Kebanggaan dari Kandang Ternak Abu Sadar, 60, berdiri bangga di samping kandang ternaknya yang baru. Lebih dari separuh hidupnya ia habiskan untuk bertani dan berternak, tapi baru kali ini ia membuat kandang dengan teori yang sebelumnya diperoleh dari ahlinya, yakni teknisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang. Hasilnya, sebuah kandang beratap rumbia dengan cor lantai pun berdiri tak jauh dari rumahnya. Pembuatan kandang tersebut merupakan aplikasi dari teori yang diberikan oleh teknisi dari Fakultas Peternakan Unand tersebut, sebagai bagian dari pemberdayaan peternak kurang mampu oleh Dompet Dhuafa Singgalang di daerah Tabek Batu, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang. Materi tentang pembuatan kandang ternak yang sehat tersebut diberikan saat pertemuan rutin setiap minggu pada dua minggu yang lalu. Pertemuan yang biasanya diisi dengan materi-materi teknis peternakan, penguatan kelompok serta peningkatan keislaman. Kandang yang baru tersebut setidaknya memberikan harapan bagi Abu Sadar dalam pengelolaan ternak sapi yang lebih baik di masa mendatang. Apalagi, dalam perjalanannya nanti, pemeliharan sapi ternak dari Dompet Dhuafa Singgalang akan dikawal oleh relawan DDS dengan pembinaan dari ahlinya. Sehingga, meskipun sudah terbilang tua, ia masih bisa memanfaatkan tenaganya untuk membantu pendapatan keluarga. Apalagi beberapa orang anaknya masih ada yang belum menikah. Peternak lain yang juga selalu nampak antusias mengikuti pelatihan- pelatihan dan pengajaran spritual yang diadakan DDS adalah Nazaruddin, 47. Pria tamatan Sekolah Dasar ini punya cerita sendiri tentang hewan ternak. Dua kali ternak sapinya yang ditambatkan dalam kandang di belakang rumah hilang tak berbekas. Ia sempat stres akibat kejadian dua kali kehilangan berturut-turut itu. Apalagi, Nazaruddin sangat berharap dari penghasilan ternaknya. Karena, sawah miliknya yang luasnya sangat sedikit tidak bisa diandalkan untuk menghidupi istri dan enam orang anaknya. Saat ini, dua orang anaknya masih duduk di bangku sekolah, sementara dua lagi masih balita. Datangnya bantuan satu ekor sapi bagi Nazaruddin seperti satu kesempatan besar dalam kehidupannya. Ditambah dengan pembinaan-pembianaan yang dilakukan DDS sejalan dengan bantuan fisik yang diberikan. Sementara, Ketua RT 2/4, Parmilis, menyambut gembira adanya program pemberdayaan peternak miskin di daerahnya. Diwadahi dalam 'Kelompok Senyum Peternak Mardhatillah', 20 peternak yang tergabung di dalamnya diharapkan dapat membawa manfaat bagi keluarga maupun perekonomian masyarakat setempat secara luas. "Hal lain yang menggembirakan adalah selama ini pengajaran-pengajaran spritual agak jarang di Musala Mardhatillah. Alhamdulillah, sejalan dengan adanya program ini pengajaran spritual juga sering dilakukan," ujarnya. Selama hampir satu setengah bulan berjalan, program KSP Mardhatillah telah memulai berbagai pelatihan dan pemberian materi tentang teknis peternakan maupun materi spritual. Materi tentang teknis peternakan yang telah diberikan, seperti pakan ternak, manajemen kesehatan ternak, dan pelatihan reproduksi ternak. Pengetahuan tentang reproduksi ternak tersebut diperlukan untuk memberikan pengetahuan peternak untuk bagaimana menangani kondisi melahirkan atau mencegah keguguran pada sapi. Realisasi dari program kampung senyum peternak ini adalah dengan memberikan 20 ekor sapi pada 20 keluarga untuk dikembangkan. Bila program ini sukses, diharapkan akan terus berlanjut sampai ternak yang satu ekor tersebut bisa berkembang biak. Bahkan, bila ada kepercayaan dari pihak lain untuk ikut serta mendukung program ini, maka tak tertutup kemungkinan untuk program ini ditempatkan di daerah lainnya di Sumatra Barat. Kemungkinan berhasilnya program ini pun cukup besar. Karena, selama satu tahun akan dilakukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat yang mendapat bantuan sapi tersebut. Pendampingan dilakukan oleh relawan DDS sendiri. Sedangkan pembinaan akan melibatkan sejumlah pakar yang ahli di bidangnya. Direncanakan, setelah pemberian materi selama satu setengah bulan, baru 20 ekor sapi dari DDS akan diserahkan kepada masyarakat di sana. Targetnya, masyarakat mengetahui atau memahami ilmu beternak terlebih dahulu sebelum memulai prakteknya. Setelah itu, kelompok akan melakukan fill trip ke daerah sentra ternak di Payakumbuh untuk studi banding dan meningkatkan pengetahuan peternakan.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
