“Hmmm…. seingat aku, konon kabarnya binatang ini merupakan piaraan dari Dewi Kipeh Matohari dari Gunung Merapi. Tapi kenapa dia menanyakan hal ini, apa dia kenal dengan sang Dewi atau dia juga memelihara binatang ini?” kata Kahar dengan kening berkerut.
“Aku tidak tahu mengenai hal itu, karena aku tidak pernah masuk ke rumahnya, tapi kalau dari cerita Siti yang sering main ke rumahnya, dia tidak pernah melihat adanya sarang lebah di rumah itu.” “Khasiat Lebah Biso Api sangat bagus sekali bagi manusia yang meminum madunya dan memakan ratu lebah. Lebah ini ukurannya sama besar dengan lebah biasa hanya yang membedakan mereka mempunyai tubuh berwarna bening merah keemasan seperti bara api. Dan di setiap satu sarang akan berisikan 5 ekor ratu yang dipimpin oleh 1 ekor ratu yang mempunyai warna tubuh yang paling indah dan cemerlang. Lebah-lebah ini sekali menyengat bisa menyebabkan binatang atau manusia mati seketika dengan tubuh hangus, tapi yang aneh ratu lebah ini tidak mempunyai sengat sehingga ratu-ratu ini sangat dijaga dengan ketat oleh lebah pekerjanya.” “Kahar, kenapa kau bisa mengetahui mengenai perihal lebah ini?” Tanya Masnan. “Dulu, aku pernah melihat dan menangkap lebah api itu karena aku tertarik melihat keanehan tubuh lebah itu. Aku sempat tersengat oleh lebah yang kutangkap itu, dan tidak lama tubuhku serasa seperti terbakar api, panas sekali dan tenaga dalamku bergolak dengan hebat sekali. Karena kesal aku makan lebah api itu dengan harapan rasa terbakar di tubuhku menghilang, tapi ternyata aku keracunan malahan panas tubuhku meningkat dan aku merasa kulitku terbakar perih sekali serta mulai melepuh, banyak tumbuh benjolan-benjolan berisikan air di sekitar tubuhku. Ini sangat menyiksa sekali aku tidak bisa mengerahkan tenaga dalamku karena dia bentrok dengan racun dari lebah api itu. Aku tidak tahu berapa lama aku dalam keadaan seperti ini, ketika aku sadar dan membuka mataku, di depanku berdiri seorang wanita tua yang masih cantik memandangku dengan tenang. Dia mengatakan bahwa untung dia lewat di tempatku, sehingga bisa menyelamatkan nyawaku karena makan lebah apinya, dia memperkenalkan dirinya dengan sebutan Dewi Kipeh Matohari dan mengatakan lebah api itu adalah piaraannya. Aku disembuhkan dengan menggunakan madu dari lebah api tersebut, tapi ada efek yang tidak terduga pada diriku, tenaga dalamku berubah menjadi berunsurkan api, karena racun lebah api melebur ke dalam tenaga dalamku.” “Sejak saat itu aku berlatih ilmuku mengarah ke unsur api akibat sengatan lebah biso api itu. Dan sang dewi mengatakan kepadaku, untung aku tidak memakan ratu lebah apinya karena kalau itu terjadi entah bagaimana dia bisa membantuku. Karena aku harus minum madunya dulu beberapa waktu baru kemudian boleh makan ratu lebah api untuk menambah tenaga dalamku.” Yang heran adalah Bumi, semua terjadi sesuai dengan perkataan dari Pangeran Satyawarman, bahwa sang guru akan memilih murid-muridnya sendiri tanpa dia harus memberikan petunjuk kepada mereka siapa yang akan menjadi murid mereka masing-masing. Dan semua itu cocok dengan kelima unsur yang disebut oleh beliau untuk melengkapi unsur air, yang menjadi pusat keseimbangan dalam menghancurkan dunia kegelapan. Terdengar suara ketukan di pintu, dan anak buah Bumi memberi salam sekaligus memberitahukan bahwa para tamu sudah hadir di ruang tengah. Segera mereka beranjak menuju ke ruang tengah untuk menemui calon murid mereka. Di sana terlihat semua hadir, Lastri ibunya Bastian, orangtua Saiful, orang tua Karim yang kebetulan sudah pulang dari merantau, Mamaknya Burhan dan Siti ada bersama mereka. Sedangkan anak-anak terlihat sedang berkumpul di sudut ruangan berbicara sambil ketawa cekikikan. Bumi memanggil nama Aswin, dan segera semua bocah itu melihat ke arah Bumi, mereka melihat 5 orang bocah yang berwajah cakap dan lugu yang sedang memandangi mereka. Dalam hati mereka, jika bocah-bocah ini besar nanti pasti akan membuat banyak perempuan yang tergila-gila, mereka semua mempunyai ketampanan yang berbeda satu dengan yang lain. “Aswin, bawa teman-temanmu ke sini, kenalkan dengan para pamanmu!” “Baik ayah, hayo teman-teman aku kenalkan dengan para pamanku yang gagah berani ini.” Segera bocah-bocah ini berdiri mengikuti Aswin yang menghampiri keempat pria gagah yang sedang berdiri dekat pintu pembatas ruang tengah dan ruang dalam. Aswin memperkenalkan mereka semua dengan cara dia yang lucu dan menggemaskan. “Hmmm…. Teman-teman, pria yang gagah dengan kumis melintang itu bernama Paman Masnan, pria yang selalu tersenyum manis itu bernama paman Basri dan terakhir yang paling ganteng diantara semua pamanku yang tercinta ini bernama paman Kahar atau aku sebut beliau, Manusia Api… hehehehe..” kata bocah nakal tersebut dengan tertawa jahil. “Manusia Api…? Kenapa disebut demikian ? Apa dia bisa mengeluarkan api ? Bagaimana caranya ?” Tanya keheranan bocah yang paling kecil diantara mereka dan mempunyai wajah yang sangat imut-imut pada Aswin. Belum sempat Aswin menjawab, langsung Kahar yang menjawab karena dia tidak mau Aswin membuat dia jadi bahan tertawaan apalagi ada Siti,”Pertanyaan bagus sekali, anak baik. Paman tidak bisa mengeluarkan api, hanya Aswin saja yang pintar-pintar memberi julukan Manusia Api pada paman.” “Iya, tapi tidak mungkin Aswin berikan nama Manusia Api pada paman kalau tidak ada alasannya!” bantah bocah lain yang berwajah gagah dan sinar mata tenang itu. Semua mata para bocah itu memandang Kahar, seolah minta jawaban, sepertinya mereka lupa siapa yang memberi julukan kepada Kahar. Kahar yang ditanya balik seperti itu kebingungan juga ditatap keempat pasang mata dengan penasaran dan sepasang mata yang memandang dengan nakal sambil tersenyum-senyum jahil. Ketiga temannya memandang dia dengan tersenyum-senyum, sedangkan orang lain di ruangan itu memandang bingung pada pemuda tampan ini, tapi ada 2 orang wanita yang memandang wajah Kahar itu dengan perasaan yang berdebar-debar. Akhirnya Kahar memutuskan untuk menceritakan yang kejadian tadi pagi dengan versi dia, tapi belum sempat dia bicara, sudah dipotong oleh Bumi yang kasihan melihat dia dipelototin oleh bocah-bocah nakal itu. “Sudah, nanti saja kalian Tanya sama Aswin sendiri, sekarang paman mau memperkenalkan orang tua kalian pada paman-paman ini.” “Tapi ayah, para paman kan belum kenalan sama teman-temanku!” kata Aswin. “Ya, sudah kamu lekas perkenalkan temanmu pada para paman.” “Baiklah paman-pamanku tercinta,”kata Aswin dengan lagak jenaka,”ini aku perkenalkan teman-temanku,”sambil menunjuk tangannya ke arah kanannya, “anak yang berwajah gagah menyeramkan itu bernama Burhan, terus di sebelahnya yang bermata dingin itu bernama Saiful, di sebelah kiri yang ini yang paling bawel namanya Karim, sedangkan yang kecil lucu itu bernama Bastian.” “Aswin, aku itu tidak kecil, umur kita sama.”protes Bastian. “Lho memang badan kamu paling kecil diantara kita, benar tidak teman-teman?” Tanya Aswin. Yang lain manggut-manggut menjawab pertanyaan Aswin sambil tersenyum geli karena mereka tahu sebentar lagi akan terjadi perang mulut antara kedua bocah itu. Belum sempat Bastian membela diri, segera Bumi bicara,” Anak-anak, sekarang giliran kalian perkenalkan orang tua kalian pada paman-paman ini.” “Bastian, kamu kenalkan ibu kamu pada paman di sini.”perintah Bumi cepat, karena dia sudah tahu jika tidak cepat melerai mereka, bisa ribut berkepanjangan. Dengan wajah cemberut bocah imut-imut ini menghampiri ibunya dan menarik tangannya menuju ke arah pria-pria itu, “Paman sekalian ini ibuku, namanya Lastri.” Bersambung………… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.7/1331 - Release Date: 16/03/2008 10:34 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
