Tarimo kasih ateh urun pandapek sanak Syafruddin Syaiyar dengan
contoh-contoh inspiratif.

Tetapi seperti ambo duga sebelumnya, memang tidak akan ada (tidak banyak)
dunsanak palanta yang tertarik untuk menanggapi serius topik yang,
sesungguhnya, sangat serius ini. Paling tidak dibandingkan saat pilpres
yang banyak "kaba ambuih-ambuih" tak peduli sedang bulan Ramadhan sekali
pun, sehingga selalu berdentam-dentam promosi kehebatan calon presiden dari
kedua kubu.

Dan mungkin lebih tidak menarik lagi jika mengetahui alasan mengapa Mujica
menyumbangkan 90% gajinya setiap bulan sebagai presiden adalah agar dengan
10% gaji yang tersisa (USD 1,200) dia ingin merasakan hidup dengan
pendapatan rata-rata sebulan penduduk Venezuela.

Mujica terasa makin aneh karena menolak tinggal di Istana Presiden dan
memilih tinggal di rumah pribadi  -- sebetulnya mantan Presiden Soeharto
juga tinggal di rumah pribadi saat memerintah, begitu juga dengan Pres SBY
sekarang. Namun bedanya adalah karena -- rumah pribadi Mujica hanya terdiri
dari satu ruang tidur di ladang milik istrinya, dan dia pun  hanya
berkendara mobil VW tua keluaran tahun 1987!

Ketika media massa di seluruh dunia menemukan fakta-fakta itu dan
menyebutnya sebagai presiden termiskin di dunia, Mujica dengan tegas dan
penuh percaya diri membantah. "Orang yang miskin bukan yang memiliki barang
sedikit, melainkan mereka yang  selalu butuh lebih, lebih, dan lebih banyak
lagi. *Saya tidak hidup dalam kemiskinan, saya hidup dalam kesederhanaan.*
Hanya sedikit benda yang saya butuhkan untuk hidup.  (*A poor person is not
someone who has little but one who needs infinitely more, and more and
more. I don’t live in poverty, I live in simplicity. There’s very little
that I need to live*).”

Mengapa dalam kehidupan Mujica, seorang eks-Marxist yang berani mendekam 14
tahun di penjara untuk mempertahankan keyakinannya, kita bisa melihat
pancaran kesederhanaan hidup Abu Bakar r.a. dkk, sanak Syaf?

Mengapa tidak dalam kesederhaaan hidup mayoritas pemimpin Islam yang sudah
(berulang kali) naik haji (plus umrah), melihat langsung dengan mata kepala
sendiri lokasi makam Nabi, merasakan pengalaman spiritual relijius di tanah
suci yang seharusnya bisa membawa mereka pada masa 14 abad silam bukan
hanya sebagai "oleh-oleh cerita" saat kembali ke Indonesia, tapi
mengejawantah menjadi sikap?

Untuk mudahnya, dan agar terhindar dari romantisme masa silam
berkepanjangan, marilah kita hela contoh kesibukan Mujica dan para (negara)
muslim di abad ke-21 ini agar perbandingannya mengkudu dengan mengkudu.
Mengapa hidup Mujica, seorang PRESIDEN non-muslim, bisa begitu sederhana,
sementara kehidupan sebagian muslim, bahkan yang NON-PRESIDEN pun, tak
sedikit yang gemerlap *allahurabbi*, dengan indikator awal pakaian "Islami"
yang mereka gunakan dengan aneka warna, corak, ragam bahan, yang mahal nya
pun *allahurabbi* pula?

Ini yang ambo belum bisa paham, dan mungkin sanak Syafruddin Syaiyar bisa
membantu menjelaskan.

Wassalam,

ANB


Presiden Uruguay, Jose Mujica memasuki rumahnya diikuti anjingnya, Manuela.


Presiden Jose Munica di depan rumah bersama istrinya, Senator Lucia
Topolansky.


Presiden Jose Mujica keluar dari "mobil kepresidenan" VW 1987.


Pada 4 Agustus 2014 12.41, Syafruddin Syaiyar <[email protected]> menulis:

> Saketek Urun Pandapek (pandapek pribadi tantunyo)
>
> Ada juga beberapa pemimpin muslim yang menerapkan pola hidup sederhana
> dan merakyat. Kalau ngak salah  Ayotullah Khomaini tinggal dan hidup
> secara sangat sederhana untuk ukuran negara sebesar dan sekaya
> Iran..Kemudian ada juga meteri besar Kelantan Nik Aziz Nik Mat yang
> sering dipanggil Tok Guru  di Malaysia dari partai PAS yang hidup juga
> sangat sederhana untuk ukuran menteri besar (setara gubernur).
> Kemudian juga ada Sheikh Yasin pendiri Hamas yang duduk di korsi Roda
> hidup sederhana dan bersahaja tapi sangat dihormati rakyatnya dan
> ditakuti musuhnya....
>
> Untuk kasus Tok Guru menteri besar Kelantan, dengan berbagai cara
> mulai dari Mahathir, Pak Lah dan Najib berusaha untuk mengalahkan PAS
> dan Tok Guru di Kelantan tapi tidak berhasil karena kuatnya keteladaan
> menteri besar ini.. Baru beberapa tahun yang lalu Tok Guru mundur jadi
> menteri besar Kelantan karena faktor usia yang kalau ngak salah sudah
> diatas 80 tahun.
>
> Sebenarnya banyak juga potensi pemimpin muslim yang dapat memberi
> ketauladanan seperti awal awal Daulah Islamiyah.
> Masalahnya mereka ngak muncul kepermukaan karena salah kaprahnya umat
> islam yang menghindari politik, dengan jargon politik itu kotor,...
> Dengan menghindarnya mayoritas umat islam yang baik dan jujur  pada
> politik, otomatis yang mendominasi politik/kekuasaan  adalah orang
> kapir dan umat islam yang berpaham sekuler yang hanya melihat politik
> adalah urusan dunia dan kekuasaan belaka..
>
> Selagi mayoritas umat Islam elergi pada politik dan menghindari untuk
> terjun dan menjadi pamain dalam politik, selagi itu pemimpin yang
> Islami di negara mayoritas Islam sulit untuk muncul..Kalau umat islam
> sudah punya "mindset" dan melihat politik itu suatu yang TIDAK perlu
> dihindari dan dapat dijadikan sebagai Ibadah dan pengabdian pada
> Masyarakat  disaat itulah akan bermunculan pemimpin pemimpin Muslim
> yang sesuai tuntunan agama.
>
> Kesadaran berpolitik dan mindset yang tidak mengharamkan politik
> seperti inilah yang sangat ditakuti negara barat/kapir dan juga negara
> Islam yang dipimpin oleh pemimpin/raja dan elitenya yang serakah dan
> korup..Barat takut pada kebangkitan politikal islam yang bisa merusak
> dominasi dan penguasaan mereka di negara mayoritas islam .. Dan
> pemimpin pemimpin/raja negara islam yang Korup serta serakah  takut
> kehilangan kekuasaan, keistimewaan dan previlege mereka karana umat
> islam yang diperintahnya melek dan sadar politik dan ngak bisa dibodoh
> bodohin...
>
> Bagi Barat serta pemimimpin dan elite Islam yang serakah... Ikhwanul
> Muslimin (Muslim Brotherhood), Hamas  dan juga PKS di Indonesia yang
> menerima demokrasi dan percaya pada pemilihan umum lebih berbahaya dan
> sangat ditakuti dari pada ISIS dan Al Qaeda yang oteriter dan kejam..
> Kesadaran politik umat islam lebih berbahaya dari ancaman teror..
>
> Jadi jangan heran kalau Morsi dan Brotherhood di Mesir di kudeta dan
> pendukungnya dibantai dan dikejar kejar oleh Jenderal Sisi binaan
> Amerika dan Israel dan disokong raja Saudi dan UEA, Dunia diam seribu
> bahasa.. Begitu juga dengan  Hamas yang sekarang lagi di bumi
> hanguskan oleh Israel disokong penuh oleh  Amerika, Barat dan beberapa
> negara Arab seperti Mesir, Saudi, UEA dan Jordan.. Tak lain tak bukan
> karena Hamas yang menguasai Gaza memperlihatkan kepemimpinan dan
> pemerintahan yang Islami dan demokratis..
>
> Barat yang berkoloborasi dengan pemiimpin pemimpin dunia Islam yang
> serakah dan ngak Islami akan memastikan politikal Islam yang
> demokratis ngak akan berhasil dengan berbagai cara... Boleh saja
> dengan penyusupan pada elite partai islam itu sendiri, kompanye
> negatif dan pembunuhan kharacter dari partai islam(seperti yang di
> alami PKS sekarang) atau kalau sudah terlanjur berkuasa dan dipercaya
> masyarakat seperti di Mesir di kudeta dan dihancurkan dengan kekuatan
> meliter dan senjata seperti Hamas di Gaza saat sekarang ini..
>
> Target utama israel dan sekongkolannya seperti pemerintah meliter
> Mesir dan raja Saudi adalah menghancurkan Hamas, partai islam  yang
> menang di Gaza secara demokratis dan setelah di embargo dan di jadikan
> penjara selama 8 tahun masih dapat bertahan hidup dan masih mampu
> menahan dan memukul balik kekuatan meliter terkuat, tercanggih, dan
> terkejam di Dunia.
>
> Jadi yang perlu ditumbuhkan dan dipupuk sekarang ini oleh Dai,
> Pendakwah , Ulama dan Utstaz adalah kesadaran politik Umat Islam,
> Sudah bukan jamannya lagi umat islam menjadi pemain pinggiran..
> Jadilah pemain utama dan besar kemungkinan disaat itu akan bermunculan
> pemimpin pemimpin Islam yang kapabel dan kredibel dan tentunya
> Islami..
>
> Erdogan pemimpin Islami Turkey telah  terbukti dan berhasil mengangkat
> perekonomian Turkey dan Marwah serta Harga Diri masyarakat Turkey yang
> sejak kehancuran kekhalifahan Osmani gagal dilakukan oleh pemimpin
> sekuler dan meliter yang ngak lebih ngak kurang hanya menjadi boneka
> dan antek antek dominasi Barat....
>
> Pingin dan mengidamkan pemimpin yang Islami, tumbuhkanlah kesadaran
> politik umat islam.. rebut kepempinan dan jangan hanya jadi pemain
> pinggiran.. Sokong partai Islam dan jangan partai sekuler/non islamis
> lagi .. Saat mayoritas umat Islam sadar akan kekuatan politiknya saat
> itulah baru ada harapan untuk munculnya pemimpin Islam yang islami..
>
> Selagi mayoritas umat islam masih punya mindset dan pandangan Islam
> yes partai islam dan politikal islam noo.. selagi itu pemimpin yang
> islami susah akan muncul..apalagi ikut ikutan mendeskreditkan partai
> Islam seperti yang dialami PKS beberapa tahun terkahir ini..
>
> AKP/Turkey.. Hamas..dan PAS di Kelantan.. dan juga MB di Mesir (yang
> sekarang lagi di perlakukan tidak adil oleh Firaun moderen sebagai
> partai terlarang/teroris),sudah menunjukkan dan membuktikan bahwa
> Partai Islam dapat berdemokrasi dengan baik dan amanah...
>
> Sakadar bapandapek marespond himbauan sanak ANB..
>
> Wass,
> Sfd, KL, Malaysia.
>
>
>
> On 8/4/14, Akmal Nasery Basral <[email protected]> wrote:
> > ... Presiden Uruguay, tapinya. Bukan presiden negara lain.
> >
> > [image: Photo: José Mujica is the poorest president in the world. He
> makes
> > 12,000 USD a year and donates 90% of that to charity. What a guy.
> > http://bit.ly/Humble-President]
> >
> > Presiden Uruguay *José Alberto "Pepe" Mujica Cordano *adalah presiden
> > termiskin di dunia.  Dari gaji bulannya yang USD 12.000,  *90 % (sembilan
> > puluh persen) *disumbangkannya untuk kepentingan rakyatnya.
> >
> > http://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Mujica
> >
> > Dan kita bertanya: mengapa hal seperti ini tidak kita lihat pada pemimpin
> > muslim, padahal contoh sedekah ekstensif seperti ini sudah dicontohkan,
> > berulangkali, oleh para khalifah legendaris seperti Abu Bakar, Umar dan
> > para pelanjutnya?
> >
> > Ada yang mau berbagi pendapat?
> >
> > Wassalam,
> >
> > ANB
> >
> > --
> > .
> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
> lain
> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> > ===========================================================
> > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> > * DILARANG:
> >   1. Email besar dari 200KB;
> >   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >   3. Email One Liner.
> > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> > mengirimkan biodata!
> > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> > mengganti subjeknya.
> > ===========================================================
> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
> > ---
> > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> > Google Grup.
> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim
> > email ke [email protected].
> > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> >
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke