Pagi ko 28/03/2014 berita SCTV


Seorang nenek umur 56 tahun,  bernama Salehatun,  maaf kalau salah, mencuri
dompet penjual sayur di pasar daerah Purwodadi.



Setelah diinterogasi oleh Polisi, nenek ini mengaku karena kekurangan
keperluan hidup /makan minum.



Ditanya pekerjaan; Menggarap sawah orang dengan menyewa, sekarang hasilnya
kurang jadi rugi.



Ini mengingatkan kita karena di jawa banyak petani MARHEN, petani yang tak
punya tanah, akibat dulunya karena berbagai macam sebab  leluhurnya
terlanjur menjual tanahnya, tidak mengingat anakk cucu dibelakang hari.



Kalau di Minangkabau tanah ulayat / harta pusaka sawa/tanah sempat dibuka /
jual, untuk dikuasai oleh konglomerat untuk kepentingan macam-macam bukan
tak mungkin keadaan yang sama dengan nenelk Salehatun diatas akan berlaku
juga bagi ibu-ibu kita Minangkabau nantinya.



Seandainya nenek Salehatun ini masih punya tanah  sendiri untuk digarap
tentu keadaannya tidak akan separah yang dialaminya sekarang itu.



Maka kita orang Minangkabau tetaplah pertahankan kepemilikan  harta
ulayat/harta pusak berupa tanah itu  (PERMANEN LIFE INSURANCE)

Agar anak cucu tidak terlunta dibelakang hari.



Keadaan nenek Salehatun itu hendaknya jadi pemicu bagi Pemda Sumbar untuk
mendata rakyat miskin Sumbar yang tidak punya tanah garapan, untuk bersedia
ditrasmigrasikan dengan diberi tanah garapan 2 ha dengan sertifikat tak
boleh dijual/pindah tangan sampai turun temurun.



Di Sumbar ada juga petani MARHEN bukan tidak ada.



Sebaiknya di data oleh Pemda bersama KAN setempat.



Kalau nanti terlambat, habis tanah sekitar Sumbar itu ke tarnmigran lain.

Kedahuluan oleh pemerintah pusat.



Kalau Pemda Sumbar belum punya perhatian, ada baiknya kita yang dirantau
memberitahu KAN dikampung  masing-masing, mana tahu ada petani MARHEN
dikampuang kita, agar dipikirkan untuk diberi tanah berupa jatah tranmigran.



 Dengan demikian nanti KAN ini yang membangunkan Camat, Wakot/ Bupati dan
Gubenur untuk tergerak hatinya kearah itu.



Sekarang mungkin saatnya, karena hampir semua kita selalu
dihubungi/menghubungi nagari dalam rangka pemilu 9 April ini.



Baolah sekali urusan petani MARHEN ini



Bak kecek sanak kito Anwar Djambak, iko maminteh sabalum hanyuik



Wass,



Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke