Maaf ambo salah pencet komah, itu statistik dari macam-macam sumber
diantaronyo dari BKKBN.
 6 dari 10 remaja awak tu indak parawan lai,   Itu isinyo.

Mohon maaf , nanti ditampilkan nan eloknyo

Maturidi. (L/75)


Pada 1 Februari 2014 22.07, anwardjambak(alhaqirwalfaqir) <
[email protected]> menulis:

>
> Bu, hanifah
>
> Kini anak sd dan tk di kampuang pai study wisatanyo ka lua nagari,
> Malaysia- Singapur-Thailand.
>
> Acok basobok jo ambo di Putrajaya ko.
>
> Hehehe
>
>
> Sangenek,
>
>
>
> Wassalam,
>
> alhaqirwalfaqir,
> anwardjambak L45+,
> mudiak Pyk-Pku,
> Kualalumpur,
> kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),
>
> "Maminteh Sabalun Hanyuik.!"
>
> Sent from my BlackBerry(R) smartphone powered by U Mobile
> ------------------------------
> *From: * Hanifah Damanhuri <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 1 Feb 2014 20:44:14 +0700
> *To: *rantaunet<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Black Swan Theory & Noah's ark
>
> Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturidi Yml
>
> Sato pulolah hanifah urun rembuk ciek dih Bapak.
>
> Kalau dicaliak mahano biaya pandidikan, jo  kesempatan mamparoleh
> pandidikan bagi urang kampuang nan hiduik batani.... konsep Bapak Maturidi,
> iyo lai masuak juolah di aka
>
> Kalau dicaliak jo kamampuan bakompetisi, mako konsep Bapak Maturidi ndak
> kamambuek anak-anak kampuang maju tu doh. Kawanno sajak lahia sampai PT itu
> ka itu sen.... wawasanno kurang, baa pulo katono untuak maukua kamampuan
> dan kamajuan dirino du?
>
> ITB manang dari PT lain karano input yang baragam dan pilihan sarato
> proses pandidikan saroman urang mamapeh, cuman panciang nan diagiahkan
> dosen. Bara banyak ikan nan kaditangkok, tasarah kamahasiswa. Dampakno
> alumni  ITB siap basaing jo sia sen dan dima sen.
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pada 29 Januari 2014 14.41, Maturidi Donsan <[email protected]>menulis:
>
>> Nakan Hendra dan bu Evy dan sanak di palanta  n.a.h
>>
>>
>>
>> Black Swan Theory Untuk Sumbar, cocok kiro-kiro.
>>
>>
>>
>> Kalau nabi Nuh membikin perahu diatas bukit adalah  untuk mengantisipasi
>> malapetaka akibat banjir bandang dizamannya.
>>
>>
>>
>> Bagi kita orang Sumbar kalau mau selamat, harus naik bukit,  menyendiri
>> sementara dari hiruk pikuk SUNAMI pembangunan ala Jakarta dan kota-kota
>> besar lainnya.
>>
>>
>>
>> Pembangunan Jakarta dan lainnya,  menggunakan investor dalam dan luar
>> negeri, berorientasi business, menyengsarakan penduduk tempatan.
>>
>>
>>
>> Dengan  sunami pembangunan penduduk tempatan secara halus   diusir paksa
>> menyerahkan lahan  asuransi kehidupannnya.
>>
>>
>>
>> Dengan dalih percepatan pembangunan, menaikan income percapita dsb, yang
>> naik itu income nya investor dan segelintir oknum yang dapat recehan dari
>> investor, bukan rakyat.
>>
>>
>>
>> Sumbar tidak perlu meniru pembangunan demikian. Banyak yang berpikir
>> mengharapkan investor  memajukan Sumbar, lebih baik Sumbar berpikir
>> ulang, investor yang mungkin untuk Sumbar, tidak sembarang Investor.
>>
>>
>>
>> Kalau investor sekedar jual jasa  seperti Hotel, Mall, Ruko dan
>> sejenisnya, yang memanfaatkan bukan pribumi karena tak terjangkau, tapi
>> orang luar Sumbar malah mungkin Singapur, Hongkong  dll  apalagi kalau
>> pintu dibukakan untu Asean leluasa ke Sumbar tahun 2015.
>>
>>
>>
>> Kalau pembangunan ala Jakarta diterapkan di Sumbar, pribumi Sumbar hanya
>> akan termangu-mangu memperhatikan  bahwa mereka sudah tertipu. Orang
>> luar diperkaya di Sumbar, rakyat tergusur akibat kesalahan kebijakan
>> investasi, kalau di Padang , siap-siaplah tergeser ke Kuranji, Limau Manih
>> dan Nanggalo atau lebih keatas lagi naik bukit barisan itu.
>>
>>
>>
>> Juga kalau investor untuk menggaruik Sumber Daya Alam, bahan mentahnya
>> dibawa keluar negeri, tidak diolah disini dan diperjual belikan disini tak
>> usahlah dulu.
>>
>>
>>
>> Masyarakat Sumbar yang bagian terbesar adalah petani, sebenarnya, mereka
>> sudah nyaman hidup dengan hasil pertaniannya.
>>
>>
>>
>> Yang mereka perlukan ialah penyuluhan untuk mendorong peningkatan hasil
>> pertaniannya.  Dengan cukupnya beras, sayuran ikan  asin maupun laut
>> /kolam  dan garam sebagai bahan makanan pokok orang Sumbar, mereka sudah
>> hidup dengan nyaman, peliharalah ini.
>>
>>
>>
>> Kedepan kemudahan lain yang harus diusahakan oleh pemerintah dengan usaha
>> bersama  melibatkan masyarkat ialah:
>>
>> 1.    Membantu perumahan bagi yang sangat memerlukan
>>
>> 2.    Mendapatkan sandang dengan mudah
>>
>> 3.     Mendapatkan pendidikan yang merata
>>
>> 4.    Mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah.
>>
>>
>>
>> Dari yang ke 4 item ini,  untuk Sumbar mungkin item no3 dan 4 yaitu
>> pendidikan dan kesehatan yang dirasa agak berat, tapi bisa diatasi:
>>
>>
>>
>> 1.    PENDIDIKAN
>>
>> Untuk bisa penduduk mendapatkan pendidikan yang merata artinya semua
>> penduduk di jorong/nagari bisa sampai ke PT/UN minimal strata 1 maka,
>> pemerintah dan masyarakat harus jeput bola yaitu dengan menghadirkan ruang
>> belajar SLTP, SLTA, PT/UN  di desa dengan memanfaatkan  area surau dan
>> mesjid untuk ruang belajar.
>>
>>
>>
>> Kalau ini tercapai nilai lebih / efek dominonya yang positif sangat
>> banyak,  mungkin dapat  menghilangkan semua hambatan seperti biaya
>> kos-kosan, transportasi, dan biaya pembangunan gedung dan yang lebih
>> berefek negative lagi bagi orang minang ialah terjauhnya anak-anak Sumbar
>> dari ABS SBK  sebagai pegangan hidup orang minang dalam pergaulan  kehidupan
>> sehari-hari.
>>
>>
>>
>> 2.    KESEHATAN
>>
>>
>>
>> Untuk mengatasi masalah kesehatan, meskipun sudah ada  JAMKESMAS,
>> JAMKESDA tarakhir BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), namun kalau
>> masih tergantung kepada import obat dari luar negeri, akan tetap kesulitan.
>>
>>
>>
>> Kedepan, pemerintah dan ini harus didorong terus oleh masyarakat agar
>> pemerintah membangun PT/UN  kusus untuk:
>>
>>
>>
>> 1.    Menyelidiki semua tumbuhan yang ada di Nusantara ini mulai dari
>> akar, batang kulit, daun dan buah, kemingkinan untuk dijadikan obat.
>>
>>
>>
>> 2.    Penyakit apa yang bisa diobati dengan tumbuhan tersebut.
>>
>>
>>
>> 3.    Merumuskan dosis dalam keadan mentah (akar, batang, kulit, daun
>> dan buah dalam keadaan mentah) untuk setiap penyakit  dan pemerintah
>> menyebarluaskan  sehingga masyarakat bisa langsung  memanfaatkan tanaman
>> tersebut untuk pengobatan.
>>
>>
>>
>> Kita berharap  IPB Bogor  kerja sama dengan Fakultas  dan juga  bisa
>> Fakultas Pertanian Sumbar  bisa memberikan  dosis mentah siap pakai
>> seperti resep dokter untuk  macaam -macam tanaman obat sehingga
>> masyarakat untuk pengobatan diri dan keluarganya  cukup dengan menanam
>> tanaman-2 obat tersebut dilahan sekeliling rumahnya atau dikebunkan betul
>> bagi yang mau menyumbang untuk kemanusiaan untuk kebutuhan masrakat
>> sekitar. Kecuali untuk operasi.
>>
>>
>>
>> Bagi kawan-kawan di RN mari kita berbagi, kalau ada yang punya info,
>> sampai dimana IPB mengeluarkan informasi untuk tanaman obat ini. yang saya
>> tahu baru info tanaman obatnya saja, belum ada dosis mentahnya. Kecuali ada
>> beberapa dari pak Hembing tapi masih terbatas dan harus diolah dulu.
>>
>>
>>
>> Kedepan ini jaul lebih baik dari pada kita mencari investor menambah
>> pabrik obat / farmasi yang sebagian besar bahan bakunya masih diimport dari
>> luar negeri.
>>
>>
>>
>> Setelah pendidikan rakyat Sumbar merata minimal  perguruan tingi starata
>> , setelah itu tanpa investorpun bisa diharapkan pribumi bisa membangun
>> perekonomiannya sendiri. Kalau untuk SDA bisa dipaksakan ke BUMN oleh
>> pemeruntah, tak usah mengundang orang luar.
>>
>>
>>
>> Untuk wacana,
>>
>>
>>
>> Wass,
>>
>> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau.
>>
>>
>>
>>
>> Pada 27 Januari 2014 23.21, <[email protected]> menulis:
>>
>> Waah bagus artikenya. Tentang Manajemen dan spiritual.
>>>
>>> Ini adalah wujud keseimbangan otak kiri dan kanan pada bung Hendra. (y)
>>>
>>> Merenung tidak sama dengan melamun. Melamun adalah pikiran hampa.
>>> Sebuah renungan berbuah inspirasi dan berakhir jadi hikmah.
>>>
>>> Mungkin begitu ya
>>>
>>>
>>> Salam
>>>
>>> Bu Evy
>>>
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry(R)
>>> ------------------------------
>>> *From: * Hendra Messa <[email protected]>
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Mon, 27 Jan 2014 22:14:27 +0800 (SGT)
>>> *To: *milis ia itb<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Cc: *milis indo<[email protected]>; kalam milis<
>>> [email protected]>; rantaunet<[email protected]>
>>> *Subject: *[R@ntau-Net] Black Swan Theory & Noah's ark
>>>
>>>  Rekan2 sekalian,
>>>
>>> Dalam kehidupan ini banyak hal yg tak terduga terjadi tiba2 dan
>>> menimbulkan dampak yg sangat besar, semisal bencana alam atau krisis
>>> kehidupan lain nya. Fenomena tersebut dijelaskan dalam Black Swan Theory yg
>>> dikembangkan oleh Nassim Taleb seorang ahli keuangan. Realita kehidupan
>>> sehari2 di gemah ripah loh jinawi yg tiba2 gonjang ganjing  tak
>>> menentu, mungkin bisa sedikit menggambarkan realita black swan theory tsb.
>>> Mengapa disebut teori angsa hitam, karena selama ini orang berpendapat
>>> bahwa semua angsa berwarna putih dan baru kemudian ditemukan ternyata ada
>>> juga angsa yg berwarna hitam, sebuah kemusykilan yg jadi kenyataan.
>>>
>>> Teori Angsa Hitam ini jadi salah satu dasar kajian baru dalam ilmu
>>> dalam manajemen resiko, berbagai metode dan teori baru dikembangkan untuk
>>> menghadapi kondisi seperti itu. Menarik sekali ada seorang ahli Risk
>>> Management menyatakan untuk menghadapi kondisi tak terduga yg sangat
>>> extreme,  belajarlah dari pengalaman nabi Nuh, yang membuat kapal besar
>>> di atas bukit. Sebuah tindakan yg seperti tak masuk akal tapi ternyata
>>> efektif sekali saat banjir besar datang melanda ( banjir besar adalah
>>> kejadian tak terduga saat itu).
>>>
>>> Nabi Nuh melakukan itu semua adalah berdasarkan perintah dari Allah,
>>> Tuhan Yang Maha Tahu akan segala hal, jadi sederhana sekali sebenarnya,
>>> untuk menghadapi hal yg tak terduga, diluar pengetahuan manusia, mintalah
>>> petunjuk pada  Yang Maha Tahu, Allah swt, . wallahu a'lam, Allah lebih
>>> tahu segala sesuatu, subhanallah
>>>
>>> renungan dari bawah pohon kurma, gurun pasir Abu Dhabi
>>>
>>> Hendra Messa, TI 88
>>> http://hdmessa.wordpress.com
>>> http://hendramessa.wordpress.com
>>>
>>>  <http://hendramessa.wordpress.com/>
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Grup Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Grup Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke