Sanak dipalanta n.a.h

Situasi ko memang harus kito hadapi, kito diateh kareta NKRI nan sadiang
jalan ko.

Cuma saketek,  malang awak umat islam ka baajo lai. Lah oknum umat islam
bana nan macarikan sagalo kalamahan umat islamko, barusaho manunjuakkan ka
nan rami, kakurangan jo kaburuakan badan diri ka baajo lai.

Oknum islam yang menganalisa Partai-Partai islam sairama-sapandapek bahwa
partai islamko memang io...

Baitulah analisa baliau-baliau tu.

Alah tungkek bana  mambao rabah.

Kalau TV ONE jo METRO dan saguriba TV si anu tu  dengan sagalo media
cetaknyo,  bisa jo lah dimangarati, memang  inyo  dibayar /ditugaskan
mampacaliakan atau mancanangkan sagalao nan buruak-buruak   manganai
kelompok islam.

Umat islam nan lai masih mayakini, bahwa islamko agamonyo untuak
kasalamatan dunia akhirat, istiqomah sajolah dalam mampajuangkan islam.

Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau


Pada 23 April 2014 09.15, 'Harman <[email protected]>' via RantauNet <
[email protected]> menulis:

> "apa salahnya para analis politik islam juga bikin analisis memberi
> semangat dan mempopulerkan  tokoh-tokoh islam agar orang terbius juga”
>
> Salahnya adalah dalam kurun 5 tahun ini memang tidak ada tokoh muslim yg
> layak untuk dipopulerkan, selain itu jikapun ada tokoh yg dipopulerkan
> belum tentu jg akan bisa diterima oleh seluruh kelompok muslim yang lain
> baik ormas ataupun orpol.
> Sebut saja cendikiawan muslim Cak Nur yg perkataanya dikutipkan itu, toh
> sebagian dari kelompok Muslim malah mewanti - wanti / mewaspadai blio
> dikrnakan pendapat2nya yg berbeda.
>
> Ada benarnya mungkin yang disampaikan oleh JK ataupun Mahfud MD, sulit
> menyatukan kekuatan politk Islam, dikarenakan di dalam (antar kekuatan
> politik Islam) sendiri masih belum akur.
>
> "Bagaimana di luar bersatu, di dalam saja kadang-kadang juga ada masalah,"
> begitu yang dikatakan JK
> http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/04/18/269571557/Jusuf-Kalla-Tak-Mudah-Bentuk-Koalisi-Partai-Islam
>
> Mahfud MD :
> "Poros tengah? Saya tidak yakin karena penyakit parpol Islam itu kalau
> sudah terpojok menggunakan isu umat Islam harus bersatu,"
>
>
> http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/04/14/n40e7v-mahfud-md-koalisi-parpol-islam-sulit-terwujud
>
> Selain itu tokoh2 / elite politik Islam pun mereka mengatakan menjalin
> komonikasi dengan semua partai termasuk PDIP yg mengusung Jokowi, ada yg
> secara terang2-an mengatakan bhw isu SARA tidak relevan lagi sekarang.
>
> "Itu juga kita pertimbangkan. Kita kan koalisi dengan Jokowi di Solo,
> wakilnya kan juga kristen. Isu SARA dalam hal ini nggak relevan lagi,"
> http://news.detik.com/read/2012/07/18/132630/1968361/10/anis-matta-pks-pernah-koalisi-dukung-jokowi-di-solo
>
> Pada akhirnya saya sependapat dengan Mahfud MD, pada situasi2 tertentu
> elite politik dari Partai Islam tampaknya ingin bersatu tapi pada situasi
> lain, mereka malah cenderung untuk berpisah dan bertarung satu sama lain.
> Nah kebetulan untuk 2014 situasinya lagi kejepit krn dari capres yg muncul
> tidak ada yg bisa merepresentasikan kekuatan politik Islam.
>
> Dalam dialog di TVOne yg menghadirkan Hidayat Nur Wahid, Mahfud MD, Amien
> Rais dan Fahri Ali, ada hal yg menarik yg disampaikan oleh Mahfud MD,
> (kurang lebih spt ini) sesungguhnya saat ini semua partai memperkenalkan
> dirinya sebagai partai terbuka / nasionalis program2nya pun NYARIS sama tak
> ada bedanya.
>
>
> wassalam,
> harman st.idris 42, depok
>
>   On Tuesday, April 22, 2014 12:20 PM, Maturidi Donsan <
> [email protected]> wrote:
>   Sanak dipalanta n.a.h
>
> Bagi umat islam sebenarnya harus mendorong  dan memberi semangat
> kepada Partai-Partai Islam untuk bersatu membentuk Koalisi dan mencalonkan
> Presiden sendiri.
>
> Hanya sayang kebanyakan oknum cendekiawan islam malah ikut mengerdilkan
> keberadaan Partai-Partai Islam.
>
> Cobalah: “kalau surveyor-surveyor  dan konsultan- konsultan  bayaran bisa
> mendongengkan tokoh-tokoh yang membayarnya sehingga orang terbius.,
> hasilnya JW naik ke udara,  apa salahnya para analis politik islam juga
> bikin analisis memberi semangat dan mempopulerkan  tokoh-tokoh islam agar
> orang terbius juga”
>
> Kenapa ini tak dilakukan oleh analis islam, kenapa para analis islam harus
> ikut gendangnya  surveyor bayaran JW ???????????
>
> Bagi kita umat islam dorong Partai-Partai Islam itu bersatu koalisi, bikin
> capres sendiri. Itu hutang bagi umat islam dalam rangka nasihat-menasihati
> untuk kebaikan.
>
> Hasilnya Allah yang menentukan.
>
> Umat islam tak usah sinis betul dengan partai islam masih ada Allah.
>
> Tahun 1998 saya kira tak ada satupun pengamat yang menamakan diri
> nasionalis –pancasilais mengatakan  pak Harto bisa tumbang.
>
> Pangab, bekas ajudan beliau, Kostrad dipegang menantu beliau, hampir semua
> Panglima anak buah beliau, kalau tidak langsung, setidaknya anak buah
> ajudan beliau.
>
> Cak Nur sendiri pernah bilang, “Tangan Allah turun pak Harto tumbang”.
>
> Selamat umat islam jangan rendah diri.
>
> Wass,
>
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
>
>
>
> Pada 22 April 2014 10.16, Arman Bahar <[email protected]> menulis:
>
> Ormas2 Islam telah berkumpul dan sepakat utk mwendesak parpol Islam
> bersatu, mudah2an bisa terbentuk
>
> Kita tunggu bagaimana2nya setelah berita resmi KPU 25 April ini
> wasalam
> abp
>
>   Pada Selasa, 22 April 2014 6:38, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:
>  ----- Pesan yang Diteruskan -----
>
>  [image: Boxbe] <https://www.boxbe.com/overview> This message is eligible
> for Automatic Cleanup! ([email protected]) Add cleanup 
> rule<https://www.boxbe.com/popup?url=https%3A%2F%2Fwww.boxbe.com%2Fcleanup%3Ftoken%3DF%252F5qZBrRXqKh%252BbttXOUZlE4OArks%252FfmtbsNL9x2I0d%252FQ0IkUk21YuVTr4VUZruvUO%252BV5qVZkv8JlAZnjXr7NGOrl1F7u%252FYUj7MsX%252FzpNTfkSebi%252BgcvIJB38PWsYwt2fzqJB9aZnR9A%253D%26key%3Dn%252F312YToWTbYEDvVT0HixKzNq%252Bof7HZLwx3l7KjpYRI%253D&tc_serial=16998157311&tc_rand=1565262813&utm_source=stf&utm_medium=email&utm_campaign=ANNO_CLEANUP_ADD&utm_content=001>|
>  More
> info<http://blog.boxbe.com/general/boxbe-automatic-cleanup?tc_serial=16998157311&tc_rand=1565262813&utm_source=stf&utm_medium=email&utm_campaign=ANNO_CLEANUP_ADD&utm_content=001>
>  Sanak sapalanta RN n a h
> Ass ww
> Jelas kelompok Islam bisa mengajukan Capres dan Cawapres sendiri karena
> total hasil suara yang berhasil diperoleh dalam pileg yang lalu mencapai
> sekitar 31 %, jumlah yang melebihi ketentuan treshold bagi pencalonan
> Capres dan cawapres sendiri.
> Namun jangan dikira poros Islam ini akan dengan mudah terbentuk , karena
> andaikata poros Islam berhasil digalang dan terwujud, maka partai
> nasionalis pasti akan meradang karena poros ini akan mengacaukan konstelasi
> rencana koalisi  partai partai besar. Keempat  partai Islam , PKB,PKS, PAN,
> PPP susdah terikat, sehingga tidak ada yang berkoalisi dengan partan
> nasionalis.
> - PDIP hanya bisa  berkoalisi dengan Nasdem. Hilang kesempatannya untuk
> mendapat dukungan dari PKB yang suaranya cukup besar. Suara pilpres bagi
> Jokowi akan sangat berkurang dan kemungkinan akan menang menjadi tanda
> tanda tanya besar.
> - Kemungkinan Gerindra hanya akan berkoalisi dengan Demokrat. namun suara
> gabungan mereka  dalam pileg lalu kurang dari ketentuan treshold, sehingga
> akan gagal dalam mengajukan capres dan cawapres. Mengikutkan Hanura dalam
> koalisi mereka hampir tidak mungkin karena Prabowo dengan Wiranto,
> merupakan dua tokoh yang chemistry nya tidak cocok
> - Kemungkinan Golkar hanya bisa berkoalisi dengan Hanura, namun total
> perolehan suara dalam Pileg yl tidak cukup untuk mengajukan calon. Golkar
> juga akan gagal maju dalam pilpres.
> Karena itu pula , baik Demokrat dan Golkar tidak suka dengan Poros Islam.
> Mereka tidak senang kalau poros ini berhasil dibentu. Berikut Link yang
> menguatkan pendapat diatas.
>
>
> http://www.suara-islam.com/read/index/10647/Tak-Perlu-Sinis-dan-Phobi-terhadap-Koalisi-Partai-Islam
>
> Wass
> Dunil Zaid. 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg.Tingga di Jkt.
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
>    --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
>    --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke