Aww.Ddn. ANB jo Palanta n.a.h. aaa) Sungguh enak adonyo analisis padek oleh seorang mudo nan lamo bakacimpuang dibidang jurnalis demikian satantangan dunia Islam Indonesia dulu dan masa kini. Kalaulah kito mancubo membahas dalam konteks nan mayoritas penduduk Indonesia terdaftar (Populasi BPS-maaf ambo indak paralu detil quantity) ngaku barugamo Islam bahwa secaro kasat mato iyo panueh, tapi sacaro kualitas ke-Islam-an nampaknyo iyolah indak baitu doh. bbb) Contoh nan jaleih dalam PILEG yl. secaro keseluruhan dapeik diliek bahwasanyo rakyat pemilih Islam terpecah kedalam kantong-kantong partai Islam dan non Islam, karano "Islam" dan lambang-lambang Islam indak mampu manyatukan kekuatan "ideologi" Islam yang pada arataihakekatnyo adolah Sosialis. Lihat saja sistem ZIS, pabilo dapeik di organisir oleh Ummat Islam Indonesia akan menjadikan kekuatan "ekonomi" yang dahsyat bagi pembangunan ummat Islam Indonesia. Artinyo pabilo ado kepemimpinan Partai Islam dengan program ZIS misalnyo back to Munsajik atau back to Surau di SB, seyogyanya "hantu" kemiskinan ummat Islam dapeik diatasi atau sakurang-kurangnyo dipaketeikkan. ccc) Ambo babarapo wakatu lalu sempat diskusi kecil basamo Angku MCB dan DC (YPRN) satantangan baa caronyo supayo dalam konteks SB/Nagori misalnyo penanganan ZIS dapeik dilakukan dengan bentuk atau unit usaha ekonomi kerakyatan di satiok Kenagarian SB, artinyo pemberdayaan ummat Islam (misalnya di Nagori-Nagori Prov. SB) melalui penangan pengumpulan ZIS seyogyanya bisa dilakukan. Nach disiko nampak jaleih bahwasanyo "kotak-kotak" ke-Islam-an rahayat Islam Indonesia dengan berbagai paratai baik berlandaskan Islam maupun tidaknyo lambang-lambang ugamo Islam nan manjadikan ummat Islam Indonesia terpecah belah dan dipecah belah untuk kepentingan-kepentingan pribadi/pimpinan/kaoem Ulama/dan para Uztad / atau pihak-pihak lainnya semata.
ddd) Elaborasi singkeik dan dangkal diateih ambo raso seyogyanya Ddn ANB dapeik maluruihkan dan atau setidak-tidaknyo mempunyai pemikiran yang cerdas dan cemerlang walaupun malatakkan dasar-dasar ekonomi kerakyatan / syariah semaso kehidupan Nabi Muhammad s.a.w. Amin Ya Rabbal Alamin. Wassalam, Haasma Depok Pada Rabu, 14 Mei 2014 10:40, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis: Sanak Ronald, mas Asmun, n.a.h. izin manyalo saketek soal "semaraknya kajian keislaman vs menurunnya praktik keislaman" ko. Tahun 2005 saat ambo masih jadi wartawan sebuah majalah berita, ambo pernah dijadikan narasumber (wartawan diwawancarai, hehehe...) oleh seorang jurnalis TV5 Monde Asia (TV Prancis), yang sedang membuat seri tayangan (1 jam) negara-negara Asia dengan angle dari tayangan TV di negara masing-masing, khususnya acara favorit. Jadi si jurnalis nan juo produser acara ko (padusi, ambo lupo namonyo, urang Prancis), mangecek bahwa tagline acara adalah "Tunjukkan acara TV anda, maka kami tunjukkan seperti apa masyarakat anda." Untuk narasumber Indonesia waktu itu kalau indak salah ado 8-10 urang, dari ulama, pakar komunikasi, seniman, wartawan, dll. Ambo satu-satunyo mewakili wartawan, yang menurut si jurnalis Prancis tu, namo ambo direkomendasikan oleh sutradara Garin Nugroho (yang juo salah surang narasumber). Poin-poin pertanyaan membuat ambo terhenyak (untuk tidak wawancara live, tapi taping sehingga daftar pertanyaan diberikan lebih dulu sehingga bisa dipelajari sebelum direkam): 1. Mengapa di masyarat dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, acara TV terpopuler justru talk show yang dipandu seorang transgender (maksudnya Dorce Gamalama, karena waktu itu acara "Dorce Show" memang sedang punya rating tertinggi di semua stasiun TV). Apakah muslim Indonesia orang-orang yang "bisa menerima" - permisif - soal transgender yang merupakan isu sensitif dalam agama? Juga banyak acara hiburan yang menampilkan sosok banci? 2. Mengapa di masyarakat dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, acara hantu seperti "Dunia Lain" dll juga masuk dalam tayangan dengan rating tinggi dan selalu ditunggu penonton? (Waktu itu si jurnalis Prancis menyertakan Nielsen Rating dari tayangan-tayangan pada periode wawancara dilakukan). Dalam logika si jurnalis, bukankah seharusnya di sebuah negara dengan populasi muslim terbanyak, acara "hantu belau" seharusnya hanya ditonton sedikit orang? Ada sejumlah pertanyaan lain yang menyangkut tayangan sinetron, tayangan religius (ceramah agama), tayangan anak-anak, segmentasi acara berita, dsb. Tapi yang paling menohok adalah dua pertanyaan di atas. Ringkasnya, ada semacam ketidaksinkronan yang fatal antara fakta Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak dengan tayangan favorit (rating tertinggi) yang muncul di saluran TV negeri ini. Beberapa tahun lalu, Ustad Gene Netto (mualaf asal Australia/Selandia Baru) yang kini aktif di Indonesia, pernah membuat tulisan menohok tentang tayangan Ramadhan di Indonesia (terutama tayangan jelang sahur) yang ditulisnya dengan gaya berkelakar, namun sungguh pahit: "ganti channel, banci, banci, banci lagi, ada tausiyah, banci juga, masih banci ..." Betapa tidak imbangnya, bahkan sudah di bulan suci Ramadhan, tentang proporsi tayangan. (Bisa kita cek Ramadhan depan, yang rasanya belum akan beda seperti komentar GN). Dan kini baru meledak kasus pedofilia di berbagai daerah yang dilihat banyak kalangan sebagai akibat langsung dari masifnya tayangan yang menampilkan banci/gay dari tayangan TV kita sejak pagi, siang, malam, sampai pagi lagi. Memang ada pesan sederhana untuk menangkal ini: matikan TV. Tapi jangan lupa, mayoritas masyarakat kita sangat tergantung pada TV dan mereka tidak punya pilihan selain menonton apa yang ditayangkan TV nasional (yang berlangganan cable TV hanya sedikit, sehingga bisa mencari alternatif tayangan yang lebih bermanfaat). Selera publik diatur oleh TV, lalu menjadi habit. Seorang kawan ambo pernah berkelakar juga dengan cerdas, "Yang paling lucu dengan fenomena banci ini adalah mereka tidak beranak, tapi berkembang biak sangat cepat." Ini satu sisi lain dari wajah Indonesia, di saluran televisi, yang menunjukkan betapa tidak sinkronnya dengan fakta sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Memang banyak sekali PR umat Islam di Indonesia. Belum hilang satu, sudah tumbuh seribu. Wass, ANB Pada 13 Mei 2014 21.14, Ronald P Putra <[email protected]> menulis: Mamak Asmardi nah >Indak bisa disanggah apo yg mamak uraikan, memang itu yg nampak dan taraso >dipermukaan kini. >Ambo ingin pulo manyampaikan dari angle yg agak berbeda ... >Duo tahun lalu ambo bakuliliang Jawa Barat utk mancari pesantren atau boarding >school utk si sulung. Dari sekian sekolah Islam yg dikunjungi dan tukar >pikiran jo pihak sekolah, ternyata yg mendaftar salalu melebihi kuota sampai >indak tatampuang, dari SD sampai SMA. Ambo perhatikan para urang tuo yg bagitu >sumangaik mantaan anak mereka masuak sakolah2 Islam dan berharap menjadi >penghafal2 Qur'an nantinyo, iko tajadi tiok tahun dan merata hampir di seluruh >pesantren/sekolah Islam di tanah air, ado ghirah utk menciptakan generasi >Rabbani - istilah mereka....ambo bergidik, Islam punyo masa depan di negara >ini. >Di sisi lain, semaraknya kajian keIslaman, semangatnya para orang tua >mengikuti kajian Islamic Parenting, bertumbuhnya kesadaran utk menbangun >keluarga Islami, Kajian produk makanan halal, membludaknya buku-buku Islam, >tumbuh suburnya rumah-rumah tahfidz...ambo bergidik baliak, apakah benar >ramalan dari beberapa pihak bahwa dari negara ini nanti akan bermunculan >generasi Islam yg mampu menjawab semua tantangan ? bukan hanya lokal tapi >merambah ke berbagai belahan bumi ? Bisakah ? Ambo optimis dan selalu berdo'a >utk itu. >Batua sakali baso ado upaya besar utk menghantam Islam, alah banyak hasilnyo >dan akan terus berusaha sampai akhir zaman. Itu sunatullah. Tapi di sisi lain, >Allah juga siapkan generasi Islam yg yang akan head-to-head dengan >mereka-mereka yang mamak sebutkan itu dimasa yang akan datang, baik secara >pemikiran, atau bahkan mungkin dalam peperangan physik. >“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang diatas kebenaran >dan akan menang hingga datang urusan Alloh”. (HR. Ahmad IV/248). >Bukannyo kini perang pemikiran itu indak ado, akan selalu ado. Tapi dimasa >depan, ambo pribadi maliek dikotominyo akan samakin jaleh, antaro sekularis >dgn segala turunan ismenya, berhadapan dengan kaum Islamis. Kini sajo alah >taraso arahnyo ka situ, dan prediksi ambo, dimaso nanti akan semakin >mengerucut dan terang-terangan pertentangannyo. Bukankah dibeberapa negara iko >alah tajadi ? >Saketek dari ambo yoh mak, >Wassalam >Ronald - Depok > > >On May 13, 2014 2:53 PM, "Asmardi Arbi" <[email protected]> wrote: > >On 05/12/2014 09:10, Asmardi Arbi wrote: >> >> >>>Bung Syafrudin jo Ronald nan samo2 cinto NKRI jo Islam, >>>Sabananyo nan tajadi di NKRI nan mayoritas Islam ko adolah keberhasilan Konspirasi Global dalam manjalankan skenario2 nan alah dirumuskan mereka dalam Protokol Yahudi jo Paham ILUMINATI tentang bagaimana menguasai dunia. Keberhasilan mereka di INDONESIA dimulai dengan menguasai Ekonomi melalui kekuatan Ekonomi Asing dan Aseng. Para elit politik tidak mau peduli dengan skenario ini. >>> >>>Pada masa pemilu 2014 ini mereka mulai mencoba menguasai puncak kekuasaan Politik yang sudah mereka rintis sejak berlakunya amandemen UUD 1945 menjadi UUD 2002 yang dikendalikan oleh Konsultan Asing ( NDI ) yang bercokol di MPR/DPR RI dan didukung oleh LSM DN yang didanai Asing, sehingga kehidupan NKRI berbau Liberalisme.. Kalau mereka berhasil pada PILPRES bulan Juli 2014 nanti mendudukan presiden Bonekanya maka sempurnalah mereka menguasai seluruh aspek kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia IPOLEKSOSBUDHANKAM ( HUKUM, ADAT dan AGAMA termasuk didalamnya ). >>> >>>Agama Islam yang paling potensial menentang mereka sudah berhasil dilemahkan justeru melalui para Elit Islam sendiri yang haus dengan Harta dan Kekuasaan. Umat Islam sendiri mereka lemahkan melalui kehidupan SOSBUD HUKUM dan AGAMA dengan KKN, Pornografi, Narkoba ,Hedonisme,Miras ,Perjudian dst.. >>> >>>Masih ada waktu untuk mencegah ini terjadi. Pahami Skenario2 dalam referensi tsb diatas , dan peringatkan para elit yang masih merasa masih cinta NKRI dan Islam serta penerangan intensif keseluruh rakyat Indonesia.. Sekedar pandapek Maminteh sabalun Hanyuik. >>> >>>Wassalam, >>>Asmardi Arbi-Tangsel. >>> >>>On 12/05/2014 22:25, Ronald P Putra wrote: >>> >>>Pak Syafruddin... >>>>Saribu persen ambo satuju... >>>>Wassalam >>>>Ronald - Depok >>>>On May 12, 2014 7:17 PM, "Syafruddin Syaiyar" <[email protected]> wrote: >>>> >>>>Pak Ronald, >>>>> >>>>> >>>>>Kalo buliah manyolo, factor utamanyo adolah islamphobia yang sadar ataupun >>>>>indak sadar alah tamakan di urang Islam itu sandiri.. Yang berkaitan >>>>>dengan islam alun apo apo lai lah dikatokan indak bamutu... kuno..indak >>>>>toleran..Dan yang paliang manyadiahkan urang islam sandiri alah banyak >>>>>yang elergi jo kato kato islam.. Islam nyo kerdilkan sekedar sumbayang jo >>>>>mangaji.. yang lain lain, apolai urusan duniawi tamasuak politik nyo >>>>>balakangkan. Urang islam banyak yang malu dan gengsi jo apo apo yang >>>>>takaik jo yang namonya islam.. kalo dapek sumbayangpun jo baeee mandok >>>>>mandok.. takuik dicameehkan kawan kawannyo.. Itulah kondisi real/nyato >>>>>yang ado di dunia kini.. >>>>> >>>>> >>>>>Iko indak hanyo balaku jo urang awam.. para kiai.. syeikh.. dan >>>>>intelektual islampun alah banyak nan indak picayo lai ,,islam sebagai >>>>>solusi... contoh nyato sajo sheikh tertinggi Al Azhar di Mesir, >>>>>bersekongkol jo kaum kapia, secular dan miter menghancurkan Presiden Morsi >>>>>dan MB yang berslogan Islam Sebagai Solusi...Kabaa juo lai alah baitu juo >>>>>jamannnyo..fenomena akhir jaman... >>>>> >>>>> >>>>>Dunia alah dikuasoi oleh media yang dikuasai kaum kapai dan anti islam... >>>>>apo apo yang takaik dan mamburuakkan citra Islam nyo blow up sagadang >>>>>gadangnyoo.. apo yang ado kabaikan dan prestasi urang islam beritanyo >>>>>kalo ado minim sajooo.. Baitu juo jo urang urang yang takaik jo islam dan >>>>>mambao bandera islam.. indak ado prestasinyo yang Nampak, walaupun dari >>>>>segi intelektual, pencapaian, karajo dan visi misssinyo indak kalah jo >>>>>urang lain.. Contoh nyato sajo alah ado dimuko kito.. salah satu calon >>>>>presiden kito, yang indak takaik jo yang namonyo islam, jadi media >>>>>darling.. .. melonggo pun inyo alah dianggap sebagai prestasi dan sagalo >>>>>kekurangannyo. dimaafkan dan dapek dipahami.... >>>>>Talabiah takurang mohon maaf.. sakadar manyolo stek sajo.. >>>>> >>>>> >>>>>Wass, >>>>>Sfd, Paramaribo, Suriname. >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >> -- >>. >>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>=========================================================== >>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>* DILARANG: >>1. Email besar dari 200KB; >>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>3. Email One Liner. >>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>mengirimkan biodata! >>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >>subjeknya. >>=========================================================== >>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >>http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>--- >>Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. >>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >>email ke [email protected]. >>Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> -- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke [email protected]. >Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
