Anhar Gonggong: Pahlawan Nasional Bukan Ukuran

17-03-2008

PADANG- Pengusulan Sutan Alam Bagargarsyah (SAB) oleh masyarakat Minangkabau 
sebagai pahlawan nasional, menurut Sejarawan Nasional Dr. Anhar Gonggong 
bukanlah suatu ukuran bahwa beliau sangat berjasa bagi masyarakat. Menurut 
Anhar, masyarakat tidak percaya diri kalau belum ada pengakuan pahlawan 
nasional.


"Seakan-akan orang baru sah diakui sebagai orang berjasa, kalau ada pengakuan 
secara nasional. Pikiran kita itu kan sangat struktural, hirarki sekali. Kita 
tidak merasa percaya diri kalau belum ada pengakuan nasional. Padahal setelah 
diakui pahlawan nasional, juga tak ada artinya, tak dapat apa-apa," ujar Anhar 
kepada wartawan saat berlangsungnya seminar nasional SAB di Aula Balai Ria 
Putri Bungsu, Hotel Bumiminang, Senin (17/03).<?XML:NAMESPACE PREFIX = O />

Anhar tidak setuju bahwa pahlawan nasional itu lebih tinggi nilainya dari 
pahlawan lokal. Menurutnya, SAB tetap punya nilai tanpa harus disebut pahlawan 
nasional. Artinya, baik tingkat lokal maupun nasional asal disosialisasikan apa 
yang telah dilakukannya seperti dibikin buku atau film bisa lebih berarti. 
Kalau hanya diangkat menjadi pahlawan nasional, lalu setelah itu tak ada artinya




Sementara itu, mengenai ukuran-ukuran perlawanan yang dilakukan SAB, Anhar 
masih meragukannya sebab hanya melalui data-data berupa buku. Ukuran-ukuran 
tersebut harus jelas agar ada nilai kelayakannya untuk menjadi pahlawan 
nasional.

"Harus ada fakta-fakta yang membuktikan bahwa perlawanan beliau memang 
mempunyai arti yang penting untuk eksistensi masyarakatnya, masyarakat yang 
dipimpinnya. Itu yang harus tampak. Pertanyaannya, kapan beliau ikut memimpin 
pertempuran? Berapa pasukan Belanda yang mati dengan pemberontakan yang dia 
pimpin. Dan itu mempunyai tingkat-tingkat tertentu, dalam pemahaman bahwa 
perlawanan itu memang besar. Kalau dipimpin oleh tingkat batalyon yang seribu 
orang, berarti perlawanannya lebih besar," jelas Anhar.

Lebih lanjut Anhar mengatakan, ada atau tidak fakta yang menunjukkan bahwa 
ketika SAB akan ditangkap dia menunjukkan reaksi tertentu ketika Belanda 
memanggil SAB ke Batusangkar. Dalam arti kata SAB sangat tidak senang dengan 
penangkapan dirinya, dengan menunjukkan sikap yang melawan. Hal itulah yang 
menjadi ukuran-ukuran seberapa besar perlawanan yang dilakukan calon pahlawan 
nasional. 

Pahlawan nasional Indonesia jumlahnya sudah mencapai 100 orang. Dewasa ini, 
hampir semua daerah baik tingkat Kabupaten/Propinsi memiliki pahlawan nasional. 
Mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Muhammad Hatta, Anhar yidak 
setuju. Menurutnya Muhammad Hatta dan Soekarno adalah proklamator, yang 
nilainya lebih dari pahlawan nasional. (Iggoy)


Keputusan Politik Tidak Pengaruhi Kebenaran Sejarah


17-03-2008

PADANG - Pengusulan Sultan Alam Bagagarsyah (SAB) sebagai pahlawan nasional 
diseminarkan di Padang, Senin (17/3). Sejumlah pakar sejarah baik di tingkat 
nasional maupun dari daerah Sumatera Barat membahasnya bersama-sama dengan 
semua unsur masyarakat Minangkabau.


Seperti disampaikan Bupati Tanah Datar M Shadiq Pasadigoe, pengusulan SAB 
merupakan aspirasi dari masyarakat Tanah Datar. Menyikapi aspirasi itu, 
pemerintah Kabupaten Tanah Datar langsung menjajakinya ke Departemen Sosial RI.

"Dalam persyaratan pengususlan itu, haruslah diadakan seminar untuk memperkuat 
bukti-bukti sejarah tentang ketokohan atau kepahlawanan seseorang. Nantinya 
hasil seminar ini akan menjadi lampiran untuk pengusulan ke Depsos," papar M. 
Shadiq kepada wartawan di Padang.

Sejalan dengan pengusulan ini, M.Shadiq juga menyebutkan akan segera membangun 
kembali Istano Pagarruyung yang terbakar tahun lalu. Diharapkan nantinya akan 
beriringan antara  keberadaan istano dengan gelar pahlawan bagi Bagagarsyah. 

Seminar berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama yang menjadi pembicara 
adalah  DR. M. Nur MS, ketua MSI, Tuanku Luckman Sinar Basarshah II,SH (ahli 
sejarah dan Budaya Melayu), Dr. Anhar Gonggong (sejarawan Nasional) dengan 
moderator St. Zaili Asril. 

Peserta seminar dalam sesi ini tampak antusias. Karena banyaknya  peserta yang 
mengajukan pertanyaan sehingga  tidak semua peserta mendapat kesempatan untuk 
bertanya. Seorang peserta dari Universitas Andalas mempertanyakan, jika benar 
SAB adalah raja terakhir di Minangkabau, dimana lokasinya Kerajaan Minangkabau. 
Apakah Raja Minangkabau bagi SAB benar-benar raja atau hanya sebagai symbol. 
Sementara SAB menerima gelar dari mamaknya Muningsyah. Jika gelar dalam sebuah 
kerajaan biasanya turun temurun dari ayah kepada anaknya. 

"Sebaiknya kita tidak memperdebatkan soal kerajaan atau gelar kebangsawanan 
dari SAB. Itu adalah tugas pakar-pakar di Unand sajalah. Yang terpenting adalah 
fakta-fakta sejarah Harus ada fakta-fakta yang membuktikan bahwa perlawanan 
beliau memang mempunyai arti yang penting," tanggap Anhar Gonggong 

Selain itu, Wisran Hadi, seorang budayawan mempertanyakan sejauh mana keputusan 
politik bisa mempengaruhi kebenaran sejarah. Sebab, menurut Wisran, usaha dari 
pelaksanaan seminar ini akan sia-sia saja bila keputusan politik  ikut 
mempengaruhi kebenaran sejarah.

Menanggapi Wisran, Anhar yang termasuk dalam tim penetapan pahlawan nasional di 
Depsos tahun lalu, berani mempertaruhkan bahwa sejauh ini kebenaran sejarah 
tidak bisa dipengaruhi oleh keputusan politik.

"Saya tahu Menteri Sosial kita sekarang ini. Beliau benar-benar memberi 
kepercayaan pada tim. Tidak ada ikut campur dan intervensi dalam menetapkan 
pahlawan nasional. Saya jamin itu. Entah kalau Mensosnya nanti diganti," jelas 
Anhar.

Dalam sesi kedua tampil pembicara Prof. DR. Mestika Zed, (sejarawan UNP), Gusti 
Asnan (Sejarawan Unand), St. M.Taufik Thaib, Dt. Kamardi Rais P. Simulie,  H. 
Syafnir Aboe Naim Dt. Kando Marajo dengan moderator Khairul Jasmi.(nit)

 


Sultan Alam Bagagarsyah Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional


17-03-2008

PADANG - Satu lagi putra ranah Minang yang diusulkan menjadi pahlawan nasional 
oleh masyarakat Minangkabau. Sultan Alam Bagagarsyah, raja Alam Minangkabau 
terakhir diusulkan menjadi pahlawan nasional dalam seminar nasional yang 
digelar Senin (17/3) di Hotel Bumiminang Padang.


"Menurut saya,  Sultan Alam Bagagarsyah adalah pahlawan. Sekarang tergantung 
pada pendapat masyarakat. Kita harapkan melalui seminar ini akan melahirkan 
dukungan dari semua pihak untuk mengusulkan Bagagarsyah menjadi pahlawan 
nasional," ungkap Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi kepada wartawan usai pembukaan 
Seminar Nasional Sultan Alam Bagagarsyah di Bumiminang.

Ditambahkan Gamawan, apa yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tanah Datar  
sekarang ini sebenarnya juga harus direspon oleh daerah-daerah lain. Karena 
kepahlawanan putra Minangkabau bukannya ada di Kabupaten Tanah Datar. Tetapi 
juga ada di seluruh kabupaten dan <?XML:NAMESPACE PREFIX = ST1 />kota di 
Sumbar. Seperti Roehana Kuddus dari negri Koto Gadang yang sudah diusulkan 
menjadi pahlawan nasional pada tahun lalu. Juga M. Natsir, juga sudah 
diseminarkan tahun lalu. Masih di kabupaten Agam juga ada Siti Manggopoh yang 
ikut memanggul senjata melawan belasting dalam masa penajajahan Belanda.

"Daerah lain juga bisa mengusulkan putra daerahnya yang pantas menjadi pahlawan 
nasional asal didukung dengan bukti-bukti sejarah dan fakta yang benar-benar 
otentik," tambahnya.

Sejauh ini, sebut Gamawan, Sumatera Barat sudah mengusulkan 17 nama yang akan 
dijadikan pahlawan nasional, tetapi baru 9 nama yang sudah ditetapkan sebagai 
pahlawan nasional. 

"Dari 17 nama yang sudah diusulkan, 9 orang sudah ditetapkan menjadi pahlawan 
nasional. Termasuk Rohana Kuddus yang tahun lalu mendapat Bintang Mahaputra," 
tandasnya. (nit



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke