http://www.kawanbisnis.com/images/partai-islam.jpg
[image: Lambang Parpol Islam PKS, PPP, PKB (Ist)] Iko baru sabana-bana partai Islam, barangkali? : Sia nan takuik? (Siapa takut?) Baa mako Partai Islam kurang diminati dek pamiliah satiok ado Pemilu di Indonesia? Salam...................., *mm**** ---------- Pesan terusan ---------- Dari: Zaid Dunil <[email protected]> Tanggal: 5 Mei 2014 06.47 Subjek: Re: [R@ntau-Net] UMAT SLAM MENGHADAPI PILPRES 9 JULI 2014 Kepada: Rantaunet <[email protected]> Kanda MD dan sanak sapalanta RN n a h Ass ww Pandangan masyarakat bahwa Islam identik dengan partai Islam dan umat Islam harus memilih partai Islam dalam Pileg dan calon dari Partai Islam dalam Pilpres bukan lah pandangan mayoritas pemilih Islam. Diakui atau tidak sebagian besar pemilih Islam sudah berpaham sekuler sebagai pemilih. Agama tidak harus sama dengan paham politik. Pada partai yang bukan tergolong partai Islam, pada partai tertenu mayoritas anggotanya juga adalah penganut Islam. Dalam tubuh partai partai itu umumnya ada lembaga lembaga yang dibentuk berazaskan Islam. Lembaga itu "mungkin" juga adalah alat perjuangan penganut islam di partai itu dan menganggapnya sebagai alat atau sarana untuk memperjuangkan kepentingan islam di partai tersebut. Setidaknya ada warna Islam dalam menetapkan kebijakan yang diperjuangkan partai. Suatu study yang dilakukan pada Pilkada di Manado , Ambon dan Bolaang Mongondow memperlihatkan bahwa sebagian besar pemilih Islam menganggap tidak relevan antara agama yang dianut pemilih dengan agama yang dianut oleh calon dalam Pilkada di tiga daerah tsb. Saya kira hasil penelitian itu akan berlaku pula di daerah daerah lain. Sentimen menurut agama antara pemilih dengan agama calon dalam Pilpres , apalagi tidak ada calon dari Partai Islam, maka masyarakat pemilih tidak akan melihat faktor agama sebagai dasar menetapkan pilihan, karena semua kandidat dan Insya Allah wakil wakilnya juga beragama Islam . Terlampir hasil survey tentang kaitan agama pemilih dan agama calon dalam menetapkan pilihan dalam Pilkada di Ambon, Manado dan Bolaang Mongondow sebagaimana disinggung diatas. Wassalam. Dunil Zaid, 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt. https://www.academia.edu/3150534/[email protected]&email_was_taken=true 2014-05-04 23:18 GMT+07:00 Maturidi Donsan <[email protected]>: Sanak diplanta n.a.h > > > > Kakalahan awak umat islam mungkin karano kurangnyo alat kampanye, TV > indak punyo, lai raso ado ciek TV ONE kepunyaan pak ARB, tapi tak percaya > diri untuk menkampanyekan islam untuk ikutan umat, mungkin karena umat > islam minoritas dinegeri ini tak tahulah. > > > > Pada pileg kemaren umat yang memilih partai yang agak berbau islam hanya > sekitar 30 %, dan itu belum tentu semua umat islam. > > > > Berapalah umat islam yang sebenarnya, masih tanda tanya. > > > > Kita tak usah terbius lagi dengan data BPS, yang mengatakan umat islam > 80 % lebih, kemyataannya yang masih ingin ke partai yang berbau islam hanya > sekitar 30 %, berarti hanya 80 juta jiwa bukan 180 juta jiwa. > > > > Kalau dia betul umat islam meyakini islam itu pegangan hidupnya, tentu > ingin islam itu tegak di NKRI ini. Untuk itu umat islam tentu harus > memenangkan pemilihan umum apakah itu pileg, pilkada, pilpres dsb. > > > > Kenyataan dipileg 9 April 2014 kemaren, mungkin sudah menggambarkan wajah > sebenarnya dari umat islam di NKRI ini yang meyakini islam sebagai pegangan > hidupnya dunia akhirat . > > > > Tapi kita berlapang dada sajalah, kita dalam kereta api yang bernama NKRI > sedang berjalan sekarang ini. > > > > Umat islam kekurangan sarana untuk kampanye memenagkan pemilu. > > TV tak punya, media cetak tak punya, kalau ada terbatas sekali, yang > mungkin ada hanya Mesjid. > > > > Tapi Mesjid mungkin tak boleh pula dipakai kampanye, beda dengan non > muslim, di non muslim gereja bisa dipakai untuk kampanye terutama kepada > jamaahnya, kita rujuk ke posting Ajo Duta beberapa minggu yang lalu. > > > > Seandainya mesjid bisa digunakan untuk kampanye, dibawakan sedikit saja > pada kutbah jumat, semua umat islam akan mendengar dan bisa mencerna. > > > > Pada jumaatan umumnya umat islam hadir di mesjid, beda denga wirid, > orangnya sukarela, kalau jumat wajib. > > > > Pada posting yang lalu saya sudah mengundang bagi yang ahli apakah mesjid > bisa dipaki untuk kampanye atau tidak. > > > > Sekurang-kurangnya untuk menganjurkan memilih yang beragama islam benaran. > > > > Untuk renungan kita semua yang mengaku islam, menyongsong PILPRES.9 Juli > 2014. > > > > Wass, > > > > Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
