Untuk memperoleh gambaran, tentang jabatan yang diberikan kepada anak anak Gubernur ini maka dapat dianalogikan dengan dengan jabatan yang ada di dalam satuan ABRI
eselon V (seksi) adalah struktural terendah di dalam pemerintahan (SKPD), mungkin dalam ABRI bisa disamakan dengan komandan regu yang membawahi 10 orang prajurit. atau bisa disamakan degan kades/lurah ! eselon IV membawahi beberapa kepala seksi. Mungkin dalam kesatuan ABRI setingkat komandan peleton yang dijabat oleh tamatan AKABRI (akademi). Selama belum ada kompetisi secara tertulis dan terbuka (catatan: A Hok membuat istilah "lelang jabatan" untuk menduduki jabatan), maka pengangkatan semacam ini bukanlah masalah besar di dalam jabatan PNS dan mungkin saja anak anaknya itu juga telah memenuhi persyaratan/kursus kursus kedinasan ! Salam Pada tanggal 19/04/14, Andiko <[email protected]> menulis: > Dikonfirmasi Dugaan Nepotisme, Gubernur Riau Mengumpat Wartawan > > Rudi Kurniawansyah - 17 April 2014 20:41 wib > > RELATED TOPIC > > Link > : > http://news.metrotvnews.com/read/2014/04/17/232022/dikonfirmasi-dugaan-nepotisme-gubernur-riau-mengumpat-wartawan > > Metrotvnews.com, Pekanbaru: Gubernur Riau, Annas Maamun, kesal saat > dikonfirmasi wartawan tentang pengangkatan tiga anak kandung, menantu, dan > iparnya yang menjadi pejabat di Pemerintahan Provinsi Riau. > > Dia pun mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak senonoh saat dikonfirmasi > tantang hal tersebut. Politisi Partai Golkar berusia 74 tahun itu karena > pers sedang gencar menyoroti kebijakan nepotisme itu. > > "Dinasti-dinasti pantek (bahasa daerah dari pantat)," pekik Annas kepada > wartawan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Jalan Gajah Mada > Pekanbaru, Kamis (17/4/2014). > > Sebelumnya, Rabu (16/4/2014), kedua putri Annas Maamun dilantik jadi > pejabat eselon IV pemerintah provinsi (Pemprov) Riau. Fitriana dilantik > sebagai Kepala Seksi Mutasi dan Non Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) > Riau. Sedangkan anak kesembilannya, Winda Desrina, dilantik menjadi Kepala > Seksi Penerimaan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Daerah Riau. > > Selain itu, dia melantik sang ipar, Syaifuddin, menjadi Kepala Sub Bagian > Tata Usaha Bagian Kas Daerah Biro Keuangan Setdaprov Riau. > > Anak kandung Annas Maamun yang baru berusia 27 tahun, Noor Charis Putra, > juga diangkat sebagai Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum > (PU). Padahal, Noor Charis Putra seorang sarjana ekonomi. Belum lagi sang > menantu, Dwi Agus Sumarno, yang diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan > Riau. > > Mantan Bupati Rokan Hilir yang baru menjabat Gubernur Riau selama dua bulan > > ini juga mengangkat menantunya Maman Supriadi sebagai Manajer Klub > Sepakbola milik Pemda Riau, PSPS Pekanbaru. > > Semua kerabat dekat orang nomor satu di Riau itu mendapat jabatan > prestisius dalam sekejap, seiring naiknya Annas menjadi Gubernur. Padahal, > awalnya, mereka hanya berkarir di daerah Rokan Hilir. > > "Tidak usahlah iri-iri hati lagi. Kalau tak diangkat mau jadi apa anak saya > > tu. Tak ado itu (politik dinasti), kalau dia mampu apa salahnya," tukas > Annas. > (Bob) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
