Dikonfirmasi Dugaan Nepotisme, Gubernur Riau Mengumpat Wartawan

Rudi Kurniawansyah - 17 April 2014 20:41 wib

RELATED TOPIC

Link 
: 
http://news.metrotvnews.com/read/2014/04/17/232022/dikonfirmasi-dugaan-nepotisme-gubernur-riau-mengumpat-wartawan

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Gubernur Riau, Annas Maamun, kesal saat 
dikonfirmasi wartawan tentang pengangkatan tiga anak kandung, menantu, dan 
iparnya yang menjadi pejabat di Pemerintahan Provinsi Riau.

Dia pun mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak senonoh saat dikonfirmasi 
tantang hal tersebut. Politisi Partai Golkar berusia 74 tahun itu karena 
pers sedang gencar menyoroti kebijakan nepotisme itu.

"Dinasti-dinasti pantek (bahasa daerah dari pantat)," pekik Annas kepada 
wartawan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Jalan Gajah Mada 
Pekanbaru, Kamis (17/4/2014).

Sebelumnya, Rabu (16/4/2014), kedua putri Annas Maamun dilantik jadi 
pejabat eselon IV pemerintah provinsi (Pemprov) Riau. Fitriana dilantik 
sebagai Kepala Seksi Mutasi dan Non Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) 
Riau. Sedangkan anak kesembilannya, Winda Desrina, dilantik menjadi Kepala 
Seksi Penerimaan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Daerah Riau.

Selain itu, dia melantik sang ipar, Syaifuddin, menjadi Kepala Sub Bagian 
Tata Usaha Bagian Kas Daerah Biro Keuangan Setdaprov Riau.

Anak kandung Annas Maamun yang baru berusia 27 tahun, Noor Charis Putra, 
juga diangkat sebagai Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum 
(PU). Padahal, Noor Charis Putra seorang sarjana ekonomi. Belum lagi sang 
menantu, Dwi Agus Sumarno, yang diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan 
Riau.

Mantan Bupati Rokan Hilir yang baru menjabat Gubernur Riau selama dua bulan 
ini juga mengangkat menantunya Maman Supriadi sebagai Manajer Klub 
Sepakbola milik Pemda Riau, PSPS Pekanbaru.

Semua kerabat dekat orang nomor satu di Riau itu mendapat jabatan 
prestisius dalam sekejap, seiring naiknya Annas menjadi Gubernur. Padahal, 
awalnya, mereka hanya berkarir di daerah Rokan Hilir.

"Tidak usahlah iri-iri hati lagi. Kalau tak diangkat mau jadi apa anak saya 
tu. Tak ado itu (politik dinasti), kalau dia mampu apa salahnya," tukas 
Annas.
(Bob)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke