Waduh, ternyata Uni Evy jago "tendangan pisang" juga dengan kato malereang membahas Linda Djalil tapi ujungnyo manyenggol antologi *Ranah*, hehehe... *First thing first* yo Uni. In syaa Allah masih taruih jalan meski dengan kecepatan jalan santai pagi hari, bukan jogging apalagi maraton.
Tarimo kasih. Wassalam, ANB Pada 20 April 2014 04.45, MAMALIMA123 <[email protected]> menulis: > Assalamualaikum,wr.wb > > Sekedar selingan ditengah gempitanya demokrasi di indonesia. Berikut ini > saya sampaikan Catatan Linda Djalil. > Linda Djalil adalah wartawan senior, lama menjadi wartawan Majalah Tempo > dan dia juga salah satu penulis calon buku ANTOLOGI RANAH. > Hallo Akmal kapan bukunya digarap ? > > > > Kamis, 27 Maret 2014 05:55 WIB | 35091 Views > > Prabowo, Lihatlah Jokowi (Catatan Linda Djalil) > Saya bukan orang Gerindra, dan tidak ikut partai mana pun. Tapi sejak awal > saya amati orang yg satu ini, Prabowo, kerapkali berbicara dengan sangat > gemas soal perkebunan coklat kelapa sawit beras dan hasil bumi Indonesia > yang melimpah ruah tetapi tersia-sia, terus terang saya salut. Ia > berbicara soal ini dgn konsisten, berniat betul memajukan Indonesia dari > segi pertahanan pangan di masa depan. > > Saya tahu orang ini, ibarat sendok perak sudah di mulut sejak ia bayi. > Iapun berkata, 'orang kaya mana mau jadi tentara' .... Benar! Tidak banyak > keluarga kaya mau menjadi tentara. Prabowo sudah mengarungi berbagai liku > ujian ketentaraannya, di tengah kehidupan keluarga orang tuanya yang mewah. > > Dia bersama-sama anak-anak kampung lain, anak petani dan rakyat rendahan > sepanjang pendidikan dan karirnya, dalam kesatuannya. > > Di ujung karirnya ia terhempas, konflik dengan BJ Habibie yang sampai kini > tak diluruskan karena keduanya merasa benar -- siapa yang berbohong siapa > yang jujur seakan tetap gelap di mata khalayak sampai kini. Dia diterpa > gosip segala rupa sampai urusan yang sangat pribadi sekalipun. > > Ia bubar dengan anak Presiden Suharto pun dengan dibarengi gosip > macam-macam. Prabowo tetap berdiri tegak. Betul, ia bagai orang gila dan > sempat dianggap orang gila karena segala pemikirannya yang dianggap sok > tahu dan tidak masuk di akal para ahli ekonomi maupun pakar lain. Dan > Prabowo tetap pada prinsip kebenaran yang dianutnya. > > Bangsa di negara ini punya adab kebiasaan melanggengkan isu gosip dan > terka menerka. Soal Prabowo mendalangi pembunuhan orang yang santer terus > menerus, hingga kini tidak dituntaskan. Mengapa ia masih bisa leluasa > melenggang apabila bersalah? Mana hukuman untuknya? Mana proses hukum yang > seharusnya dijalankan? > > Sementara, orang tetap mencibir dengan segala kenekatannya menciptakan > Gerindra dan mencalonkan diri memimpin Indonesia, tetapi pembuktian ia > 'tukang jagal' pun tak pernah muncul hingga kini. Tidak fair bukan??! > > Prabowo, lagi-lagi saya ulangi, memang anak orang kaya, dan mau menjadi > tentara. Ia tampaknya berusaha bergaul ke mana saja. Tapi tetap ada satu > yang sulit hilang darinya, toh ia tetap 'kaku', tidak luwes sehari-harinya, > kurang menyapa akrab segala lapisan, kurang responsif terhadap pertemanan > yang seharusnya bisa dia bina secara baik, kurang muncul di mana-mana > misalkan ada pertunjukan kesenian yang merakyat, konser rakyat maupun > konser elit, kurang merangkul seniman, sastrawan budayawan, maupun > anak-anak muda. Bagai tak berbekas pergaulan 'anak orang kaya yg mau jadi > tentara dan berkumpul dengan anak-anak miskin' itu yg sudah ia alami selama > dalam pendidikan ketentaraannya. > > Lelaki ini kurang pandai menata bahasa tubuhnya. Sorotan matanya bagai > masih sorotan mata 'ndoro' dan terkesan 'majikan' sekali. Ada kesan angkuh > dan membuat orang 'ngeri'. Dia kurang paham bahwa rakyat Indonesia butuh > pendekatan hati, pendekatan batin. > > Lihatlah Jokowi. Seada-adanya. Dia juga dari orang cukup berada, namun > napak buminya luar biasa. Hanya dengan senyum yang ikhlas dan tidak > dibuat-buat, membuat orang sekitarnya nyaman. > > Konsep boleh setinggi langit, cita-cita boleh mulia, teori bisa saja > cermat bahkan praktek bisa berhasil gemilang - tetapi satu modal utama, > pendekatan kepada rakyat segala lapisan haruslah benar-benar dari hati > terdalam, spontan, bukan 'ujug-ujug' muncul seketika hanya di iklan > kampanye menjelang pemilihan. *** > > Komentar saya untuk catatan Linda Djalil (yang juga teman sekelas saya di > SMA 4 jakarta) adalah : > " memang sangat mudah menaikkan layang layang maco ketimbang layang2 > darek". > Mudah-mudahan Linda paham dengan bahasa kias ini > > Wassalam > > > > Evy Nizhamul > (Puspiptek, Tangsel) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
