Alhamdulillah tanyo alah tajawek surang Uni. :-)

Wassalam,

ANB


Pada 6 Agustus 2014 23.55, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis:

> Mak Kusia
>
> Iko kato Nyiak Gugel  jawekno
>
> KEKELIRUAN DALAM MEMILIH PENERIMA SEDEKAH
>  *Beberapa kekeliruan dibawah ini menjelaskan beberapa poin yang mungkin
> luput dari perhatian sebagian umat Islam. Mungkin karena kurangnya waktu
> untuk mendapatkan informasi agama dan syariah. Ada beberapa kategori
> prioritas yang ditekankan oleh agama dalam memilih kepada siapa kita
> menyerahkan sedekah. Pada segmen ini, titik beratnya adalah kesempurnaan
> sedekah dengan mengikuti skala prioritas yang dianjurkan agama demi
> kesempurnaan, kemaslahatan dan manfaat sedekah yang lebih menyeluruh. Jadi,
> bukan pada segmen hukum diterima atau tidaknya sedekah jika tidak mengikuti
> urutan prioritas ini. Untuk itu, berikut ini beberapa prioritas yang
> digariskan agama.*
>
> *Pada hakikatnya seseorang yang ingin bersedekah diberi ortoritas dalam
> memilih siapa penerima yang ia pilih, sebagaimana hadist Nabi menegaskan
> hal ini,*
> *"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda,'Bersedekahlah! Seseorang
> menanggapi,'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki)'. Rasul
> berkata,'Bersedekahlah untuk dirimu'. Ia berkata,'saya masih punya
> sisanya'. Kata Rasul,'berikan kepada istrimu'. Ia berkata,'masih ada yang
> lain'. Kata Rasul,'berikan kepada anakmu!' Masih ada yang lain'. Kata
> Rasul,'berikan kepada pelayanmu!' Masih ada yang lain'. Rasul
> berkata,'Terserah kamu (kamu lebih tahu)". Sunan An-Nasa'i, hadist
> no.(2534) 5/66.*
>
>
>
>  *          1. TIDAK MEMPRIORITASKAN KERABAT.*
>
>
> *Memprioritaskan kerabat juga perlu diperhatikan. Bagaimana munkgin
> seseorang bersedekah kepada orang lain sementara masih ada kerabatnya yang
> sangat membutuhkan kecuali untuk alasan-alasan yang krusial. Jika khawatir
> kerabat tersinggung, tekniknya bisa dengan berbagai cara, baik melalui
> orang lain atau dengan rahasia dan cara-cara lainnya yang tidak
> menyinggung.*
>
>
> *Ada dua keuntungan bagi pemberi sedekah ketika memilih kerabat sebagai
> penerima sedekahnya. Pertama, keuntungan pahala sedekah. Kedua, mempererat
> hubungan kekerabatan, mempererat tali persaudaraan. Lihat hadist Nabi
> berikut,*
> *"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada
> kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR.Ath-Tarmidzi)*
>
> *Demi keuntungan yang lebih banyak, satu ibadah bernilai dua kebaikan.
> Oleh sebab itu, memprioritaskan kerabat sebagai calon penerima sedekah,
> perlu dipertimbangkan. Kekeliruan bersedekah dengan tidak mendahulukan
> kerabat tidak berakibat kepada ditolaknya nilai sedekah dimata Allah.
> Tetapi, poinnya adalah lebih berkahnya nilai sedekah, jika dilihat dari
> prioritas orang terdekat dengan si pemberi sedekah. Namun, bila faktornya
> adalah siapa yang paling membutuhkan, maka bisa dilihat kepada keadaan si
> penerima sedekah.*
>
> *"Dari Abu Sa'id Ak-Khudri ra, Rasulullah selesai melakukan shalat Adha
> dan fitri, beliau berpesan pada orang-orang dan memerintahkan mereka untuk
> bersedekah. Beliau berkata,'wahai manusia, bersedekahlah!' Kepada perempuan
> beliau juga berpesan,'wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat
> kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan'. Mereka bertanya,'mengapa
> bisa begitu, ya Rasulullah?' Rasul menjawab,'kalian banyak melaknat
> (mencaci) dan membantah keluarga. Aku tidak melihat penyebab kekurang
> pintaran dan kekurangsalehan yang menghilangkan kemurnian pikiran
> laki-laki, kecuali kalian para wanita'. Kemudian Nabi beranjak dan tatkala
> sampai kerumahnya, Zainab istri Ibnu Mas'ud minta izin bertamu, Ibnu Mas'ud
> berkata,'Ya Rasulullah, ini Zainab'. Nabi bertanya,'Zainab yang mana?'
> Dijawab,'Zainab istrinya Ibnu Mas'ud'. Nabi berkata,'oh ya, izinkan dia
> masuk'. Zainab berkata,'wahai Rasul, engkau menyuruh hari ini untuk
> bersedekah. Aku mempunyai perhiasan, aku ingin menyedekahkannya'. Kata Ibnu
> Mas'ud,' dia dan anak kami lebih berhak menerimanya'. Nabi berkata,'Ibnu
> Mas'ud itu benar, suamimu dan anakmu lebih berhak menerimanya".
> (HR.Bukhari).*
>
>
>
>  *          2. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR DAN MISKIN.*
>
>
> *Memprioritaskan fakir miskin bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Hal
> ini hanyalah skala prioritas. Pemberi sedekah pasti selalu ingin sedekah
> yang ia berikan bernilai dimata Allah, dan mendapat ridha Allah. Maka agama
> memberi petunjuk skala prioritas untuk dipilih, siapa yang paling tepat
> lebih dahulu diberikan sebelum yang lainnya.*
>
> *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan
> Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka
> mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal
> mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
> secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan
> Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan
> hartanya dimalam dan disiang hari secara tesembunyi dan terang-terangan,
> mereka mendapat pahala disisi tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap
> mereka dan tidak pula mereka bersedih hati".*
>
> *Kriteria fakir dalam ayat ini sebenarnya masih menyimpan skala prioritas
> bagi pemberi sedekah yang ingin terus menyempurnakan nilai sedekahnya.
> Fakir akibat terlalu sibuk jihad dijalan Allah termasuk prioritas ayat ini,
> dibanding fakir yang tidak jihad. Dewasa ini, hal seperti ini bisa
> diartikan mereka yang mendapat panggilan jiwa mengabdikan ilmu, kemampuan,
> dan pengabdian masyarakat yang membuat mereka kekurangan waktu untuk
> mencari nafkah untuk diri dan keluarga mereka sendiri. Contohnya seperti
> guru bantu didaerah tepencil yang tidak dibayar. Atau, jihad kedaerah
> perang sehingga meninggalkan keluarga yang harus dinafkahi.*
>
>
>
>
>  *          3. TIDAK MEMPRIORITASKAN ORANGTUA.*
>
>
> *Orangtua yang fakir merupakan prioritas agama juga ketika memilih siapa
> penerima sedekah yang akan diberikan. Banyak orangtua yang tidak memadai
> hidupnya tapi enggan juga untuk meminta-minta. Mereka ini adalah orang
> terhormat, bersih walau miskin, rapi walau sederhana, taat beragama, sangat
> menghargai diri mereka sendiri. Ciri seperti ini banyak kita temukan
> didalam masyarakat. Orangtua yang sudah pensiun tapi bekal hari tuanya
> tidak mencukupi sementara anak-anaknya tidak mapan. Sebagian orang yang
> datang ke mesjid dengan rapi dan bersih, tanpa kita sadari sebenarnya ada
> diantara mereka yang sangat membutuhkan bantuan, tetapi mereka tidak
> menampakkannya. Hanya orang-orang yang mempunyai kepekaan sosial yang
> tinggilah yanng mengerti siapa mereka dan memberi bantuan.*
>
> *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan
> Allah. Mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka
> mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal
> mereka dengan sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara
> mendesak".*
>
> *Ayat diatas mengisyaratkan untuk memerhatikan penerima-penerima infak dan
> sedekah. Juga, menganjurkan agar lebih mengasah kepekaan sosial kita yang
> terkadang tertutupi oleh pergulatan dunia yang sangat menyita waktu dan
> tenaga kita.*
>
>
>
>
>  *          4. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR YANG SAKIT.*
>
>
> *Prioritas berikutnya adalah fakir yang sakit. Sebagaimana kita ketahui
> bersama, bahwa penyakit yang diderita seseorang selalu menyita biaya yang
> tidak sedikit apalagi penyakit yang diderita adalah penyakit yang
> membutuhkan perawatan ekstra. Ini juga sering luput dari perhatian kita,
> bahwa banyak pasien yang ada dirumah sakit, puskesmas, klinik tradisional,
> atau disekelilingi kita adalah orang-orang fakir yang sakit yang tidak
> punya biaya atau kekurangan biaya untuk berobat. Al-Qur'an mengingatkan ini
> masih dalam ayat yang sama, QS.Al-Baqarah ayat 273. Jarang sekali seseorang
> yang hendak menyerahkan sedekahnya dengan sengaja mendatangi tetangganya,
> dengan alasan malu, merasa tidak enak, atau takut tersinggung. Oleh karena
> itu, kita perlu memerhatikan kembali kandungan ayat diatas untuk lebih
> meluangkan perhatian pada fakir-fakir yang tidak mau meminta-minta dengan
> secara terang-terangan.*
>
>
>
>
>  *          5. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR YANG TERANCAM KARENA*
> *             JIHAD.*
>
>
> *Fakir yang terancam karena jihad maksudnya adalah mereka yang tidak
> sempat mencari nafkah karena jihad dijalan Allah.*
>
> *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan
> Allah;mereka tidak dapat berusaha di bumi".*
>
>
> *Pada zaman Rasulullah,ayat diatas tujukan kepada mereka yang ikut jihad
> berperang dijalan Allah. Atau, mereka yang sering diutus ke wilayah-wilayah
> penyebaran Islam untuk dakwah. Dewasa ini, kelompok seperti ini adalah
> mereka yang banyak melakukan pengabdian masyarakat, baik dakwah, atau
> tujuan sosial lainnya. Hal ini menyita waktu dan tenaga, sehingga mereka
> tidak sempat meluangkan waktu yang cukup untuk mencari nafkah bagi dirinya
> atau keluarganya.  Mereka ini seperti orang-orang yang merelakan dirinya
> berdakwah ketempat yang membutuhkan dan tidak dibayar secara layak, atau
> tidak dibayar sama sekali. Atau juga, sukarelawan-sukarelawan bencana alam
> dan daerah konflik. Sebagian mereka tidak dibayar atau tidak dibayar secara
> layak. Mereka juga meninggalkan keluarga  didaerah asal, bagi yang tidak
> membawa keluarganya. Itu pulalah diantara urgensinya pada zaman Rasul dan
> khula-faur Rasyidin membentuk Baitul Mal supaya mereka ini mendapat
> tunjangan dari Baitul Mal. Orang-orang seperti ini banyak kita temukan
> disekeliling kita dan sering luput dari perhatian kita termasuk orang-orang
> yang menuntut ilmu, mereka yang mengabdi di mesjid, dan sebagainya.*
>
>
>
>
>  *          6. TIDAK MEMILIH ORANG SALEH.*
>
>
> *Kekeliruan lain yang perlu diperhatikan oleh seorang yang akan bersedekah
> adalah pemilihan penerima sedekah. Sebaiknya selain keluarga, fakir, miskin
> maka pilihlah yang saleh. Hal ini perlu diperhatikan demi mencapai manfaat
> yang lebih maksimal. Harta yang disedekahkan tentunya memindahkan
> pengelolaan dan pemanfaatan harta tersebut kepada penerima sedekah. Jika
> yang terpilih adalah orang yang akan menyalurkannya kepada yang tidak benar
> seperti penjudi, pencuri, peminum, atau pezina ada kemungkinan dimanfaatkan
> dijalur yang menjadi hobinya.*
>
> *Kemudian orang tersebut doanya tidak lebih manjur secara hitung-hitungan
> manusia dibanding ornag saleh. Malah, terkadang dia lupa mendoakan pemberi
> sedekah. Jika penerima adalah seorang yang saleh taat agama maka besar
> kemungkinan dia akan mendoakan pemberi dan memanfaatkannya dijalan yang
> direkomendasikan agama. Sebagaimana kita pahami bersama, bahwa salah satu
> motivasi seseorang dalam bersedekah adalah ingin mendapat ridha dari Allah
> dan ingin didoakan oleh penerimanya. Sehingga, doa tersebut mengetuk 'Arsy
> Allah dan berimplikasi pada semakin cepatnya rahmat Allah turun kepada
> pemberi sedekah.*
>
> *"Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bahwa Nabi SAW bersabda,'perumpamaan mukmin
> seperti iman, seperti kuda pada tiang pengikatnya. Dia berkelana kemudian
> akan kembali ke tiang ikatannya. Dan sesungguhnya, seorang mukmin kadang
> lupa kemudian dia akan kembali kepada keimanan. Maka, berikanlah makanan
> kamu kepada orang bertakwa dan orang-orang mukmin yang baik (saleh)".
> (HR.Ahmad)*
>
> *Siapa saja berhak menerima sedekah, baik dia saleh maupun fasik, kecuali
> diketahui kalau orang fasik akan membelanjakannya pada jalan yang haram.
> Jika tidak, sah memberi sedekah kepada siapa saja.*
>
> *Harus dicatat juga kalau hal ini tidak mutlak ketika tidak ada pilihan
> lain dalam memilih penerima sedekah. Artinya, bersedekah kepada siapapun
> sah menurut agama. Namun, jika ada pilihan penerima sebagaimana yanbg
> direkomendasikan agama maka hal itu akan lebih sempurna dan lebih cepat
> dalam mendatangkan rahmat. Prioritas ini adalah dalam keadaan antara
> memilih dua atau lebih objek penerima sedekah. Hal ini dipertegas oleh
> hadist Nabi yang mengatakan,*
>
> *"Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda,'seseorang menyatakan
> saya akan mengeluarkan sedekah, kemudian dia menyerahkannya kepada seorang
> pencuri'. Para sahabat mengkritiknya,'mengapa disedekahkan kepada pencuri?'
> Nabi berkata,'Ya Allah, itu terpuji'. Pernah diberikan ke tangan pezina,
> dikritik mengapa diberikan malam hari kepada pezina. Nabi berkata,'Ya
> Allah, itu terpuji'. Kemudian pernah diberikan kepada orang kaya, dikritik
> lagi. Nabi berkata,'Insya Allah kamu terpuji kalaupun diberikan kepada
> pencuri, pezina, atau orang kaya'. Dikatakan kepadanya,'adapun sedekahmu
> kepada pencuri, mudah-mudahan dia menjadi berhenti mencuri. Adapun kepada
> pezina, mudah-mudahan dia berhenti dari berzina. Adapun kepada orang kaya,
> mudah-mudahan dia mengambil ibrah dan mulai berinfak dijalan Allah".
> HR.Bukhari.*
>
>
>
>
>  *          7. TIDAK MENDAHULUKAN ORANG YANG BERUTANG.*
>
>
> *Rasulullah berpesan untuk mendahulukan orang yang berutang sebagai
> penerima sedekah. Ini merupakan pilihan lain dari prioritas yang harus
> menjadi perhatian setiap orang yang ingin menyalurkan sedekahnya. Hal ini
> agar tidak terjadi seseorang bersedekah pada seseorang atau yayasan,
> padahal kriteria prioritas diatas menunggu didepan mata, karena Rasul
> berpesan,*
> *"Abu Sa'id Al-Khudri berkata, seseorang tertimpa musibah pada zaman Rasul
> lalu dia menjual kebunnya. Namun, utangnya masih banyak. Rasul
> berkata,'kalian berilah dia sedekah'. Maka, orang-orang bersedekah dan
> itupun belum cukup untuk membayar utang-utangnya. Rasul berkata kepada
> pemiutangnya,'ambillah apa yang kalian dapatkan dan itulah bayaran kalian".
> HR.Muslim.*
>
>
>
>
>  *          8. MEMPRIORITASKAN NON-MUSLIM.*
>
>
> *Memilih non-muslim sebagai penerima sedekah tidak dilarang dalam tuntunan
> agama Islam. Pada zaman Rasulullah ada anggapan bahwa ayat-ayat tuntunan
> bersedekah terfokus pada umat Islam saja. PAda mulanya, Rasul pun memahami
> demikian. Menurut riwayat, para sahabat Nabi tadinya memberi sedekah kepada
> fakir miskinn penganut agama Yahudi dan Nasrani yang berdomisili di
> Madinah. Tetapi, semakin banyak kaum muslim yang membutuhkan bantuan,
> apalagi pasca hijrah, banyak muhajirin yang butuh bantuan. Rasul menasihati
> agar tidak perlu membantu yang bukan muslim. Sikap Rasul itu diluruskan
> oleh QS.Al-Baqarah ayat 272,*
> *"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi
> Allah-lah yang memberi petunjuk memberi taufik siapa yang dikehendaki-Nya.
> Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan dijalan Allah maka
> pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu
> melainkan karena mencari keridhaan Alllah. Dan apa saja harta yang baik
> yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup,
> sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)".*
>
> *Jangan menjadikan bantuan apapun bentuknya, materi atau non materi
> sebagai cara untuk membujuk, menggiring atau memaksa orang lain memeluk
> agama Islam. Jangan juga perbedaan agama dijadikan alasan atau penghalang
> untuk tidak memberi bantuan atau sumbangan kepada siapapun yang butuh,
> karena hanya Allah lah yang mempunyai hak prerogatif terhadap siapa yang
> mendapat hidayah atau siapa kehilangan hidayah.*
>
> *Bisa dipahami dari koreksi ayat terhadap sikap awal Rasulullah, bahwa
> membatasi penerima sedekah memang tidak dibolehkan dalam Islam. Tetapi,
> membuat skala prioritas menjadi penting disaat kaum muslim keadaannya perlu
> di prioritaskan. Prioritas ini tidak mengakibatkan nilai sedekah seseorang
> hilang dimata Allah, tapi idealnya mendahulukan muslim dari non muslim
> ketika perlu memilih akan lebih bermanfaat dibanding sebaliknya.*
>
> *"Sa'id bin Jubair berkata,'Rasulullah bersabda,'jangan kalian bersedekah
> kecuali kepada yang seagama'. Maka, Allah menurunkan QS.Al-Baqarah ayat
> 272. Rasulullah bersabda lagi, 'bersedekahlah kepada pemeluk agama apa
> saja".*
>
>
>
>  *          9. PENERIMA TIDAK BERTERIMA KASIH.*
>
>
> *Ada juga kekeliruan dari pihak penerima sedekah bahwa dia lupa berterima
> kasih kepada pemberi sedekah. Kesalahan ini tidak fatal, tetapi berkaitan
> dengan keikhlasan pemberi setelah itu. Jika penerima berterima kasih maka
> pemberi akan merasa senang dan rasa senang akan mengarah kepada
> kebahagiaan. Hal ini akan berimplikasi pada meningkatnya gairah untuk
> bersedekah kembali pada kesempatan yang berbeda, walaupun dengan penerima
> yang sama atau penerima yang berbeda.*
>
> *"Nu'man bin Basyir berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa
> bersyukur sedikit, dia tidak mungkin bersyukur banyak. Siapa yang tidak
> berterima kasih kepada orang, berarti dia tidak berterima kasih kepada
> Allah. Ber-tahadduts dengan nikmat Allah berarti dia bersyukur,
> meninggalkannya adalah kufur. Jamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah
> azab".*
>
> *Kekeliruan ini tidak berakibat pada batalnya sedekah. Namun, akan
> berpengaruh pada gairah bersedekah berikutnya. Artinya kekeliruan ini hanya
> pada adab dan etika bersedekah.*
>
>
>
>
>  *         10. PENERIMANYA TIDAK MENDOAKAN.*
>
>
> *Mendoakan orang yang memberi merupakan tanda syukur penerima kepada Allah
> atas rahmat yang Allah berikan kepadanya melalui pemberi sedekah. Allah
> tidak kekurangan satu sebab pun untuk membagikan rahmatnya didunia ini.
> Pada hakikatnya, kita semua didunia ini adalah distributor terhadap rezeki
> yang Allah titipkan kepada kita untuk disalurkan kepada pos-pos yang
> nantinya Allah akan tunjukkan sebab-sebab penyalurannya, baik yang bisa
> terduga. Terduga artinya manusia bisa menduga sebab distribusi dan objek
> distribusi. Semua orang tahu bahwa istri dan anak adalah objek distribusi
> yang wajib bagi suami. Sebabnya bisa diambil contoh ketika istri mau
> melahirkan maka itu menjadi sebab suami harus mendistribusikan unag
> bersalin. Tidak terduga artinya manusia tidak menduga apa yang akan Allah
> jadikan  sebab untuk seseorang mengeluarkan sedekah. Contohnya seperti
> tiba-tiba dipagi hari ketika kita mau berangkat kekantor, ada orang yang
> datang kerumah meminta sedekah, kemudian kita memberi. Kita tidak pernah
> menduga kalau gerakan keluarnya kita dari rumah menyebabkan langkah
> peminta-minta itu tergerak untuk singgah dan meminta sedekah.*
>
> *Oleh karena itu, siapapun berkewajiban mensyukuri nikmat yang Allah
> berikan walaupun melalui sedekah. Salah satu cara mensyukuri nikmat itu
> adalah dengan mendoakan pemberi agar dia diberi rezeki yang lebih. Dan bisa
> saja doa itu juga menjadi sebab nanti kepada orang lain mendapat rezeki
> bagi orang lain, karena pemberi sedekah tadi tergerak lagi hatinya untuk
> terus membiasakan bersedekah. Allah SWT berfirman dalam QS.At-Taubah:103,*
> *"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu
> membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya
> doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Allah maha mendengar
> lagi maha mengetahui".*
>
> *Tidak mendoakan pemberi tidak membatalkan pahala sedekah bagi pemberi.
> Namun, kekeliruannya adalah penerima tidak memanfaatkan pahala tambahan
> dari doa yang tidak dia panjatkan maka penerima akan senang jika
> kedengaran, atau Allah akan menambah rezekinya karena doa dan syukur dari
> penerima itu. Celaka bagi penerima yang tidak mendoakan, karena bisa jadi
> dia dianggap sombong dan tidak bersyukur di mata Allah.*
>
>
>
>
>  *         11. PENERIMA TIDAK MEMANFAATKAN SECARA BENAR.*
>
>
> *Benar bahwa harta atau sesuatu yang sudah dipindahtangankan hak miliknya
> maka pengelolaannya juga sudah berpindah secara otomatis. Sedekah yang
> sudah diserahkan kepada penerima maka pengelolaan akan menjadi otoritas
> penerima sepenuhnya, akan dibelanjakan kemana dan untuk apa, sudah menjadi
> kewenangannya. Ketika seseorang bersedekah maka dia akan diganjar oleh
> Allah dan hubungan pengganjaran tersebut tidak terkait dengan penerima lagi
> kecuali ada Allah diantara keduanya. Maksudnya adalah jika pemberi memenuhi
> kode etik bersedekah dan meninggalkan larangan-larangannya maka balasannya
> adalah melalui perantara Allah. Seperti doa pemberi baru berpengaruh
> setelah ada Allah diantaranya.*
>
> *Pada segmen ini, pemanfaatan sedekah yang sudah diterima oleh penerima
> sedekah adalah hak penuh pada dirinya. Ketika itu dimanfaatkan dijalan yang
> benar maka akan berkah untuk dirinya, apalagi dimanfaatkan pada kategori
> amal jariah. Seperti sedekah yang disalurkan ke yayasan pesantren, amal
> jariahnya akan terus mengalir kepada pemberi sedekah. Namun kalau
> disalurkan kepada seseorang atau kepada yayasan, kemudian mereka
> memanfaatkan dijalan yang tidak benar maka tidak terkait lagi pada pemberi,
> karena dia tidak tahu akan dimanfaatkan secara tidak benar. Kalau dia tahu
> maka besar kemungkinan tidak akan disalurkan lewat orang atau yayasan
> tersebut.*
>
> *Penyaluran yang salah akan berakibat pada penerima sedekah. Secara
> langsung atau tidak langsung maka bantuan kepadanya akan berkurang.
> Langsung, jika dikemudian hari diketahui bahwa penerima menyalurkan secara
> salah maka pemberi akan kapok untuk memilih dia sebagai penerima, atau akan
> tersebar berita dan berujung pada kesepakatan untuk tidak memilih dia
> sebagai penerima. Tidak langsung artinya bisa saja Allah tidak menggerakkan
> siapapun untuk memilih dia sebagai penerima sedekah lagi.*
>
>
>
>  *         12. PENERIMA TIDAK MEMANFAATKAN SECARA BENAR.*
>
>
> *Benar bahwa harta atau sesuatu yang sudah dipindah tangankan hak miliknya
> maka pengelolaannya juga sudah berpindah secara otomatis. Sedekah yang
> sudah diserahkan kepada penerima maka pengelolaannya akan menjadi otoritas
> penerima sepenuhnya, akan dibelanjakan kemana dan untuk apa, sudah menjadi
> kewenangannya. Ketika seseorang bersedekah maka dia akan diganjar oleh
> Allah dan hubungan tersebut tidak terkait dengan penerima lagi kecuali ada
> Allah diantara keduanya. Maksudnya adalah jika pemberi memenuhi kode etik
> bersedekah dan meninggalkan larangan-larangannya maka balasannya adalah
> melalui perantara Allah. Seperti doa pemberi baru berpengaruh setelah ada
> Allah diantaranya.*
>
> *Pada segmen ini, pemanfaatan sedekah yang sudah diterima oleh penerima
> sedekah adalah hak penuh pada dirinya. Ketika itu dimanfaatkan dijalan yang
> benar maka akan berkah untuk dirinya, apalagi dimanfaatkan pada kategori
> amal jariah. Seperti sedekah yang disalurkan ke yayasan pesantren, amal
> jariahnya akan terus mengalir kepada pemberi sedekah. Namun kalau
> disalurkan kepada seseorang atau kepada yayasan, kemudian mereka
> memanfaatkan dijalan yang tidak terkait lagi pada pemberi, karena dia tidak
> tahu akan dimanfaatkan secara tidak benar. Kalau dia tahu maka besar
> kemungkinan tidak akan disalurkan lewat orang atau yayasan tersebut.*
>
> *Penyaluran yang salah akan berakibat pada penerima sedekah. Secara
> langsung atau tidak langsung maka bantuan kepadanya akan berkurang.
> Langsung, jika dikemudian hari diketahui bahwa penerima menyalurkan secara
> salah maka pemberi akan kapok untuk memilih dia sebagai penerima, atau akan
> tersebar berita dan berujung pada kesepakatan untuk tidak memilih dia
> sebagai penerima. Tidak langsung artinya bisa saja Allah tidak menggerakkan
> siapapun untuk memilih dia sebagai penerima sedekah lagi.*
>
>
>
>  *         13. MENYEDEKAHKAN SEMUA HARTA. *
>
>
> *Walaupun pada persiapan perang tabuk, Abu bakar menyumbangkan semua
> hartanya. Tetapi pada saat yang sama, Rasulullah melarang Abdurrahman bin
> Auf yang ingin menyumbangkan juga semua hartanya, dengan alasan dia
> mempunyai kepentingan lain. Hal ini mengajarkan kita bahwa sisakanlah
> sebagian harta untuk kepentingan keluarga dan kepentingan hidup lainnya
> yang masih menjadi tanggung jawabnya. Firman Allah SWT, QS At-Taghabun : 64
> menyatakan,*
> *" Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah
> serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Barangsiapa
> yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang
> beruntung".*
>
> *Ayat ini dipahami ulama sebagai anjuran menyedekahkan sebagian harta yang
> baik dijalan Allah. Dijelaskan juga tujuan sedekah dalam ayat ini adalah
> untuk mengikis sifat kikir dari dalam diri seorang yang bersedekah.*
>
>
>
>  *          14. PENERIMANYA MENGGERUTU TERHADAP SEDEKAH.*
>
>
> *Adakalanya penerima sedekah bersikap tidak puas, bahkan menggerutu
> terhadap sedekah yang diterimanya. Terkadang dia menggerutu karena jumlah
> sedekah kurang banyak. Dia berkata,"bersedekah koq tanggung-tanggung,
> segini mana cukup untuk beli apa-apa". Atau, dia menggerutu karena jenis
> sedekah yang kurang sesuai dengan harapannya, seperti dia menerima sedekah
> berupa baju sementara dia merasa butuh uang, ia berkata,"coba dikasih uang
> saja (mentahnya saja), biar leluasa menggunakannya".*
>
> *Yang lebih tidak pantas lagi kalau penerima sedekah marah-marah ketika
> diberi sedekah, sedang ia menerimanya. Hal-hal seperti ini merupakan
> sifat-sifat atau tindakan buruk penerima sedekah yang diceritakan dalam
> QS.At-Taubah:58-59,*
> *"Diantara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat.
> Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati. Dan jika
> mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi
> marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah
> dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata,'cukuplah Allah bagi kami, Allah
> akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula)Rasul-Nya,
> sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah (tentulah
> yang demikian itu lebih baik bagi mereka)".*
>
> *Ayat ini turun ketika diantara orang-orang munafik ada yang mencela
> Muhammad SAW, menyangkut kebijaksanaannya dalam membagi sedekah. Orang
> munafik itu adalah kharqush bin zuhair yang dikenal juga dengan gelar Abu
> Al-Jawwad (orang gendut, angkuh dan banyak bicara). Rasulullah membagi
> bagian sedekah dari hasil rampasan perang. Ketidakpuasannya pada cara Nabi
> membagi sedekah, dia berkata kepada para sahabat lain, "tidakkah kalian
> melihat bahwa sahabat kalian (Muhammad) telah membagi-bagikan sedekah
> kepada para penggembala, sedang dia mengakui dirinya berlaku adil"?*
>
> *Kisah ini kemiripannya dengan beberapa kericuhan dalam penertiban PKL
> oleh pamong praja. Awalnya PKL itukan meminta izin ikut berjualan
> sementara, selagi lahan itu tidak terpakai. Artinya, izin pemerintah atau
> pihak terkait saat itu diibaratkan bantuan sementara. Ketika tiba waktunya
> lahan itu akan dimanfaatkan dan difungsikan, mengapa penertiban yang
> dilakukan pamong praja sering berujung dengan kericuhan? Sejak mulai
> berdagang sampai penertiban merupakan batas bantuan, mengapa meminta lebih
> dengan penolakan penertiban?*
>
> *Untuk itu, siapapun baik pemberi sedekah maupun penerima sedekah harus
> menghindari sikap menggerutu ketika bersedekah maupun menerima sedekah.
> Sikap menggerutu akan membatalkan pahala sedekah sebagaimana dikecam pada
> ayat diatas.*
>
>
>
>
>  *         15. KEKELIRUAN NIAT PENERIMA.*
>
>
>
> *Jika niat atau motivasi seorang penerima sedekah tidak benar, hal ini
> juga merupakan sebuah kesalahan. Pada hakikatnya, seorang penerima sedekah
> berhak menerima sedekah haruslah dengan sebab kebutuhan. Artinya, orang
> tersebut layak menerima sedekah karena kebutuhan, baik karena fakir,
> miskin, keadaan terdesak, tertawan, tidak berdaya hingga butuh dibantu.
> Selain itu, memenuhi hak-hak orang lain juga dihitung sedekah oleh syariat.
> Seperti menyalurkan hawa nafsu pada tempatnya menjadi berpahala sedekah
> karena tidak disalurkan pada tempat yang salah.*
>
> *Islam datang dengan tujuan untuk menyelamatkan umat kejalan yang baik.
> Allah menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi siapa saja yang taat
> dan takwa kepada Allah. Sehingga janggal rasanya jika seseorang yang takwa
> atau muhsin mendapatkan kehidupan yang tidak berkah. Tidak mungkin Islam
> menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai antara teori dan fakta. Jika faktanya
> seorang muslim tidak berkah hidupnya maka perlu diajukan pertanyaan
> ketakwaannya. Islam menganjurkan untuk menjadi orang tangannya diatas,
> bukan dibawah.*
>
> *Hadist Rasulullah yang sejalan dengan pernyataan diatas menyebutkan,*
> *"Apapun yang dimakan oleh seseorang sebaiknya dari hasil usaha tangannya
> sendiri. Sesungguhnya makanan Nabi Daud selalu dari hasil usaha tangannya
> sendiri". (HR.Bukhari)*
>
> *"Ada 3 kategori tangan maka tangan Allah adalah yang paling ulya (atas),
> tangan pemberi berikutnya, dan tangan peminta yang terbawah. Oleh sebab
> itu, berikanlah kebaikan (manfaat) dan jangan jadikan dirimu lemah (jangan
> rendahkan dirimu)". (HR.Abu Daud).*
>
> *Sementara dewasa ini, sebagian penerima sedekah justru menjadikan hasil
> sedekah sebagai profesi. Hal ini tidak sejalan dengan apa yang dianjurkan
> oleh Islam. Dengan demikian, ada baiknya untuk tidak memilih mereka yang
> menjadikan sedekah sebagai penghasilan utama sebagai penerima sedekah.
> Selain sedekah bertujuan untuk membantu yang membutuhkan dan mencari ridha
> Allah, juga bertujuan mengurangi kemiskinan dengan meningkatnya
> alumni-alumni "tangan dibawah"ke posisi"tangan diatas".*
>
>
>
>
>  *         16. TIDAK MEMPRIORITASKAN YANG SEDANG MENUNTUT ILMU DAN *
> *             FISABILILLAH.*
>
>
> *Menuntut ilmu dijelaskan dalam Al-Qur'an dengan tegas akan mendapatkan
> peningkatan derajat dimata Allah dan manusia. Secara sederhana, hal ini
> bisa kita pahami bahwa dengan ilmu seseorang akan lebih bijaksana dalam
> memandang sebuah permasalahan dan lebih arif dalam mendalami apa yang Allah
> dan Rasul-Nya maksudkan tentang agama menuju Allah. Hal ini ditegaskan
> dalam surat Al-Mujadalah:11,*
> *"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan
> kepadamu,"berlapang-lapanglah dalam majelis" maka lapangkanlah. Niscaya
> Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan,"Berdirilah kamu"
> maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
> diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
> Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.*
>
> *Eksistensi seorang penuntut ilmu selama ia menuntut ilmu merupakan salah
> satu waktu atau masa primer yang diberkahi Allah. Argumentasinya adalah
> bahwa selama ia menuntut ilmu, distribusi aktivitasnya mayoritas
> fisabilillah (dijalan Allah). Kemudian, pasca menuntut ilmupun aktivitasnya
> diharapkan akan memberi manfaat bagi manusia. Walaupun faktanya sebagian
> ilmuwan ada yang tidak memanfaatkan ilmunya secara benar. Seperti
> orang-orang yang belajar agama Islam, tapi kemudian merongrong Islam
> sesudahnya. Untuk itu, Ulama membagi dua kategori dalam memahami ajaran
> Lukman Al-Hakim.*
>
> *"Ilmuwan yang bijaksana akan mengajak manusia untuk mengamalkan sesuatu
> dengan diam dan kewibawaan, sementara ilmuwan yang dungu akan menyesatkan
> dan menjauhkan orang dari amalnya dengan banyak bicara dan berlebihan".*
>
> *Maksud perkataan ini adalah ilmuwan yang bijak akan mengundang orang
> untuk menirunya dengan bijak dan wibawa. Sebaliknya, ilmuwan dungu akan
> banyak bicara dan tidak sesuai dengan perbuatan, bahkan ia tidak rela orang
> lain menyamai pencapaiannya.*
>
> *Kaitannya dengan sedekah adalah bahwa orang yang menuntut ilmu sedang
> berada dalam waktu primer dan doa mereka berpotensi cepat diijabah oleh
> Allah. Pemanfaatan ilmu mereka akan memberi pahala yang berkepanjangan.
> Diatas telah kita jelaskan bahwa balasan sedekah akan cepat datang jika
> penerimanya adalah orang yang butuh, saleh dan bertakwa.*
>
> *Penuntut ilmu menjadi prioritas jika pilihan yang ada adalah penerima
> yang lebih rendah skala prioritasnya. Seperti penerima yang ada adalah
> mahasiswa yang tinggal di mesjid dibanding peminta-minta yang membawa
> daftar sumbangan dan sudah berkali-kali datang dan tak pernah selesai.
> Sampai-sampai, anda sudah beranggapan bahwa sumbangan itu berubah tujuan
> dari pembangunan menjadi konsumsi pribadi.*
>
>
>
>
>  *         17. TIDAK MEMPRIORITASKAN JANDA, PELAYAN, ORANG YANG *
> *             DITAWAN.*
>
>
>
> *keempat golongan ini perlu di prioritaskan ketika pilihan saat
> menyerahkan sedekah adalah mereka yang paling membutuhkan. Tentunya
> prioritas disini bukanlah sebuah kewajiban yang jika tidak didahulukan
> lantas sedekah batal. Namun, tujuannya adalah sebaiknya sedekah memilih
> golongan-golongan yang di prioritaskan agama. Semakin memperhatikan
> prioritas maka semakin manfaat sedekah yang di distribusikan. Pada saat
> yang sama semakin cepat juga balasan yang dijanjikan oleh agama.*
>
> *Argumentasi kenapa janda perlu mendapat sedekah adalah bahwa seorang
> janda harus berjuang untuk menghidupi diri dan anak-anaknya jika ia
> ditinggalkan oleh suaminya. Prioritas disini mengacu kepada siapa yang
> paling membutuhkan. Jadi, pemberi sedekah perlu sedikit cermat untuk
> memilih siapa diantara calon penerima yang lebih membutuhkan. Rasulullah
> SAW sendiri dari beberapa motivasi perkawinannya adalah untuk meng-cover
> nafkah janda yang ditinggalkan suami-suami mereka, baik nafkah harta,
> batin, maupun tanggung jawab perlindungan.*
>
> *Argumentasi prioritas pelayan dan orang yang sedang ditawan juga sama
> dengan diatas, yaitu kebutuhan. Pelayan dalam pekerjaannya terikat oleh
> majikan yang terkadang tidak dibatasi jam kerjanya. Kemudian, fenomena saat
> ini, insentif para pelayan, pembantu, penjaga mesjid masih belum maksimal
> mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait. Sampai-sampai Al-Qur'an
> menyandingkan miskin, yatim dengan orang yang ditawan dalam surat
> Al-Insan:8,*
>
> *"Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak
> yaitm dan orang yang ditawan".*
>
>
> *Di kutip dari bukunya "Reza Pahlevi Dalimunthe Lc, M.Ag"  *
>
> http://shaiza-rumahislam.blogspot.com/2012/11/kekeliruan-dalam-memilih-penerima.html
>
>
> Pada 6 Agustus 2014 17.11, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis:
>
> Mak Kusia
>>
>> Uni tunggu-tunggu jawek Mak Kusia...
>> Ndak saba lo uni... mako uni ulakkan baliak...
>>
>> Uni agak babedo pandapek jo sanak uni
>> Sanak uni labiah mautamokan maagiah bantuan ka sanak sakaligus tetangga.
>> Walau tau sanak gon indak jujur, indak pulo alim bana
>> Mangka paruik uni mancaliak, samantaro sangaik banyak nan labiah pantas.
>>
>> Jadi mohon Mak Kusia agiah pencerahan.... kalau banyak nan pantas
>> ditolong, sia dulu nan di tolong? Baa pulo kalau ado nan mintak ditolong
>> bakataruihan... Baa caro mahantikan bia indak ditolong bakataruihan.
