"apa salahnya para analis politik islam juga bikin analisis memberi semangat dan mempopulerkan tokoh-tokoh islam agar orang terbius juga”
Salahnya adalah dalam kurun 5 tahun ini memang tidak ada tokoh muslim yg layak untuk dipopulerkan, selain itu jikapun ada tokoh yg dipopulerkan belum tentu jg akan bisa diterima oleh seluruh kelompok muslim yang lain baik ormas ataupun orpol. Sebut saja cendikiawan muslim Cak Nur yg perkataanya dikutipkan itu, toh sebagian dari kelompok Muslim malah mewanti - wanti / mewaspadai blio dikrnakan pendapat2nya yg berbeda. Ada benarnya mungkin yang disampaikan oleh JK ataupun Mahfud MD, sulit menyatukan kekuatan politk Islam, dikarenakan di dalam (antar kekuatan politik Islam) sendiri masih belum akur. "Bagaimana di luar bersatu, di dalam saja kadang-kadang juga ada masalah," begitu yang dikatakan JK http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/04/18/269571557/Jusuf-Kalla-Tak-Mudah-Bentuk-Koalisi-Partai-Islam Mahfud MD : "Poros tengah? Saya tidak yakin karena penyakit parpol Islam itu kalau sudah terpojok menggunakan isu umat Islam harus bersatu," http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/04/14/n40e7v-mahfud-md-koalisi-parpol-islam-sulit-terwujud Selain itu tokoh2 / elite politik Islam pun mereka mengatakan menjalin komonikasi dengan semua partai termasuk PDIP yg mengusung Jokowi, ada yg secara terang2-an mengatakan bhw isu SARA tidak relevan lagi sekarang. "Itu juga kita pertimbangkan. Kita kan koalisi dengan Jokowi di Solo, wakilnya kan juga kristen. Isu SARA dalam hal ini nggak relevan lagi," http://news.detik.com/read/2012/07/18/132630/1968361/10/anis-matta-pks-pernah-koalisi-dukung-jokowi-di-solo Pada akhirnya saya sependapat dengan Mahfud MD, pada situasi2 tertentu elite politik dari Partai Islam tampaknya ingin bersatu tapi pada situasi lain, mereka malah cenderung untuk berpisah dan bertarung satu sama lain. Nah kebetulan untuk 2014 situasinya lagi kejepit krn dari capres yg muncul tidak ada yg bisa merepresentasikan kekuatan politik Islam. Dalam dialog di TVOne yg menghadirkan Hidayat Nur Wahid, Mahfud MD, Amien Rais dan Fahri Ali, ada hal yg menarik yg disampaikan oleh Mahfud MD, (kurang lebih spt ini) sesungguhnya saat ini semua partai memperkenalkan dirinya sebagai partai terbuka / nasionalis program2nya pun NYARIS sama tak ada bedanya. wassalam, harman st.idris 42, depok On Tuesday, April 22, 2014 12:20 PM, Maturidi Donsan <[email protected]> wrote: Sanak dipalanta n.a.h Bagi umat islam sebenarnya harus mendorong dan memberi semangat kepada Partai-Partai Islam untuk bersatu membentuk Koalisi dan mencalonkan Presiden sendiri. Hanya sayang kebanyakan oknum cendekiawan islam malah ikut mengerdilkan keberadaan Partai-Partai Islam. Cobalah: “kalau surveyor-surveyor dan konsultan- konsultan bayaran bisa mendongengkan tokoh-tokoh yang membayarnya sehingga orang terbius., hasilnya JW naik ke udara, apa salahnya para analis politik islam juga bikin analisis memberi semangat dan mempopulerkan tokoh-tokoh islam agar orang terbius juga” Kenapa ini tak dilakukan oleh analis islam, kenapa para analis islam harus ikut gendangnya surveyor bayaran JW ??????????? Bagi kita umat islam dorong Partai-Partai Islam itu bersatu koalisi, bikin capres sendiri. Itu hutang bagi umat islam dalam rangka nasihat-menasihati untuk kebaikan. Hasilnya Allah yang menentukan. Umat islam tak usah sinis betul dengan partai islam masih ada Allah. Tahun 1998 saya kira tak ada satupun pengamat yang menamakan diri nasionalis –pancasilais mengatakan pak Harto bisa tumbang. Pangab, bekas ajudan beliau, Kostrad dipegang menantu beliau, hampir semua Panglima anak buah beliau, kalau tidak langsung, setidaknya anak buah ajudan beliau. Cak Nur sendiri pernah bilang, “Tangan Allah turun pak Harto tumbang”. Selamat umat islam jangan rendah diri. Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 22 April 2014 10.16, Arman Bahar <[email protected]> menulis: Ormas2 Islam telah berkumpul dan sepakat utk mwendesak parpol Islam bersatu, mudah2an bisa terbentuk > >Kita tunggu bagaimana2nya setelah berita resmi KPU 25 April ini >wasalam >abp > > > >Pada Selasa, 22 April 2014 6:38, Zaid Dunil <[email protected]> menulis: > >----- Pesan yang Diteruskan ----- > > > This message is eligible for Automatic Cleanup! ([email protected]) Add > cleanup rule | More info > >Sanak sapalanta RN n a h >Ass ww >Jelas kelompok Islam bisa mengajukan Capres dan Cawapres sendiri karena total >hasil suara yang berhasil diperoleh dalam pileg yang lalu mencapai sekitar 31 >%, jumlah yang melebihi ketentuan treshold bagi pencalonan Capres dan cawapres >sendiri. >Namun jangan dikira poros Islam ini akan dengan mudah terbentuk , karena >andaikata poros Islam berhasil digalang dan terwujud, maka partai nasionalis >pasti akan meradang karena poros ini akan mengacaukan konstelasi rencana >koalisi partai partai besar. Keempat partai Islam , PKB,PKS, PAN, PPP susdah >terikat, sehingga tidak ada yang berkoalisi dengan partan nasionalis. >- PDIP hanya bisa berkoalisi dengan Nasdem. Hilang kesempatannya untuk >mendapat dukungan dari PKB yang suaranya cukup besar. Suara pilpres bagi >Jokowi akan sangat berkurang dan kemungkinan akan menang menjadi tanda tanda >tanya besar. >- Kemungkinan Gerindra hanya akan berkoalisi dengan Demokrat. namun suara >gabungan mereka dalam pileg lalu kurang dari ketentuan treshold, sehingga >akan gagal dalam mengajukan capres dan cawapres. Mengikutkan Hanura dalam >koalisi mereka hampir tidak mungkin karena Prabowo dengan Wiranto, merupakan >dua tokoh yang chemistry nya tidak cocok >- Kemungkinan Golkar hanya bisa berkoalisi dengan Hanura, namun total >perolehan suara dalam Pileg yl tidak cukup untuk mengajukan calon. Golkar juga >akan gagal maju dalam pilpres. >Karena itu pula , baik Demokrat dan Golkar tidak suka dengan Poros Islam. >Mereka tidak senang kalau poros ini berhasil dibentu. Berikut Link yang >menguatkan pendapat diatas. > >http://www.suara-islam.com/read/index/10647/Tak-Perlu-Sinis-dan-Phobi-terhadap-Koalisi-Partai-Islam > >Wass >Dunil Zaid. 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg.Tingga di Jkt. > -- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke [email protected]. >Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke [email protected]. >Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
