Salam sanak Afrinaldi.

Banyak kawan2  ambo yang berminat berwisata ke ranah minang, ketika ambo 
promokan wisata nagari. Mereka batanyo apo nan dimaksud dg wisata nagari. 
Ambo katokan, wisata budaya sambil belajar adat istiadat minang dirumah gadang. 
Makan dan menginap dirumah gadang. 
Meskipun iko caro maloge awak ka  urang non minang tapi ambo yakin bilo ado nan 
memulai, kenapa tidak ? Sedangkan rumah adat yang brlapis cirik jawi sajo lai 
banyak urang  yang berdatangan bahkan dipromosikan dek gubernurnyo. Iko nan di 
lombok.

Jadi kok ka mambao wisatawan ka ranah jangan pertemukan turis lokal ini dengan 
masyarakat umum tapi langsung saja ke tempat tujuan wisata. Jemput mereka di 
bandara antarkan mereka sambil dipandu ke lokasi yang dituju. 

Sebagai contoh, apa keistimewaan  pulau karimun jawa ? Ternyata ada penduduk 
asli yang menawarkan paket 3 hari 2 malam seharga Rp 750 ribu. Mereka cuma 
menjemput di pelabuhan jepara dan kita diantarkan ke pulau dirumah penduduk.

Pertsnyaan adakah masyarakat kita yang mau menyewakan rumah gadangnya ? Kalau 
ada ambo ka mambawo rombongan ibu-ibu dan tentunya kita akan menyewa sesuai 
dengan tarif hotel.

Biar tidak mengganggu yang lain, kita bisa diskusi via japri saja ya.

Demikian dan terima kasih.

Evy Nizhamul



<div>-------- Pesan asli --------</div><div>Dari: 'Afrinaldi Sumpur' via 
RantauNet <[email protected]> </div><div>Tanggal:13/05/2014  14:57  
(GMT+07:00) </div><div>Ke: [email protected] </div><div>Subjek: Bls: 
Bls: [R@ntau-Net] Tour de Singkarak dan Potensi Wisata </div><div>
</div>Tarimokasiah banyak Da Zul. Semoga Uda Zul sekeluarga sehat selalu. 
Aamiin.

Salam,

Afrinaldi Sumpur

Pada Selasa, 13 Mei 2014 14:21, 'Zuhrizul' via RantauNet 
<[email protected]> menulis:
InsyaAllah dinda Afrinaldi , nan pantiang kalau amuah mambina masyarakat nyo 
sadar wisata mako urang travel Akan di untuangkan , " marugi manko Ka balabo " 
kecek inyiak wak saisuak .hehe..

Wassalam 
Zuhrizul/42.

Sent from my iPhone

On 13 May, 2014, at 14:09, "'Afrinaldi Sumpur' via RantauNet" 
<[email protected]> wrote:

Uda Zuhrizul jo Sanak di Palanta Kasadonyo.

Tarimokasiah atas sarannyo Uda Zul. Insyaallah nanti Rinal mndaftar di ASITA. 
Mohon bimbingannyo dari Uda Zul jo Senior nan lain bagi kami nan mudo-mudo nan 
baru mamulai marintis usahoko. Sebagaimano ide nan uda sampaikan dulu waktu 
kito basuo di Hotel ION di Padang, hendaknyo iyo satiok kabupaten di Sumbar 
mengembangkan 'Eco Tourisme". Untuak Kab. Sijunjuang insyaallah ambo angsua2 
pulo maniru konsep Lawang Park nan Da Zul kelola tu. Sakali lai mohon saran dan 
bimbingannyo.

Salam,


Afrinaldi Sumpur, 25th, rang Makkah Darek.

www.sumpuradventures.com

Kunjungi Sijunjung, Ranah Lansek Manih
Pada Selasa, 13 Mei 2014 10:18, 'Zuhrizul' via RantauNet 
<[email protected]> menulis:
Dinda Afrinaldi, ndak ado hubungan mendaftar yo kantua asita yg manumpang, 
Asita di biayai oleh iyuran anggota, dan ndak ado Dana pemerintah, jadi wajar u 
samantaro di kantua salah satu pengurus Sekretariat nyo, banyak manfaat jadi  
anggota, dapek informasi yang detail tentang Wisata, jadwal travel fair, 
saliang berbagi ilmu . Jadi daftar ajolah.. 

Wassalam
Zuhrizul 

Sent from my iPhone

On 13 May, 2014, at 9:36, Haswin Darwis <[email protected]> wrote:




2014-05-07 1:51 GMT+08:00 '[email protected]' via RantauNet 
<[email protected]>:
Pak Napilus, Pak Haswin Darwis jo dunsanak palanta kasadonyo.
Menarik gagsan yg disampaikan oleh dunsanak kito tsb, mudah2an pemerintah 
mndngar dan mwujudkanny.
Yg taraso dek ambo, tamasuak ambo ciek salah se2org yg baru marintis usaho di 
bidang tour & travel ko, skitar 1 th yg lalu dibantu oleh Pak Ephi Lintau 
untuak webn yo. dan alhamdlillah lai alun pulo trdaftar di ASITA tu hehe. Baa 
pulo kamandaftar ka Asita, kantuanyo sj manumpang pulo baru di kantua kawan.hehe
Mari kito saling bahu-membahu membanun industri pariwisata sumbar yg sehat dan 
berorientasi untuk masa depan.
Salam,
Afrinaldi Sumpur, 25th, Kampai.
www.sumpuradventures.com
Your Online Tour Travel & Adventure Partner
Dikirim dari Yahoo Mail pada Android

From: 'Y. Napilus' via RantauNet <[email protected]>;
To: RantauNet2 Milis <[email protected]>; Milis SMA1Bkt 
<[email protected]>; WSTB <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>;
Subject: [R@ntau-Net] Tour de Singkarak dan Potensi Wisata
Sent: Tue, May 6, 2014 10:57:51 AM

Ada yg forward, terbit di Opini Padeks katanya Sabtu lalu katanya. Krn terkait 
dg TdS dan mendorong Pariwisata Sumbar, menarik utk disimak sbg tambahan bahan 
pemikiran utk membantu meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Sumbar. Semoga 
positif, walaupun mungkin tidak mudah implementasinya. Namanya juga Opini. Tks

Salam,
Nofrins


Andai Saya Gubenur Sumatera Barat
(Tour de Singkarak dan Potensi Wisata)

Oleh: CEO Andalas Education Tour (AET Tour) Rizki Kurniawan N


Beberapa hari yang lalu saya membaca berita di surat kabar yang mengutip 
pernyataan gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang mengatakan bahwa 
pariwisata di Sumatera Barat sulit berkembang karena aksi premanisme. Bagi kita 
yang pernah melawat ke berbagai objek wisata, tentu ungkapan gubernur tersebut 
sudah bukan barang baru lagi.

Dimana-mana dan entah dari kapan persoalannya itu ke itu juga. Yang menjadi 
pertanyaannya adalah sejauh mana pemerintah serius untuk mengatasi persoalan 
itu. Sebagai salah satu pelaku usaha di bidang pariwisata, saya merasakan bahwa 
upaya pemerintah belum sungguh-sungguh.

Tulisan ini saya buat bukan untuk mendiskreditkan gubernur atau pihak-pihak 
terkait. Ini murni saya tulis sekedar untuk mencurahkan sekelumit gagasan, yang 
mana tau bisa memberi manfaat bagi sebagian orang. Soal apakah ada orang atau 
pihak akan merasa tersinggung saya pikir itu persoalan lain, tapi insya Allah 
di era demokrasi ini kita dapat bebas berpendapat. Saya pun juga yakin bahwa 
pemimpin-pemimpin kita adalah mereka yang berjiwa besar yang selalu berharap 
kritik demi kebaikan di masa depan.

Saya ingin membahas pariwisata Sumatera Barat secara umum namun memulainya dari 
hal yang khusus, yaitu soal pelaksanaan TOUR DE SINGKARAK. Event ini telah 
dilaksanakan berkali-kali dan menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Dan kini 
menjadi salah satu event pariwisata dunia, tentu penyelenggaraannya diharapkan 
dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

Bagi saya seorang anak muda yang baru memulai usaha dan sedikit membaca 
literatur soal bisnis dan pemerintahan, sederhananya mengatur pemerintahan itu 
tidak beda jauh dengan mengelola perusahaan. Seorang pengusaha tentu bertujuan 
untuk memperkaya dirinya, mensejahterakan karyawannya, dan mudah-mudahan dapat 
pula ia memberikan sebanyak-banyak nya manfaat kepada manusia disekitarnya.

Adapun pemerintah dengan segala tujuan-tujuannya tentu berujung kepada 
terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Perumpamaannya, Sumbar provinsi yang 
cukup besar dengan semua potensi alam dan Sumatera Barat Daya Manusianya. 
Sedangkan saya baru memimpin satu perusahaan kecil yang mulai berkembang.

Gubenur bertanggung jawab mensejahterakan rakyat Sumatera Barat, adapun saya 
bertanggung jawab mensejahterakan karyawan-karyawan saya. SAMA, tapi skala nya 
berbeda.

Baiklah, saya akan berandai-andai jika saya adalah gubernur Sumatera Barat.
Jika saya adalah gubernur Sumatera Barat maka saya akan mempelajari dengan 
detail evaluasi penyelenggaraan tour de Singkarak sepanjang event ini pernah 
diselenggarakan. Saya akan sangat fokus kepada berapa kenaikan kunjungan 
wisatawan pada saat event ini diselenggarakan. Pada saat saya memahaminya maka 
saya akan membandingkan apakah biaya penyelenggaraan event ini berimbang dengan 
hasil yang didapat. Kalau pengusaha tentu mencari laba bukan?

Kita ber-asumsi saja, misal modal penyelenggaraan event adalah 10 M, lalu 
berapa perputaran uang selama event itu berlangsung? Kita berasumsi lagi. 
Selama event itu ternyata berkunjung 5.000 wisatawan domestik dan mancanegara. 
Satu orang turis (domestik dan mancanegara kita pukul rata saja) kita anggap 
akan menghabiskan uang minimal Rp. 4.000.000/orang. Biaya tersebut sekitar 
Rp2.000.000 dibayarkan ke agent travel, dan Rp2.000.000 lainnya dibelanjakan 
langsung. Dengan demikian 5.000 wisatawan akan memutarkan uangnya sejumlah Rp20 
M di Sumatera Barat. Uang itu akan mengalir ke hotel, agen travel, restaurant, 
pengusaha bus, industri kreatif, pusat oleh-oleh, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, sampaikah jumlah wisatawan tahun 2013 berjumlah 5.000 orang yang 
datang khusus untuk menyaksikan event tour de Singkarak? Lalu dengan modal 10 
M, berapakah perputaran uang yang ideal agar kita dapat memperoleh laba yang 
besar sehingga event ini dapat kita sebut SUKSES.Tentu jawaban kita 
masing-masing nya akan berbeda.

Saya tidak akan fokus dalam angka-angka yang detail karena saya juga tidak 
memiliki data yang akurat. Angka-angka diatas sekedar ilustrasi agar kita bisa 
melihat suatu event itu dikatakan sukses atau gagal. Adapun yang saya rasakan, 
event ini tidak memberikan dampak kuat bagi peningkatan jumlah kunjungan 
wisatawan ke Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke