Nakan Haswin Darwis (HD) dan sanak dipalanta n.a.h

Indak kasarupo itu bana do nakan HD, tak usah kuatir, perjuangan ABS SBK jo
DIM ko indak tagantuang ka J -JK apolagi maso 5 tahun ko do.

Perjuangan ko berlanjut berkesinambunagn/berketerusan generasi kegenerasi.

Di Sumbar ada dua perjuangan yang perlu terus berkesinambungan.

1.     Perjuangan mempertahankan  ABS SBK agar tetap hidup di Sumbar.

   Perjuangan ini mengharapkan ridha Allah semata, tidak  ridha manusia.
Semoga

   gerak/aktifitas kita didunia ini mendapat keridhaannya dan selamat nanti
dikampung akhirat.

            Mudah-mudahan pribumi Minang meyakininya.

2.     Perjuangan mempertahankan  tanah hak ulayat/harta pusaka yang
merupakan Jaminan

        Hidup Abadi bagi pribuminya / PERMANET LIFE INSURACE  katakanlah
begitu yaitu adanya

        Tanah yang tak bisa pindah dari kaumnya sampai hari Kiamat.

            Selagi tanah itu masih ada, masih bisa ditanami tanaman pangan,
pribumi Sumbar tak  tak

            akan mati kelaparan.



Untuk mepertahankan point 1 dan 2 diatas disitulah perlunya DIM untuk
Sumbar.

DIY sampai sekarang ini masih tidak memperkenalkan, tanah diseluruh DIY
dilepas dari penggarapnya.  Ini sangat dipertahankan oleh DIY.


Satu hal yang akan menjadi PR bagi Sumbar ialah petani marhen yang ada di
Sumbar, sebelum tanah-tanah disumbar habis diberikan ke transmigrasi luar
lebih baik, petani kita yang kurang tanah dibri tanah duluan. Jangan
ditunggu mereka kena musibah  baru ditransmigrasikan dan diberi tanah
seperti yang dialami mereka yang kena galodo Maninjau dan galodo Gunung
Talang tahun 1980-an.


Sudah dihantam galodo baru mereka dikirim ke Timpeh/Sitiung dsb. Lebih baik
diinventarisasi dari sekarang, sebelum tanah Sumbar itu habis.



Menyadari akan pentingnya point 1 dan 2 itu terpelihara sudah suatu
keniscayaan  bagi  pribumi Sumbar untuk memperjuangkan agar Sumbar menjadi
DIM (Daerah Istimewa Minang Kabau). Perjuangan ini berkelanjutan secara
damai. Belum rampung sama generasi sekarang pesankan ke anak cucu.

Ini juga tercantum  dalam himbuan yang kita tanda tangani bersama  diteruskan
 pak MN ke No 1, hanya sayang No. 1 kalah, apaboleh buat.  Perjuangan kita
tidak mengenal kalah atau menyerah, terus berlanjut.



Hutang kita adalah mensosialisasikan DIM ini ke KAN (Kerapatan Adat Nagari)
kita masing-masing dan secara umum sudah dirintis mensosialisasikannya oleh
kawan-kawan diranah melalui Orang Minang Mendukung Pembentukan Daerah
Istimewa Minangkabau (OMMPDIM).



Itulah sekedar dari ambo, diskusi memperjuangkan poin 1 dan 2 diatas  terbuka
bagi pribuni Sumbar baik yang ada diranah maupun dirantau.



Wass,



Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke