Afwan, koreksi saketek Buya Zulharbi n.a.h. Pemenang pemilu 1955 bukan Masyumi, tapi: 1. Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan 22,32% suara (57 kursi MPR dan 119 kursi Konstituante). 2. Masyumi menyusul di peringkat kedua dengan 20,9% persen (57 kursi MPR dan 112 kursi Konstituante), dan Masyumi bukan satu-satunya partai Islam pada pemilu 1955 karena masih ada 3. Partai Nahdlatul Ulama (memisahkan diri dari Masyumi pada 1952 atau 3 tahun sebelum pemilu) dengan 18,4 % (45 kursi MPR dan 91 kursi Konstituante).
Kalau data ini ditambah dengan hasil lima besar, maka setelah PKI di peringkat empat, maka peringkat lima adalah Partai Syarikat Islam Indonesia dengan 2,89 % suara (8 kursi). Jadi sejarah mencatat, memang tak pernah ada partai Islam bersatu (dengan suka rela) sejak awal republik berdiri KECUALI pada Pemilu 1971 dengan meleburnya semua partai Islam menjadi PPP. Tetapi itu soal lain, dan kita tahu sebabnya mengapa. Wassalam, ANB 45, Cibubur Pada 19 Maret 2014 09.42, Zulharbi Salim <[email protected]> menulis: > Assalamu'alaikum ww.Sanak Palanta Yth.Untuk memenangkan Pemilu 9 April > 2014 yad.kita mengajak kpd Pemimpin 5 Parpol Islam utk: > 1. Bertemu muka dan bermusyawarah utk bersatu memenangkan pemilu > sebagaimana bersatunya parpol Islam dlm memenangkan Pemilu paling bersih > thn 1955 dlm fusi MASYUMI. > 2. Nama fusi parpol Islam ini diserahkan kpd Parpol2 tsb. > 3. Jika point 1 diatas terwujud,Inssya Allah Parpol Islam akan menang > mutlak. > 4. Amin! Bersatulah ummat Islam bersama SATUnya partai Islam. > > HZS > Powered by Telkomsel BlackBerry(R) > ------------------------------ > *From: * "Benny Farlo" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Wed, 19 Mar 2014 08:20:47 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Partai2 Islam Kembali Bergabung Menjadi Satu > > Ass.w.w > Trims tulisannya, > di kutip : *Partai2 Islam yang ada sekarang - PPP, PAN, PKB, PKS, PBB --, > perlu apa sebenarnya jalan sendiri2, sementara agamanya satu, aqidahnya > satu, syariahnya satu, ummatnya satu, dan tujuannya juga satu.* > > *ado nan ndak satu, yaitu 'kepentingan..', nah iko nan susah. ba'a caroe > ko?..* > > *Wass,* > *Tb* > > ----- Original Message ----- > *From:* Mochtar Naim <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tuesday, March 18, 2014 10:47 PM > *Subject:* [R@ntau-Net] Partai2 Islam Kembali Bergabung Menjadi Satu > > > *WAKTUNYA SEKARANG* > *PARTAI-PARTAI ISLAM* > *KEMBALI BERGABUNG MENJADI SATU* > > *Mochtar Naim* > *17 Maret 2014* > > D > *ENGAN selusin partai yang sedang bertarung sekarang ini untuk > memperebutkan kursi di Parlemen maupun jabatan Presiden untuk 2014-2019 > yad, ternyata biayanya sangat besar dan sangat menguras kekayaan negara, > sehingga permainan demokrasi yang kita anut sekarang ini menjadi sangat > mahal, boros dan di luar kemampuan kita untuk mengembalikannya. Pada hal > kita sudah punya Empat pilar Kebangsaan yang sudah kita sepakati bersama: > Pancasila, UUD1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Tugas kita ke depan > tentunya lebih banyak tinggal bagaimana mengisi dan memakmurkan Negara dan > bangsa ini.* > * Idealnya karena itu kita lebih meniru negara2 demokrasi lain > yang jumlah partainya relatif kecil. Di negara2 besar yang demokratis > seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggeris, dsb, partainya malah > cukup dua atau tiga saja, sehingga bisa ngirit, efisien, terfokus dan tentu > saja lebih gampang mengelolakannya. Bagi kita, sesuai dengan jumlah > ideologi politik kenegaraan yang berkembang di negara kita, cukup 3 atau 4 > saja. Partai yang nasionalis, yang Islami, yang sosialis, dan yang Kristen > - jika diperlukan. * > * Partai2 Islam yang ada sekarang - PPP, PAN, PKB, PKS, PBB --, > perlu apa sebenarnya jalan sendiri2, sementara agamanya satu, aqidahnya > satu, syariahnya satu, ummatnya satu, dan tujuannya juga satu. Daripada > menguras tenaga sendiri2, baiklah menghimpun semua kekuatan dan kegiatan > itu dalam satu partai, yaitu Partai Islam, sama seperti Masyumi dahulu. > Dengan itu kita gampang berhadapan dengan yang lain2nya, dan gampang pula > menghimpun pemikiran dan potensi kita. Dengan punya banyak partai Islam > seperti sekarang, kita tidak hanya berhadapan dengan partai2 lain2, tetapi > juga dengan sesama partai Islam sendiri, sebab kelompok simpatisan yang > kita harapkan datang dari kelompok ummat yang sama itu juga.* > * Untuk tujuan penyederhanaan, kita tentu juga mengharapkan > partai2 nasional dan sosialis lain juga akan berpikir seperti itu, > penyederhanaan jumlah partai agar lebih kompak, lebih efisien dan efektif. > Dengan tujuan penyederhanaan seperti itu, kita secara nasional juga bisa > menghemat energi dan mempoolnya untuk tujuan utama negara kita yaitu > membangun negara secara ber-sama2 untuk tujuan se-besar2 kemakmuran dan > kesejahteraan bangsa dan negara.* > * Khusus bagi partai2 Islam, karena missi Islam bersifat integral > dan kaffah, yang menyangkut semua bidang kehidupan, apa saja, dalam negara > ini, target pertama ke depan yang harus dicapai tidak lain adalah > mengupayakan NKRI yang bersyariah. Lalu untuk tercapainya keseimbangan > pembangunan dan kesejahteraan yang merata antara Jawa dan Luar Jawa, > merubah NKRI ini menjadi NPRI, -- dari Negara Kesatuan ke Negara Persatuan > -- yaitu dari negara sentralistik ke negara federal. Dengan Indonesia yang > seluas ini, dengan jumlah penduduk 250 juta, keempat terbesar di dunia, dan > sekaligus juga jumlah ummat Islam terbesar di dunia, lalu terdiri pula > dengan 17 ribu pulau2, ke depan negara federal Indonesia akan jauh lebih > ampuh dan efektif dari negara sentralistik seperti sekarang ini. * > * Adalah tugas dari para politisi yang ada sekarang yang hidup > dengan banyak partai ini untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih mapan dan > nyaman ke masa depan. Mari sama2 kita inap dan renungkan demi derap > pertumbuhan yang lebih lincah dan cergas ke masa depan. **** > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
