Sdr Maturidi, Sdr Afdal Ali Fahmi, Pak Saf, dkk di RN, Salam. Syukurlah akhirnya terbetik bahwa pemurtadan dan upaya Kristenisasi serta perusakan moral bangsa melalui penjualan sex terjadi di sepanjang jalan keretapi di Banuhampu yang dilakukan oleh suku Batak Keristen yang menyewa tanah/rumah di sana secara ilegal. Jadi bukan urang Banuhampu sendiri nan lah masuak Karisten. Urang Batak nan lah karisten juo. Atau memang ada orang BH yang telah mereka karistenkan? Inilah contoh dari bombasme berita itu yang kita di RN tidak cukup jeli dan kritis dalam menanggapinya. Mengatakan 300 pemurtadan telah terjadi di BH, kalau itu memang terjadi di sepanjang rel karetapi, sangat luar biasa, dan tidak mungkin orang BH sendiri tidak tahu kalau pemurtadan itu terjadi terhadap orang BH sendiri atau orang bukan BH pun. Sekarang, kalau memang itu terjadi di sepanjang jalan keretapi itu, tugas kita tidak lain, pertama, memastikan ada atau tidak adanya upaya pemurtadan atau kristenisasi itu. Kedua, ada atau tidak ada, mendesak agar seluruh pemukiman di sepanjang jalan karetapi yang ilegal itu dihapus. Ketiga, kalau pihak perkeretapian tidak bergeming, mengangkatkan issu ini ke tingkat provinsi dan nasional. Empat, kalau tidak juga, berdemo dan memaksa pihak perkerataapian menggusur semua rumah ilegal yang mestinya tidak ada itu. Mari semua kita peduli dan sepakat untuk itu. Saklam, MN
On Sunday, May 25, 2014 10:41 PM, Maturidi Donsan <[email protected]> wrote: Sanak di Palanta. Disepanjang rel kereta daerah Banuhampu tu ruponyo alah banyak lapak batak, nan sadonyo salib, malah kabanyo dikontrakan tahunan oleh PT KAI. Nampaknyo batak ko masuak ka Sumbar by design. Tahu nyo, tak bisa menghuni perumahan luar, kecuali DI KOMUNITAS Nias, Cina dan hotel, dicarikanlah tanah Negara oleh yang mendisign. Mungkin tadinya Pimpinan KAI nan di Sumbar ko banyak lo nan Salib. Lapak rel kereta tingga ko harusnya dihabisi kontraknyo oleh KAI “Info dari ranah, Afdal Ali Fahmi: Kalau di Agam khususnyo Banuhampu, ambo alun dapek informasi ttg itu lai. Tapi nan ambo caliak, disepanjang rel kereta api tu yo banyak batak tingga disitu. Tanah tu disewanyo dari PT KAI. Jadi rang kampung indak bisa menggarik mausie urang-urang tu doh. Inyo di tanah Negara. Nan parahnyo mnrt kawan beberapa bulan lalu, ado rumah rumah di rel kereta api tu nan manjadi kamar-kamar sex ekonomis.” Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
