Ass ww Slah satu penyebab utama ketertinggan Sumbar adalah rendahnya keterampilan ekonomi kreatif masyarakat. Lembaga Perguruan Tinggi juga tidak banyak menyediakan jurusan keterampilan ekonomi kreatif. Bayangkan kalau tamatan S1 hanya bekerja sebagai operator warnet atau tenaga laundry, karena tidak punya keterampilan apa2 utk berbuat kreatif. Beda sekali dgn para pengrajin di Jawa yg cuma tamatan SMP. Bisa juga karena kemauan rendah, berserah diri kepada Tuhan saja tanpa melakukan apa2. Merantaupun kalau tidak punya sanak famili juga susah. Solusinya, dirikan lembaga pelatihan ekonomi kreatif masyarakat di setiap nagari. Anehnya Pemda tidak membaca kelemahan2 yang ada, lebih bersikap manyun saja dan tidak berbuat sesuatu yg berbeda. Sikap antagonis dengan keislaman para pemimpin daerah yg banyak bergelar ustadz. Rasulullah tidak pernah mengajar para pemimpin bersikap malas.
Salam, Zorion Anas, 58, Padang Pada 2014 2 16 06:27, "Zaid Dunil" <[email protected]> menulis: > Tagalitik lo ambo untuak sato > Dinda Ajo Duta dan sanak Sapalanta RN n a h > > Ass ww > > Pokok soal yang mendasar yang disampaikan sanak DR Muin adalah analisa > beliau kalau Sumbar Membangun jalan Toll. Maka akan terjadi penguasaan > tanah oleh Oligarki. Kekhawatiran DR Muin mengambil contoh antara lain dari > "kenyataan" pembangunan Jalan Toll Jkt - Cikampek. > > Jalan toll Jkt-Cikampek itu dibangun sesuai kebutuhan.. Jalan toll itu > memperlancar pembangunan ekonomi. Kawasan kawasan industry dan juga kota > kota baru tumbuh disepanjang jalan toll itu dan itu semua beraselerasi > meningkatkan ekonomi masyarakat. > > Kawasan industry itu ikut nenunjang peninhgkatan eksport Indonesia > sehingga Pendapatan Nasional Bruto Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. > Peningkatan Pendapatan Nasional apabila peningkatan pertambahan penduduk > terkendali maka peningkatan pendapatan Nasional akan meningkatkan > pendapatan percapita dan itu adalah cerminan dari peningkatan kesejahteraan > penduduk Indonesia. Toll itu mempermudah akses dan memperpendek jarak > karena waktu tempuh menjadi lebih cepat. Dimana mana di seluruh ndonesia > toll dibangun dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas orang dan barang > dan semua itu adalah untuk kelancaran pembangunan yang ujungnya adalah guna > peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas. > > Setiap jalan toll ditempat tertentu ada pintu masuk dan pintu keluar dan > itu mempermudah masyarakat keluar masuk ke dan dari kawasan tertentu. Jadi > tidak harus selalu ada apa yang disebut "Frontage road" disepanjang toll > itu. Apa yang nampak disepanjang toll Jkt -Cikampek adalah tumbuhnya pabrik > pabrik yang diatur oleh Pemerinyah wilayah yang bersangkutan dalam suatu > kawasan industry dan semua itu adalah sarana ekonomi yang meningkatkan > produksi barang dan jasa yang menunjang pertumbuhan ekonomi. Di kawasan > tertentu tumbuh pula kota kota kecil sebagai pemukiman yang memfasilitasi > yang juga berfungsi sebagai pemukiman bagi mereka yang bekerja di sektor > industry pada kawasan kawasan itu. Karena toll itu cukup panjang maka pada > jarak tertentu dibangun pula lokasi peristirahatan dan dilokasi itu tumbuh > pula usaha usaha kecil retoran dan sebagainya yang juga menunjang kehidupan > rakyat yang berusaha ditempat itu. > > Saya tidak melihat mudaratnya pembuatan jalan toll Jkt-Cikampek > sebagaimana yang dikawatirkan sanak Dr Muin. Kalau memang tanah > disepanjang toll itu dikuasai oligarki, itu termasuk spekulasi dan > sebagaimana umumnya spekulasi itu untung untungan dan belum tentu > menguntungkan. Bagi pengusaha yang jernih berpikirtnya mereka selalu > menanamkan uang pada bisnis yang akan menghasilkan lebih cepat dibandingkan > didiamkan sebagai tanah tidak produktif berpuluh puluh tahun. > Kalau cemas terhadap akibat negatif dari investasi , juga terhadap > pembangunan jalan toll di Sumbar , ya jangan dibangun. Kalau jalan toll > itu kebutuhan maka bersiaplah terhadap kemacetan, ketidak lancaran arus > orang dan barang dan akibat ekonominya mungkin lebih parah dari > kekawatiran sanak DR Muin itu, karena ekonomi yang stagnan atau bisa lebih > buruk lagi akan tumbuh negatif dan pengangguran yang akan semakin tinggi. > Yang muda muda , yang memasuki usia kerja bersiap siaplah untuk merantau > karena tidak ada lapangan kerja baru yang dapat menampung . Semua pilihan > ada konsekwensinya terhadap ekonomi daerah . Terserah pimpinan Daerah serta > DPRD akan dibawa ke mana Sumbar. Memilih daerah yang tumbuh ekonominya > dengan menggiatkan investasi atau menjadi daerah tanpa investasi karena > ketakutan akan akibat negatif yang mungkin terjadi , maka kedaan Sumbar > Insya Allah sampai 30 tahun kedepan akan sama dengan keadaan seperti saat > ini. Daerah lain sudah jauh lebih kaya daerah kita tetap miskin > > Wassalam > Dunil Zaid, 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg. Tingga di Jkt. > > > 2014-02-16 4:26 GMT+07:00 ajo duta <[email protected]>: > >> Sanak ambo, >> >> Dr. Muin menyampaikan persoalan, tapi indak memberi solusi. >> >> Baa gak ati? >> >> Wassalaamu'alaikum WW >> >> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), >> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo >> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - >> Jakarta - Sterling, Virginia USA >> ------------------------------------------------------------ >> >> >> 2014-02-15 9:18 GMT-05:00 Abraham Ilyas <[email protected]>: >> >> Dunsanak di Palanta n.a.h >>> Untuak manambah komentar Episode kedua dalam menguasai Sumbar oleh >>> oligarki, izinkan.... >>> >>> >>> >>> >>> >>> *Kaba urang ambo kabakanDari Limbago Fakultas EkonomiParalu dipikia di >>> inok-inokkanSabalun manimpo anak-nagari* >>> *Provinsi tanpa Bonus Demografi sampai th 2035 yaitu, *Sumut, *Sumbar*, >>> NTT, Maluku, Sulbar, Sulteng, Maluku, Malut >>> >>> Penduduk berusia produktif (15 - 65 tahun). >>> >>> Sedangkan provinsi lainnya yang memiliki "Bonus demografi" = pertumbuhan >>> ekonominya berpotensi lebih tinggi >>> >>> *Pennyebab kurangnya penduduk produktif:* >>> >>> *1*. Tingginya angka kelahiran --> penduduk nonproduktif lebih banyak >>> *2*. Pemuda pergi merantau >>> >>> *Perlu Upaya Pemda: * >>> >>> 1. *Pendidikan dasar* --- *pembangunan SDM* (untuk membedakan dengan >>> *pembangunan >>> SDA/padat modal*) >>> 2. Kesehatan, imunisasi, Gizi untuk ibu dan Anak >>> >>> Tahun 2020: >>> penduduk berusia 60 ke atas sebanyak 10 persen. >>> >>> >>> >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>> Grup Google. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
