Ado2 se nan jadi masalah....nan tabarito.....

-------- Original message --------
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> 
Date:08/17/2014  11:25 AM  (GMT-05:00) 
To: [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Di Kantor Gub Sumbar: Indonesia Raya Berakhir, Bendera 
Hanya Setengah Tiang 

Di Kantor Gubernur Sumbar: Indonesia Raya Berakhir, Bendera Hanya Setengah Tiang

Penggerek bendera dibantu Alumni Paskibraka merapikan bendera yang sudah 
acak-acakan karena terpaksa diturunkan lantaran hanya berkibar setengah tiang 
dalam upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Sumbar 
(Foto: Saribulih)

SpiritSumbar.com – Minggu, 17 Agustus 2014, semua instansi memperingati 
kemerdekaan Republik Indonesia dengan melaksanakan upacara bendera. Untuk 
tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dipusatkan di Kantor Gubernur Sumbar 
yang bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Karena level provinsi, pelaksanaan upacara peringatan proklamasi kemerdekaan RI 
ini diawali dengan bunyi sirine tepat pukul 10.00 wib. Acara dilanjutkan dengan 
pembacaan teks proklamasi kemerdekaan RI oleh Ketua DPRD Sumbar, Yultekhnil.

Pada awal-awal prosesi pelaksanaan detik-detik upacara peringatan proklamasi di 
Kantor Gubernur Sumbar, minggu 17/8 berlangsung secara khitmad. Malahan, para 
peserta dan undangan khusuk mengikuti jalannya upacara bendara. Apalagi, 
upacara dihadiri semua unsur, baik pemerintahan seperti legislative, eksekutif 
dan yudikatif juga semua komponen pemuda, ormas, sipil, militer dan mantan para 
pejuang di era kemerdekaan dan pasca kemerdekaan.

Ironisnya, saat lagu Indonesia Raya berakhir dan penggerek bendera dari Pasukan 
Pengibar Bendera (Paskibra) telah mengikatkan tali ke tiang bendera. tiba-tiba 
ajudan Walikota Padang, Doni langsung ke tengah lapangan dengan memberi hormat 
pada inspektur upacara. Tanpa menunggu persetujuan, Doni diikuti beberapa orang 
alumni Paskibraka menuju tiang bendera dan meminta penggerek bendera membuka 
kembali ikat tali bendera. Malahan, Doni langsung meminta penggerek bendera 
menurunkan kembali bendera yang sudah berkibar yang ternyata hanya setengah 
tiang.

Kontan para undangan yang berada ditenda kaget karena tidak memperhatikan 
kondisi bendera dan bertanya-tanya terhadap hal yang terjadi. Tanpa menunggu 
waktu, bendera kembali diturunkan dengan tergopoh-gopoh. Malahan, bendera yang 
dibela mati-matian oleh para pahlawan bangsa tersebut tidak lagi rapi dan 
menyentuh tanah. Setelah memutar tali yang menyangkut di ring tengah, bendera 
kembali dinaikkan tanpa diikuti lagu Indonesia Raya.

Melihat kondisi yang terjadi, beberapa undangan menyesali terhadap hal terjadi. 
Malahan, ada diantara mereka yang menganggap pelaksana upacara lalai. Padahal 
ujarnya, untuk menjaga khidmatnya upacara peringatan hari kemerdekaan Republik 
Indonesia, gladik sudah dilakukan sampai 15 kali. “Walau insiden kecil tapi 
dampaknya besar. pasti ada yang tidak beres dengan persiapan kali ini,” ujar 
salah seorang undangan yang enggan ditulis namanya.

Sementara Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengaku menyangkutnya bendera di 
tengah tiang itu hanyalah hal yang tak terduga. Dia meyakini, tidak kesalahan 
dari Paskibra lantaran mereka telah terlatih dan melakukan latihan selama satu 
bulan. “Pasukan pengibar bendera sudah berlatih dengan baik selama satu bulan. 
Kejadian ini bukan kesalahan mereka, tapi adalah kesalahan yang tidak terduga,” 
tutur Irwan Prayitno usai upacara bendera.

Namun, sebelumnya sudah beredar informasi tentang adanya perselisihan antara 
sesama pelaksana pada saat gladik resik terakhir, Jumat, 15/8. Saat itu terjadi 
kesalah pahaman antara sesama panitia. Malahan kasus ini menurut sumber tadi, 
akan diselesaikan sebelum pelaksanaan upacara tapi tidak terlaksana.

SARIBULIH

 Sumber: 
http://spiritsumbar.com/di-kantor-gubernur-sumbar-indonesia-raya-berakhir-bendera-hanya-setengah-tiang/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke