Dinda Tan Ameh n a h
Ass ww
Betul dinda, saya tinggal di Kalimalang. Karena dekat , bagus juga kalau
sekali sekali kita copdar  sambil ngopi . Tentukan saja tempat dan wktnya.
Insya Allah sy datang . Kecuali  Rabu dan Jumat sy ada kgiatan lain.
Wass
Dunil Zaid, 71.


2014-03-22 11:03 GMT+07:00 Zaid Dunil <[email protected]>:

>
> Pak Ustadz ZS dan sanak sapalanta RN n a h
> Ass ww
> Betul , pak ZS.   Islam saat ini tidak punya tokoh.
> Hasil survey CIRUS tentang perkiraan suara bagi  keseluruhan partai partai
> berbasis pemilih Islam pada Pemilu 2014  yang hanya 25 % saja , cukup
> merisaukan. Artinya kemungkinhan perolehan pada Pemilu 2014 ini menurun
> dibandingkan Pemilu 2009 yang lalu yang mencapai 25, 94 %. Saat ini Islam
> memang tidak punya tokoh, catatan sbb dapat menjadi gambaran  secara kasar
> :
> Ketua PAN lebih dikenal sebagai loyalis SBY dibandingkan ketokohannya
> sebagai orang Muhyammaddyah. Kasus putranya yang menabrak  pengendara lain
> dengan BMWnya di toll jagorawi sampai beberapa orang meninggal lalu tidak
> dihukum karena dia anak " Rajasa" sulit diterima masyarakat dan
> mempengaruhi citra
> bapaknya. NU dengan PKB nya juga tidak punya tokoh yang mumpuni. Ketua
> partai PKB Muhaimin belum layak jadi Capres sementara perseteruan kubu
> Jenny Wahid dengan  Muhaimin akan menyebabkan suara NU  terpecah dan
> kemungkinan akan
> terjadi penurunaqn perolehan suara dibandingkan pemilu sebelumnya.
> Mengusung Roma Irama sebagai Capres PKB banyak dianggap  sebagai dagelan ,
> sementara
>  calon lain yang berminat seperti Machfud MD nampak semakin ragu
> menggunakan PKB sebagai kendaraan. Sementara PPP tidak punya calon / tokoh
> untuk
> dimajukan jadi Capres. PKS jelas akan menurun perolehannya  setelah
> presidennya terlibat korupsi. Nampaknya kalau akan mengajukan Capres ,
> calon
> mereka akan kalah pamor dari calon calon partai lain ( partai yg tidak
> berbasis pemilih  Islam). PBB punya tokoh , Yusril Ihza Mahendra ( YIM)
> namun sepertinya
> belum cukup senior dan belum akseptabel menjadi yang dituakan dikalangan
> pemimpin pemimpin partai berbasis pemilih Islam. Lagipula partainya paling
> kecil
> perolehan suaranya  dibandingkan partai lainnya.  Sementara itu tokoh
> Minang yang mulai menonjol , Dino Pati dan IGM malahan memilih Partai
> Demokrat sebagai kendaraan kertimbang memilih salah satu  partai berbasis
> pemilih islam.  Saya kira hasil survey CIRUS diatas  tidak akan jauh dari
> kenyataan. Jadi pada pemilu 2014 ini saya kira kita mau tak mau akan terima
> nasib bahwa tidak akan ada tokoh Islam yang akan menjadi RI satu. Namun
> demikian kita wajib  tetap optimis dan tetap memilih salah satu dari
> mereka  pada pemilihan anggota legislatif, agar partai berbasis pemilih
> Islam itu tidak semakin terpuruk.
> Wass
> Dunil Zaid, 71.Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg. Tingga di Jkt.
>
>
>
> 2014-03-22 8:41 GMT+07:00 Zulharbi Salim <[email protected]>:
>
> Pak ZD dan sanak palanta n.a.h, di era reformasi yg diharapkan waktu itu
>> maju ke RI1 adalah Amin Rais, tapi dia menolak. Lalu dimunculkannya Gus Dur
>> dg harapan GD bisa mempersatukan ummat Islam. Ternyata harapan tinggal
>> harapan krn ulah GD sendiri yg akhirnya dilengserkan AM dan naiklah Mega ke
>> RI1.
>> Ini akibat AM menolak Capres.
>>
>> Kini kita berharap munculnya tokoh muslim Indonesia maju ke gelanggang yg
>> bisa mempersatukan ummat Islam Indonesia.
>>
>> Bersatulah parpol Islam, selamatkan ummat dari segala bahaya yg mengancam
>> dan merusak Islam, jika tidak, tunggulah kehancuran akan datang.
>>
>> "Parpol Islam bersatu untuk tidak bersatu". (HAMKA)
>>
>> Wallahu a'lam bisshawab.
>>
>> Wassalam
>> HZS 70+
>>
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry(R)
>> ------------------------------
>> *From: * Zaid Dunil <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Sat, 22 Mar 2014 06:58:03 +0700
>> *To: *Rantaunet<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: Re: [R@ntau-Net] Partai2 Islam Kembali Bergabung Menjadi
>> Satu
>>
>> *Pak MN , kanda MD , sanak ZA serta sanak sapalanta n a h*
>>
>> *Ass ww*
>>
>> *Ketika Suharto Lengser Keprabon, maka Habibie yang ketika itu menjabat
>> sebagai Wakil Presiden , secara konstitusional diangkan menjadi Presiden RI
>> untuk sisa masa jabatan yang tersisa. Dan setelah habis masa jabatan nya
>> maka Presiden baru harus dipilih oleh MPR. Pada masa itulah pemimpin
>> pemimpin  Islam Indonesia sadar, bahwa mereka harus bersatu agar kekuasaan
>> bisa beralih kepada kekuatan Islam. Dengan munculnya Amin Rais seorang
>> tokoh Muhammadyah yang punya andil besar dalam menurunkan Suharto, ditambah
>> dengan tokoh NU , Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sudah sejak lama kurang
>> mendapat angin ketika Suharto berkuasa , **kompak dan **tampil**
>> memimp[in .   Lobby lobby yang dilakukan Amin Rais berhasil mengantarkan
>> Gus Dur Menjadi Presiden RI. Dan Amin Rais berhasil menduduki posisi Ketua
>> MPR. Yusril Ihza Mahendra (YIM) ketika sidang  MPR pemilihan Presioden
>>  tersebut juga maju mencalonkan diri menjadi Presiden, namun karena ada
>> misi besar untuk Kekuatan Islam yang harus memimpin, YIM disuruh mundur dan
>> dengan Jiwa besar YIM pun mundur sehingga Gus Dur mulus menduduki kursi
>> Presiden. Megawati yang ketika itu mencalonkan diri jadi calon Presiden
>> diakomodir menjadi Wakil Presiden. Itulah masa  jaya partai partai Islam
>> walaupun tidak bersatu dalam sartu partai tapi bisa menguasai puncak puncak
>> kekuasaan pada lembaga lembaga Tinggi kekuasaan politik Negara. Kok bisa ?.
>> Bisa karena ada motornya yang didengarkan rakyat yaitu Amin Rais yang
>> berhasil merangkul Gus Dur dengan gerbong NU dibelakangnya. Hanya sayang
>> Kekuasaan yang sudah ditangan tokoh Islam (Gus Dur) tidak berjalan
>> sebagaimana seharusnya. Dur ternyata lupa dengan komitment awal dan jalan
>> sendiri sebagai presiden dengan segala keanehan tindakannya. Ada Bologgate,
>> ada pengangkatan Kapolri yang tidak prosedural, Gus Dur terlalu banyak
>> pesiar ke LN, mengabaikan masalah2 dalam negeri  sehingga membuat resah
>> masyharakat dan akhirnya terpaksa di impeach dan dilengserkan.  Motor dalam
>> impeachment itu siapa lagi kalau bukan Amin Rais. N U jelas merasa dilukai.
>> Maka sejak itu NU dan Muhammadyah tidak mungkin bersatu lagi. Dan kedua
>> partai mereka PAN dan PKB pun terseok menjadi partai yang suaranya tidak
>> signifikan.  Nampaknya kalau dua kubu besar Islam itu bisa bersatu maka
>> kekuatan Islam akan lebih mudah dipersatukan. Kita sekarang tidak punya
>> tokoh sekaliber Amin Rais (yang dulu) yang bicaranya didengarkan  dan tokoh
>> sekaliber Gus Dur. Masa jaya kekuatan Islam hanya berumur sekitar 2 tahun,
>> 1999 s/d 2001. Setelah itu Islam cerai berai sampai sekarang , hanyut dalam
>> kosep partai aliran yang satu sama lain bersaing dan hanya memperjuangkan
>> kepentingan alirannya yang bukan kepentingan Islam yang lebih besar. *
>>
>> *Wass*
>>
>> *Dunil Zaid, 71.Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdng. Tingga di Jkt. *
>>
>>
>> 2014-03-19 23:32 GMT+07:00 Maturidi Donsan <[email protected]>:
>>
>>> Sanak -sanak dipalanta n.a.h
>>>
>>>
>>>
>>> PPP sudah  menyeru ke semua umat islam, masuklah kerumah besar yang
>>> digagas P3 itu. P3 sudah mendeklarasikan bahwa P3 adalah rumah besarnya
>>> umat islam
>>>
>>>
>>>
>>> Apakah mau masuk kesana tergantung salero dan  kesadaran umat islam
>>> sendiri.
>>>
>>>
>>>
>>> Samintaro manunggu kesadaranko, menghadapi pemilu 2014, bagi umat islam
>>> sabaiknyo:
>>>
>>>
>>>
>>> 1.   Piliah partai islam nan sasuai jo salero awak (nan namuah kontrak
>>> politik)
>>>
>>>
>>>
>>> 2.   Kalau partai tak ado nan cocok, paksokan piliah urang nyo sajo nan
>>> islamnyo agak taat. Dari kini kito caliak-caliak lah caleg-caleg partai
>>> islamko.
>>>
>>>
>>>
>>> 3.   Umat islam nan mangaku islam, handaknyo jaan maagiah suaro ka
>>> partai non islam, sangek marugikan islam.
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Wass,
>>>
>>> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>>  Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke