> 
>  
> 
> 1.    PENDIDIKAN 
> 
> Untuk bisa penduduk mendapatkan pendidikan yang merata artinya semua penduduk 
> di jorong/nagari bisa sampai ke PT/UN minimal strata 1 maka, pemerintah dan 
> masyarakat harus jeput bola yaitu dengan menghadirkan ruang belajar SLTP, 
> SLTA, PT/UN  di desa dengan memanfaatkan  area surau dan mesjid untuk ruang 
> belajar.
> 
>  
> 
> Kalau ini tercapai nilai lebih / efek dominonya yang positif sangat banyak,  
> mungkin dapat  menghilangkan semua hambatan seperti biaya kos-kosan, 
> transportasi, dan biaya pembangunan gedung dan yang lebih berefek negative 
> lagi bagi orang minang ialah terjauhnya anak-anak Sumbar dari ABS SBK  
> sebagai pegangan hidup orang minang dalam pergaulan  kehidupan sehari-hari.
> 
>  
> 
> 2.    KESEHATAN
> 
>  
> 
> Untuk mengatasi masalah kesehatan, meskipun sudah ada  JAMKESMAS, JAMKESDA 
> tarakhir BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), namun kalau masih 
> tergantung kepada import obat dari luar negeri, akan tetap kesulitan.
> 
>  
> 
> Kedepan, pemerintah dan ini harus didorong terus oleh masyarakat agar 
> pemerintah membangun PT/UN  kusus untuk:
> 
>  
> 
> 1.    Menyelidiki semua tumbuhan yang ada di Nusantara ini mulai dari akar, 
> batang kulit, daun dan buah, kemingkinan untuk dijadikan obat.
> 
>  
> 
> 2.    Penyakit apa yang bisa diobati dengan tumbuhan tersebut.
> 
>  
> 
> 3.    Merumuskan dosis dalam keadan mentah (akar, batang, kulit, daun dan 
> buah dalam keadaan mentah) untuk setiap penyakit  dan pemerintah 
> menyebarluaskan  sehingga masyarakat bisa langsung  memanfaatkan tanaman 
> tersebut untuk pengobatan.
> 
>  
> 
> Kita berharap  IPB Bogor  kerja sama dengan Fakultas  dan juga  bisa Fakultas 
> Pertanian Sumbar  bisa memberikan  dosis mentah siap pakai seperti resep 
> dokter untuk  macaam –macam tanaman obat sehingga masyarakat untuk pengobatan 
> diri dan keluarganya  cukup dengan menanam tanaman-2 obat tersebut dilahan 
> sekeliling rumahnya atau dikebunkan betul bagi yang mau menyumbang untuk 
> kemanusiaan untuk kebutuhan masrakat sekitar. Kecuali untuk operasi.
> 
>  
> 
> Bagi kawan-kawan di RN mari kita berbagi, kalau ada yang punya info, sampai 
> dimana IPB mengeluarkan informasi untuk tanaman obat ini. yang saya tahu baru 
> info tanaman obatnya saja, belum ada dosis mentahnya. Kecuali ada beberapa 
> dari pak Hembing tapi masih terbatas dan harus diolah dulu.
> 
>  
> 
> Kedepan ini jaul lebih baik dari pada kita mencari investor menambah pabrik 
> obat / farmasi yang sebagian besar bahan bakunya masih diimport dari luar 
> negeri.
> 
>  
> 
> Setelah pendidikan rakyat Sumbar merata minimal  perguruan tingi starata , 
> setelah itu tanpa investorpun bisa diharapkan pribumi bisa membangun 
> perekonomiannya sendiri. Kalau untuk SDA bisa dipaksakan ke BUMN oleh 
> pemeruntah, tak usah mengundang orang luar.
> 
>  
> 
> Untuk wacana,
> 
>  
> 
> Wass,
> 
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau.
> 
>  
> 
> 
> 
> Pada 27 Januari 2014 23.21, <[email protected]> menulis:
>> Waah bagus artikenya. Tentang Manajemen dan spiritual.
>> 
>> Ini adalah wujud keseimbangan otak kiri dan kanan pada bung Hendra. (y)
>> 
>> Merenung tidak sama dengan melamun. Melamun adalah pikiran hampa.
>> Sebuah renungan berbuah inspirasi dan berakhir jadi hikmah.
>> 
>> Mungkin begitu ya
>> 
>> 
>> Salam
>> 
>> Bu Evy
>> 
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> From: Hendra Messa <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Mon, 27 Jan 2014 22:14:27 +0800 (SGT)
>> To: milis ia itb<[email protected]>
>> ReplyTo: [email protected]
>> Cc: milis indo<[email protected]>; kalam 
>> milis<[email protected]>; rantaunet<[email protected]>
>> Subject: [R@ntau-Net] Black Swan Theory & Noah's ark
>> 
>> Rekan2 sekalian, 
>> 
>> Dalam kehidupan ini banyak hal yg tak terduga terjadi tiba2 dan menimbulkan 
>> dampak yg sangat besar, semisal bencana alam atau krisis kehidupan lain nya. 
>> Fenomena tersebut dijelaskan dalam Black Swan Theory yg dikembangkan oleh 
>> Nassim Taleb seorang ahli keuangan. Realita kehidupan sehari2 di gemah ripah 
>> loh jinawi yg tiba2 gonjang ganjing  tak menentu, mungkin bisa sedikit 
>> menggambarkan realita black swan theory tsb. 
>> Mengapa disebut teori angsa hitam, karena selama ini orang berpendapat bahwa 
>> semua angsa berwarna putih dan baru kemudian ditemukan ternyata ada juga 
>> angsa yg berwarna hitam, sebuah kemusykilan yg jadi kenyataan.
>> 
>> Teori Angsa Hitam ini jadi salah satu dasar kajian baru dalam ilmu dalam 
>> manajemen resiko, berbagai metode dan teori baru dikembangkan untuk 
>> menghadapi kondisi seperti itu. Menarik sekali ada seorang ahli Risk 
>> Management menyatakan untuk menghadapi kondisi tak terduga yg sangat 
>> extreme,  belajarlah dari pengalaman nabi Nuh, yang membuat kapal besar di 
>> atas bukit. Sebuah tindakan yg seperti tak masuk akal tapi ternyata efektif 
>> sekali saat banjir besar datang melanda ( banjir besar adalah kejadian tak 
>> terduga saat itu).
>> 
>> Nabi Nuh melakukan itu semua adalah berdasarkan perintah dari Allah, Tuhan 
>> Yang Maha Tahu akan segala hal, jadi sederhana sekali sebenarnya, untuk 
>> menghadapi hal yg tak terduga, diluar pengetahuan manusia, mintalah petunjuk 
>> pada  Yang Maha Tahu, Allah swt, . wallahu a'lam, Allah lebih tahu segala 
>> sesuatu, subhanallah
>> 
>> renungan dari bawah pohon kurma, gurun pasir Abu Dhabi
>> 
>> Hendra Messa, TI 88
>> http://hdmessa.wordpress.com
>> http://hendramessa.wordpress.com
>> 
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- 
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>> Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- 
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>> Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke