Jelas sudah, Tempo.co, Detik.com, TribunNews, Kompas, Metro TV, suka buat
berita bohong demi dukung Jokowi...

Video: Din Syamsuddin Klarifikasi Berita 'Jokowi Shalat' Yang Diplintir
Media Nasional

*JAKARTA (voa-islam.com <http://voa-islam.com>)* - Jika selama ini media
Islam dituding sebagai media dengan jurnalisme prasangka dan fitnah
ternyata tidak sepenuhnya benar. Media Islam memposisikan setiap huruf yang
di torehkannya di media online bagai peluru tajam yang hendak membunuh
setiap dusta dan konspirasi media nasional yang di dukung 'asing & aseng'.

Bagi umat Islam, media adalah setengahnya Jihad melawan dikotomi dan
konspirasi 'mind control' yang dilakukan media mainstream, "..media
nasional menghalalkan segala cara, plintir berita agar umat bias dan
membuat keragu-raguan atas fakta yang ada. Pola 'pathology of normalcy'
menjadi lazim, mereka melazimkan kesalahan secara terus menerus sehingga
rakyat lama kelamaan akan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar, padahal
jika kembalikan kepada Al Qur'an dan As Sunnah maka akan nampak kemunkaran
demi kemunkaran." imbuh Abu Ammar salah satu pendiri Voa-Islam.com.


 "..Pola 'pathology of normalcy' menjadi lazim, mereka melazimkan kesalahan
secara terus menerus sehingga rakyat lama kelamaan akan menganggapnya
sebagai sesuatu yang wajar, padahal jika kembalikan kepada Al Qur'an dan As
Sunnah maka akan nampak kemunkaran demi kemunkaran." imbuh Abu Ammar salah
satu pendiri Voa-Islam.com

Media Tempo, Detik, Tribunnews, Kompas, MetroTV 'membebek' dalam kasus
klaim sepihak kubu Jokowi, Iwan Fals dan Din Syamsuddin menampik Sebagai
Tim sukses Jokowi.


Kasus Iwan Fals dan Din Syamsuddin salah satunya, media nasional gegabah
memberitakan fakta. Alangkah bodohnya media sekelas Tempo, Detik,
Tribunnews, Kompas Dan Metro TV gagal dalam memastikan keabsahan berita
yang terkait dengan Jokowi. Media nasional sudah latah dan suap jurnalisme
asal klaim dan membabi buta memberitakan kasus Jokowi.


Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, menampik klaim sepihak dan
kasus plintir berita yang dimanipulasi oleh media pendukung Jokowi seperti
Tempo, Detik, TribunNews, Kompas, Metro tv dan media Jokowi lainnya.


Apa lacur? Pemberitaan bhwa Jokowi "Cara salatnya bagus, bacaan Al-Qurannya
pun panjang-panjang," ujar Prof. DR Din Syamsuddin bercerita di sela-sela
mengomentari pidato politik Jokowi di Tanwir Muhammadiyah, Kalimantan
Selatan, Sabtu, 24 Mei 2014. *BERITA TERSEBUT TIDAKLAH BENAR.*


 *Sumber berita
<http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/25/269580193/Din-Syamsuddin-Salat-Jokowi-Bagus-Quran-nya-Apik>
tempo*


 Fakta ini terungkap saat itu Jokowi menjadi imam sholat Dzuhur di Masjid
At Taqwa di kawasan Gedung PP Muhammadiyah pada Kamis siang 20 Maret 2014.
Klarifikasi: Sholat Dzuhur merupakan sholat yang dilakukan secara lirih
(alias tidak bersuara nyaring seperti sholat Maghrib, Isya dan Shubuh).


Bagaimana mungkin bacaannya bisa dinilai bagus dan panjang-panjang, lha
wong bacaannya tidak kedengeran?


Dalam kesempatan klarifikasi melalu video tersebut, Prof. Dr. KH. Din
Syamsuddin tidak pernah mengatakan bahwa bacaan sholat Jokowi bagus.


Setiap tamu kehormatan yang berkunjung ke PP Muhammadiyyah selalu
dipersilahkan oleh menjadi Imam Sholat sebagai penghormatan. Bukan berarti
mendukung.


"Khitah Muhammadiyah tidak mempunyai hubungan organisatoris dan struktural
dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun," tegas Din kepada
wartawan usai pertemuan dengan Jokowi dan sejumlah tokoh di Gedung Pusat
Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).


Din juga menegaskan Muhammadiyah secara kelembagaan tidak terlibat dalam
politik praktis. Namun tak melarang warganya untuk memberikan pilihan
politiknya.

"Yang kedua, Muhammadiyah tidak secara kelembagaan terlibat dalam politik
kekuasaan, tapi memberi kebebasan pada warga Muhammadiyah," imbuh Din.

Ini Videonya:


*Iwan Fals Menampik Klaim Kubu Jokowi*


Iwan Fals angkat bicara soal 'klaim' sepihak tanpa kroscek si empunya nama,
penyanyi legendaris Iwan Fals yang diklaim juga memberi dukungan kepada
pasangan Jokowi-JK ternyata adalah berita palsu dan gegabah.

Klaim ini muncul lantaran Jokowi pernah mengunjungi kediaman Iwan Fals di
Depok, Jawa Barat pada Kamis (3/4/2014) lalu. Padahal, saat itu, Iwan Fals
secara terang menyebutkan pihaknya tidak memberi dukungan pada Jokowi untuk
maju dalam Pilpres 2014. "Saya tidak mau mengatakan dukung-mendukung,
karena nanti disangka memihak," cetus Iwan


Penegasan Iwan dalam pertemuan tersebut nyatanya tidak dipahami dengan baik
oleh para pendukung Jokowi.

Penegasan itu juga dilakukan via akun Facebook resmi milik Iwan Fals, 23
Mei 2014 lalu. Ia menulis klarifikasi tentang isu yang menyebutkan dirinya
mendukung Jokowi menjadi presiden. "Kami, sebagai manajemen Iwan Fals,
dengan ini menyatakan bahwa isu yang beredar tentang Iwan Fals mendukung
Jokowi adalah tidak benar," tulis akun yang memiliki fans sebanyak 5,6 juta
itu.


Nah lho, ramai-ramai menolak klaim sepihak kubu Jokowi. Oh Ow.. Kamu
ketahuaaan... [dbs/adivammar/voa-islam.com]


- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/05/28/30628/video-din-syamsuddin-klarifikasi-berita-jokowi-shalat-yang-diplintir-media-nasional/#sthash.DSjGByGN.LxGcX0kf.dpuf

*----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. **Karena Disitulah
Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan
-----*

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke