Jumat, 08 Agustus 2014 02:02

Jika wisatawan lokal, domistik dan manca negara akan ber­kunjung ke
Sumatera Barat, dapat dipastikan mendatangi Danau Maninjau tidak masuk
dalam daftar jadwal kunjungan wisata mereka. Yang masuk daftar kunjungan
biasanya, seperti ke Jam Gadang, Ngarai Sianok, Los Lambuang untuk kuliner
(Bukittinggi), Lembah Harau (Kabupaten Limapuluh Kota), Water Boom Mifan
(Padang Panjang) dan Rumah Gadang Pagaruyung (Batusangkar/Tanah Datar)

Berikutnya Pantai Air Manis (Padang), Pantai Gondoriah  (Kota Pariaman),
Pantai Carocok (Painan/Pessel), sejumlah objek wisata eks tambang dan alam
di Kota Sawahlunto, Danau Singkarak (Kab. Tanah Datar/Kab. Solok), Danau
Diatas dan Danau Dibawah (Alahan Panjang Kab. Solok), Puncak Lawang, Embun
Pagi dan Kelok 44 (Kab. Agam).

Meskipun objek wisata Puncak Lawang, Embun Pagi dan Kelok 44 yang
berdekatan dengan Danau Maninjau masuk ke dalam daftar kunjungan wisata,
namun tidak demikian halnya dengan Danau Maninjau. Kalau pun wisatawan
turun dari Puncak Lawang dan Embun Pagi ke Kelok 44, mereka tak akan pergi
ke bibir danau, apalagi akan stay atau menginap di hotel atau home stay
yang masih tersisa di seputaran Danau Maninjau.

Umumnya wisatawan, berbalik lagi ke Kota Bukittinggi atau  melanjutkan
perjalanan ke Pantai Gondoriah Kota Pariaman. Kini sangat jarang wisatawan
yang mau berlama-lama di seputaran Danau Maninjau. Faktor penyebabnya,
karena Danau Maninjau dari jarak dekat tidak lagi menyuguhkan keindahan,
kesejukan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Yang terjadi justru wisatawan menutup hidung karena di seputaran danau
merebak bau tak sedap yang berasal dari ribuan keramba yang nyaris memenuhi
seluruh kawasan pinggir danau. Wisatawan juga berupaya menghidar agar
jangan bersen­tuhan dengan air danau. Selain aromanya tak sedap, airnya
juga berlendir. Aroma tak sedap dan air yang berlendir itu disebabkan oleh
sisa makanan ikan dan kotoran ikan yang menumpuk di Dasar Danau.

Ketika musim angin kencang, jutaan ekor ikan keramba mati dan tentu saja
aromanya tidak sedap dan menjadi pemandangan yang menjijikan. Ikan itu mati
karena seluruh sedimen sisa makanan dan kotoran ikan terangkat dari dasar
danau. Hal itu menye­babkan oksigen di air menurun, sehingga menyebabkan
jutaan ikan mati.  Sejak 10 tahun belakangan jum­lah keramba apung di Danau
Maninjau me­mang tidak sebanding lagi dengan daya dukung danau, sehingga
merusak eko­sistem yang ada.

Padahal dulu, tahun 1980-1990-an Danau Maninjau merupakan salah satu tujuan
wisata terfavorit di Sumatera Barat. Wisatawan suka mandi-mandi dan
bersam­pan kolek ke tengah danau. Saat itu puluhan hotel dan home stay di
sekitar danau benar-benar hidup. Di akhir Minggu dan hari-hari besar/libur,
hotel-hotel dan home stay di Danau Maninjau semuanya penuh terisi. Ketika
itu makin banyak masyarakat yang menyulap sebagian rumahnya menjadi home
stay. Kehidupan perekonomian masyarakat seputar danau benar-benar hidup.
Warga sekitar danau banyak yang menawarkan makanan kerang pensi dan ikan
rinuak kepada wisatawan. Bersepada sekiling Danau Maninjau juga menjadi
agenda wisata yang  sangat menyenangkan bagi wisatawan.

Tapi, kini semua itu hanya tinggal kenangan. Sekarang nyaris seluruh hotel
di seputaran Danau Maninjau  tutup. Kalau pun ada yang bertahan, kondisinya
megap-megap. Hidup segan, mati tak mau. Sedangkan home stay benar-benar
sudah lenyap dari supataran danau. Ini semua terjadi karena Pemkab Agam dan
pihak-pihak terkait lainnya, gagal mem­perta­hankan keindahan, kesejukan
dan kenya­manan Danau Maninjau yang selama ini menjadi faktor penggoda
wisatawan. **

http://harianhaluan.com/index.php/haluan-kita/33283-danau-maninjau-ditinggalkan-wisatawan

-- 



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke