2014-05-07 1:51 GMT+08:00 '[email protected]' via RantauNet <
[email protected]>:

> Pak Napilus, Pak Haswin Darwis jo dunsanak palanta kasadonyo.
>
> Menarik gagsan yg disampaikan oleh dunsanak kito tsb, mudah2an pemerintah
> mndngar dan mwujudkanny.
>
> Yg taraso dek ambo, tamasuak ambo ciek salah se2org yg baru marintis usaho
> di bidang tour & travel ko, skitar 1 th yg lalu dibantu oleh Pak Ephi
> Lintau untuak webn yo. dan alhamdlillah lai alun pulo trdaftar di ASITA tu
> hehe. Baa pulo kamandaftar ka Asita, kantuanyo sj manumpang pulo baru di
> kantua kawan.hehe
>
> Mari kito saling bahu-membahu membanun industri pariwisata sumbar yg sehat
> dan berorientasi untuk masa depan.
>
> Salam,
>
> Afrinaldi Sumpur, 25th, Kampai.
> www.sumpuradventures.com
> Your Online Tour Travel & Adventure Partner
>
> Dikirim dari Yahoo Mail pada 
> Android<https://id.overview.mail.yahoo.com/mobile/?.src=Android>
>
>  ------------------------------
> * From: * 'Y. Napilus' via RantauNet <[email protected]>;
> * To: * RantauNet2 Milis <[email protected]>; Milis SMA1Bkt <
> [email protected]>; WSTB <[email protected]>;
> [email protected] <[email protected]>;
> * Subject: * [R@ntau-Net] Tour de Singkarak dan Potensi Wisata
> * Sent: * Tue, May 6, 2014 10:57:51 AM
>
>   Ada yg forward, terbit di Opini Padeks katanya Sabtu lalu katanya. Krn
> terkait dg TdS dan mendorong Pariwisata Sumbar, menarik utk disimak sbg
> tambahan bahan pemikiran utk membantu meningkatkan tingkat kunjungan wisata
> ke Sumbar. Semoga positif, walaupun mungkin tidak mudah implementasinya.
> Namanya juga Opini. Tks
>
> Salam,
> Nofrins
>
>
> Andai Saya Gubenur Sumatera Barat
> (Tour de Singkarak dan Potensi Wisata)
>
> Oleh: CEO Andalas Education Tour (AET Tour) Rizki Kurniawan N
>
>
> Beberapa hari yang lalu saya membaca berita di surat kabar yang mengutip
> pernyataan gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang mengatakan bahwa
> pariwisata di Sumatera Barat sulit berkembang karena aksi premanisme. Bagi
> kita yang pernah melawat ke berbagai objek wisata, tentu ungkapan gubernur
> tersebut sudah bukan barang baru lagi.
>
> Dimana-mana dan entah dari kapan persoalannya itu ke itu juga. Yang
> menjadi pertanyaannya adalah sejauh mana pemerintah serius untuk mengatasi
> persoalan itu. Sebagai salah satu pelaku usaha di bidang pariwisata, saya
> merasakan bahwa upaya pemerintah belum sungguh-sungguh.
>
> Tulisan ini saya buat bukan untuk mendiskreditkan gubernur atau
> pihak-pihak terkait. Ini murni saya tulis sekedar untuk mencurahkan
> sekelumit gagasan, yang mana tau bisa memberi manfaat bagi sebagian orang.
> Soal apakah ada orang atau pihak akan merasa tersinggung saya pikir itu
> persoalan lain, tapi insya Allah di era demokrasi ini kita dapat bebas
> berpendapat. Saya pun juga yakin bahwa pemimpin-pemimpin kita adalah mereka
> yang berjiwa besar yang selalu berharap kritik demi kebaikan di masa depan.
>
> Saya ingin membahas pariwisata Sumatera Barat secara umum namun memulainya
> dari hal yang khusus, yaitu soal pelaksanaan TOUR DE SINGKARAK. Event ini
> telah dilaksanakan berkali-kali dan menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
> Dan kini menjadi salah satu event pariwisata dunia, tentu
> penyelenggaraannya diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan
> ke Sumatera Barat.
>
> Bagi saya seorang anak muda yang baru memulai usaha dan sedikit membaca
> literatur soal bisnis dan pemerintahan, sederhananya mengatur pemerintahan
> itu tidak beda jauh dengan mengelola perusahaan. Seorang pengusaha tentu
> bertujuan untuk memperkaya dirinya, mensejahterakan karyawannya, dan
> mudah-mudahan dapat pula ia memberikan sebanyak-banyak nya manfaat kepada
> manusia disekitarnya.
>
> Adapun pemerintah dengan segala tujuan-tujuannya tentu berujung kepada
> terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Perumpamaannya, Sumbar provinsi yang
> cukup besar dengan semua potensi alam dan Sumatera Barat Daya Manusianya.
> Sedangkan saya baru memimpin satu perusahaan kecil yang mulai berkembang.
>
> Gubenur bertanggung jawab mensejahterakan rakyat Sumatera Barat, adapun
> saya bertanggung jawab mensejahterakan karyawan-karyawan saya. SAMA, tapi
> skala nya berbeda.
>
> Baiklah, saya akan berandai-andai jika saya adalah gubernur Sumatera Barat.
> Jika saya adalah gubernur Sumatera Barat maka saya akan mempelajari dengan
> detail evaluasi penyelenggaraan tour de Singkarak sepanjang event ini
> pernah diselenggarakan. Saya akan sangat fokus kepada berapa kenaikan
> kunjungan wisatawan pada saat event ini diselenggarakan. Pada saat saya
> memahaminya maka saya akan membandingkan apakah biaya penyelenggaraan event
> ini berimbang dengan hasil yang didapat. Kalau pengusaha tentu mencari laba
> bukan?
>
> Kita ber-asumsi saja, misal modal penyelenggaraan event adalah 10 M, lalu
> berapa perputaran uang selama event itu berlangsung? Kita berasumsi lagi.
> Selama event itu ternyata berkunjung 5.000 wisatawan domestik dan
> mancanegara. Satu orang turis (domestik dan mancanegara kita pukul rata
> saja) kita anggap akan menghabiskan uang minimal Rp. 4.000.000/orang. Biaya
> tersebut sekitar Rp2.000.000 dibayarkan ke agent travel, dan Rp2.000.000
> lainnya dibelanjakan langsung. Dengan demikian 5.000 wisatawan akan
> memutarkan uangnya sejumlah Rp20 M di Sumatera Barat. Uang itu akan
> mengalir ke hotel, agen travel, restaurant, pengusaha bus, industri
> kreatif, pusat oleh-oleh, dan lain sebagainya.
>
> Pertanyaannya, sampaikah jumlah wisatawan tahun 2013 berjumlah 5.000 orang
> yang datang khusus untuk menyaksikan event tour de Singkarak? Lalu dengan
> modal 10 M, berapakah perputaran uang yang ideal agar kita dapat memperoleh
> laba yang besar sehingga event ini dapat kita sebut SUKSES.Tentu jawaban
> kita masing-masing nya akan berbeda.
>
> Saya tidak akan fokus dalam angka-angka yang detail karena saya juga tidak
> memiliki data yang akurat. Angka-angka diatas sekedar ilustrasi agar kita
> bisa melihat suatu event itu dikatakan sukses atau gagal. Adapun yang saya
> rasakan, event ini tidak memberikan dampak kuat bagi peningkatan jumlah
> kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.
>
> Kenapa jumlah kunjungan sedikit? Tentu ini adalah pertanyaan besar harus
> kita jawab. Sebagai salah seorang pelaku usaha pariwisata sebenarnya saya
> mudah saja menjawab, “KARENA DISELENGGARAKANNYA EVENT INI KURANG MELIBATKAN
> SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM USAHA JASA PARIWISATA, TERUTAMA AGENT
> TRAVEL”.
>
> Hemat saya, agent travel adalah ujung tombak datang nya wisatawan ke
> Sumatera Barat, lalu kenapa mereka tidak dimaximalkan potensinya. Tanyalah
> ke ratusan agent di Sumatera Barat, berapa di antara mereka yang menjual
> tour de Singkarak sebagai produk utamanya? Sedikit, bahkan sangat sedikit
> sekali. Event ini tidak menjadi sesuatu yang spesial bagi para agent travel.
>
> KENAPA?
> Anda tau berapa jumlah agent di Sumatera Barat? Terdaftar resmi di website
> ASITA sekitar 200-an, namun jumlah keseluruhan saya perkirakan mencapai
> 700-800 agent, sebagian besar adalah agent-agent menengah yang menjadi
> mitra usaha agent-agent besar sehingga tidak terdaftar di ASITA. Jumlah ini
> tentu adalah potensi besar jika dikelola dengan baik.
>
> Jika saya menjadi gubernur Sumatera Barat saya tentu harus mengetahui
> potensi besar diatas, lalu saya perintahkan kepala dinas pariwisata untuk
> memanggil semua agent-agent itu. Saya ingin ada pertemuan dengan seluruh
> agent dan dilaksanakan minimal 10 bulan sebelum event dilaksanakan. Pada
> pertemuan itu saya ingin seluruh agent hadir, dan saya akan pastikan itu
> dijalankan.
>
> Pada pertemuan itu tentu hadirlah sebagian besar agent itu, kalau tidak
> 100%, minimal 90 % tentu hadirlah mereka. Tentu akan saya buat pula
> berbagai cara agar para agent itu hadir. Saat itu saya akan berpidato, saya
> ingin mereka semua memanfaatkan event ini dan bersama-sama mencari
> keuntungan. Saya katakan bahwa saya mentarget masing-masing mereka untuk
> mendatangkan minimal 50 orang wisatawan. Promosilah dengan berbagai cara
> yang penting pada saat event dapat 50 wisatawan.
>
> Marahkah para agent itu kalau saya kasih target? Tentu tidak, karena
> keuntungan itu semuanya untuk mereka. Saya hanya memberi semangat, saya
> hanya membumikan event ini di dalam hati dan fikiran mereka. Dalam
> kesempatan itu, dalam pidato saya seru pula para pengusaha hotel agar
> jangan patok tarif hotel terlalu tinggi. Turunkan harga, biar harga sedikit
> lebih murah tapi jumlah kunjungan banyak, ujung-ujungnya dapat untung lebih
> besar juga. Lihat saja harga hotel di Sumatera Barat jauh lebih tinggi
> dibanding Riau, Jakarta, Bali, dan daerah lainnya di Indonesia. Saya akan
> berpidato demikian. Agar pidato saya dihiraukan tentu saya juga harus
> menjadi pemimpin yang kuat.
>
> Coba anda bayangkan, kalau 700 agen masing-masing nya membawa 50 orang
> wisatawan, maka akan banjirlah Sumatera Barat oleh 35.000 wisatawan selama
> event berlangsung. Dengan demikian berputarlah 140 Miliar di Sumatera Barat.
> Usai pidato saya panggil kepala dinas pariwisata, saya perintahkan dia
> agar selalu membangun komunikasi intensif dengan para agent dan pengusaha
> hotel. Pastikan agent-agent dapat menjual.
>
> Sederhana bukan?
> Saya yakin jika pemerintah merangkul para agent, event ini akan SUKSES.
> Tidak seperti hari ini, sudahlah membuat macet, yang menonton hanya rakyat
> kita saja. Jadi seolah-olah pemerintah telah sukses menyelenggarakan event
> hiburan rakyat. Tentu bukan ini yang menjadi GOAL kita bersama. Saya tidak
> menampik bahwa pemerintah telah menjalin komunkasi dengan para agent, tapi
> mungkin hanya dengan beberapa saja, sehingga tidak membumi. Kalau anda
> tidak percaya kunjungi saja agent-agent travel itu, lihat berapa yang
> menjual paket wisata tour de Singkarak.
>
> Belajar dari Negara Jiran
> Saya belajar dari beberapa travel besar di negara tetangga, Malaysia. Anda
> tau event MOTO GP di Sepang, Malaysia. Dilaksanakan pada bulan Oktober
> 2014. Sejak bulan November 2013 email saya telah dibanjiri oleh email-email
> penawaran tour dari agent tersebut. Satu kali dalam empat hari mereka email
> lagi sehingga saya tertarik pula untuk mempelajari paket dan cara mereka
> berjualan. Anda bisa bayangkan, 10 bulan sebelum event mereka telah
> bekerja. Jika 3.000 agent travel di Indonesia mengirim 10 tamu saja
> masing-masingnya, maka akan tibalah 30.000 wisatawan dari Indonesia.
>
> Itu sekelumit tentang tour de Singkarak. Saya akan kupas sedikit tentang
> pariwisata Sumatera Barat secara umum.
>
> Jika saya menjadi gubernur Sumatera Barat, saya akan perintahkan kepala
> dinas pariwisata untuk melakukan dua hal pokok. Pertama pembenahan terhadap
> objek-objek wisata, kedua membentuk tim promosi pariwisata Sumatera Barat.
> Pertama soal pembenahan objek wisata. Kalau saya adalah gubernur saya akan
> memastikan setiap program kerja dinas itu bermutu. Setiap hasil harus
> ter-ukur.
>
> Koordinasi dengan dinas pariwisata dati II sangat penting. Benahi sarana
> dan fasilitas objek kunjungan wisata. Pembenahan ini dua, pertama
> pembenahan fisik meliputi sarana dan prasarana, dan kedua non fisik yaitu
> menata sumber daya manusia yang tinggal di sekitar objek wisata tersebut.
> Kedua hal ini harus seimbang. Saya fikir dengan pendekatan yang tepat
> masyarakat akan memahami bahwa memajukan pariwisata adalah kebutuhan
> mereka. Dengan ini aksi premanisme akan bisa diatasi.
>
> Tentu menjalankannya tidak semudah menulis di atas kertas. Tapi itulah
> pekerjaan pemimpin, menurut saya. Saya akan perintahkan kepala dinas
> pariwisata untuk fokus kepada hal tersebut. Secara berkala saya evaluasi,
> kalau perlu saya libatkan masyarakat untuk mengawasi pekerjaan kepala dinas
> saya itu.
>
> Sederhana saja caranya, umumkan kepada masyarakat tentang program-program
> dinas tersebut beserta tujuan yang hendak dicapai, lalu dengan mekanisme
> tertentu libatkan masyarakat dalam pengawasannya. Umumkan pula hasil
> penilaian masyarakat tersebut. Hal ini agar kepala dinas merasa dia diawasi
> dari atas dan dari bawah. Saya akan bertegas-tegas pula kepada kepala dinas
> tersebut, jika anda tak mampu bekerja seperti cara saya, dan tidak sanggup
> menjalankan perintah saya, keLAUT saja.
>
> Pada saat usaha pembenahan membuahkan hasil, maka saya selaku gubernur
> Sumatera Barat akan memerintahkan pembentukan tim promosi pariwisata
> Sumatera Barat. Saya akan pastikan tim ini terdiri dari orang-orang
> berkompeten dalam bidangnya. Dengan demikian saya bisa berharap tim ini
> dapat bekerja baik. Tim ini akan menggandeng agent-agent dalam setiap
> aktivitasnya. Tim ini akan menjadi duta dari pemerintah Sumatera Barat yang
> akan berbicara kepada Indonesia dan dunia bahwa mereka layak datang ke
> Sumatera Barat.
>
> Di atas semua itu tentu pembenahan pariwisata ini akan tertumpu kepada
> keberanian dan ketegasan pemimpin. Tidak pula cukup itu saja, selain tegas
> dan berani harus pula memiliki tim yang seide sepemikiran. Bekerja kreatif
> melampaui harapan generasinya. Saya yakin gubernur kita sekarang dapat
> melakukannya, jika tidak sekarang mungkin di periode kedua. Jika belum juga
> mungkin beliau sengaja meninggalkan pekerjaan untuk saya.
>
>     --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke