Anwar Jambak:

"Maaf kalo ambo salah"

ANB:

Maaf ditarimo, dek karano sanak iyo salah konteks mambaco pandapek ambo.

Dan ambo pun minta maaf pulo dek  talampau picayo bahwa sanak Anwar sebagai
rang Minang  iyo paham "alun takilek alah takalam". Tanyato ambo salah pulo
picayo sajo pado sanak, nan bahkan meski alah dihidangkan nash-nash dan
dalil-dalil lanjutan, tatok sajo maraso "penulis memang bertanggungjawab
untuk menggiring imajinasi pembaca ke arah yang dia kehendaki".

Imajinasi? Imajinasi sia?

 Sanak Anwar tahu ndak bedanyo "imajinasi" jo "informasi"? Indak ado
imajinasi ambo dari awal komentar thread iko, sadonyo informasi nan bisa
dicek di Qur'an dan hadis dan pandapek para imam, bahkan judul kitab pun
ambo sabuik untuak sanak Anwar cek kalau masih indak picayo.

"Topik  pun alah sanak ubah. Topik asal kan masalah JIL?" bantah sanak
Anwar.

Nah, kalau iyo sanak Anwar sabana paham "alun takilek lah takalam", itulah
caro ambo menyatakan tentang JIL -- dalam bahasa Betawi -- "Gileeee, masih
ada aja hari gini yang pusing sama JIL. Siapa sih JIL? Penting juga nggak.
Masih banyak urusan kita sebagai umat Islam yang jauh lebih penting dari
JIL."

Jadi, kesalahan kedua sanak Anwar yang sangat FATAL adalah berasumsi "atau
sanak (ambo) sengaja pingin menggiring pembaca untuk mendangkalkan isu yang
sebenarnya berat jadi lebih ringan saja."

JIL isu yang berat? Lebih berat mana dengan melihat umat Islam di
sekeliling kita mengaji 1 Juz sehari pun tidak sempat, sanak Anwar?
JIL isu yang berat? Lebih berat mana dengan fakta sepasang sejoli dengan
nama Islami yang punya bakat pembunuh berdarah dingin, dan itu ditengarai
oleh dokter (bukan da'i pula) karena masalah penyusuan yang tidak benar di
saat kedua pembunuh remaja itu masih bayi?

Oh ambo baru ingek sanak indak di Indonesia, jadi silakan baca bahan di
internet mulai dari kronologi pembunuhan yang dilakukan Hafitz-Syifa
terhadap Ade Sara, bagaimana korban disetrum di mobil, disumpal mulutnya
dengan koran, ditelanjangi, dan setelah tewas, selama 20 jam dibawa
berputar-putar oleh dua remaja bernama HAFITD dan SYIFA!  Tidakkah dua nama
dengan arti yang sangat bagus itu justru menyayat rasa keimanan kita? Dan
membuat kita berpikir, "Ada apa dengan generasi muda Islam sekarang?"

JIL memang punya website, punya pentas tampil, tapi kalau seseorang
memutuskan tak mau masuk ke websitenya, tak mau hadir ke acara mereka,
apakah tetap jadi ancaman seperti muslim remaja dengan kelakuan seperti
Hafitd dan Syifa itu?

Kalau satu hari sanak Anwar nanti sempat main ka tampek ambo di Cibubur,
akan ambo bawo ke satu tampek di mana ambo membuat pengajian/tadabbur di
sinan tiok Salasa malam bagi warga yang benar-benar "grass root level". Ada
apa di tempat itu?

Karena di tempat itu adalah salah satu wilayah di negeri kita yang saat
penduduknya sakit mereka memilih tidur di kuburan "orang sakti" setempat
ketimbang pergi ke puskesmas atau ke dokter!  Atau ketika datang jadwal
"sedekah bumi" bagi mereka, mereka sibuk menyiapkan kepala kerbau untuk
ditanam di bawah pohon tertentu, dan itu dalam jarak yang tak terlalu jauh
dari Cikeas, episentrum kekuasaan Indonesia sekarang berada. Tempat RI 1.

Ini riil, problem umat Islam yang hidup di abad ke-21, ketika sebagian kita
sudah asik diskusi di internet. Bukan lagi kejadian di jaman saisuak, sanak
Anwar.

Buat ambo problem-problem riil di sekeliling ambo (dalam konteks Indonesia,
ambo indak tahu bagaimana di Malaysia), itu jauh lebih berat dan harus jadi
prioritas utama untuk diatasi ketimbang "problem salon" seperti JIL.

Kalau sanak Anwar berpendapat ambo pendukung JIL, atau bahkan mungkin
anggota JIL, dek karano ambo paranah karajo di majalah berita terbesar di
Indonesia 9alah resign sejak 2010) nan memang punya hubungan erat secara
kelembagaan dengan JIL, maka sanak Anwar salah total. Ambo indak pernah
menjadi anggota JIL, dan indak akan pernah menjadi anggota JIL.

Ado surang "Akmal" lain, Akmal Sjafril namonyo, nan aktif melawan
pendapat-pendapat JIL dalam bentuk membuat tulisan, analisis, dan
penggalangan massa untuk diskusi-diskusi anti JIL. Nah, ambo respek jo
Akmal Sjafril ko, karena memang baitulah kalau mau "turun ke gelanggang".
Orang menulis artikel, lawan dengan artikel. Orang menggelar diskusi, bikin
lagi diskusi tandingan yang setara.

Jadi yo tabulak-baliak caro kito mancaliak masalah, sanak Anwar. Bagi sanak
JIL itu "masalah berat", bagi ambo "peanut". Nan labiah barek adolah
kondisi umat Islam nan labiah banyak kini, rakyat badarai, nan tapaso
menjadi "LIBERAL" dalam menjalankan syariat agamo baiak karano kurang
pengetahuan atau karena tekanan hidup.

Kalau sanak Anwar lai aktif bakuliliang mancaliak kehidupan muslim di
banyak tampek di negeri jiran, bukan hanyo takungkuang dalam satu kelompok
eksklusif sajo, sanak Anwar akan tahu bana apo mukasuik ambo tentang
problem riil dakwah di lapangan.

Wassalam,

ANB
45, Cibubur


* * *


Pada 21 Maret 2014 17.00, anwardjambak(alhaqirwalfaqir) <
[email protected]> menulis:

>
>
> Sanak Akmal,
>
> Topik pun lah sanak ubah
>
> Topik asal kan masalah JIL
>
> Kalo masalah JIL nan dibicarakan, itu lebih identik ka masalah Akidah.
> Sebagaimana membicarakan aliran2 seperti: Ahmadiyah, Syiah, Muktazilah,
> qadariah, dll. Yang dibedakan dengan Ahlussunnah waljamaah dalam Akidahnya.
> Yg bisa menyebabkan dikategorikan sesat bahkan terkeluar dari ajaran Islam.
>
> Sedangkan yg sanak contohkan adalah masalah syariat, yg sememangnya banyak
> perbedaan dan pendapat, dalam Ahlussunah waljamaah didalam lingkungan
> mashab yg empat.(Dan ada kemungkinan juga  utk adanya  tajdid dibaharukan
> oleh seseorg yg sdh mencapai darjat Mujaddid yg datang kemudiannya).
> Dan perbedaan syariat ini tdk membawa kesalahan/ kesesatan dlm Akidah.
>
> Jadi contoh nan sanak agiah indak apel to apel. Alias lari dari topik.
>
> Atau sanak sengaja pingin menggiring pembaca utk mendangkalkan isu yg
> sebenarnya berat jadi lebih ringan saja.
>
> Krn seorg penulis memang bertanggung jawab utk menggiring imajinasi
> pembaca, ke arah yg dia kehendaki.
>
> Maaf kalo ambo salah
>
>
>
>
>
>
> Wassalam,
>
> alhaqirwalfaqir,
> anwardjambak L45+,
> mudiak Pyk-Pku,
> Kualalumpur,
> kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),
>
> "Maminteh Sabalun Hanyuik.!"
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke