Assalamualaikum,wr.wb
 
Sekedar selingan ditengah gempitanya demokrasi di indonesia. Berikut ini saya 
sampaikan Catatan Linda Djalil. 
Linda Djalil adalah wartawan senior, lama menjadi wartawan Majalah Tempo dan 
dia juga salah satu penulis calon buku ANTOLOGI RANAH. 
Hallo Akmal kapan bukunya digarap ?



Kamis, 27 Maret 2014 05:55 WIB | 35091 Views

Prabowo, Lihatlah Jokowi (Catatan Linda Djalil)
Saya bukan orang Gerindra, dan tidak ikut partai mana pun. Tapi sejak awal saya 
amati orang yg satu ini, Prabowo, kerapkali berbicara dengan sangat gemas soal 
perkebunan coklat kelapa sawit beras dan hasil bumi Indonesia yang melimpah 
ruah tetapi tersia-sia, terus terang saya salut.  Ia berbicara soal ini dgn 
konsisten, berniat betul memajukan Indonesia dari segi pertahanan pangan di 
masa depan.

Saya tahu orang ini, ibarat sendok perak sudah di mulut sejak ia bayi. Iapun 
berkata, 'orang kaya mana mau jadi tentara' .... Benar! Tidak banyak keluarga 
kaya mau menjadi tentara. Prabowo sudah mengarungi berbagai liku ujian 
ketentaraannya, di tengah kehidupan keluarga orang tuanya yang mewah.

Dia bersama-sama anak-anak kampung lain, anak petani dan rakyat rendahan 
sepanjang pendidikan dan karirnya, dalam kesatuannya.

Di ujung karirnya ia terhempas, konflik dengan BJ Habibie yang sampai kini tak 
diluruskan karena keduanya merasa benar -- siapa yang berbohong siapa yang 
jujur seakan tetap gelap di mata khalayak sampai kini. Dia diterpa gosip segala 
rupa sampai urusan yang sangat pribadi sekalipun.

Ia bubar dengan anak Presiden Suharto pun dengan dibarengi gosip macam-macam. 
Prabowo tetap berdiri tegak. Betul, ia bagai orang gila dan sempat dianggap 
orang gila karena segala pemikirannya yang dianggap sok tahu dan tidak masuk di 
akal para ahli ekonomi maupun pakar lain. Dan Prabowo tetap pada prinsip 
kebenaran yang dianutnya.

Bangsa di negara ini punya adab kebiasaan melanggengkan isu gosip dan terka 
menerka. Soal Prabowo mendalangi pembunuhan orang yang santer terus menerus, 
hingga kini tidak dituntaskan. Mengapa ia masih bisa leluasa melenggang apabila 
bersalah? Mana hukuman untuknya? Mana proses hukum yang seharusnya dijalankan?

Sementara, orang tetap mencibir dengan segala kenekatannya menciptakan Gerindra 
dan mencalonkan diri memimpin Indonesia, tetapi pembuktian ia 'tukang jagal' 
pun tak pernah muncul hingga kini.  Tidak fair bukan??!

Prabowo, lagi-lagi saya ulangi, memang anak orang kaya, dan mau menjadi 
tentara. Ia tampaknya berusaha bergaul ke mana saja. Tapi tetap ada satu yang 
sulit hilang darinya, toh ia tetap 'kaku', tidak luwes sehari-harinya, kurang 
menyapa akrab segala lapisan, kurang responsif terhadap pertemanan yang 
seharusnya bisa dia bina secara baik, kurang muncul di mana-mana misalkan ada 
pertunjukan kesenian yang merakyat, konser rakyat maupun konser elit, kurang 
merangkul seniman, sastrawan budayawan, maupun anak-anak muda. Bagai tak 
berbekas pergaulan 'anak orang kaya yg mau jadi tentara dan berkumpul dengan 
anak-anak miskin' itu yg sudah ia alami selama dalam pendidikan ketentaraannya.

Lelaki ini kurang pandai menata bahasa tubuhnya. Sorotan matanya bagai masih 
sorotan mata 'ndoro' dan terkesan 'majikan' sekali. Ada kesan angkuh dan 
membuat orang 'ngeri'. Dia kurang paham bahwa rakyat Indonesia butuh pendekatan 
hati, pendekatan batin.

Lihatlah Jokowi. Seada-adanya. Dia juga dari orang cukup berada, namun napak 
buminya luar biasa. Hanya dengan senyum yang ikhlas dan tidak dibuat-buat, 
membuat orang sekitarnya nyaman.

Konsep boleh setinggi langit, cita-cita boleh mulia, teori bisa saja cermat 
bahkan praktek bisa berhasil gemilang - tetapi satu modal utama, pendekatan 
kepada rakyat segala lapisan haruslah benar-benar dari hati terdalam, spontan, 
bukan 'ujug-ujug' muncul seketika hanya di iklan kampanye menjelang pemilihan. 
***

Komentar saya untuk catatan Linda Djalil (yang juga teman sekelas saya di SMA 4 
jakarta) adalah :
" memang sangat mudah menaikkan layang layang maco ketimbang layang2 darek".
Mudah-mudahan Linda paham dengan bahasa kias ini
 
Wassalam  

  

Evy Nizhamul
(Puspiptek, Tangsel)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke