Ini melibatkan pak Bupati dari ketiga luhak, Tanah Datar, Agam dan LIma Puluh Kota.
Kalau ketiga luhak itu lengah, sepanjang rel Padang Panjang - Pikumbuh akan berdiri lapak malah mungkin dibangun permanent karena mereka merasa telah menyewa ( bagi kebanyakan mereka, kontrak/ sewa itu, sudah izin segala-galanya). Kalau tidak ditindak cepat akan meninggikan biaya pembersihan jalan KA malah bisa menghalangi.. Untuk itu hendaknya PT KAI tidak lagi mengeluarkan izin/menyewakan lapak tersebut atau mulai tahun 2014 tidak ada lagi penyewaan lapak kereta api dari PT KAI. Kalau PT KAI Sumbar, menolak telah menyewakan lapak tersebut, harusnya PT KAI mengeluarka edaran atau melalui PADEK/ Singgalang dsb agar diketauhui umum bahwa penempatan lapak kereta itu oleh umum adalah liar. Mudahan-mudahan saran ini sapai ke pak Bupati terkait dan PT KAI. Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 26 Mei 2014 07.53, asfarinal2000 via RantauNet < [email protected]> menulis: > pak, disiko ado Bupati Agam. Bisa wak ajak diskusi dan solusi. Memang > daerah Agam dan Padang Panjang Tanah Datar yg ditunggu respon agresifnyo > utk pembebasan rel ko. Kalau dari KAI lah ado niat mereka utk ma aktifkan > kereta api. > disiko ado dunsanak awakpun dibawah komando Da Nofrin samo Sanak Kurnia. > Kalau Walikota Bukiktinggi lah dari maso pak Jufri lah ingin ma > mambarasihkan kawasan rel dan inggin kereta masuak Bukiktinggi. > > > Nanang, Jkt > > Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network. > *From: *Maturidi Donsan > *Sent: *Sunday, 25 May 2014 22:41 > *To: *[email protected] > *Reply To: *[email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] KEMUNGKINAN PEMURTADAN KO DARI REL KERETA API > > Sanak di Palanta. > > Disepanjang rel kereta daerah Banuhampu tu ruponyo alah banyak lapak > batak, nan sadonyo salib, malah kabanyo dikontrakan tahunan oleh PT KAI. > > Nampaknyo batak ko masuak ka Sumbar by design. > > Tahu nyo, tak bisa menghuni perumahan luar, kecuali DI KOMUNITAS Nias, > Cina dan hotel, dicarikanlah tanah Negara oleh yang mendisign. > > Mungkin tadinya Pimpinan KAI nan di Sumbar ko banyak lo nan Salib. > > > > Lapak rel kereta tingga ko harusnya dihabisi kontraknyo oleh KAI > > > > “Info dari ranah, Afdal Ali Fahmi: > > Kalau di Agam khususnyo Banuhampu, ambo alun dapek informasi ttg itu lai. > Tapi nan ambo caliak, disepanjang rel kereta api tu yo banyak batak tingga > disitu. Tanah tu disewanyo dari PT KAI. Jadi rang kampung indak bisa > menggarik mausie urang-urang tu doh. Inyo di tanah Negara. Nan parahnyo > mnrt kawan beberapa bulan lalu, ado rumah rumah di rel kereta api tu nan > manjadi kamar-kamar sex ekonomis.” > > > > Wass, > > Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau > > > > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
