Rekan2  sekalian,

Menjelang pemilu, warna politik begitu mewarnai kehidupan
sehari2 kita saat ini. Namun sekali waktu kita akan merasakan semacam
kejenuhan, karena seperti ada sesuatu yg tak alami, sesuatu yg dipaksakan, yah
memang demikianlah karakter “permainan” politik.

Ngomong2 ttg politik, dalam tataran lain, di tempat kerja
kita, dunia yg kita jalani sehari2, tanpa disadari, mau tak mau kita menghadapi
semacam “permainan” juga, itulah yg dikenal dg istilah “politik kantor”. Bagi
kita2 yg bekerja, mau tak mau kita harus faham hal tsb, karena menyangkut hajat
kehidupan kita sehari2, berikut ulasan singkat mengenai “politik kantor” yg
dalam berbagai bentuk dan rupa nya selalu menghampiri kita di tempat kerja.

Machiaveli seorang ahli politik dalam sejarah eropa , dikenal dg nasihat2
nya yg dianggap licik, tapi ternyata efektif dalam meniti karier politik dan
“bermain” politik. Dari sisi moralitas bisa jadi dogma2 dari Machiaveli
dianggap sebagai suatu hal yg tidak bermoral , namun berbeda pandangan dari
sisi politik praktis.

Hal yg sama ternyata bisa berlaku juga di dunia kerja atau bisnis secara
umum, kelakuan ala Machiavelli diterapkan pula diluar ranah politik. Salah satu 
tindakan praktis di dunia
kerja yang menggunakan juga logika serupa dikenal dg istilah perilaku katak ,
yg diterapkan oleh sebagian pekerja dalam menapaki karier nya .

Katak secara karikatural / parodi digambarkan sebagai berperilaku , ke atas
menjilat ( menangkap mangsanya ) , ke samping menyikut dan ke bawah menginjak.

Silahkan baca selengkapnya dalam link berikut ;  http://wp.me/p2VPt-4
 
Salam 
Hendra M
http://hdmessa.wordpress.com
-------------------

Dalam dunia kerja , ternyata berlaku juga praktek politik , bahkan ada bukunya 
Political at
office ,karena itu lah, logika Machiaveli yg sebelum ini kita kenal di dunia
politik , bisa berlaku juga di dunia kerja , misalnya dalam ranah perkembangan
karier seorang pekerja.

Machiaveli seorang ahli politik dalam sejarah eropa , dikenal dg nasihat2
nya yg dianggap licik, tapi ternyata efektif dalam meniti karier politik dan
“bermain” politik. Dari sisi moralitas bisa jadi dogma2 dari Machiaveli
dianggap sebagai suatu hal yg tidak bermoral , namun berbeda pandangan dari
sisi politik praktis.

Hal yg sama ternyata bisa berlaku juga di dunia kerja atau bisnis secara
umum, kelakuan ala Machiavelli diterapkan pula diluar ranah politik. Salah satu 
tindakan praktis di dunia
kerja yang menggunakan juga logika serupa dikenal dg istilah perilaku katak ,
yg diterapkan oleh sebagian pekerja dalam menapaki karier nya .

Katak secara karikatural / parodi digambarkan sebagai berperilaku , ke atas
menjilat ( menangkap mangsanya ) , ke samping menyikut dan ke bawah menginjak.

Dalam analogi dunia kerja, perilaku nya adalah sbb; kepada bawahan
menginjak, menekan kepada rekan sekerja menyikut, dalam arti “menjatuhkan”
bersaing dg tidak sehat pada rekan selevel kepada atasan “menjilat”, dalam arti
mencari muka dll.Sebenarnya itu hanyalah hiperbolisme semata,yg kalau sampai
katak tahu, mungkin mereka akan protes juga kepada bangsa manusia , tapi yah
itulah manusia suka memberi gambaran jelek pada binatang , sama seperti istilah
kambing hitam. 


Tapi sebagian kita sudah mafhum dg istilah demikian , dan memang
benar2 ada , para pekerja yg  berperilaku seperti itu ( karakter katak ).
Bila pekerja tersebut “bermain” politik kantor juga , maka bisa pula kita
istilahkan dengan “Katak Machiaveli” .
Pengalaman di dunia kerja, menunjukkan bahwa secara diametral, ada dua tipe
pekerja ; Pekerja yg kompeten, bekerja dengan dedikasi tinggi dan tulus , namun 
kurang pandai
berkomunikasi , salah satu cabang keahlian politik kantor .

Di sisi lain ada pekerja yg kompetensi teknis nya biasa2 saja, tapi memiliki
kemampuan politik kantor yg tinggi, pandai berkomunikasi dan ahli dalam membuat
intrik2.Banyak kasus di dunia kerja, menunjukkan bahwa mereka yang berdedikasi
tinggi, ahli dan tulus,kalah bersaing dalam perkembangan karier di bandingkan
dengan pekerja yg walau skill teknis nya pas2 an, tapi pandai berkomunikasi dan
berstrategi.

Kesuksesan karier tak selalu berhubungan dg skill teknis seorang pekerja ,
terutama pada perusahaan yg bagian Human Resourch Development ( HR) system nya
tak berjalan baik atau corporate
culture nya lemah.Pada perusahaan yg memiliki corporate culture
yg sehat dan HR system nya berjalan baik , kita istilahkan dengan perusahaan
ideal , akan lain kondisinya , di tempat ini, pekerja yg berdedikasi tinggi,
bekerja dg tulus dan cermat, akan mendapatkan imbal balik yg bagus juga dalam
perkembangan karier nya.Tapi perusahaan ideal tsb , bisa dikatakan hanya
minoritas dari perusahaan secara umum.

Sebuah penelitian psikologis di Amerika, yg meneliti karakteristik perusahaan
dari sisi psikologis, dg mengumpamakan perusahaan bagaikan manusia, Setelah
mengadakan penelitian bertahun2 pada banyak perusahaan ,ia menemukan bahwa
perusahaan adalah makhluk yg psikopat ; ingin menang sendiri, cari untung yg
banyak , tak peduli dg yg lain dan berbagai karakter negatif lain nya. Yah
memang perusahaan bukan makhluk yg bernyawa, tapi ternyata berperilaku seperti
itu. Hasil penelitian tsb dibuatkan film dokumenter dg judul “The Corporate”.

Karakter perusahaan yg seperti itu, akan klop sekali dengan para pekerja yg
memiliki karakter “Katak Machiaveli” tersebut diatas , sehingga banyak kita
temui , bahwa banyak mereka yg sukses berkarier selain mereka yg memang benar2
kompeten dari segi teknis dan pandai berkomunikasi, adalah juga , mereka yg
biasa2 saja dari sisi kompetensi, tapi ahli juga dalam “politik kantor” .

Banyak juga kita temui , pekerja2 yg idealis,berdedikasi tinggi dan memiliki
kompetensi teknis , tapi karier nya mentok atau bahkan frustasi, bahkan keluar
kerja dan berpindah2 kerja dari perusahaan ke  perusahaan lain, tapi tetap
saja kariernya tak berkembang bagus.

Karakter perusahaan yg tidak sehat seperti itu ,seringkali menjadi bahan
ejekan juga , sumber ketidak puasan dari para pekerja idealis yg merasa telah
bekerja dg dedikasi tinggi, tapi perusahaan tak memberikan balasan setimpal.
Dalam dunia kerja, bisa dipilah dua tipe pekerja, pekerja yg sukses dan
pekerja yg berbakti untuk perusahaan. Pekerja yg berdedikasi tinggi akan
mendarma baktikan dirinya untuk kemajuan perusahaan dengan berbagai cara , ia
berjuang dengan tulus dan ikhlas , syukur bila ia berada di perusahaan yang
bagus juga budaya dan HR system nya,ia akan mendapatkan kompensasi dan
pengembangan karier yg baik , tapi bila berada di perusahaan yg tak sehat
budaya nya, ia akan jadi pekerja idealis yg frustasi.

Pekerja yg sukses, sejak awal masuk kerja, sudah berpikir bagaimana caranya
ia bisa sukses, dapat jabatan tinggi, dapat gaji yg besar , fasilitas ,
training dan berbagai manfaat lain nya. Kalau mereka memang memiliki kompetensi
dan kecerdasan yg tinggi pula , tinggal dipulas dg kemampuan komunikasi dan
keahlian sosial lain nya, ia akan jadi pekerja yg sukses.

Ada pula pekerja yg ingin sukses tapi tak memiliki kompetensi yg memadai,
akhirnya ia lebih mengandalkan kemampuan, komunikasi, lobby dll, untuk mencapai
keberhasilan nya tersebut.Pekerja sukses yg baik , adalah yg juga memberi
kontribusi, terhadap kesuksesan perusahaan, ada dedikasi utk bersama, tapi ada
juga mereka yg berusaha meraih kesuksesan dg logika individualis / egois,
bagaimana caranya saya bisa sukses sendiri, apa pun cara ditempuh, peduli amat
dg rekan kerja yg lain , bahkan tak begitu peduli juga dengan perusahaan yg
penting dirinya bisa sukses.
Ia hanya berusaha mencari manfaat sebesar mungkin dari perusahaan, tapi
sebaliknya perusahaan tak mendapatkan manfaat yg besar dengan keberadaan
pekerja tipe tersebut. Kalau tak didapat di suatu perusahaan ia berusaha
mencari di perusahaan lain, kita kenal pula dg istilah pekerja kutu loncat.

Pekerja yg berusaha sukses secara individualis ini lah yg banyak pula 
menggunakan logika
‘Katak Machiaveli” diatas , dalam menempuh jenjang karier nya.Secara legal
formal, mungkin sah sah saja, tak melanggar hukum , tapi secara hubungan timbal
balik antara perusahaan dengan pekerja , perusahaan tak mendapat manfaat banyak
dg tipe pekerja seperti ini , bahkan bisa merusak sistem pengembangan sumber
daya manusia , merusak jenjang karier , bilamana ia memiliki jalur karier yg
zig zag, melangkahi karier pekerja lain , menimbulkan rumor tak sedap dan
demotivasi pada pekerja lain , bila misalnya ia karena kemampuan  lobby
nya , menjadi pekerja kesayangan bos besar.

Para pekerja di satu sisi dan perusahaan di sisi lain , bisa kita andaikan
bagaikan 2 makhluk yg berseberangan dan ketika mereka menandatangani kontrak
kerja , saat itulah mereka bagaikan pasangan yg menjalin janji.
Perkembangan selanjutnya penuh dengan lika liku , ada konflik seperti demo
mogok kerja atau bahkan terjalin harmonis seperti perusahaan yg bisa mengayomi
pekerjanya dg baik.

Sebenarnya perusahaan adalah juga kumpulan manusia juga, khususnya
manajemen/ direktur yg mengelola perusahaan tsb . Pengelola perusahaan yg baik,
akan berhasil juga mengarahkan semua kompetensi sumber daya nya untuk meraih
keberhasilan, keberhasilan semua pihak, perusahaan untung dan karyawan pun
bahagia.

Bila kondisi seperti itu, bisa terbangun , pekerja yg berkarakter “Katak
Machiaveli” tak akan ada, kalaupun ada secepatnya di perbaiki oleh bagian HR
atau dikeluarkan secepatnya, supaya tak merusak sistem perusahaan secara
keseluruhan.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke