Alhamdulillah tanyo alah tajawek surang Uni. :-) Wassalam,
ANB Pada 6 Agustus 2014 23.55, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis: > Mak Kusia > > Iko kato Nyiak Gugel jawekno > > KEKELIRUAN DALAM MEMILIH PENERIMA SEDEKAH > *Beberapa kekeliruan dibawah ini menjelaskan beberapa poin yang mungkin > luput dari perhatian sebagian umat Islam. Mungkin karena kurangnya waktu > untuk mendapatkan informasi agama dan syariah. Ada beberapa kategori > prioritas yang ditekankan oleh agama dalam memilih kepada siapa kita > menyerahkan sedekah. Pada segmen ini, titik beratnya adalah kesempurnaan > sedekah dengan mengikuti skala prioritas yang dianjurkan agama demi > kesempurnaan, kemaslahatan dan manfaat sedekah yang lebih menyeluruh. Jadi, > bukan pada segmen hukum diterima atau tidaknya sedekah jika tidak mengikuti > urutan prioritas ini. Untuk itu, berikut ini beberapa prioritas yang > digariskan agama.* > > *Pada hakikatnya seseorang yang ingin bersedekah diberi ortoritas dalam > memilih siapa penerima yang ia pilih, sebagaimana hadist Nabi menegaskan > hal ini,* > *"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda,'Bersedekahlah! Seseorang > menanggapi,'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki)'. Rasul > berkata,'Bersedekahlah untuk dirimu'. Ia berkata,'saya masih punya > sisanya'. Kata Rasul,'berikan kepada istrimu'. Ia berkata,'masih ada yang > lain'. Kata Rasul,'berikan kepada anakmu!' Masih ada yang lain'. Kata > Rasul,'berikan kepada pelayanmu!' Masih ada yang lain'. Rasul > berkata,'Terserah kamu (kamu lebih tahu)". Sunan An-Nasa'i, hadist > no.(2534) 5/66.* > > > > * 1. TIDAK MEMPRIORITASKAN KERABAT.* > > > *Memprioritaskan kerabat juga perlu diperhatikan. Bagaimana munkgin > seseorang bersedekah kepada orang lain sementara masih ada kerabatnya yang > sangat membutuhkan kecuali untuk alasan-alasan yang krusial. Jika khawatir > kerabat tersinggung, tekniknya bisa dengan berbagai cara, baik melalui > orang lain atau dengan rahasia dan cara-cara lainnya yang tidak > menyinggung.* > > > *Ada dua keuntungan bagi pemberi sedekah ketika memilih kerabat sebagai > penerima sedekahnya. Pertama, keuntungan pahala sedekah. Kedua, mempererat > hubungan kekerabatan, mempererat tali persaudaraan. Lihat hadist Nabi > berikut,* > *"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada > kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR.Ath-Tarmidzi)* > > *Demi keuntungan yang lebih banyak, satu ibadah bernilai dua kebaikan. > Oleh sebab itu, memprioritaskan kerabat sebagai calon penerima sedekah, > perlu dipertimbangkan. Kekeliruan bersedekah dengan tidak mendahulukan > kerabat tidak berakibat kepada ditolaknya nilai sedekah dimata Allah. > Tetapi, poinnya adalah lebih berkahnya nilai sedekah, jika dilihat dari > prioritas orang terdekat dengan si pemberi sedekah. Namun, bila faktornya > adalah siapa yang paling membutuhkan, maka bisa dilihat kepada keadaan si > penerima sedekah.* > > *"Dari Abu Sa'id Ak-Khudri ra, Rasulullah selesai melakukan shalat Adha > dan fitri, beliau berpesan pada orang-orang dan memerintahkan mereka untuk > bersedekah. Beliau berkata,'wahai manusia, bersedekahlah!' Kepada perempuan > beliau juga berpesan,'wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat > kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan'. Mereka bertanya,'mengapa > bisa begitu, ya Rasulullah?' Rasul menjawab,'kalian banyak melaknat > (mencaci) dan membantah keluarga. Aku tidak melihat penyebab kekurang > pintaran dan kekurangsalehan yang menghilangkan kemurnian pikiran > laki-laki, kecuali kalian para wanita'. Kemudian Nabi beranjak dan tatkala > sampai kerumahnya, Zainab istri Ibnu Mas'ud minta izin bertamu, Ibnu Mas'ud > berkata,'Ya Rasulullah, ini Zainab'. Nabi bertanya,'Zainab yang mana?' > Dijawab,'Zainab istrinya Ibnu Mas'ud'. Nabi berkata,'oh ya, izinkan dia > masuk'. Zainab berkata,'wahai Rasul, engkau menyuruh hari ini untuk > bersedekah. Aku mempunyai perhiasan, aku ingin menyedekahkannya'. Kata Ibnu > Mas'ud,' dia dan anak kami lebih berhak menerimanya'. Nabi berkata,'Ibnu > Mas'ud itu benar, suamimu dan anakmu lebih berhak menerimanya". > (HR.Bukhari).* > > > > * 2. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR DAN MISKIN.* > > > *Memprioritaskan fakir miskin bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Hal > ini hanyalah skala prioritas. Pemberi sedekah pasti selalu ingin sedekah > yang ia berikan bernilai dimata Allah, dan mendapat ridha Allah. Maka agama > memberi petunjuk skala prioritas untuk dipilih, siapa yang paling tepat > lebih dahulu diberikan sebelum yang lainnya.* > > *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan > Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka > mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal > mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang > secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan > Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan > hartanya dimalam dan disiang hari secara tesembunyi dan terang-terangan, > mereka mendapat pahala disisi tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap > mereka dan tidak pula mereka bersedih hati".* > > *Kriteria fakir dalam ayat ini sebenarnya masih menyimpan skala prioritas > bagi pemberi sedekah yang ingin terus menyempurnakan nilai sedekahnya. > Fakir akibat terlalu sibuk jihad dijalan Allah termasuk prioritas ayat ini, > dibanding fakir yang tidak jihad. Dewasa ini, hal seperti ini bisa > diartikan mereka yang mendapat panggilan jiwa mengabdikan ilmu, kemampuan, > dan pengabdian masyarakat yang membuat mereka kekurangan waktu untuk > mencari nafkah untuk diri dan keluarga mereka sendiri. Contohnya seperti > guru bantu didaerah tepencil yang tidak dibayar. Atau, jihad kedaerah > perang sehingga meninggalkan keluarga yang harus dinafkahi.* > > > > > * 3. TIDAK MEMPRIORITASKAN ORANGTUA.* > > > *Orangtua yang fakir merupakan prioritas agama juga ketika memilih siapa > penerima sedekah yang akan diberikan. Banyak orangtua yang tidak memadai > hidupnya tapi enggan juga untuk meminta-minta. Mereka ini adalah orang > terhormat, bersih walau miskin, rapi walau sederhana, taat beragama, sangat > menghargai diri mereka sendiri. Ciri seperti ini banyak kita temukan > didalam masyarakat. Orangtua yang sudah pensiun tapi bekal hari tuanya > tidak mencukupi sementara anak-anaknya tidak mapan. Sebagian orang yang > datang ke mesjid dengan rapi dan bersih, tanpa kita sadari sebenarnya ada > diantara mereka yang sangat membutuhkan bantuan, tetapi mereka tidak > menampakkannya. Hanya orang-orang yang mempunyai kepekaan sosial yang > tinggilah yanng mengerti siapa mereka dan memberi bantuan.* > > *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan > Allah. Mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka > mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal > mereka dengan sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara > mendesak".* > > *Ayat diatas mengisyaratkan untuk memerhatikan penerima-penerima infak dan > sedekah. Juga, menganjurkan agar lebih mengasah kepekaan sosial kita yang > terkadang tertutupi oleh pergulatan dunia yang sangat menyita waktu dan > tenaga kita.* > > > > > * 4. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR YANG SAKIT.* > > > *Prioritas berikutnya adalah fakir yang sakit. Sebagaimana kita ketahui > bersama, bahwa penyakit yang diderita seseorang selalu menyita biaya yang > tidak sedikit apalagi penyakit yang diderita adalah penyakit yang > membutuhkan perawatan ekstra. Ini juga sering luput dari perhatian kita, > bahwa banyak pasien yang ada dirumah sakit, puskesmas, klinik tradisional, > atau disekelilingi kita adalah orang-orang fakir yang sakit yang tidak > punya biaya atau kekurangan biaya untuk berobat. Al-Qur'an mengingatkan ini > masih dalam ayat yang sama, QS.Al-Baqarah ayat 273. Jarang sekali seseorang > yang hendak menyerahkan sedekahnya dengan sengaja mendatangi tetangganya, > dengan alasan malu, merasa tidak enak, atau takut tersinggung. Oleh karena > itu, kita perlu memerhatikan kembali kandungan ayat diatas untuk lebih > meluangkan perhatian pada fakir-fakir yang tidak mau meminta-minta dengan > secara terang-terangan.* > > > > > * 5. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR YANG TERANCAM KARENA* > * JIHAD.* > > > *Fakir yang terancam karena jihad maksudnya adalah mereka yang tidak > sempat mencari nafkah karena jihad dijalan Allah.* > > *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan > Allah;mereka tidak dapat berusaha di bumi".* > > > *Pada zaman Rasulullah,ayat diatas tujukan kepada mereka yang ikut jihad > berperang dijalan Allah. Atau, mereka yang sering diutus ke wilayah-wilayah > penyebaran Islam untuk dakwah. Dewasa ini, kelompok seperti ini adalah > mereka yang banyak melakukan pengabdian masyarakat, baik dakwah, atau > tujuan sosial lainnya. Hal ini menyita waktu dan tenaga, sehingga mereka > tidak sempat meluangkan waktu yang cukup untuk mencari nafkah bagi dirinya > atau keluarganya. Mereka ini seperti orang-orang yang merelakan dirinya > berdakwah ketempat yang membutuhkan dan tidak dibayar secara layak, atau > tidak dibayar sama sekali. Atau juga, sukarelawan-sukarelawan bencana alam > dan daerah konflik. Sebagian mereka tidak dibayar atau tidak dibayar secara > layak. Mereka juga meninggalkan keluarga didaerah asal, bagi yang tidak > membawa keluarganya. Itu pulalah diantara urgensinya pada zaman Rasul dan > khula-faur Rasyidin membentuk Baitul Mal supaya mereka ini mendapat > tunjangan dari Baitul Mal. Orang-orang seperti ini banyak kita temukan > disekeliling kita dan sering luput dari perhatian kita termasuk orang-orang > yang menuntut ilmu, mereka yang mengabdi di mesjid, dan sebagainya.* > > > > > * 6. TIDAK MEMILIH ORANG SALEH.* > > > *Kekeliruan lain yang perlu diperhatikan oleh seorang yang akan bersedekah > adalah pemilihan penerima sedekah. Sebaiknya selain keluarga, fakir, miskin > maka pilihlah yang saleh. Hal ini perlu diperhatikan demi mencapai manfaat > yang lebih maksimal. Harta yang disedekahkan tentunya memindahkan > pengelolaan dan pemanfaatan harta tersebut kepada penerima sedekah. Jika > yang terpilih adalah orang yang akan menyalurkannya kepada yang tidak benar > seperti penjudi, pencuri, peminum, atau pezina ada kemungkinan dimanfaatkan > dijalur yang menjadi hobinya.* > > *Kemudian orang tersebut doanya tidak lebih manjur secara hitung-hitungan > manusia dibanding ornag saleh. Malah, terkadang dia lupa mendoakan pemberi > sedekah. Jika penerima adalah seorang yang saleh taat agama maka besar > kemungkinan dia akan mendoakan pemberi dan memanfaatkannya dijalan yang > direkomendasikan agama. Sebagaimana kita pahami bersama, bahwa salah satu > motivasi seseorang dalam bersedekah adalah ingin mendapat ridha dari Allah > dan ingin didoakan oleh penerimanya. Sehingga, doa tersebut mengetuk 'Arsy > Allah dan berimplikasi pada semakin cepatnya rahmat Allah turun kepada > pemberi sedekah.* > > *"Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bahwa Nabi SAW bersabda,'perumpamaan mukmin > seperti iman, seperti kuda pada tiang pengikatnya. Dia berkelana kemudian > akan kembali ke tiang ikatannya. Dan sesungguhnya, seorang mukmin kadang > lupa kemudian dia akan kembali kepada keimanan. Maka, berikanlah makanan > kamu kepada orang bertakwa dan orang-orang mukmin yang baik (saleh)". > (HR.Ahmad)* > > *Siapa saja berhak menerima sedekah, baik dia saleh maupun fasik, kecuali > diketahui kalau orang fasik akan membelanjakannya pada jalan yang haram. > Jika tidak, sah memberi sedekah kepada siapa saja.* > > *Harus dicatat juga kalau hal ini tidak mutlak ketika tidak ada pilihan > lain dalam memilih penerima sedekah. Artinya, bersedekah kepada siapapun > sah menurut agama. Namun, jika ada pilihan penerima sebagaimana yanbg > direkomendasikan agama maka hal itu akan lebih sempurna dan lebih cepat > dalam mendatangkan rahmat. Prioritas ini adalah dalam keadaan antara > memilih dua atau lebih objek penerima sedekah. Hal ini dipertegas oleh > hadist Nabi yang mengatakan,* > > *"Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda,'seseorang menyatakan > saya akan mengeluarkan sedekah, kemudian dia menyerahkannya kepada seorang > pencuri'. Para sahabat mengkritiknya,'mengapa disedekahkan kepada pencuri?' > Nabi berkata,'Ya Allah, itu terpuji'. Pernah diberikan ke tangan pezina, > dikritik mengapa diberikan malam hari kepada pezina. Nabi berkata,'Ya > Allah, itu terpuji'. Kemudian pernah diberikan kepada orang kaya, dikritik > lagi. Nabi berkata,'Insya Allah kamu terpuji kalaupun diberikan kepada > pencuri, pezina, atau orang kaya'. Dikatakan kepadanya,'adapun sedekahmu > kepada pencuri, mudah-mudahan dia menjadi berhenti mencuri. Adapun kepada > pezina, mudah-mudahan dia berhenti dari berzina. Adapun kepada orang kaya, > mudah-mudahan dia mengambil ibrah dan mulai berinfak dijalan Allah". > HR.Bukhari.* > > > > > * 7. TIDAK MENDAHULUKAN ORANG YANG BERUTANG.* > > > *Rasulullah berpesan untuk mendahulukan orang yang berutang sebagai > penerima sedekah. Ini merupakan pilihan lain dari prioritas yang harus > menjadi perhatian setiap orang yang ingin menyalurkan sedekahnya. Hal ini > agar tidak terjadi seseorang bersedekah pada seseorang atau yayasan, > padahal kriteria prioritas diatas menunggu didepan mata, karena Rasul > berpesan,* > *"Abu Sa'id Al-Khudri berkata, seseorang tertimpa musibah pada zaman Rasul > lalu dia menjual kebunnya. Namun, utangnya masih banyak. Rasul > berkata,'kalian berilah dia sedekah'. Maka, orang-orang bersedekah dan > itupun belum cukup untuk membayar utang-utangnya. Rasul berkata kepada > pemiutangnya,'ambillah apa yang kalian dapatkan dan itulah bayaran kalian". > HR.Muslim.* > > > > > * 8. MEMPRIORITASKAN NON-MUSLIM.* > > > *Memilih non-muslim sebagai penerima sedekah tidak dilarang dalam tuntunan > agama Islam. Pada zaman Rasulullah ada anggapan bahwa ayat-ayat tuntunan > bersedekah terfokus pada umat Islam saja. PAda mulanya, Rasul pun memahami > demikian. Menurut riwayat, para sahabat Nabi tadinya memberi sedekah kepada > fakir miskinn penganut agama Yahudi dan Nasrani yang berdomisili di > Madinah. Tetapi, semakin banyak kaum muslim yang membutuhkan bantuan, > apalagi pasca hijrah, banyak muhajirin yang butuh bantuan. Rasul menasihati > agar tidak perlu membantu yang bukan muslim. Sikap Rasul itu diluruskan > oleh QS.Al-Baqarah ayat 272,* > *"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi > Allah-lah yang memberi petunjuk memberi taufik siapa yang dikehendaki-Nya. > Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan dijalan Allah maka > pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu > melainkan karena mencari keridhaan Alllah. Dan apa saja harta yang baik > yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, > sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)".* > > *Jangan menjadikan bantuan apapun bentuknya, materi atau non materi > sebagai cara untuk membujuk, menggiring atau memaksa orang lain memeluk > agama Islam. Jangan juga perbedaan agama dijadikan alasan atau penghalang > untuk tidak memberi bantuan atau sumbangan kepada siapapun yang butuh, > karena hanya Allah lah yang mempunyai hak prerogatif terhadap siapa yang > mendapat hidayah atau siapa kehilangan hidayah.* > > *Bisa dipahami dari koreksi ayat terhadap sikap awal Rasulullah, bahwa > membatasi penerima sedekah memang tidak dibolehkan dalam Islam. Tetapi, > membuat skala prioritas menjadi penting disaat kaum muslim keadaannya perlu > di prioritaskan. Prioritas ini tidak mengakibatkan nilai sedekah seseorang > hilang dimata Allah, tapi idealnya mendahulukan muslim dari non muslim > ketika perlu memilih akan lebih bermanfaat dibanding sebaliknya.* > > *"Sa'id bin Jubair berkata,'Rasulullah bersabda,'jangan kalian bersedekah > kecuali kepada yang seagama'. Maka, Allah menurunkan QS.Al-Baqarah ayat > 272. Rasulullah bersabda lagi, 'bersedekahlah kepada pemeluk agama apa > saja".* > > > > * 9. PENERIMA TIDAK BERTERIMA KASIH.* > > > *Ada juga kekeliruan dari pihak penerima sedekah bahwa dia lupa berterima > kasih kepada pemberi sedekah. Kesalahan ini tidak fatal, tetapi berkaitan > dengan keikhlasan pemberi setelah itu. Jika penerima berterima kasih maka > pemberi akan merasa senang dan rasa senang akan mengarah kepada > kebahagiaan. Hal ini akan berimplikasi pada meningkatnya gairah untuk > bersedekah kembali pada kesempatan yang berbeda, walaupun dengan penerima > yang sama atau penerima yang berbeda.* > > *"Nu'man bin Basyir berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa > bersyukur sedikit, dia tidak mungkin bersyukur banyak. Siapa yang tidak > berterima kasih kepada orang, berarti dia tidak berterima kasih kepada > Allah. Ber-tahadduts dengan nikmat Allah berarti dia bersyukur, > meninggalkannya adalah kufur. Jamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah > azab".* > > *Kekeliruan ini tidak berakibat pada batalnya sedekah. Namun, akan > berpengaruh pada gairah bersedekah berikutnya. Artinya kekeliruan ini hanya > pada adab dan etika bersedekah.* > > > > > * 10. PENERIMANYA TIDAK MENDOAKAN.* > > > *Mendoakan orang yang memberi merupakan tanda syukur penerima kepada Allah > atas rahmat yang Allah berikan kepadanya melalui pemberi sedekah. Allah > tidak kekurangan satu sebab pun untuk membagikan rahmatnya didunia ini. > Pada hakikatnya, kita semua didunia ini adalah distributor terhadap rezeki > yang Allah titipkan kepada kita untuk disalurkan kepada pos-pos yang > nantinya Allah akan tunjukkan sebab-sebab penyalurannya, baik yang bisa > terduga. Terduga artinya manusia bisa menduga sebab distribusi dan objek > distribusi. Semua orang tahu bahwa istri dan anak adalah objek distribusi > yang wajib bagi suami. Sebabnya bisa diambil contoh ketika istri mau > melahirkan maka itu menjadi sebab suami harus mendistribusikan unag > bersalin. Tidak terduga artinya manusia tidak menduga apa yang akan Allah > jadikan sebab untuk seseorang mengeluarkan sedekah. Contohnya seperti > tiba-tiba dipagi hari ketika kita mau berangkat kekantor, ada orang yang > datang kerumah meminta sedekah, kemudian kita memberi. Kita tidak pernah > menduga kalau gerakan keluarnya kita dari rumah menyebabkan langkah > peminta-minta itu tergerak untuk singgah dan meminta sedekah.* > > *Oleh karena itu, siapapun berkewajiban mensyukuri nikmat yang Allah > berikan walaupun melalui sedekah. Salah satu cara mensyukuri nikmat itu > adalah dengan mendoakan pemberi agar dia diberi rezeki yang lebih. Dan bisa > saja doa itu juga menjadi sebab nanti kepada orang lain mendapat rezeki > bagi orang lain, karena pemberi sedekah tadi tergerak lagi hatinya untuk > terus membiasakan bersedekah. Allah SWT berfirman dalam QS.At-Taubah:103,* > *"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu > membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya > doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Allah maha mendengar > lagi maha mengetahui".* > > *Tidak mendoakan pemberi tidak membatalkan pahala sedekah bagi pemberi. > Namun, kekeliruannya adalah penerima tidak memanfaatkan pahala tambahan > dari doa yang tidak dia panjatkan maka penerima akan senang jika > kedengaran, atau Allah akan menambah rezekinya karena doa dan syukur dari > penerima itu. Celaka bagi penerima yang tidak mendoakan, karena bisa jadi > dia dianggap sombong dan tidak bersyukur di mata Allah.* > > > > > * 11. PENERIMA TIDAK MEMANFAATKAN SECARA BENAR.* > > > *Benar bahwa harta atau sesuatu yang sudah dipindahtangankan hak miliknya > maka pengelolaannya juga sudah berpindah secara otomatis. Sedekah yang > sudah diserahkan kepada penerima maka pengelolaan akan menjadi otoritas > penerima sepenuhnya, akan dibelanjakan kemana dan untuk apa, sudah menjadi > kewenangannya. Ketika seseorang bersedekah maka dia akan diganjar oleh > Allah dan hubungan pengganjaran tersebut tidak terkait dengan penerima lagi > kecuali ada Allah diantara keduanya. Maksudnya adalah jika pemberi memenuhi > kode etik bersedekah dan meninggalkan larangan-larangannya maka balasannya > adalah melalui perantara Allah. Seperti doa pemberi baru berpengaruh > setelah ada Allah diantaranya.* > > *Pada segmen ini, pemanfaatan sedekah yang sudah diterima oleh penerima > sedekah adalah hak penuh pada dirinya. Ketika itu dimanfaatkan dijalan yang > benar maka akan berkah untuk dirinya, apalagi dimanfaatkan pada kategori > amal jariah. Seperti sedekah yang disalurkan ke yayasan pesantren, amal > jariahnya akan terus mengalir kepada pemberi sedekah. Namun kalau > disalurkan kepada seseorang atau kepada yayasan, kemudian mereka > memanfaatkan dijalan yang tidak benar maka tidak terkait lagi pada pemberi, > karena dia tidak tahu akan dimanfaatkan secara tidak benar. Kalau dia tahu > maka besar kemungkinan tidak akan disalurkan lewat orang atau yayasan > tersebut.* > > *Penyaluran yang salah akan berakibat pada penerima sedekah. Secara > langsung atau tidak langsung maka bantuan kepadanya akan berkurang. > Langsung, jika dikemudian hari diketahui bahwa penerima menyalurkan secara > salah maka pemberi akan kapok untuk memilih dia sebagai penerima, atau akan > tersebar berita dan berujung pada kesepakatan untuk tidak memilih dia > sebagai penerima. Tidak langsung artinya bisa saja Allah tidak menggerakkan > siapapun untuk memilih dia sebagai penerima sedekah lagi.* > > > > * 12. PENERIMA TIDAK MEMANFAATKAN SECARA BENAR.* > > > *Benar bahwa harta atau sesuatu yang sudah dipindah tangankan hak miliknya > maka pengelolaannya juga sudah berpindah secara otomatis. Sedekah yang > sudah diserahkan kepada penerima maka pengelolaannya akan menjadi otoritas > penerima sepenuhnya, akan dibelanjakan kemana dan untuk apa, sudah menjadi > kewenangannya. Ketika seseorang bersedekah maka dia akan diganjar oleh > Allah dan hubungan tersebut tidak terkait dengan penerima lagi kecuali ada > Allah diantara keduanya. Maksudnya adalah jika pemberi memenuhi kode etik > bersedekah dan meninggalkan larangan-larangannya maka balasannya adalah > melalui perantara Allah. Seperti doa pemberi baru berpengaruh setelah ada > Allah diantaranya.* > > *Pada segmen ini, pemanfaatan sedekah yang sudah diterima oleh penerima > sedekah adalah hak penuh pada dirinya. Ketika itu dimanfaatkan dijalan yang > benar maka akan berkah untuk dirinya, apalagi dimanfaatkan pada kategori > amal jariah. Seperti sedekah yang disalurkan ke yayasan pesantren, amal > jariahnya akan terus mengalir kepada pemberi sedekah. Namun kalau > disalurkan kepada seseorang atau kepada yayasan, kemudian mereka > memanfaatkan dijalan yang tidak terkait lagi pada pemberi, karena dia tidak > tahu akan dimanfaatkan secara tidak benar. Kalau dia tahu maka besar > kemungkinan tidak akan disalurkan lewat orang atau yayasan tersebut.* > > *Penyaluran yang salah akan berakibat pada penerima sedekah. Secara > langsung atau tidak langsung maka bantuan kepadanya akan berkurang. > Langsung, jika dikemudian hari diketahui bahwa penerima menyalurkan secara > salah maka pemberi akan kapok untuk memilih dia sebagai penerima, atau akan > tersebar berita dan berujung pada kesepakatan untuk tidak memilih dia > sebagai penerima. Tidak langsung artinya bisa saja Allah tidak menggerakkan > siapapun untuk memilih dia sebagai penerima sedekah lagi.* > > > > * 13. MENYEDEKAHKAN SEMUA HARTA. * > > > *Walaupun pada persiapan perang tabuk, Abu bakar menyumbangkan semua > hartanya. Tetapi pada saat yang sama, Rasulullah melarang Abdurrahman bin > Auf yang ingin menyumbangkan juga semua hartanya, dengan alasan dia > mempunyai kepentingan lain. Hal ini mengajarkan kita bahwa sisakanlah > sebagian harta untuk kepentingan keluarga dan kepentingan hidup lainnya > yang masih menjadi tanggung jawabnya. Firman Allah SWT, QS At-Taghabun : 64 > menyatakan,* > *" Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah > serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Barangsiapa > yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang > beruntung".* > > *Ayat ini dipahami ulama sebagai anjuran menyedekahkan sebagian harta yang > baik dijalan Allah. Dijelaskan juga tujuan sedekah dalam ayat ini adalah > untuk mengikis sifat kikir dari dalam diri seorang yang bersedekah.* > > > > * 14. PENERIMANYA MENGGERUTU TERHADAP SEDEKAH.* > > > *Adakalanya penerima sedekah bersikap tidak puas, bahkan menggerutu > terhadap sedekah yang diterimanya. Terkadang dia menggerutu karena jumlah > sedekah kurang banyak. Dia berkata,"bersedekah koq tanggung-tanggung, > segini mana cukup untuk beli apa-apa". Atau, dia menggerutu karena jenis > sedekah yang kurang sesuai dengan harapannya, seperti dia menerima sedekah > berupa baju sementara dia merasa butuh uang, ia berkata,"coba dikasih uang > saja (mentahnya saja), biar leluasa menggunakannya".* > > *Yang lebih tidak pantas lagi kalau penerima sedekah marah-marah ketika > diberi sedekah, sedang ia menerimanya. Hal-hal seperti ini merupakan > sifat-sifat atau tindakan buruk penerima sedekah yang diceritakan dalam > QS.At-Taubah:58-59,* > *"Diantara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat. > Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati. Dan jika > mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi > marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah > dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata,'cukuplah Allah bagi kami, Allah > akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula)Rasul-Nya, > sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah (tentulah > yang demikian itu lebih baik bagi mereka)".* > > *Ayat ini turun ketika diantara orang-orang munafik ada yang mencela > Muhammad SAW, menyangkut kebijaksanaannya dalam membagi sedekah. Orang > munafik itu adalah kharqush bin zuhair yang dikenal juga dengan gelar Abu > Al-Jawwad (orang gendut, angkuh dan banyak bicara). Rasulullah membagi > bagian sedekah dari hasil rampasan perang. Ketidakpuasannya pada cara Nabi > membagi sedekah, dia berkata kepada para sahabat lain, "tidakkah kalian > melihat bahwa sahabat kalian (Muhammad) telah membagi-bagikan sedekah > kepada para penggembala, sedang dia mengakui dirinya berlaku adil"?* > > *Kisah ini kemiripannya dengan beberapa kericuhan dalam penertiban PKL > oleh pamong praja. Awalnya PKL itukan meminta izin ikut berjualan > sementara, selagi lahan itu tidak terpakai. Artinya, izin pemerintah atau > pihak terkait saat itu diibaratkan bantuan sementara. Ketika tiba waktunya > lahan itu akan dimanfaatkan dan difungsikan, mengapa penertiban yang > dilakukan pamong praja sering berujung dengan kericuhan? Sejak mulai > berdagang sampai penertiban merupakan batas bantuan, mengapa meminta lebih > dengan penolakan penertiban?* > > *Untuk itu, siapapun baik pemberi sedekah maupun penerima sedekah harus > menghindari sikap menggerutu ketika bersedekah maupun menerima sedekah. > Sikap menggerutu akan membatalkan pahala sedekah sebagaimana dikecam pada > ayat diatas.* > > > > > * 15. KEKELIRUAN NIAT PENERIMA.* > > > > *Jika niat atau motivasi seorang penerima sedekah tidak benar, hal ini > juga merupakan sebuah kesalahan. Pada hakikatnya, seorang penerima sedekah > berhak menerima sedekah haruslah dengan sebab kebutuhan. Artinya, orang > tersebut layak menerima sedekah karena kebutuhan, baik karena fakir, > miskin, keadaan terdesak, tertawan, tidak berdaya hingga butuh dibantu. > Selain itu, memenuhi hak-hak orang lain juga dihitung sedekah oleh syariat. > Seperti menyalurkan hawa nafsu pada tempatnya menjadi berpahala sedekah > karena tidak disalurkan pada tempat yang salah.* > > *Islam datang dengan tujuan untuk menyelamatkan umat kejalan yang baik. > Allah menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi siapa saja yang taat > dan takwa kepada Allah. Sehingga janggal rasanya jika seseorang yang takwa > atau muhsin mendapatkan kehidupan yang tidak berkah. Tidak mungkin Islam > menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai antara teori dan fakta. Jika faktanya > seorang muslim tidak berkah hidupnya maka perlu diajukan pertanyaan > ketakwaannya. Islam menganjurkan untuk menjadi orang tangannya diatas, > bukan dibawah.* > > *Hadist Rasulullah yang sejalan dengan pernyataan diatas menyebutkan,* > *"Apapun yang dimakan oleh seseorang sebaiknya dari hasil usaha tangannya > sendiri. Sesungguhnya makanan Nabi Daud selalu dari hasil usaha tangannya > sendiri". (HR.Bukhari)* > > *"Ada 3 kategori tangan maka tangan Allah adalah yang paling ulya (atas), > tangan pemberi berikutnya, dan tangan peminta yang terbawah. Oleh sebab > itu, berikanlah kebaikan (manfaat) dan jangan jadikan dirimu lemah (jangan > rendahkan dirimu)". (HR.Abu Daud).* > > *Sementara dewasa ini, sebagian penerima sedekah justru menjadikan hasil > sedekah sebagai profesi. Hal ini tidak sejalan dengan apa yang dianjurkan > oleh Islam. Dengan demikian, ada baiknya untuk tidak memilih mereka yang > menjadikan sedekah sebagai penghasilan utama sebagai penerima sedekah. > Selain sedekah bertujuan untuk membantu yang membutuhkan dan mencari ridha > Allah, juga bertujuan mengurangi kemiskinan dengan meningkatnya > alumni-alumni "tangan dibawah"ke posisi"tangan diatas".* > > > > > * 16. TIDAK MEMPRIORITASKAN YANG SEDANG MENUNTUT ILMU DAN * > * FISABILILLAH.* > > > *Menuntut ilmu dijelaskan dalam Al-Qur'an dengan tegas akan mendapatkan > peningkatan derajat dimata Allah dan manusia. Secara sederhana, hal ini > bisa kita pahami bahwa dengan ilmu seseorang akan lebih bijaksana dalam > memandang sebuah permasalahan dan lebih arif dalam mendalami apa yang Allah > dan Rasul-Nya maksudkan tentang agama menuju Allah. Hal ini ditegaskan > dalam surat Al-Mujadalah:11,* > *"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan > kepadamu,"berlapang-lapanglah dalam majelis" maka lapangkanlah. Niscaya > Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan,"Berdirilah kamu" > maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman > diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. > Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.* > > *Eksistensi seorang penuntut ilmu selama ia menuntut ilmu merupakan salah > satu waktu atau masa primer yang diberkahi Allah. Argumentasinya adalah > bahwa selama ia menuntut ilmu, distribusi aktivitasnya mayoritas > fisabilillah (dijalan Allah). Kemudian, pasca menuntut ilmupun aktivitasnya > diharapkan akan memberi manfaat bagi manusia. Walaupun faktanya sebagian > ilmuwan ada yang tidak memanfaatkan ilmunya secara benar. Seperti > orang-orang yang belajar agama Islam, tapi kemudian merongrong Islam > sesudahnya. Untuk itu, Ulama membagi dua kategori dalam memahami ajaran > Lukman Al-Hakim.* > > *"Ilmuwan yang bijaksana akan mengajak manusia untuk mengamalkan sesuatu > dengan diam dan kewibawaan, sementara ilmuwan yang dungu akan menyesatkan > dan menjauhkan orang dari amalnya dengan banyak bicara dan berlebihan".* > > *Maksud perkataan ini adalah ilmuwan yang bijak akan mengundang orang > untuk menirunya dengan bijak dan wibawa. Sebaliknya, ilmuwan dungu akan > banyak bicara dan tidak sesuai dengan perbuatan, bahkan ia tidak rela orang > lain menyamai pencapaiannya.* > > *Kaitannya dengan sedekah adalah bahwa orang yang menuntut ilmu sedang > berada dalam waktu primer dan doa mereka berpotensi cepat diijabah oleh > Allah. Pemanfaatan ilmu mereka akan memberi pahala yang berkepanjangan. > Diatas telah kita jelaskan bahwa balasan sedekah akan cepat datang jika > penerimanya adalah orang yang butuh, saleh dan bertakwa.* > > *Penuntut ilmu menjadi prioritas jika pilihan yang ada adalah penerima > yang lebih rendah skala prioritasnya. Seperti penerima yang ada adalah > mahasiswa yang tinggal di mesjid dibanding peminta-minta yang membawa > daftar sumbangan dan sudah berkali-kali datang dan tak pernah selesai. > Sampai-sampai, anda sudah beranggapan bahwa sumbangan itu berubah tujuan > dari pembangunan menjadi konsumsi pribadi.* > > > > > * 17. TIDAK MEMPRIORITASKAN JANDA, PELAYAN, ORANG YANG * > * DITAWAN.* > > > > *keempat golongan ini perlu di prioritaskan ketika pilihan saat > menyerahkan sedekah adalah mereka yang paling membutuhkan. Tentunya > prioritas disini bukanlah sebuah kewajiban yang jika tidak didahulukan > lantas sedekah batal. Namun, tujuannya adalah sebaiknya sedekah memilih > golongan-golongan yang di prioritaskan agama. Semakin memperhatikan > prioritas maka semakin manfaat sedekah yang di distribusikan. Pada saat > yang sama semakin cepat juga balasan yang dijanjikan oleh agama.* > > *Argumentasi kenapa janda perlu mendapat sedekah adalah bahwa seorang > janda harus berjuang untuk menghidupi diri dan anak-anaknya jika ia > ditinggalkan oleh suaminya. Prioritas disini mengacu kepada siapa yang > paling membutuhkan. Jadi, pemberi sedekah perlu sedikit cermat untuk > memilih siapa diantara calon penerima yang lebih membutuhkan. Rasulullah > SAW sendiri dari beberapa motivasi perkawinannya adalah untuk meng-cover > nafkah janda yang ditinggalkan suami-suami mereka, baik nafkah harta, > batin, maupun tanggung jawab perlindungan.* > > *Argumentasi prioritas pelayan dan orang yang sedang ditawan juga sama > dengan diatas, yaitu kebutuhan. Pelayan dalam pekerjaannya terikat oleh > majikan yang terkadang tidak dibatasi jam kerjanya. Kemudian, fenomena saat > ini, insentif para pelayan, pembantu, penjaga mesjid masih belum maksimal > mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait. Sampai-sampai Al-Qur'an > menyandingkan miskin, yatim dengan orang yang ditawan dalam surat > Al-Insan:8,* > > *"Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak > yaitm dan orang yang ditawan".* > > > *Di kutip dari bukunya "Reza Pahlevi Dalimunthe Lc, M.Ag" * > > http://shaiza-rumahislam.blogspot.com/2012/11/kekeliruan-dalam-memilih-penerima.html > > > Pada 6 Agustus 2014 17.11, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis: > > Mak Kusia >> >> Uni tunggu-tunggu jawek Mak Kusia... >> Ndak saba lo uni... mako uni ulakkan baliak... >> >> Uni agak babedo pandapek jo sanak uni >> Sanak uni labiah mautamokan maagiah bantuan ka sanak sakaligus tetangga. >> Walau tau sanak gon indak jujur, indak pulo alim bana >> Mangka paruik uni mancaliak, samantaro sangaik banyak nan labiah pantas. >> >> Jadi mohon Mak Kusia agiah pencerahan.... kalau banyak nan pantas >> ditolong, sia dulu nan di tolong? Baa pulo kalau ado nan mintak ditolong >> bakataruihan... Baa caro mahantikan bia indak ditolong bakataruihan. >> >> Salam >> >> Hanifah >> >> >> >> Pada 5 Agustus 2014 13.55, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis: >> >> Mak Kusia >>> >>> Kalau di kampuang >>> Banyak urang nan mambutuhkan bantuan (banyak nan maharokkan zakat) >>> Bagi nan bapitih banyak tantu indak masalah.... bisa dapek sadono >>> Bagi nan pitihno tabateh... tapaso bacaliak-caliak dulu sia nan patuik >>> Duluan dunsanak kato sanak-sanak uni >>> 1. dunsanak dakek iyo susah tapi punyo laki, punyo sawah, tapi indak >>> cukuik. ado nan alim ado nan indak >>> 2.dunsanak jauah susah pulo, sawah indak pulo punyo. ado nan alim ado >>> nan indak. >>> 3. urang kampuang, ado nan sangaik susah dari dunsanak dakek. tapi alim >>> 4. Janda nan mamaliharo anak yatim, baiak dunsanak atau sakampuang >>> >>> 5. Ado pulo nan dalam kondisi... ndak kaditolong ano sanak, kaditolong >>> ano ndak jujur. >>> >>> 6. dll >>> >>> Salam >>> >>> Hanifah >>> >>> >>> >>> >>> >>> Pada 5 Agustus 2014 13.31, Akmal Nasery Basral <[email protected]> >>> menulis: >>> >>> Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2? dengan >>>> contoh kasus riil akan lebih fokus. >>>> >>>> Wassalam, >>>> >>>> ANB >>>> >>>> >>>> Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri <[email protected]> >>>> menulis: >>>> >>>> Mak Kusia... >>>>> >>>>> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak. >>>>> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka >>>>> musajik satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka >>>>> musajik, musajik sangaik dakek dari rumah. >>>>> >>>>> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia >>>>> >>>>> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu? >>>>> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur? >>>>> >>>>> Salam >>>>> >>>>> Hanifah >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral <[email protected]> >>>>> menulis: >>>>> >>>>> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo >>>>>> buku-buku saroman tun. >>>>>> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah >>>>>> sosialisasi dan bajamaah ka musajik? >>>>>> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah? >>>>>> >>>>>> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek >>>>>> inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling >>>>>> tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim >>>>>> (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. >>>>>> Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk >>>>>> kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi >>>>>> sanak >>>>>> uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua >>>>>> muslim. >>>>>> >>>>>> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab >>>>>> sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu >>>>>> oleh >>>>>> sang tamu. >>>>>> >>>>>> Wassalam, >>>>>> >>>>>> ANB >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>>> >>>>>> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri <[email protected]> >>>>>> menulis: >>>>>> >>>>>> Mak Kusia >>>>>>> >>>>>>> Kini uni indak di kampuang li doh. >>>>>>> >>>>>>> Katono, ano alumni IAIN >>>>>>> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo >>>>>>> tingga di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. >>>>>>> >>>>>>> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). >>>>>>> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok >>>>>>> itu buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, >>>>>>> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) >>>>>>> >>>>>>> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. >>>>>>> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah.... >>>>>>> (ano bukan urang kampuang uni) >>>>>>> >>>>>>> Mokasi banyak Mak Kusia >>>>>>> >>>>>>> Salam >>>>>>> >>>>>>> Hanifah >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral <[email protected]> >>>>>>> menulis: >>>>>>> >>>>>>> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, >>>>>>>> >>>>>>>> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya >>>>>>>> "Das Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol >>>>>>>> sebagai >>>>>>>> bagian dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) >>>>>>>> mahasiswa >>>>>>>> yang terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih >>>>>>>> banyak) >>>>>>>> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide >>>>>>>> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga >>>>>>>> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya >>>>>>>> tinggal >>>>>>>> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan >>>>>>>> asas >>>>>>>> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping >>>>>>>> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap >>>>>>>> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa >>>>>>>> menyejahterakan >>>>>>>> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada >>>>>>>> komunisme, >>>>>>>> dan mengadopsi kapitalisme. >>>>>>>> >>>>>>>> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah >>>>>>>> tidak apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, >>>>>>>> akan >>>>>>>> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. >>>>>>>> Salah >>>>>>>> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang >>>>>>>> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih >>>>>>>> baik >>>>>>>> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti >>>>>>>> itu >>>>>>>> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" >>>>>>>> seperti >>>>>>>> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak >>>>>>>> mendengarkan >>>>>>>> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih >>>>>>>> rileks, >>>>>>>> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan. >>>>>>>> >>>>>>>> Salam, >>>>>>>> >>>>>>>> ANB >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri <[email protected]> >>>>>>>> menulis: >>>>>>>> >>>>>>>>> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml >>>>>>>>> >>>>>>>>> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil >>>>>>>>> mambaco buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan >>>>>>>>> sadang ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang >>>>>>>>> >>>>>>>>> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn >>>>>>>>> nan uni tau Karl Marx iko komunis. >>>>>>>>> >>>>>>>>> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb? >>>>>>>>> >>>>>>>>> Salam >>>>>>>>> >>>>>>>>> Hanifah >>>>>>>>> >>>>>>>>> -- >>>>>>>>> . >>>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di >>>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>>>>>>> =========================================================== >>>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>>>>>>> * DILARANG: >>>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>>>>>>> 3. Email One Liner. >>>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>>>>>>> serta mengirimkan biodata! >>>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama >>>>>>>>> & mengganti subjeknya. >>>>>>>>> =========================================================== >>>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting >>>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>>>>>>> --- >>>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di >>>>>>>>> Google Grup. >>>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup >>>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected]. >>>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi >>>>>>>>> https://groups.google.com/d/optout. >>>>>>>>> >>>>>>>> >>>>>>>> -- >>>>>>>> . >>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di >>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>>>>>> =========================================================== >>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>>>>>> * DILARANG: >>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>>>>>> 3. Email One Liner. >>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>>>>>> serta mengirimkan biodata! >>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>>>>>> mengganti subjeknya. >>>>>>>> =========================================================== >>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting >>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>>>>>> --- >>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di >>>>>>>> Google Grup. >>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup >>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected]. >>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi >>>>>>>> https://groups.google.com/d/optout. >>>>>>>> >>>>>>> >>>>>>> -- >>>>>>> . >>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di >>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>>>>> =========================================================== >>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>>>>> * DILARANG: >>>>>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>>>>> 3. Email One Liner. >>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>>>>> serta mengirimkan biodata! >>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>>>>> mengganti subjeknya. >>>>>>> =========================================================== >>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting >>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>>>>> --- >>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di >>>>>>> Google Grup. >>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup >>>>>>> ini, kirim email ke [email protected]. >>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout >>>>>>> . >>>>>>> >>>>>> >>>>>> -- >>>>>> . >>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>>>> =========================================================== >>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>>>> * DILARANG: >>>>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>>>> 3. Email One Liner. >>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>>>> serta mengirimkan biodata! >>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>>>> mengganti subjeknya. >>>>>> =========================================================== >>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>>>> --- >>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di >>>>>> Google Grup. >>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup >>>>>> ini, kirim email ke [email protected]. >>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>>>>> >>>>> >>>>> -- >>>>> . >>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>>> =========================================================== >>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>>> * DILARANG: >>>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>>> 3. Email One Liner. >>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>>> serta mengirimkan biodata! >>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>>> mengganti subjeknya. >>>>> =========================================================== >>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>>> --- >>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>>>> Grup. >>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>>> kirim email ke [email protected]. >>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>>>> >>>> >>>> -- >>>> . >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>> =========================================================== >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>> * DILARANG: >>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>> 3. Email One Liner. >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>> serta mengirimkan biodata! >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>> mengganti subjeknya. >>>> =========================================================== >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>> --- >>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>>> Grup. >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>> kirim email ke [email protected]. >>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>>> >>> >>> >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
