AslmWrWb Pak MN,
apo beda FUUI ko jo MUI? Wassalam fitr 2014-07-02 21:37 GMT-04:00 'Mochtar Naim' via RantauNet < [email protected]>: > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > Beberapa waktu yang lalu Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) pernah > mengeluarkan fatwa haram memilih Jokowi-JK, salah satunya dimuat dalam > berita berikut ini: > http://www.islamedia.co/2014/06/forum-ulama-akhirnya-keluarkan-fatwa.html > > Dalam berita kemarin mereka memperjelas lagi dengan mengemukakan alasan > yang lebih lengkap mengapa mereka mengeluarkan fatwa tersebut. Wallahu-a'lam > > > http://www.republika.co.id/berita/pemilu/hot-politic/14/07/01/n7zvp7-alasan-forum-ulama-haramkan-memilih-jokowijk > > *Alasan Forum Ulama Haramkan Memilih Jokowi-JK* > > REPUBLIKA.CO.ID <http://republika.co.id/>, BANDUNG -- Forum Ulama Ummat > Indonesia (FUUI) keluarkan maklumat haram untuk memilih pasangan Jokowi-JK > dalam Pilpres mendatang. Alasannya, pasangan itu dianggap meresahkan dan > mengancam eksistensi umat Islam. Pasangan itu juga dinilai akan berpotensi > menciptakan iklim sentimen keagamaan yang dapat bermuara pada konflik > horizontal. > Penilaian itu muncul atas keputusan dan rencana politik yang selama ini > telah dinyatakan secara terbuka, baik oleh institusi maupun oleh tim sukses > bila pasangan itu berhasil terpilih. FUUI yang selama ini menyatakan bersih > dari politik praktis, kini merasa wajib untuk memberikan pandangannya. > Pihaknya menyatakan, sikap itu muncul agar umat Islam tidak salah dalam > memilih pemimpin. > Putusan maklumat ini diakui telah melalui proses yang panjang. Sejak > berdiri pada tahun 2001, FUUI selalu menghindar untuk masuk dalam ranah > politik praktis. "Saya perlu pertegas, ini tidak dalam posisi dukung > mendukung salah satu calon, kami berkomitmen hanya untuk memikirkan umat, > kami bersih dari kepentingan politik praktis," ujar Athian Ali Ketua FUUI, > kepada wartawan di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, Kota Bandung, Senin > (30/6). > Dalam pilpres tahun ini pihaknya mengeluarkan maklumat dalam bentuk > istihad syar'i. Hal ini diakuinya untuk membimbing umat Islam agar mereka > bisa memilih seuai dengan syariat Islam. Ia juga menyatakan bahwa > pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk menyelamatkan umat agar tidak > mengambil keputusan yang salah. > Athian sendiri mengakui bahwa sangat mungkin maklumat yang dikeluarkan > akan terkesan mendukung salah satu calon dan menafikan calon lain. Namun, > ia mengklaim bahwa putusan ini murni ditinjau melalui dasar syar'i dan > hukum Islam. "Kalau sudah bicara hukum ini tentu saja kita pertanggung > jawabkan di hadapan Allah SWT, dunia akhirat," katanya. > Ia menambahkan bahwa sebenarnya secara syar'i, pihaknya tidak melihat > sosok ideal pada dua calon presiden. Menurutnya tidak ada satupun calon > presiden yang dianggap layak untuk dipilih mewakili umat. Namun, dalam hal > ini mereka harus melihat mana yang nilai kerentanannya bagi umat paling > rendah. > Ia tidak menafikkan adanya ajakan salah satu pihak Capres agar FUUI > memberikan dukungannya. Namun, FUUI tetap menyatakan sampai detik ini tidak > pernah tereseret dan tidak ada hubungan dengan salah satu timses manapun. > "Kami sedang berusaha memberi kesan bahwa kami tidak mewakili capres > manapun, jadi kami nggak ada niatan untuk merapat kepada capres manapun," > tegasnya. > Ia menjelaskan bahwa putusan ini dikeluarkan salah satunya berkaitan > dengan niat kubu Jokowi-JK untuk memperjuangkan pencabutan ketetapan MPRS > No. 25 Tahun 1966 tentang Larangan Paham Komunisme. Hal itu menurutnya > diikuti pula oleh keberpihakan kubu capres nomor dua itu kepada paham yang > menurut Syariat Islam sesat, seperti Ahmadiyah, Islam Liberal, dan Syiah. > Pengharaman FUUI ini berangkat pula dari keinginan kubu Jokowi-JK untuk > menolak Perda Syariat Islam. Hal ini diangap sebagai bentuk pernyataan > terbuka terhadap kebencian pada Syariat Islam. "Karena secara UU No.11 > tahun 2011 dan UU Otonomi Daerah sangat memungkinkan lahirnya sebuah Perda > yang melindungi adat istiadat di daerah termasuk agama, pandangan, paham > dan sebagainya. Seharusnya dihormati karena Islam salah satu dari enam > agama yang diakui oleh negara," jelas Athian. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
