Aww. Ddn. Prof. Adrinof jo Palanta n.a.h. aaa) Saingeik ambo lah babarapo tahun lalu katiko kejadian kematian ikan di danau Maninjau nantun ado tulisan langkok Ddn. Adrinof satantangan hal tsbk. kironyo kalau memang ado nan baminat wak mintakan bantuan Rang Dapue untuk mangangkeiknyo baliek ka Palanta supayo dapeik dikunyah2 basamo. bbb) Manjadi masalah gadang katiko kajadian demi kejadian di Danau Maninjau pihak2 takaiek misalnya Pemprov/PemKab/Kota/Nagari, Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, sabuiklah sadoalah perguruan tinggi nan ado di Provinsi Minangkabau nantun, baanyo indak ado seorang Mahasiswa/Mahasiswi/Professor sekalipun nan laie namueh turun gunuang apolaie samaso ambo di Japang banyak pelajar2 Minang nan takaiek jo masalah perikanan ataupun masalah geologi mungkin. Kamanyo Tridharma PT nantun, atau kah memang indak ado nan paduli laie jo Ranah seperti Danau Maninjau tsbk? ccc) Samaso Mensos ambo sampeik tahu ado Sikolah Cadiek Candikio nan dibangun liau, nach apokah sikola tsbk. dapaeik diarahkan dek Yayasan Cadiek Candokio mamulai "penelitian" mendalam satantangan "fenomena" danau Maninjau tsbk.? Tntunyo Ddn. Prof. Adrinof di Kampus Kuning UI Depok ado adik2 kito nan sadang mampadalam ilmu kelautan dan kedanauan namueh manyadiokan wakatu duo (2) jam saminggu untuk "research" dan mancari salusino supayo mato pencaharian anak Nagari dapaeik taruih balangsung kamuko? Maaf Ddn Adrinof jo Palantaambo sekedar mangingeik-ingeikkan sajo barangkali ado juo manfaatnyo, Wassalam, Haasma Depok
Pada Rabu, 2 April 2014 22:07, Bunda Nismah <[email protected]> menulis: Assalamu Alaikum W. Mohon maaf pendapat bundo pendapat orang awam yang hanya menggunakan logika. * Rasanya bundo pernah baca dulu, kematian ikan2 ini sudah lama ber lansung malah sebelum keramba2 diketemukan. Menurut berita tersebut ikan2 tersebut matinya akibat kandungan belerang yang ada didasar danau yang dulunya adalah kepundan gunung berapi. *. Kedua membuat oengawasan kepada pengusaha2 pelet ikan untuk membuat penelitian yang mendapatkan pelet2 yang seminimal mungkin kandungan mercury nya. *. Ketiga kamungkinan sengaja di racun. Pestsida yang bersama Theodan yang akibat nya satu botol kecil saja bisa mematikan satu kolam ikan yang berumur an 20 X 20 meter persegi. Sekianlah mohon maaf kalau tak berkenan. @Hayatun Nismah Rumzy# On 2 Apr 2014, at 15.20, "Y. Napilus" <[email protected]> wrote: All, > > >Mohon dukungan Adi Dunsanak utk mencarikan solusi masalah yg dihadapi Danau >Maninjau saat ini. Tidak mudah pasti, krn sebagian besar Petani KJA hidupnya >sudah tergantung dr hasil KJA ini. Uang berputar per tahun sktr 200an milyar. > > >Tp disisi lain berdampak negatif dan menimbulkan pencemaran. Sisa pakan ikan >yang turun ke dasar danau sktr 25 ton per hari dari 16ribu petak KJA tsb. >Endapan sisa pakan ikan ini kurang stabil. Kena gempa kecil aja atau gerakan >angin sedikit saja, menggoyang air danau, akan memunculkan gas amoniak dan >menghambat oksigen utk Ikan. Krn Ikan terkurung dalam Karamba dan tidak bisa >bisa menghindar dan mencari oksigen keluar jaring, terjadilah GENOSIDA dan 175 >ton Ikan mati. Jangan tanya kemana dibuangnya dan seperti apa bau nya. Kalau >Ikan mati, yang rugi hanya Petani KJA yg notabene orang lokal. Tidak penjual >Pakan Ikan dan tidak juga Toke Ikan... > > >Di dlm artikel ini, mnrt Bupati Agam, selama 22 tahun sejak KJA ini ada, belum >satu sen pun pitih hasil KJA yg masuk jadi PAD Agam. Dan gak satu pun juga KJA >ini yg punya izin dari Pemda. Pak Bupati kini pasti indak tanang laloknyo, baa >ka marubah kondisi kebablasan yang sudah berlangsung sekian lama ini... > > >Bagi dunsanak yang tertarik membaca hasil Penelitian Ilmiah Prof. HAFRIJAL dan >Teamnya yang dilakukan selama hampir 1 tahun, bisa download bebas dan baca >dari link ini: http://goo.gl/ClmH77. Dari hasil penelitian ini, juga >menyisakan pertanyaan besar. Krn Ikan, Rinuak, Pensi dan Lobsternya, ternyata >kandungan Unsur Kimia Fe didalam ikan-ikan tsb mencapai lebih dari 100x lipat >diatas Nilai Ambang Batas yg diizinkan utk kesehatan. Apa akibatnya bagi >masyarakat kalau mereka makan Ikan ini tiap hari..? Sayang ini belum ada >telaah ilmiahnya... > > >Foto-foto liputan "Kesepakatan 9 Nagari Maninjau" yang dihadiri oleh berbagai >pihak termasuk mantan Mensos Bachtiar Khamsyah yg asli Maninjau itu, bisa di >klik di link ini: http://goo.gl/2dccya. > >Mohon maaf sekiranya kurang tepat dalam penyampaian. Semoga komen-komen dan >diskusi bisa berupa usulan positif agar Pemda Agam dan Pemda Sumbar bisa agak >tanang pulo laloknyo. Agak miris sebetulnya, kalau Pemda doang yg disuruh cuci >piringnya. Tks > > >Wass, >Nofrins > > -- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke [email protected]. >Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > <Ikan-Ikan Danau Maninjau Menunggu Punah.jpg> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
