Belum Setahun, Jembatan Batang Malanca Sudah Retak Senin, 25 Agustus 2014 02:49 KM 60 JALUR SINCINCIN-MALALAK
SICINCIN-MALALAK, HALUAN — Sejumlah jembatan pada jalur Sicincin-Malalak diduga asal bangun dan pengerjaannya kurang sempurna. Dari sekitar 13 jembatan di sepanjang jalur itu, 7 di antaranya dibangun oleh PT Maidah Rekajaya dan selesai tahun 2012. Sedangkan 2 lainnya dikerjakan PT Graha Duta Pembangunan dan selesai 2013. Sebelumnya sudah diberitakan soal pengerjaan sebagian jembatan yang dibangun PT Maidah Rekajaya yang tidak sempurna dan bahkan terkesan asal jadi (Haluan, Sabtu 23/8). Sedangkan dua jembatan yang dibangun PT Graha Duta Pembangunan adalah jembatan Batang Ngun-Ngun pada KM 60+150 dengan lebar 7 meter dan panjang bentang 14 meter. Sedangkan konstruksi konvensional. Menurut Riki, warga setempat yang juga ikut bekerja dalam proyek jembatan itu dari awal hingga akhir mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut terkesan asal jadi. Kontraktor mestinya membuat parit di bagian kanan jalan beberapa meter sebelum jembatan untuk mengalirkan alir dari sawah di atas tebing. Tapi hal itu tidak dilaksanakan kontraktor. Akibatnya air lewat atau merembes ke bawah aspal hotmix. Jika hujan, air aliran dari sawah mengalir di atas jalan. Proyek jembatan kedua yang ditangani oleh PT Graha Duta Pembangunan di Jalur Sicincin-Malalak adalah Jembatan Batang Malanca KM 66.00, masuk dalam wilayah Kecamatan Malalak. Ukuran jembatan; lebar 11,8 meter dan panjang 7 meter. Konstruksi menggunakan sistem boxculvert dan tahun pembuatan 2013. Pengerjaan jembatan ini juga terkesan asal jadi. Hingga kini ratusan kayu penyangga saat pengecoran proyek masih belum dilepas, sehingga tampak semrawut. Pada bagian pangkal jembatan dari arah Sicincin terdapat retak memanjang dan juga lubang menganga, akibat coran jembatan pecah. Bagian pangkal jembatan, aspalnya juga turun hingga 7 cm dan membelintang selebar jalan aspal. Kondisi itu sangat membayakan pengendara yang melewati jalan tersebut, terutama sepeda motor. Sedangkan mobil yang meluncur dalam kecepatan tinggi dan bermuatan berat juga bisa terancam rusak pegas atau skopnya. “Pengerjaan Jembatan Batang Malanca lebih parah lagi. Dapat dikatakan asal jadi. Kini saja sudah mulai rusak. Padahal kayu tiang penyangga coran jembatan saja belum dibongkar,” sebut Riki. Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Sumatera Barat Suprapto mengatakan, terkait adanya kondisi jembatan yang rusak pada jalur Sicincin-Malaaak akan dicek oleh petugas. Menurutnya, saat ini kondisi jembatan di sepanjang jalan Sicincin-Malalak aman untuk dilalui. “Jembatan terakhir yang dibangun dua tahun yang lalu, jadi pasti aman. Selain itu, umur layanan jembatan mencapai 25 tahun,” katanya, ketika dihubungi akhir pekan lalu. Sebelumnya telah diberitakan jembatan yang diduga asal jadi pengerjaannya alias tidak sempurna oleh PT Maidah Rekajaya di antaranya Jembatan Batang Air Nabu, Paraman 2, pada Jalur Sicincin-Malalak KM 58 + 500 dengan panjang 15 meter. Jembatan ini dibangun di atas eks jembatan lama. Hanya saja puing-puing tiang beton jembatan lama yang ada di bawah bentangan jembatan baru tidak dibongkar secara sempurna. Akibatnya, aliran air Batang Nabu jadi terhalang, karena tiang beton jembatan lama posisinya persis berada di tengah-tengah sungai. Kontraktor diduga tak mau mengerjakan itu untuk menghemat anggaran pengerjaan proyek. Pada jembatan lainnya yang juga dibangun oleh PT Maidah Rekajaya, batu-batu besar dan tiang beton eks jembatan lama yang berada di bawah atau di sekitar bentangan jembatan juga tidak dibersihkan atau dibenahi oleh kontraktor. Akibatnya terjadi penyempitan daerah aliran sungai di sekitar jembatan. Lagi-lagi diduga kontraktor tak mau mengerjakan itu untuk menghemat anggaran pengerjaan proyek. “Tampaknya pembangunan memang tidak sempurna. Jika air Batang Nabu ini besar saat musim hujan bisa menyebabkan banjir dan lama-lama bisa mengganggu konstruksi jembatan baru,” kata, Par (26) warga yang ditemui di lokasi, Kamis (21/8). Dia juga menyayangkan mengapa jembatan itu tidak dicat dengan baik hingga indah dipandang mata. Dia juga mencontohkan beberapa jembatan di sepanjang jalur Sicincin-Malalak yang dikerjakan oleh PT Maidah Rekajaya tidak dicat dengan baik. Sehingga jembatan yang baru serahterima finalnya dilakukan pertengahan tahun 2014 tampak sudah kusam dan usang. Dirut PT Maidah Rekajaya, Buchari Bachter mengatakan proyek jembatan yang dikerjakan perusahaannya sudah serah terima bulan Juni 2014. “Tanggal pasti penyerahan FHO ini saya tidak ingat, tapi yang pasti diserahkan bulan Juni 2014. Selama pengerjaan proyek jalan Sicincin-Malalak, kita tidak menemui hambatan,” kata Buchari Bachter yang lebih dikenal dengan panggilan Ayi, beberapa waktu lalu. (h/wis/eni/erz) http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/33685-belum-setahun-jembatan-batang-malanca-sudah-retak Pada 24 Agustus 2014 18.50, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis: > Sabtu, 23 Agustus 2014 02:40 > > *SICINCIN-MALALAK, HALUAN — *Sejumlah jembatan pada jalur > Sicincin-Malalak diduga asal bangun dan pengerjaannya kurang sempurna. > Dari sekitar 13 jembatan di sepanjang jalur itu 7 di antaranya dibangun > oleh PT Maidah Rekajaya dan selesai tahun 2012 dengan total anggaran Rp > 12.217. 480.000. Anggarannya berasal dari APBN. > > Tujuh jembatan yang dibangun oleh PT Maidah Rekajaya tersebut di > antaranya; *Pertama, *Jembatan Sungai Paman (Paraman 1) KM 58 + 300 > dengan panjang 15 meter. *Kedua,* Jembatan Batang Air Nabu, Paraman 2, > pada Jalur Sicincin-Malalak KM 58 + 500 dengan panjang 15 meter. > > -- *Wassalam* *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