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah
>>
>>
>>
>> Pada 5 Agustus 2014 13.55, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis:
>>
>> Mak Kusia
>>>
>>> Kalau di kampuang
>>> Banyak urang nan mambutuhkan bantuan (banyak nan maharokkan zakat)
>>> Bagi nan bapitih banyak tantu indak masalah.... bisa dapek sadono
>>> Bagi nan pitihno tabateh... tapaso bacaliak-caliak dulu sia nan patuik
>>> Duluan dunsanak kato sanak-sanak uni
>>> 1. dunsanak dakek iyo susah tapi punyo laki, punyo sawah, tapi indak
>>> cukuik. ado nan alim ado nan indak
>>> 2.dunsanak jauah susah pulo, sawah indak pulo punyo. ado nan alim ado
>>> nan indak.
>>> 3. urang kampuang, ado nan sangaik susah dari dunsanak dakek. tapi alim
>>> 4. Janda nan mamaliharo anak yatim, baiak dunsanak atau sakampuang
>>>
>>> 5. Ado pulo nan dalam kondisi... ndak kaditolong ano sanak, kaditolong
>>> ano ndak jujur.
>>>
>>> 6. dll
>>>
>>> Salam
>>>
>>> Hanifah
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 5 Agustus 2014 13.31, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>>> menulis:
>>>
>>> Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2?  dengan
>>>> contoh kasus riil akan lebih fokus.
>>>>
>>>> Wassalam,
>>>>
>>>> ANB
>>>>
>>>>
>>>> Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri <[email protected]>
>>>> menulis:
>>>>
>>>> Mak Kusia...
>>>>>
>>>>> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak.
>>>>> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka
>>>>> musajik satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka
>>>>> musajik, musajik sangaik dakek dari rumah.
>>>>>
>>>>> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia
>>>>>
>>>>> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu?
>>>>> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur?
>>>>>
>>>>> Salam
>>>>>
>>>>> Hanifah
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>>>>> menulis:
>>>>>
>>>>> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo
>>>>>> buku-buku saroman tun.
>>>>>> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah
>>>>>> sosialisasi dan bajamaah ka musajik?
>>>>>> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah?
>>>>>>
>>>>>> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek
>>>>>> inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling
>>>>>> tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim
>>>>>> (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan.
>>>>>> Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk
>>>>>> kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi 
>>>>>> sanak
>>>>>> uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua
>>>>>> muslim.
>>>>>>
>>>>>> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab
>>>>>> sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu 
>>>>>> oleh
>>>>>> sang tamu.
>>>>>>
>>>>>> Wassalam,
>>>>>>
>>>>>> ANB
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri <[email protected]>
>>>>>> menulis:
>>>>>>
>>>>>>  Mak Kusia
>>>>>>>
>>>>>>> Kini uni indak di kampuang li doh.
>>>>>>>
>>>>>>> Katono, ano alumni IAIN
>>>>>>> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo
>>>>>>> tingga di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.
>>>>>>>
>>>>>>> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
>>>>>>> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok
>>>>>>> itu buku nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka,
>>>>>>> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)
>>>>>>>
>>>>>>> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
>>>>>>> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah....
>>>>>>> (ano bukan urang kampuang uni)
>>>>>>>
>>>>>>> Mokasi banyak Mak Kusia
>>>>>>>
>>>>>>> Salam
>>>>>>>
>>>>>>> Hanifah
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>>>>>>> menulis:
>>>>>>>
>>>>>>> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,
>>>>>>>>
>>>>>>>> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya
>>>>>>>> "Das Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol 
>>>>>>>> sebagai
>>>>>>>> bagian dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) 
>>>>>>>> mahasiswa
>>>>>>>> yang terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih 
>>>>>>>> banyak)
>>>>>>>> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
>>>>>>>> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
>>>>>>>> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya 
>>>>>>>> tinggal
>>>>>>>> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan 
>>>>>>>> asas
>>>>>>>> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
>>>>>>>> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
>>>>>>>> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa 
>>>>>>>> menyejahterakan
>>>>>>>> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada 
>>>>>>>> komunisme,
>>>>>>>> dan mengadopsi kapitalisme.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah
>>>>>>>> tidak apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, 
>>>>>>>> akan
>>>>>>>> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. 
>>>>>>>> Salah
>>>>>>>> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
>>>>>>>> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih 
>>>>>>>> baik
>>>>>>>> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti 
>>>>>>>> itu
>>>>>>>> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" 
>>>>>>>> seperti
>>>>>>>> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak 
>>>>>>>> mendengarkan
>>>>>>>> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih 
>>>>>>>> rileks,
>>>>>>>> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Salam,
>>>>>>>>
>>>>>>>> ANB
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri <[email protected]>
>>>>>>>> menulis:
>>>>>>>>
>>>>>>>>>  Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil
>>>>>>>>> mambaco buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan
>>>>>>>>> sadang ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn
>>>>>>>>> nan uni tau Karl Marx iko komunis.
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Salam
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Hanifah
>>>>>>>>>
>>>>>>>>>  --
>>>>>>>>> .
>>>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>>>>> * DILARANG:
>>>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
>>>>>>>>> & mengganti subjeknya.
>>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>>>>> ---
>>>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>>>>> Google Grup.
>>>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
>>>>>>>>> https://groups.google.com/d/optout.
>>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>>  --
>>>>>>>> .
>>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>>>> * DILARANG:
>>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>>>> ---
>>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>>>> Google Grup.
>>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
>>>>>>>> https://groups.google.com/d/optout.
>>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>  --
>>>>>>> .
>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>>> * DILARANG:
>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>>> ---
>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>>> Google Grup.
>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout
>>>>>>> .
>>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>  --
>>>>>> .
>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>> ===========================================================
>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>> * DILARANG:
>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>>> ===========================================================
>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>> ---
>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>> Google Grup.
>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>>>
>>>>>
>>>>>  --
>>>>> .
>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>> ===========================================================
>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>> * DILARANG:
>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>> ===========================================================
>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>> ---
>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>>> Grup.
>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>>> kirim email ke [email protected].
>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>>
>>>>
>>>>  --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>>
>>>
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke