http://hariansinggalang.co.id/rang-piaman-jadi-kajati-bali/

RANG PIAMAN JADI KAJATI BALI

PADANG – Putra Minang kembali memimpin Korps Adhiyaksa di Bali. Kali ini
putra terbaik Pariaman Aditiawarman namanya. Mantan Wakajati Kalimantan
Selatan ini, Rabu (28/5) lalu dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi
Bali, bersama 7 Kajati lain di Indonesia oleh Jaksa Agung Basrief Arief .
[image: Aditiawarman]
<http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2014/05/kajai.jpg>

Aditiawarman

Aditiawarman bukanlah orang baru di jajaran penegak hukum. Berpengalaman
melaksanakan tugas sebagai jaksa di berbagai daerah. Alumni Fakultas Hukum
Unand angkatan 82 itu memulai karir di Muaralabuh, Solok Selatan.
Karirnya menanjak, dimulai dari Kasi Intel Kejati Riau, lantas jadi Kepala
Kejaksaan Negeri Sinabang, kemudian pindah ke Belawan. Selanjutnya,
dipercaya menjabat Kejari Rantau Perapat Sumatera Utara. Dari Sumatera
Utara Aditia promosi menjadi Asisten Pengawasan Kejati Nusa Tenggara Timur
dan setelah itu ia dipercaya menjadi Kajari Singaraja, Bali.
Dari Singaraja ia dipanggil ke Kejaksaan Agung dengan posisi KTU pada Jaksa
Agung Muda Bidang Pembinaan. Ternyata pengalaman melalangbuana di berbagai
daerah, menjadi perhatian pimpinan kejaksaan terhadap Aditia. Sebuah
jabatan prestisius di ibukota pun diamanahkan kepadanya, sebagai Aspidsus
Kejati DKI Jakarta. Tak lama di DKI, dia ‘ditarik’ kembali menjadi salah
seorang koordinator di Gedung Bundar.

Posisi koordinator, menjadi salah satu prasyarat untuk jabatan lebih
tinggi. Dari sinilah ia ditugaskan sebagai Wakajati Kalimantan Selatan.
Jabatan yang selama delapan bulan diembannya di provinsi dengan ibukota
Banjarmasih, sebelum dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.
“Kepercayaan demi kepercayaan tersebut saya terima sebagai amanah dalam
tugas-tugas penegakan hukum di tempat saya bertugas,” katanya pada
perbincangan singkat kemarin.
Dalam bertugas sebagai penegak hukum, Aditiawarman, berpegang pada prinsip,
akan melakukan tindakan secara parsial dalam menangani segala perkara
dengan mengedepankan hati nurani dan tetap mempertimbangkan kearifan lokal.
Selain itu, karakter keras Aditiawarman dalam penegakan hukum dibentuk juga
dari kehidupan di kampungnya, Pariaman. Kehidupan pasie yang keras terbawa
olehnya kemana pergi. Artinya, dalam menegakkan hukum dia tegas, tidak
takut, dan berpegang teguh pada prinsip hidupnya. Latar belakang kampung
itu jugalah yang melandasi perjalanan karirnya di kejaksaan.
Menariknya, dimana pun bertugas, pria kelahiran 29 Desember 1961 itu selalu
menyempatkan diri pulang kampung ke Pariaman, setidaknya ia mengupayakan
sekali 2 minggu atau sebulan sekali. Pulang kampung, katanya, sebagai
motivasi dalam berkarir. Ada tradisi yang kental di Pariaman, yaitu cemooh
di lapau.
Cemooh saat duduk di lapau ketika pulang kampung inilah yang melecutnya
untuk berbuat lebih baik lagi dalam menjalani karir di jalur penegakan
hukum.
Kemudian, duduk di lapau, juga menjadi kesempatan bagi Aditiawarman untuk
mengedukasi masyarakat tentang masalah hukum. “Saat duduk di lapau itu
masyarakat banyak bertanya, kasus ini bagaimana. Lalu saya jelaskan sambil
mengedukasi mereka,” ujar suami Vita Siswati ini.
Menurut alumni SMA 1 Pariaman ini, bahwa pemahaman hukum orang kampung
cukup bagus. Secara praktis, mereka mengerti. “Namun, secara akademis,
mereka perlu edukasi dari kita sebagai penegak hukum,” kata ayah dari Agung
Aditya Lingga, Tegar Arif Wicaksana, dan Anisa Aurora Pradipta, tersebut.
Keberhasilan rang Piaman ini juga menjadi kebanggaan masyarakat dan tokoh
Piaman lainnya. Ketua PKDP Sumbar, Muslim Kasim, mengucapkan selamat dan
rasa bangga atas kebersahilan putra Sumbar di daerah lain.
“Kita bangga, putra Sumbar, khususnya Pariaman, sukses di negeri orang.
Diharapkan, Pak Aditya bisa menjalankan amanah yang diberikan kepadanya
dengan baik dan benar,” kata Muslim Kasim, yang juga pernah bertugas di
Bali.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Universitas Andalas
(FHUA), Ismet Amziz, juga bahagia dan bangga dengan keberhasilan
Aditiawarman. Menurut Wali Kota Bukittinggi itu, sebagai alumni FHUA,
Aditia telah mengharumkan nama almamaternya. (406)


-- 


*Andri Satria Masri, S.E., M.E.*

Kasubag Sistim Informasi, Aplikasi dan Persandian

Bagian Pengolahan Data Elektronik Setdakab Padang Pariaman

L/42/Koto/Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman


 *Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.*
My profiles: [image: Facebook] <http://www.facebook.com/andri.masri> [image:
Blogger] <http://andrimasri.blogspot.com> [image: WordPress]
<http://andrisatria.wordpress.com> [image: Twitter]
<http://twitter.com/AndriSatria>
Contact me: [image: Google Talk] [email protected] [image: Y! messenger]
[email protected]
 Get a signature like this.
<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17>
CLICK
HERE.
<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke