Tagalitik lo ambo untuak sato
Dinda Ajo Duta dan sanak Sapalanta RN  n a h

Ass  ww

Pokok soal yang mendasar yang disampaikan sanak DR Muin adalah analisa
beliau kalau Sumbar Membangun jalan Toll. Maka akan terjadi penguasaan
tanah oleh Oligarki. Kekhawatiran DR Muin mengambil contoh antara lain dari
"kenyataan" pembangunan Jalan Toll Jkt  - Cikampek.

Jalan toll Jkt-Cikampek itu dibangun sesuai kebutuhan.. Jalan toll itu
memperlancar pembangunan ekonomi. Kawasan kawasan industry dan juga kota
kota baru tumbuh disepanjang jalan toll itu dan itu semua beraselerasi
meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kawasan industry itu ikut nenunjang peninhgkatan eksport Indonesia sehingga
Pendapatan Nasional Bruto Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.
Peningkatan Pendapatan Nasional apabila peningkatan pertambahan penduduk
terkendali maka peningkatan pendapatan Nasional akan meningkatkan
pendapatan percapita dan itu adalah cerminan dari peningkatan kesejahteraan
penduduk Indonesia. Toll itu mempermudah akses dan memperpendek jarak
karena waktu tempuh menjadi lebih cepat. Dimana mana di seluruh ndonesia
toll dibangun dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas orang dan barang
dan semua itu adalah untuk kelancaran pembangunan yang ujungnya adalah guna
peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Setiap jalan toll ditempat tertentu ada pintu masuk dan pintu keluar dan
itu mempermudah masyarakat keluar masuk ke dan dari kawasan tertentu. Jadi
tidak harus selalu ada apa yang disebut "Frontage road" disepanjang toll
itu. Apa yang nampak disepanjang toll Jkt -Cikampek adalah tumbuhnya pabrik
pabrik yang diatur oleh Pemerinyah wilayah yang bersangkutan dalam suatu
kawasan industry dan semua itu adalah sarana ekonomi yang meningkatkan
produksi barang dan jasa yang menunjang pertumbuhan ekonomi. Di kawasan
tertentu tumbuh pula kota kota kecil sebagai pemukiman yang memfasilitasi
yang juga  berfungsi sebagai pemukiman bagi mereka yang bekerja di sektor
industry pada kawasan kawasan itu.  Karena toll itu cukup panjang maka pada
jarak tertentu dibangun pula lokasi peristirahatan dan dilokasi itu tumbuh
pula usaha usaha kecil retoran dan sebagainya yang juga menunjang kehidupan
rakyat yang berusaha ditempat itu.

Saya tidak melihat mudaratnya pembuatan jalan toll Jkt-Cikampek sebagaimana
yang dikawatirkan sanak Dr Muin. Kalau memang tanah  disepanjang toll itu
dikuasai oligarki, itu termasuk spekulasi dan sebagaimana umumnya spekulasi
itu untung untungan dan belum tentu menguntungkan. Bagi pengusaha yang
jernih berpikirtnya mereka  selalu menanamkan uang pada bisnis yang akan
menghasilkan lebih cepat dibandingkan didiamkan sebagai tanah tidak
produktif berpuluh puluh tahun.
Kalau cemas terhadap akibat negatif dari investasi , juga terhadap
pembangunan jalan toll di Sumbar , ya jangan dibangun.  Kalau jalan toll
itu kebutuhan maka  bersiaplah terhadap kemacetan, ketidak lancaran arus
orang dan barang dan akibat ekonominya mungkin  lebih parah dari
kekawatiran sanak DR Muin itu, karena ekonomi yang stagnan atau bisa lebih
buruk lagi akan tumbuh negatif dan pengangguran yang akan semakin tinggi.
Yang muda muda , yang memasuki usia kerja bersiap siaplah untuk merantau
karena tidak ada lapangan kerja baru yang dapat menampung . Semua pilihan
ada konsekwensinya terhadap ekonomi daerah . Terserah pimpinan Daerah serta
DPRD akan dibawa ke mana Sumbar. Memilih daerah yang tumbuh ekonominya
dengan menggiatkan investasi atau menjadi daerah tanpa investasi karena
ketakutan akan akibat negatif yang mungkin terjadi , maka kedaan Sumbar
Insya Allah sampai 30 tahun kedepan akan sama dengan keadaan seperti saat
ini. Daerah lain sudah jauh lebih kaya daerah kita tetap miskin

Wassalam
Dunil Zaid, 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg. Tingga di Jkt.


2014-02-16 4:26 GMT+07:00 ajo duta <[email protected]>:

> Sanak ambo,
>
> Dr. Muin menyampaikan persoalan, tapi indak memberi solusi.
>
> Baa gak ati?
>
> Wassalaamu'alaikum WW
>
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
> Jakarta - Sterling, Virginia USA
> ------------------------------------------------------------
>
>
> 2014-02-15 9:18 GMT-05:00 Abraham Ilyas <[email protected]>:
>
> Dunsanak di Palanta n.a.h
>> Untuak manambah komentar Episode kedua dalam menguasai Sumbar oleh
>> oligarki, izinkan....
>>
>>
>>
>>
>>
>> *Kaba urang ambo kabakanDari Limbago Fakultas EkonomiParalu dipikia di
>> inok-inokkanSabalun manimpo anak-nagari*
>> *Provinsi tanpa Bonus Demografi sampai th 2035 yaitu, *Sumut, *Sumbar*,
>> NTT, Maluku, Sulbar, Sulteng, Maluku, Malut
>>
>> Penduduk berusia produktif (15 - 65 tahun).
>>
>> Sedangkan provinsi lainnya yang memiliki "Bonus demografi" = pertumbuhan
>> ekonominya berpotensi lebih tinggi
>>
>> *Pennyebab kurangnya penduduk produktif:*
>>
>> *1*. Tingginya angka kelahiran --> penduduk nonproduktif lebih banyak
>> *2*. Pemuda pergi merantau
>>
>> *Perlu Upaya Pemda: *
>>
>> 1. *Pendidikan dasar* --- *pembangunan SDM* (untuk membedakan dengan 
>> *pembangunan
>> SDA/padat modal*)
>> 2. Kesehatan, imunisasi, Gizi untuk ibu dan Anak
>>
>> Tahun 2020:
>> penduduk berusia 60 ke atas sebanyak 10 persen.
>>
>>
>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke