Sabtu, 30 Agustus 2014 02:30

PADANG, HALUAN — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, untuk
pembangunan jalan tol Sumatera, Sumbar lebih selangkah maju dibanding
daerah lainnya. Pembangunan jalan tol tahap awal sudah dimulai berupa
pembe­basan lahan dari Duku-Sicincin. Kemu­dian 7 jembatan pun
dipersiap­kan menyambut datangnya tol Sumatera.
“Pembangunan tol Sumatera ini akan membutuhkan tujuh tahap pengerjaan. Kami
sudah mulai dengan pembebasan lahan pada tahap I. Dan sudah ada menyiapkan
trans ke Pekanbaru,” terang Irwan usai mengikuti rapat koordinasi antara
para menteri bidang perekonomian dengan gubernur se-Sumatera di Hotel Inna
Muara, Padang, Jumat (29/8).

Hadir pada rakor ini gubernur se-Sumatera, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri
Perhubungan, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, dan Menteri Koordi­nator
Perekonomian sebagai pemimpin rakor.

Sebagai feeder (pembantu,red), tol yang melalui Sumbar ini akan menelan
biaya sekitar Rp800 miliar untuk pengerjaan. Dibutuh­kan komitmen dari
pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten kota untuk dukungan anggaran.
“Tidak masuk jalur utama tol tidak masalah. Usaha agar investor tetap
datang ke Sumbar tetap ada. Karena itu tidak seratus persen kita harapkan
dari swasta untuk pembangunan tol ini.  Timur saja belum ada investor
apalagi barat,” jawab Irwan terkait sulitnya investor masuk ke Sumbar.

Tahapan yang akan dimulai Sumbar pada pembangunan jalan tol ini dimulai
dengan jalan di Duku-Sicincin, Sicincin-Padang Panjang, Padang
Panjang-Bukittinggi, Bukitinggi-Limapuluh Kota, dan Limapuluh
Kota-Pekanbaru.

Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Sumbar Suprapto
menambahkan, pelaksanaan jalan tol Sumatera akan melewati jalan sepanjang
180 kilometer di Sumatera Barat. Dengan demikian, tol yang melewati bagian
timur Sumatera, telah menjadikan Sumbar ambil andil di dalamnya.

Hanya saja, kapan tol ini dimulai tergantung dari kesiapan pembebasan lahan
yang dilakukan oleh kepala daerah masing-masing.
“Semuanya berpacu, mana yang duluan selesai, itu yang mulai pembangunan.
Dan pem­bebasan lahan ini menjadi kendala utama di Sumbar. Kini baru 22
kilometer yang sudah dibebaskan di Kabupaten Padang Pariaman,” jelas
Suprapto di sela-sela kegiatan rapat koordinasi.

Kendala lain yang membuat tol sulit diwujudkan di Sumbar adalah tidak
adanya industri di Sumbar. “Ini yang membedakan tol di Sumbar dengan Jawa.
Harapan kita ke depan akan tumbuh industri,” ucapnya.

Dalam rapat kordinasi ini, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung
menjelaskan pembangunan tol Sumatera ini akan diselaraskan dengan
pemba­ngunan jalur rel kereta barang dan pembangunan jaringan listrik 500
kilovolt di Sumatera.

Pembangunan transmisi sebesar 500 kilovolt ini diren­canakan bisa dimulai
pada Oktober mendatang, dengan pembangkit listrik berbasis batu bara,
sesuai potensi yang dimiliki Sumatera.

“Sumber daya alam akan memiliki nilai tambah jika diolah industri. Untuk
mendukung industri diperlukan listrik besar. Sumatera dengan listriknya
yang banyak bisa menarik investasi sebesar-besarnya, industri tumbuh secara
massif sehingga bisa mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Selain listrik, percepatan pembangunan juga akan dilaksa­nakan terhadap
proyek Tol Trans Sumatera, untuk memacu per­tum­buhan ekonomi dengan
memperlancar arus distribusi orang dan barang.

Terdapat empat ruas prioritas Tol Sumatera yakni Medan-Binjai sepanjang
16,8 kilometer, Palem­bang-Indralaya 22 kilometer, Pekanbaru-Dumai 135
kilometer, dan Bakauheni-Terbanggi Besar 150 kilometer. Ground Breaking
proyek Tol Trans Sumatera akan digelar akhir September men­datang. Namun,
berapa ang­garannya dan dimulai dari mana masih belum dibahas.

“Semua provinsi di Sumatera akan dibangun tol agar terko­neksi, tapi  empat
ini prioritas dulu. Yang lain jangan berkecil hati dulu. Semuanya akan
terkonektivitas. Kalau ada tol distribusi hasil industri bisa lebih
lancar,” terangnya.

Terkait pembangunan jalur kereta dari Aceh hingga Lam­pung, Menteri
Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, pem­bangunan jalur kereta barang ini
akan menumpang pada tol Sumatera. Selaras dengan pem­bebasan lahan untuk
tol, Ke­menterian Perhubungan me­nitipkan kepada gubernur se-Sumatera agar
dibebaskan jalan untuk pembangunan rel kereta khusus barang. “Kalau tol
selesai, saya titip untuk kereta api,” tegasnya. (h/eni)


http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/33833-sumbar-tak-masuk-program-tol-sumatera

-- 



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke