FAKTA ARISAN SEKS BELUM DITEMUKAN<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31443-fakta-arisan-seks-belum-ditemukan>[image: PDF]<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31443-fakta-arisan-seks-belum-ditemukan?format=pdf>[image: Cetak]<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31443-fakta-arisan-seks-belum-ditemukan?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>[image: Surel]<http://harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=15e95d84fd39002de795877083282a034e12123f>Rabu, 07 May 2014 02:13
*PADANG, HALUAN — *Direktur LSM Madani Syaiful Rahman yang juga Mantan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota dua periode (2002-2012) mengaku sangat kaget atas merebaknya informasi praktik arisan seks di kalangan pelajar di kabupaten tersebut. Sejauh ini, dia belum menemukan fakta atas informasi yang telah menasional tersebut. “Fakta ke arah itu belum ada. Yang diekspos sejumlah ketua lembaga itu hanya sekedar informasi dari mulut ke mulut. Tapi data atas fakta itu mereka tak punya. Selama 10 tahun saya menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, indikasi adanya praktik arisan seks di kalangan pelajar di daerah ini tidak ada. Karena itu saya tidak yakin dengan info-info seperti itu,” kata Syaiful Rahman, Selasa (6/5). Menurut Syaiful, jika praktik arisan seks di kalangan pelajar itu benar-benar terjadi dan ada pihak yang memiliki data yang akurat atas kejadian itu, maka sebaiknya pihak tersebut memberikan penjelasan seterang-terangnya kepada pihak-pihak yang terkait, sehingga bisa ditindaklanjuti. Tujuan akhirnya adalah untuk menyelamatkan para pelajar atau generasi muda lainnya. “Namun, kalau tidak ada data dan fakta-fakta tentang itu, sebaiknya jangan sembarangan berkomentar, bahkan mengekspos informasi tersebut secara besar-besaran di media. Karena dampaknya juga tidak baik bagi daerah ini,” kata Syaiful sembari berujar bahwa dalam hitungan jari memang ada pelajar yang hamil di luar nikah. Tapi tidak ada praktik pengorganisiran arisan seks. Di daerah lain, pelajar yang hamil di luar nikah juga ada, tidak hanya di Limapuluh Kota. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota H Desri SPd MM juga dengan tegas mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya praktik arisan seks di kalangan pelajar SLTA Kabupaten Limapuluh Kota. “Kami telah cek dan *cross check* ke seluruh SLTA di Limapuluh Kota dan tidak satu pun ditemukan indikasi adanya kegiatan arisan seks di kalangan pelajar,” katanya. Pengakuan Desri, dia tidak akan menutup-nutupi informasi arisan seks pelajar di wilayah Limapuluh Kota jika informasi itu memang didukung data dan fakta. Bahkan dia siap bekerja sama dan mendukung jika ada pihak yang mau mengungkap soal praktik arisan seks tersebut. Desri mengungkapkan memang ada tiga siswi SLTA yang batal ikut UN 2014 pada April lalu, karena sudah hamil di luar nikah. Di antara mereka ada yang menyatakan mundur dari sekolah secara resmi. Tiga siswi tersebut berasal dari sekolah berbeda. Satu orang siswi SMAN 1 Luhak, satu siswi SMAN 1 Harau dan satu orang siswi dan SMAN 1 Situjuh. Masing-masing mereka tidak saling kenal antara satu dengan yang lainnya. Yang paling disorot itu pelajar SMAN 1 Situjuh, tapi siswi itu telah menikah. “Jadi sama sekali tidak ada indikasi tentang praktik arisan seks di daerah ini. Saya juga telah minta data kepada Ketua MUI dan LKAAM Kabupaten Limapuluh Kota, karena mereka yang mengekspos soal arisan seks, sehingga infonya jadi heboh. Tapi yang kita sangat sayangkan, ternyata mereka sama sekali tak punya data dan fakta-fakta pendukung ke arah itu. Sementara isu ini sudah menasional,” sebut Desri. Pada bagian lain Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menurunkan tiga tim untuk memverifikasi dugaan kasus arisan seks di Kabupaten Limapuluh Kota. Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Syamsulrizal, tim ini akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Limapuluh Kota, karena Dinkes Limapuluh Kota merupakan lembaga yang melakukan survei terkait kelahiran muda. Hasil pekerjaan tim yang melakukan investigasi diharapkan bisa diketahui satu minggu ke depan. “Selain kepada Dinkes Kota Payakumbuh, tim juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Limapuluh Kota. Hal tersebut bertutujuan untuk memastikan kebenaran, tentang dugaan Arisan seks di Limapuluh Kota,” kata Syamsulrizal, kemarin di Kantor Gubernur Sumbar. Sebelumnya, dalam rapat koordinasi antara MUI, LKAAM, dan tokoh masyarakat di Limapuluh Kota dimunculkan informasi adanya kasus arisan seks para pelajar SLTA. Tidak hanya itu, juga didapat data dari Dinas Kesehatan Limapuluh Kota bahwa terdapat 200 orang wanita hamil di luar nikah. *(h/eni/erz)* *http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31443-fakta-arisan-seks-belum-ditemukan <http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31443-fakta-arisan-seks-belum-ditemukan>* Sopir Angkot ‘Garap’ Siswi SMK<http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/31442-sopir-angkot-garap-siswi-smk->[image: PDF]<http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/31442-sopir-angkot-garap-siswi-smk-?format=pdf>[image: Cetak]<http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/31442-sopir-angkot-garap-siswi-smk-?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>[image: Surel]<http://harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=a0bca64f08022eaad396f4d542bf7475fc455330> Rabu, 07 May 2014 02:12 *DITANGKAP POLISI* *PAYAKUMBUH, HALUAN — *Kasus asusila kembali kembali terjadi di Luak Limopuluah dengan korbannya pelajar. Setelah pencabulan terhadap pelajar MTsN, hamilnya sejumlah siswi bahkan pemerkosaan karyawan swasta, kali ini seorang siswi ‘digarap’ sopir angkot. Korban bernama Bunga (samaran) siswi kelas II di salah satu sekolah menengah kejuruan swasta di Kota Payakumbuh. Ia merupakan warga Jorong Kampung Patai, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Bunga yang kos di Jorong Tabek Panjang, Kecamatan Payakumbuh itu, dicabuli oleh orang sekampungnya yakni Petro (26) seorang sopir angkot trayek Payakumbuh-Suliki. “Korban dan pelaku sudah saling kenal dan berpacaran. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku mencabuli korban alasan suka sama suka,” ujar AKBP Rubintoro Suhada Kapolres Payakumbuh melalui Kasat Reserse Kriminal AKP Albert Zain, Selasa (6/5) kemarin. Korban sering menumpang angkot pelaku dari tempat kos yang berjarak 7 kilometer ke sekolahnya. Mereka sempat bertukaran nomor hp. “ Berawal dari tukar nomor ponsel, pelaku dan korban akhirnya berpacaran,” tambah AKP Albert Zain. Karena sudah berpacaran, mereka pun sering ketemuan. Sebelum peristiwa pencabulan terjadi, persisnya 24 April lalu sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku mengajak korban untuk ketemuan yang kesekian kalinya. Tanpa menaruh curiga apapun, korban mengikuti permintaan pelaku. Dengan menggunakan angkot yang dibawa pelaku, mereka sempat berkeliling untuk pergi main-main hingga larut malam. Karena takut kembali ke tempat kos, akhirnya korban diajak pelaku menginap di rumah sepupunya di Jorong Kuranji Kecamatan Guguak atau sekitar 4 kilometer dari tempat kos korban. “Mereka berjanji ketemuan di Simpang Napar, setelah bertemu, pelaku membawa korban menginap ke rumah sepupunya. Disanalah pencabulan itu terjadi,” kata mantan Kasat Reserse Kriminal Polres Agam itu. Tak tanggung-tanggung, korban diajak menginap selama empat hari empat malam di rumah sepupu pelaku itu. Awalnya korban sempat menolak untuk berhubungan badan. Karena termakan bujuk rayu, akhinya korban pasrah dijamah pelaku. Selama menginap, korban tak pernah menghubungi siapapun, akhirnya membuat orang tua korban khawatir dan cemas. Bahkan orang tua korban sempat mendatangi tempat kosnya, tetapi siswi itu malah tidak berada di sana. Oleh sebab itu, pihak keluarga merasa kehilangan putrinya itu dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas kepolisian. ”Orang tua korban melapor karena tak ada kabar dari anak gadisnya. Mereka merasa kehilangan anggota keluarga. Saat dihubungi berhari-hari, nomor korban tak aktif,” ucap AKP Albert. Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, akhirnya petugas kepolisian melakukan pelacakan keberadaan korban. Tetapi, usai mencabuli korban selama 4 hari, persisnya pada tanggal 28 April, tersangka terlebih dahulu memulangkan korban ke tempat kosnya. Petugas pun memeriksa korban, dari pengakuannya, ternyata korban dibawa oleh seorang sopir angkot. Akhirnya tersangka ditangkap di Kelurahan Balai Baru, Kecamatan Payakumbuh Utara, Selasa (6/5) kemarin. Korban terancam undang-undang perlindungan anak serta pasal 332 KUHP pencabulan terhadap anak bawah umur dengan hukuman 7 tahun penjara. Dengan maraknya kasus asusila menimpa anak didik, baik di Kota Payakumbuh maupun di Kabupaten Limapuluh, membuat dewan pendidikan Luak Limopuluah angkat bicara. Meski merasa prihatin, Syaful Rahman berharap adanya perubahan terhadap konsep pendidikan yang ini malah tidak mendidik. Seperti pendidikan moral yang saat ini minim diajarkan kepada anak didik, begitupun pendidikan agama. Tak hanya itu, menurutnya, untuk kedepannya harus ada peran aktif dari orang tua, kaum adat, pemangku agama serta masyarakat sekitar untuk memperhatikan anak didik. “Semua harus berperan aktif, agar kejadian ini tidak terulang lagi. Hampir tiap hari didengar terkait kasus asusila yang menimpa anak didik kita. Cukup ini jadi pelajaran yang menyakitkan bagi kita semua,” ungkapnya. *(h/ddg)* *http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/31442-sopir-angkot-garap-siswi-smk- <http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/31442-sopir-angkot-garap-siswi-smk->* -- *Wassalam* *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
