Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,

Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas
komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan
rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme,
dan mengadopsi kapitalisme.

Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak
apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan
gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu
tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti
teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan
murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks,
dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.

Salam,

ANB



Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis:

> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml
>
> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco buku
> Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang
> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang
>
> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni
> tau Karl Marx iko komunis.
>
> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke