Ada yg forward, terbit di Opini Padeks katanya Sabtu lalu katanya. Krn terkait 
dg TdS dan mendorong Pariwisata Sumbar, menarik utk disimak sbg tambahan bahan 
pemikiran utk membantu meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Sumbar. Semoga 
positif, walaupun mungkin tidak mudah implementasinya. Namanya juga Opini. Tks

Salam,
Nofrins


Andai Saya Gubenur Sumatera Barat
(Tour de Singkarak dan Potensi Wisata)

Oleh: CEO Andalas Education Tour (AET Tour) Rizki Kurniawan N


Beberapa hari yang lalu saya membaca berita di surat kabar yang mengutip 
pernyataan gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang mengatakan bahwa 
pariwisata di Sumatera Barat sulit berkembang karena aksi premanisme. Bagi kita 
yang pernah melawat ke berbagai objek wisata, tentu ungkapan gubernur tersebut 
sudah bukan barang baru lagi.

Dimana-mana dan entah dari kapan persoalannya itu ke itu juga. Yang menjadi 
pertanyaannya adalah sejauh mana pemerintah serius untuk mengatasi persoalan 
itu. Sebagai salah satu pelaku usaha di bidang pariwisata, saya merasakan bahwa 
upaya pemerintah belum sungguh-sungguh.

Tulisan ini saya buat bukan untuk mendiskreditkan gubernur atau pihak-pihak 
terkait. Ini murni saya tulis sekedar untuk mencurahkan sekelumit gagasan, yang 
mana tau bisa memberi manfaat bagi sebagian orang. Soal apakah ada orang atau 
pihak akan merasa tersinggung saya pikir itu persoalan lain, tapi insya Allah 
di era demokrasi ini kita dapat bebas berpendapat. Saya pun juga yakin bahwa 
pemimpin-pemimpin kita adalah mereka yang berjiwa besar yang selalu berharap 
kritik demi kebaikan di masa depan.

Saya ingin membahas pariwisata Sumatera Barat secara umum namun memulainya dari 
hal yang khusus, yaitu soal pelaksanaan TOUR DE SINGKARAK. Event ini telah 
dilaksanakan berkali-kali dan menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Dan kini 
menjadi salah satu event pariwisata dunia, tentu penyelenggaraannya diharapkan 
dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

Bagi saya seorang anak muda yang baru memulai usaha dan sedikit membaca 
literatur soal bisnis dan pemerintahan, sederhananya mengatur pemerintahan itu 
tidak beda jauh dengan mengelola perusahaan. Seorang pengusaha tentu bertujuan 
untuk memperkaya dirinya, mensejahterakan karyawannya, dan mudah-mudahan dapat 
pula ia memberikan sebanyak-banyak nya manfaat kepada manusia disekitarnya.

Adapun pemerintah dengan segala tujuan-tujuannya tentu berujung kepada 
terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Perumpamaannya, Sumbar provinsi yang 
cukup besar dengan semua potensi alam dan Sumatera Barat Daya Manusianya. 
Sedangkan saya baru memimpin satu perusahaan kecil yang mulai berkembang.

Gubenur bertanggung jawab mensejahterakan rakyat Sumatera Barat, adapun saya 
bertanggung jawab mensejahterakan karyawan-karyawan saya. SAMA, tapi skala nya 
berbeda.

Baiklah, saya akan berandai-andai jika saya adalah gubernur Sumatera Barat.
Jika saya adalah gubernur Sumatera Barat maka saya akan mempelajari dengan 
detail evaluasi penyelenggaraan tour de Singkarak sepanjang event ini pernah 
diselenggarakan. Saya akan sangat fokus kepada berapa kenaikan kunjungan 
wisatawan pada saat event ini diselenggarakan. Pada saat saya memahaminya maka 
saya akan membandingkan apakah biaya penyelenggaraan event ini berimbang dengan 
hasil yang didapat. Kalau pengusaha tentu mencari laba bukan?

Kita ber-asumsi saja, misal modal penyelenggaraan event adalah 10 M, lalu 
berapa perputaran uang selama event itu berlangsung? Kita berasumsi lagi. 
Selama event itu ternyata berkunjung 5.000 wisatawan domestik dan mancanegara. 
Satu orang turis (domestik dan mancanegara kita pukul rata saja) kita anggap 
akan menghabiskan uang minimal Rp. 4.000.000/orang. Biaya tersebut sekitar 
Rp2.000.000 dibayarkan ke agent travel, dan Rp2.000.000 lainnya dibelanjakan 
langsung. Dengan demikian 5.000 wisatawan akan memutarkan uangnya sejumlah Rp20 
M di Sumatera Barat. Uang itu akan mengalir ke hotel, agen travel, restaurant, 
pengusaha bus, industri kreatif, pusat oleh-oleh, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, sampaikah jumlah wisatawan tahun 2013 berjumlah 5.000 orang yang 
datang khusus untuk menyaksikan event tour de Singkarak? Lalu dengan modal 10 
M, berapakah perputaran uang yang ideal agar kita dapat memperoleh laba yang 
besar sehingga event ini dapat kita sebut SUKSES.Tentu jawaban kita 
masing-masing nya akan berbeda.

Saya tidak akan fokus dalam angka-angka yang detail karena saya juga tidak 
memiliki data yang akurat. Angka-angka diatas sekedar ilustrasi agar kita bisa 
melihat suatu event itu dikatakan sukses atau gagal. Adapun yang saya rasakan, 
event ini tidak memberikan dampak kuat bagi peningkatan jumlah kunjungan 
wisatawan ke Sumatera Barat.

Kenapa jumlah kunjungan sedikit? Tentu ini adalah pertanyaan besar harus kita 
jawab. Sebagai salah seorang pelaku usaha pariwisata sebenarnya saya mudah saja 
menjawab, “KARENA DISELENGGARAKANNYA EVENT INI KURANG MELIBATKAN SEMUA PIHAK 
YANG TERLIBAT DALAM USAHA JASA PARIWISATA, TERUTAMA AGENT TRAVEL”.

Hemat saya, agent travel adalah ujung tombak datang nya wisatawan ke Sumatera 
Barat, lalu kenapa mereka tidak dimaximalkan potensinya. Tanyalah ke ratusan 
agent di Sumatera Barat, berapa di antara mereka yang menjual tour de Singkarak 
sebagai produk utamanya? Sedikit, bahkan sangat sedikit sekali. Event ini tidak 
menjadi sesuatu yang spesial bagi para agent travel.

KENAPA?
Anda tau berapa jumlah agent di Sumatera Barat? Terdaftar resmi di website 
ASITA sekitar 200-an, namun jumlah keseluruhan saya perkirakan mencapai 700-800 
agent, sebagian besar adalah agent-agent menengah yang menjadi mitra usaha 
agent-agent besar sehingga tidak terdaftar di ASITA. Jumlah ini tentu adalah 
potensi besar jika dikelola dengan baik.

Jika saya menjadi gubernur Sumatera Barat saya tentu harus mengetahui potensi 
besar diatas, lalu saya perintahkan kepala dinas pariwisata untuk memanggil 
semua agent-agent itu. Saya ingin ada pertemuan dengan seluruh agent dan 
dilaksanakan minimal 10 bulan sebelum event dilaksanakan. Pada pertemuan itu 
saya ingin seluruh agent hadir, dan saya akan pastikan itu dijalankan.

Pada pertemuan itu tentu hadirlah sebagian besar agent itu, kalau tidak 100%, 
minimal 90 % tentu hadirlah mereka. Tentu akan saya buat pula berbagai cara 
agar para agent itu hadir. Saat itu saya akan berpidato, saya ingin mereka 
semua memanfaatkan event ini dan bersama-sama mencari keuntungan. Saya katakan 
bahwa saya mentarget masing-masing mereka untuk mendatangkan minimal 50 orang 
wisatawan. Promosilah dengan berbagai cara yang penting pada saat event dapat 
50 wisatawan.

Marahkah para agent itu kalau saya kasih target? Tentu tidak, karena keuntungan 
itu semuanya untuk mereka. Saya hanya memberi semangat, saya hanya membumikan 
event ini di dalam hati dan fikiran mereka. Dalam kesempatan itu, dalam pidato 
saya seru pula para pengusaha hotel agar jangan patok tarif hotel terlalu 
tinggi. Turunkan harga, biar harga sedikit lebih murah tapi jumlah kunjungan 
banyak, ujung-ujungnya dapat untung lebih besar juga. Lihat saja harga hotel di 
Sumatera Barat jauh lebih tinggi dibanding Riau, Jakarta, Bali, dan daerah 
lainnya di Indonesia. Saya akan berpidato demikian. Agar pidato saya dihiraukan 
tentu saya juga harus menjadi pemimpin yang kuat.

Coba anda bayangkan, kalau 700 agen masing-masing nya membawa 50 orang 
wisatawan, maka akan banjirlah Sumatera Barat oleh 35.000 wisatawan selama 
event berlangsung. Dengan demikian berputarlah 140 Miliar di Sumatera Barat.
Usai pidato saya panggil kepala dinas pariwisata, saya perintahkan dia agar 
selalu membangun komunikasi intensif dengan para agent dan pengusaha hotel. 
Pastikan agent-agent dapat menjual.

Sederhana bukan?
Saya yakin jika pemerintah merangkul para agent, event ini akan SUKSES. Tidak 
seperti hari ini, sudahlah membuat macet, yang menonton hanya rakyat kita saja. 
Jadi seolah-olah pemerintah telah sukses menyelenggarakan event hiburan rakyat. 
Tentu bukan ini yang menjadi GOAL kita bersama. Saya tidak menampik bahwa 
pemerintah telah menjalin komunkasi dengan para agent, tapi mungkin hanya 
dengan beberapa saja, sehingga tidak membumi. Kalau anda tidak percaya kunjungi 
saja agent-agent travel itu, lihat berapa yang menjual paket wisata tour de 
Singkarak.

Belajar dari Negara Jiran
Saya belajar dari beberapa travel besar di negara tetangga, Malaysia. Anda tau 
event MOTO GP di Sepang, Malaysia. Dilaksanakan pada bulan Oktober 2014. Sejak 
bulan November 2013 email saya telah dibanjiri oleh email-email penawaran tour 
dari agent tersebut. Satu kali dalam empat hari mereka email lagi sehingga saya 
tertarik pula untuk mempelajari paket dan cara mereka berjualan. Anda bisa 
bayangkan, 10 bulan sebelum event mereka telah bekerja. Jika 3.000 agent travel 
di Indonesia mengirim 10 tamu saja masing-masingnya, maka akan tibalah 30.000 
wisatawan dari Indonesia.

Itu sekelumit tentang tour de Singkarak. Saya akan kupas sedikit tentang 
pariwisata Sumatera Barat secara umum.

Jika saya menjadi gubernur Sumatera Barat, saya akan perintahkan kepala dinas 
pariwisata untuk melakukan dua hal pokok. Pertama pembenahan terhadap 
objek-objek wisata, kedua membentuk tim promosi pariwisata Sumatera Barat.
Pertama soal pembenahan objek wisata. Kalau saya adalah gubernur saya akan 
memastikan setiap program kerja dinas itu bermutu. Setiap hasil harus ter-ukur.

Koordinasi dengan dinas pariwisata dati II sangat penting. Benahi sarana dan 
fasilitas objek kunjungan wisata. Pembenahan ini dua, pertama pembenahan fisik 
meliputi sarana dan prasarana, dan kedua non fisik yaitu menata sumber daya 
manusia yang tinggal di sekitar objek wisata tersebut. Kedua hal ini harus 
seimbang. Saya fikir dengan pendekatan yang tepat masyarakat akan memahami 
bahwa memajukan pariwisata adalah kebutuhan mereka. Dengan ini aksi premanisme 
akan bisa diatasi.

Tentu menjalankannya tidak semudah menulis di atas kertas. Tapi itulah 
pekerjaan pemimpin, menurut saya. Saya akan perintahkan kepala dinas pariwisata 
untuk fokus kepada hal tersebut. Secara berkala saya evaluasi, kalau perlu saya 
libatkan masyarakat untuk mengawasi pekerjaan kepala dinas saya itu.

Sederhana saja caranya, umumkan kepada masyarakat tentang program-program dinas 
tersebut beserta tujuan yang hendak dicapai, lalu dengan mekanisme tertentu 
libatkan masyarakat dalam pengawasannya. Umumkan pula hasil penilaian 
masyarakat tersebut. Hal ini agar kepala dinas merasa dia diawasi dari atas dan 
dari bawah. Saya akan bertegas-tegas pula kepada kepala dinas tersebut, jika 
anda tak mampu bekerja seperti cara saya, dan tidak sanggup menjalankan 
perintah saya, keLAUT saja.

Pada saat usaha pembenahan membuahkan hasil, maka saya selaku gubernur Sumatera 
Barat akan memerintahkan pembentukan tim promosi pariwisata Sumatera Barat. 
Saya akan pastikan tim ini terdiri dari orang-orang berkompeten dalam 
bidangnya. Dengan demikian saya bisa berharap tim ini dapat bekerja baik. Tim 
ini akan menggandeng agent-agent dalam setiap aktivitasnya. Tim ini akan 
menjadi duta dari pemerintah Sumatera Barat yang akan berbicara kepada 
Indonesia dan dunia bahwa mereka layak datang ke Sumatera Barat.

Di atas semua itu tentu pembenahan pariwisata ini akan tertumpu kepada 
keberanian dan ketegasan pemimpin. Tidak pula cukup itu saja, selain tegas dan 
berani harus pula memiliki tim yang seide sepemikiran. Bekerja kreatif 
melampaui harapan generasinya. Saya yakin gubernur kita sekarang dapat 
melakukannya, jika tidak sekarang mungkin di periode kedua. Jika belum juga 
mungkin beliau sengaja meninggalkan pekerjaan untuk saya.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke