Mohon izin mengutip lebih dulu jawaban panungkek kanda ZulTan pada thread
Halal Bi Halal, tentang keinginan kanda mengikuti para sahabat Rasul untuk
mendapatkan ridha Allah:

------

... maka saya mengikuti mereka dan dengannya berharap mendapat ridha
Allah seperti
yang dijanjikan-Nya.

Allah berfirman, *"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk
Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti
mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada
Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah
kemenangan yang besar."* [QS. At-Taubah 100]

Salam dan maaf jika saya keliru,
ZulTan
----

Dek karano kanda ZulTan banyak ilmu dan sampai mencari Qur'an jenis
tertentu ke Madinah bagai, mohon pencerahan kaitan antara "Dima Pitih Ka
Diputa" (mengindikasikan ada kelebihan uang setelah kebutuhan pokok
terpenuhi) dengan cara hidup para sahabat Nabi.

Pertanyaan ambo:

1. Apokah ado contoh kehidupan Abu Bakar r.a., Umar r.a. dst, yang
menunjukkan mereka melakukan investasi duniawi secara serius dan terencana,
sementara kisah yang masyhur sampai ke generasi awak adolah bagaimana
mereka selalu menyerahkan sebagian besar harta mereka untuk Islam?

Bahkan Abu Bakar r.a. tercatat dua kali menyerahkan SELURUH hartanya.
Pertama saat hijrah, kedua ketika Perang Tabuk (*Al Jaisyul 'Usrah*). Pada
saat hijrah, kisah penyerahan seluruh harta Abu Bakar r.a. diceritakan Asma
sang putri, dengan narasi yang bisa membuat kita sang pembaca menggigil
karena bahagia, sedih, sekaligus malu:

-----
Asma' r.a. mengatakan, "Ketika Rasulullah saw. hijrah dan Abu Bakar r.a.
menemaninya, Abu Bakar r.a. mem-bawa seluruh hartanya yang saat itu
berjumlah 5000 dirham atau 6.000 dirham. Abu Bakar r.a. berangkat dengan
membawa semua hartanya itu." Asma' melanjutkan, "Selang beberapa saat
datanglah kakekku, Abu Quhafah, yang kala itu telah buta. Dia berkata,
'Demi Allah, aku menduga ayah kalian telah menyusahkan kalian semua dengan
membawa seluruh hartanya'. Aku menjawab, 'Tidak juga Kek, masih banyak uang
yang disisakan ayah untuk kami.' Lantas aku mengum-pulkan batu-batu kecil
dan memasukkannya ke dalam lubang yang ada di rumah yang biasa digunakan
ayah untuk menyimpan uangnya. Aku menutupnya dengan kain, lalu meraih
tangan kakek dan berkata, 'Kek, coba sentuh uang ini.' Kakek pun
menyentuhnya lalu berkata, 'Kalau begitu, tidak masalah jika ayah kalian
telah meninggalkan uang sebanyak ini. Dia begitu baik dan uang ini dapat
mencukupi kalian'." Asma' kembali bertutur, "Demi Allah, sebenarnya Abu
Bakar r.a. tidak meninggalkan uang sedikit pun buat kami."
------

*(Note: *1 dirham = 2.975 gram perak murni. Menurut data geraidinar.com
(2009) 1 dirham = Rp. 32.642,00. Sehingga kekayaan Abu Bakar yang disetor
itu senilai Rp. 163-Rp 196 juta (pada 14 abad silam. Bayangkan jika
dikonversi ke dalam kurs sekarang, berarti Abu Bakar r.a. adalah salah
seorang milyuner, bahkan bilyuner).  - ANB)

Mengapa dari kehidupan seorang milyuner Quraisy seperti Abu Bakar kita
tidak pernah mendapatkan wasiat tentang cara berinvestasi untuk keamanan
finansial dunia (dengan mantra yang sangat terkenal sekarang "financial
freedom"), melainkan justru sepotong jawabannya yang melegenda ketika Rasul
Saw bertanya, "Lantas dari mana kau akan hidup jika seluruh hartamu kau
serahkan, ya Abu Bakar?" Dan Abu Bakar menjawab, "Cukuplah Allah dan
Rasul-Nya bagiku."

Itu jawaban beliau pada saat penyerahan seluruh harta yang kedua kali
menjelang Perang Tabuk.

2. Bagaimana menempatkan konteks "kama pitih ka diputa" ko dengan ajaran
Islam tentang perniagaan/perdagangan (*tijarah*) yang bisa menyelamatkan
dari azab yang pedih, seperti dalam QS 61:10-11

61:10
*“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu
perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? *

Jika ayat ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris akan menjadi:

*“O you who believe! Shall I guide you to a trade that will save you from a
painful torment?*“

61:11
*"(Yaitu), kamu* *beriman kepada Allah** dan *rasul-Nya *dan **berjihad di
jalan Allah dengan harta** dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu
jika kamu mengetahui."*

Ternyata perdagangan yang paling menguntungkan, selalu mengandung maslahat,
tidak pernah merugi apalagi menyebabkan mudarat, dalam tafsiran Ibnu Katsir
dan At Thabari mengenai ayat ini mencakup empat elemen:
1. Iman kepada Allah.
2. Iman kepada Rasul-Nya.
3. Berjihad di jalan Allah dengan harta.
4. Berjihad di jalan Allah dengan nyawa.

Dan karena keempat elemen itu diikat kata sambung "wa" (dan) bukan "aw"
(atau), sehingga keempatnya menjadi satu kesatuan yang solid. Ayat inilah
(dan ayat-ayat lain sejenis) yang menjadi "*driving force*" bagi Abu Bakar
r.a. dan para sahabat lain (meski tak ada yang bisa mengungguli Abu Bakar)
dalam menyedekahkan harta mereka "secara ekstrem" untuk kepentingan dakwah
Islam.

Sebuah kisah lain dari ulama kemudian (dari zaman Nabi, tapi terhitung
ulama terdahulu dari zaman kita) adalah kesaksian Ibnu Qayyim Al Jauzilah
tentang gurunya yang cemerlang, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang sangat
sederhana nyaris melarat, sehingga nyaris tidak punya harta benda dunia,
apatah lagi investasi finansial. Namun menurut Ibnu Qayyim, "di dalam
kesederhanaannya yang begitu dekat dengan melarat itu, setiap kali saya dan
kawan-kawan punya masalah, hanya dengan melihat wajahnya saja hati kami
merasa lebih tenang. Padahal kami belum mengatakan apa yang membebani
pikiran kami dan Syaikhul Islam belum mengatakan sepatah kata pun."

Mohon maaf kalau pengantar pertanyaan ambo agak panjang, dek karano ambo
iyo bana ingin baraja dan ingin mandapek ulasan kritis kanda ZulTan tentang
pengelolaan finansial ko setajam kanda ZulTan mengkritisi halal bi halal,
dengan sama-sama merujuk pada kehidupan para sahabat sebagai landasan
justifikasi.

Tarimo kasih.

Wassalam,

ANB



Pada 31 Juli 2014 11.35, 'ZulTan' via RantauNet <[email protected]>
menulis:

>
>
> Dunsanak Rantaunet NB,
>
> Babarapo kali ambo menulis hal yang samo, kini, izinkan ambo maulangnyo
> baliak.
>
> Sajak pagi, melalui bantuan software sekuritas, ambo mancubo ma-list
> perusahaan-perusahan terbuka yang mengalami kenaikan harga saham
> sekurang-kurangnyo 50% dari rayo ka rayo.  Sajak Rayo 2013 sampai Rayo
> 2014 ado 50 minggu.  Setelah dikompilasi didapek tabel sbb: (Tabel
> mungkin akan sulit dibaca via BB)
>
>   Kode
>  Harga Rendah
>  Harga Tinggi
>
>  # Minggu
>  %/minggu
>   KAEF
>  420
>  1270
>  202%
>  47
>  2.4%
>  Kimia Farma
>   PTPP
>  830
>  2420
>  192%
>  48
>  2.3%
>  Pembangunan Perumahan
>   ELSA
>  245
>  695
>  184%
>  47
>  2.2%
>  Elnusa
>   MTDL
>  181
>  435
>  140%
>  48
>  1.8%
>  Metrodata
>   ADHI
>  1425
>  3420
>  140%
>  29
>  3.1%
>  Adhi Karya
>   LPCK
>  3775
>  8700
>  130%
>  48
>  1.8%
>  Lippo Cikarang
>   CTRS
>  1180
>  2650
>  125%
>  20
>  4.1%
>  Ciputra Surya
>   WSKT
>  400
>  870
>  118%
>  31
>  2.5%
>  Waskita Karya
>   TOTL
>  490
>  1050
>  114%
>  12
>  6.6%
>  Total Bangun Persada
>   SMRA
>  660
>  1405
>  113%
>  48
>  1.6%
>  Summarecon Agung
>   WIKA
>  1350
>  2860
>  112%
>  48
>  1.6%
>  Wijaya Karya
>   MPPA
>  1720
>  3500
>  103%
>  26
>  2.8%
>  Matahari Dept. St.
>   TINS
>  784
>  1595
>  103%
>  37
>  1.9%
>  PT Timah
>   MEDC
>  1830
>  3700
>  102%
>  47
>  1.5%
>  Medco
>   PNBS
>  87
>  175
>  101%
>  25
>  2.8%
>  Bank Panin Syariah
>   BAYU
>  355
>  690
>  94%
>  38
>  1.8%
>  Bayu Buana
>   CTRA
>  690
>  1285
>  86%
>  48
>  1.3%
>  Ciputra Dev.
>   SCMA
>  2150
>  3900
>  81%
>  39
>  1.5%
>  SCTV
>   APLN
>  204
>  355
>  74%
>  28
>  2.0%
>  Agung Podomoro
>   ADMF
>  7400
>  12850
>  74%
>  39
>  1.4%
>  Adira Finance
>   ACES
>  570
>  940
>  65%
>  31
>  1.6%
>  Ace Hardware
>
> Keuntungan terbesar diberikan oleh Kimia Farma, lebih dari 200% jika
> membeli sahamnya pada harga terendah dan menjual pada harga tertinggi
> (faktanya tidak selalu bisa dilakukan, tapi mendekati akan lebih mungkin),
> dan tekecil dari Ace Hardware, 65%.
>
> Selain daftar di atas masih ada perusahaan Tbk lain tapi tidak saya
> tampilkan karena tidak syariah (menurut MUI) atau kurang dikenal di
> masyarakat.
>
> Sekadar informasi, satuan transaksi jual-beli saham di BEI adalah per lot
> (100 lembar).
>
> Contoh:
> Beli 1 lot Summarecon Agung (SMRA) = 100 x Rp 1405 = Rp 140.500
>
> Kalau mambali propertinyo pitih sayuik, mungkin alternatif iko bisa jadi
> pilihan.  Kini, transaksi saham dapat dilakukan hanya dengan sebanyak
> uang di dompet dan dapat dilakukan secara online via perangkat apa pun.
> Kelebihan lain, investasi saham sangat likuid karena bisa dijual kapan pun.
> Kecuali itu, resiko selalu dapat dibatasi.
>
> Apokah kenaikan yang sama akan berulang di hari rayo nan ka tibo?  Wallahu
> a’lam tak ado nan tau.  Tapi yang paling mungkin dikatokan, akan selalu
> ado sekumpulan saham jika tidak puluhan banyaknyo, sekurang-kurangnya ado
> belasan, yang memberikan keuntungan yang tinggi sepanjang kondisi normal.
>
> Catatan:
> Ambo bukan perpanjangan tangan sekuritas atau broker.  Ini hanyalah sebuah
> opsi yang dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan pihak lain.
> Ambo berharap ado juo yang bersedia berbagi untuk usaha prospektif
> lainnya, setelah iko.
>
> Salam dan maaf,
> ZulTan, L, 53, Bogor
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke