Dengan kondisi ini kita harapkan sesepuh...niniakmamak...orang tuo yg bisa jadi penengah....
Tapi sangat2 disayangkan....hal ko ndak berlaku.....LATAH KEBABLASAN.....terus berlanjut.... Entah apo yg dalam pikiran2 mrk...labiah memuliakan namo seseorang drpd mamikian persatuan orang2 Minang yg berserakan.... Satiok kesempatan. ..satiok acara slalu mahimbau supayo orang Minang ko bersatu.... Eh yayai.....iko malah.... Emang BIM barado di Pariaman. ...tp jaan dipaso BIM itu cumo pny rang Pariaman. ...BIM punyo rang Minang....la sepantasnyo banamo Minangkabau..... Azwar Anas Dukung Pergantian Nama BIM +Berita PilihanSumbar oleh infoSumbar - Sep 2, 2014 60029347 ilustrasi Pro dan kontra perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau menjadi Bandara Mr. Sutan Mohammad Rasjid terus bergulir. Salah satu tokoh Sumatera Barat dan mantan Menko Kesra, Ir. H. Azwar Anas menyatakan dukungannya terhadap perubahan nama BIM menjadi Bandara Mr. Sutan Mohammad Rasjid. “Tepat dan saya mendukung penuh pergantian nama BIM menjadi Bandara Mr Sutan Moh Rasjid. Karena memang sudah selayaknya nama-nama bandara di Indonesia memakai nama tokoh dan pahlawan dari daerah bersangkutan,” kata Azwar Anas dikutip dari Haluan. Menurut Azwar Anas pemilihan nama Mr. Sutan Mohammad Rasjid sudah sangat tepat, mengingat jasa dan perjuangan beliau untuk NKRI sangatlah besar. Mr. Sutan Mohammad Rasjid sendiri pernah menjabat sebagai Gubernur Militer Sumatera Tengah dan ditunjuk menjadi Menteri Keamanan/Sosial dan Menteri Perburuhan pada masa PDRI. Mengenai pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau sendiri, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni telah mengajukan permohonan kepada Menteri Perhubungan. Renny.Bintara Pada 2 Sep 2014 07:49, "Nofend St. Mudo" <[email protected]> menulis: > Jadi, dengan gencarnya Haluan ma angkek Opini dan Wacana soal bandara ko, > sesuai poin no 3 nan disampaikan yose dibawah, dapek kito maklumi maksud > dan tujuan no. > > berikut 2 tulisan dan pernyataan nan nampak no satiok hari diangkek Haluan. > > MK DUKUNG GANTI NAMA BIM JADI BANDARA MR ST MOH RASJID > <http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/33858-mk-dukung-ganti-nama-bim-jadi-bandara-mr-st-moh-rasjid> > [image: > PDF] > <http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/33858-mk-dukung-ganti-nama-bim-jadi-bandara-mr-st-moh-rasjid?format=pdf> > [image: > Cetak] > <http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/33858-mk-dukung-ganti-nama-bim-jadi-bandara-mr-st-moh-rasjid?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> > [image: > Surel] > <http://harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=9b98fa4b4ffd553050092550a7b8682cd83e2c22> > Senin, > 01 September 2014 02:21 > > *Padang, Haluan —* Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Sumbar Muslim Kasim > sangat mendukung sekali usulan penggantian nama Bandara Internasional > Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Mr St Moh Rasjid. > > Menurut Muslim Kasim, sangat layak dan pantas jika nama Mr St Moh Rasjid > dijadikan nama bandara. Rasjid tidak hanya tokoh daerah, tapi juga tokoh > nasional yang lahir di Pariaman. Jasa-jasa beliau untuk republik, tidak > diragukan lagi. Baginya, Rasjid adalah tokoh sentral PDRI, penyambung > nyawa republik. Beliau pejuang, diplomat dan pernah menjadi Dubes > di Italia. > > Sejalan dengan argumentasi yang disampaikan Menteri Perhubungan EE > Mangindaan, Muslim Kasim juga berpendapat pergantian nama BIM menjadi > nama tokoh adalah hal yang lumrah dan masuk akal. Tidak hanya nama bandara > di berbagai daerah di Indonesia yang memakai nama tokoh, nama-nama bandara > internasional di luar negeri juga umumnya memakai nama-nama tokoh negara > bersangkutan. > > “Sebagai bentuk konkrit dukungan dari Masyarakat Peduli Sejarah Sumbar, > kami sudah membuat surat rekomendasi kepada Gubernur Sumbar dan ditembuskan > ke Menhub dan pihak-pihak terkait,” kata Muslim Kasim, Minggu (31/8). > > Dikatakannya, hari ini, Senin (1/9), rencananya Masyarakat Peduli Sejarah > Sumbar akan menemui gubernur untuk memperkuat usulan yang sudah > disampaikan Bupati Padang Pariaman sebelumnya. > > Ditambahkan Muslim, aspirasi untuk menjadikan nama Mr St Moh Rasjid > menjadi nama bandara yang berlokasi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman > itu tidak datang tiba-tiba. Jauh hari, gagasan itu sudah muncul dari > berbagai komponen masyarakat. > > “Waktu saya jadi bupati dulu, sekitar tahun 2006 sudah muncul gagasan > untuk mengabdikan nama tokoh kebanggaan nasional asal Pariaman itu menjadi > nama jalan,” ujarnya. > > Kemudian, di tahun 2013 rencana tersebut baru terealisasi. Dan waktu > peresmian nama jalan Mr St Moh Rasjid, banyak tokoh termasuk Ketua DPD RI > Irman Gusman yang menyampaikan gagasan secara terbuka untuk memakai nama Mr > St Moh Rasjid untuk nama bandara internasional itu. > > Sebelumnya, sewaktu peresmian Jalan Mr St Moh Rasjid 1 Maret 2013 lalu, > sejumlah pihak sudah menyatakan keinginan untuk mengganti nama BIM dengan > nama tokoh asal Pariaman ini. > > Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dalam pidatonya mengatakan, penamaan > jalan mulai dari perbatasan Kota Padang sampai BIM sudah sangat pantas, dan > sudah selayaknya diberikan dengan nama Mr H St Mohamad Rasjid. Karena > menurutnya, perjuangan, dan jasa Mr H St Mohamad Rasjid dalam > memperjuangkan bangsa Indonesia sangat besar. > > “Selain penamaan jalan ini, kami juga akan mengusulkan perubahan penamaan > Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Mr H > St Mohamad Rasjid. Penghargaan ini kami berikan sebagai ucapan terimakasih > kami terhadap jasa dan pengorbanan beliau,” tutur Ali Mukhni. > > Hal senada juga dikatakan Ketua DPD RI Irman Gusman. Penamaan jalan ini, > adalah langkah awal kita untuk terus memantapkan jasa beliau. Saya dan > seluruh pihak-pihak terkait lainnya, akan mengajukan juga penamaan BIM yang > selama ini, menjadi nama Mr H St Mohamad Rasjid,” jelas Irman. *(h/eni)* > > > TIDAK ADA DIKOTOMI DI KABINET JOKOWI > <http://harianhaluan.com/index.php/berita/nusantara/33887-tidak-ada-dikotomi-di-kabinet-jokowi-> > [image: > PDF] > <http://harianhaluan.com/index.php/berita/nusantara/33887-tidak-ada-dikotomi-di-kabinet-jokowi-?format=pdf> > [image: > Cetak] > <http://harianhaluan.com/index.php/berita/nusantara/33887-tidak-ada-dikotomi-di-kabinet-jokowi-?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> > [image: > Surel] > <http://harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=c5b477abf65f5de1d546484e82fb97478a408bf2> > > Selasa, 02 September 2014 01:33 > > *JAKARTA, HALUAN —* Ketua DPP Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan > menegaskan, dalam kabinet Jokowi-JK tidak ada dikotomi antara yang berasal > dari partai maupun non partai.Dalam dialog ‘Sistem Presidensial: Antara > Teori dan Praktek’ di MPR, Senin (01/09/2014), Ferry mengatakan, siapa > pun yang diangkat menjadi menteri harus mengubah mentalnya, bahwa menteri > itu membantu presiden dan siap bekerja keras serta bisa bekerja sama atau > team works dengan kementerian yang lain. > > Bahkan Ferry menilai jika banyak kalangan profesional dari teknokrat > maupun akademisi justru tak punya mentalitas yang baik, sehingga banyak > yang lari dari tanggung jawab ketika menghadapi masalah. > > “Banyak kalangan teknokrat dan akademisi yang lari dari tanggung jawab > ketika menghadapi masalah. Untuk itu, kita tidak ada dikotomi dalam > pengangkatan kabinet,” ujarnya. Tentang banyak usulan dari partai maupun > relewan pengusung agar membentuk kabinet yang ramping, profesional dan > sebagainya, Ferry mengatakan bahwa semuanya akan dikaji berbagai > konsekuensi yang akan terjadi. > > “Kalau dirampingkan misalnya, bagaimana nasib pejabat di eselon I dan II > di masing-masing kementerian tersebut. Sebenarnya, mau ramping atau gemuk, > yang penting kerjanya lebih efektif dan efisien untuk rakyat. Semua bisa > mengusulkan tapi yang mengambil keputusan adalah tetap presiden > terpilih,” tegas Ferry. > > *Jokowi Diuji* > > Sekretaris FPP MPR RI Zainut Tauhid mengatakan, sistem presidensial akan > menguji kemampuan personalnya Jokowi dalam melakukan komunikasi dengan DPR > RI. > > “Setelah amandemen ada keinginan kuat untuk menata lembaga negara > sama-sama diperkuat termasuk dengan sistem presidensial. Sebab, dengan > sistem presidensial kita sudah jatuh bangun politik, sehingga tidak ada > kepastian untuk pembangunan, dan sistem presidensial memberi kepastian pada > presiden terpilih,” kata Zainut. Dengan sistem itu, maka presiden tak bisa > dijatuhkan di tengah jalan oleh DPR RI, kecuali ada alasan-alasan > konstitusional untuk memakzulkan. “Jadi, jabatan presiden itu sangat kuat > sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Karena itu kemampuan > komunikasi politik Jokowi akan diuji khususnya ketika berhadapan dengan DPR > RI,” ujarnya. > > Menurut Zainut, posisi parpol di luar pemerintahan Jokowi sebagai > penyeimbang atau oposisi ke depan itu tak hanya sekadar berbeda. Sebab, > kalau asal beda, maka pemerintahan tak akan efektif, begitu pula DPR RI > juga tak akan efektif, maka dibutuhkan sikap kenegarawanan untuk > mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. “Kalau sampai > mengabaikan rakyat, maka harus dievaluasi,” katanya. > > Di tengah maraknya transaksional politik di mana partai tak mampu merekrut > kader-kader terbaiknya, maka kekuatan sipil menjadi alternatif. “Sama > halnya dengan kekuatan madia massa. Kalau media lemah maka akan kembali ke > era otoritarianisme. Untuk itu, pemerintah dan DPR RI harus saling > menguatkan. Kalau DPR terlalu kuat, maka bahaya bagi demokrasi, dan > sebaliknya,” pungkasnya. *(h/sam)* > > > Pada 1 September 2014 09.08, yose hendra <[email protected]> menulis: > >> >> 3. Basko sebagai salah satu dr 3 org yang pergi ke Jakarta, lalu >> pertemuan dengan Kemenhub dimuat di Haluan. Kito harus samo2 tahu, samo2 >> paham, Basko adalah pemilik Haluan... Dan kito harus mencurigai, iko adalah >> skenario politik pencitraan, menggambarkan Basko seakan2 merupakan tokoh >> Sumbar.... Harus dipikirkan lagi, apa beliau tokoh kita? >> >> > -- > > > > *Wassalam* > > > > *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok > Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
