Dunsanak NAH,

Saya tidak pernah mendengar, konon pula mengenal siapa sosok Masril Koto (MK) 
hingga kisah sumbang tentangnya mencuat dan merebak ke sepenjuru jagat maya. 
Dari sini barulah saya menonton sejumlah video tentangnya dan beberapa liputan 
"hebat" lainnya.  Sebaliknya, saya juga tidak kenal siapa sang penulis Faizah 
Fauzan, apalagi Albersio Dt. Maudun Sati yang mengaku salah satu dari empat 
pendiri LKMA Prima Tani.

Jadi, dalam beropini, tidak cukup alasan untuk mengatakan saya akan berpihak 
kepada salah satu di antara mereka.  Namun, mengingat hingga saat ini 
konfirmasi dari Agus Pratomo dan Sugeng Winarto dari BMT INTI Yogya (si penulis 
terkesan meminta kita mengkonfirmasi sendiri) yang disebut-sebut sebagai sang 
guru oleh Albersio, dkk tak kunjung muncul, dan karena sifat keumuman 
berhujjah, serta kajian dari berbagai sisi, boleh jadi saya seakan-akan 
berpihak ke salah satunya.

Ada beberapa poin yang perlu diketengahkan sehubungan dengan tulisan Faizah ini.

1.  Sang penulis mengaku kontributor majalah dan sedang mencari sosok 
inspiratif.  Namun, berita ini justru dimuat di blog bebas dan bukan di majalah 
yang dimaksud.  Mengapa?  Ada beragama jawaban.  Dianggap tidak inspiratif, 
investigasinya lemah dan tidak berimbang atau karena tidak lolos meja redaksi, 
mungkin saja jadi penyebab.

2.  Hampir seluruh materi tulisannya bersumber dari Albersio Dt. Maudun Sati, 
orang yang diisyaratkan tidak (lagi) bersahabat dengan MK.  Tak ada pihak lain 
yang dihubungi dengan sengaja seperti anggota LKMA, masyarakat setempat, alim 
ulama, atau tokoh adat, orang sesuku dan seulayat,  agar pemberitaan menjadi 
lebih seimbang sehingga enak dibaca.  Memang ada dikatakan sang penulis mencoba 
mencari tahu keberadaan MK, tapi niat ini tidak dinarasikan sungguh-sungguh 
melalui tulisannya.  Mengherankan, kata-kata yang meluncur justru, "Saya 
mencari informasi tentang Masril Koto."  Barisan kata ini bahkan diulangi 
hingga dua kali.  Satu ketika di kecamatan, yang lain saat di LKMA Prima Tani.  
Bukan pertanyaan semacam, "Saya ingin bertemu dengan MK." Atau karena bersifat 
investigasi, keberadaan MK justru tidak dikehendaki.

Bagi saya, tulisan "investigatif" ini memiliki kelemahan di sana sini dan 
cenderung tendensius jika enggan mengatakan memihak.  Netralitas petugas 
kecamatan yang berpendapat senada dengan Albersio, perlu diuji mengingat inilah 
satu-satunya lembaga pemeritahan resmi di wilayahnya yang mungkin paling sering 
berhungan dengannya.  Salah satu di antaranya, ketika menolong Albersio dkk. 
saat mendatangkan guru dari Yogyakarta.

3.  Perkara waktu.  Penulis melakukan kunjungan ke TKP pada bulan April dan 
tulisan ini meramaikan ranah publik sejak minggu ketiga bulan September ini.  
Nyaris satu semester waktu yang dihabiskan untuk meramu tulisan ini hingga 
tersaji dihadapan pembaca.  Durasi yang teramat panjang untuk sebuah tulisan 
"investigatif" yang singkat, dangkal dan tak berimbang, dengan nara sumber 
tunggal.

4.  Kebanyakan orang percaya, jika ada dua opini yang berseberangan pastilah 
salah satu di antaranya benar (salah) namun tetap saja tidak dapat ditentukan 
opini mana yang benar sampai diperoleh data sahih yang cukup. Berbeda dengan 
Matematika, "tidak positif" bukan bermakna "pasti negatif" karena angka nol 
harus menjadi opsi ketiga.

Dengan "keterbatasan fakta" saat ini, sebenarnya pilihan berpulang kepada 
pembaca masing-masing, apakah akan mempercayai Team Kick Andy dan Danamon 
dengan reputasi yang melekat pada mereka atau mempercayai sang penulis yang 
boleh jadi baru kali ini Anda dengar namanya.

Jika keliru, mohon maaf.

Salam,
ZulTan

-----Original Message-----
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 24 Sep 2014 05:37:46 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Soal Masril Koto

Sudah ada tanggapan dari Rhenald Khasali terhadap tulisan Fauzah Fauzan
ini, sanak Amir.

http://m.kompasiana.com/post/read/676030/3/tanggapan-rhenaldi-kasali-lewat-twitter-tentang-berita-masril-koto-versi-faizah-fauzan.html

Kita lihat saja perkembangannya.

Wassalam,

ANB

Pada 23 September 2014 20.20, 'amir hamzah' via RantauNet <
[email protected]> menulis:

> Dunsanak jagatmaya di Rantau Net nan ambo hormati. Tulisan informatif
> pangawan duduak malam di muko layar PC atau gadget. Tanpa bermaksud buruak,
> izinkan ambo batanyo soal Masril Koto macam nan ditulih di Kompasiana
> ko.  Maklum, sajak masuak acara Kick Andy dan manarimo Danamon Award,
> namo Masril Koto cukup harum, dan tantu sajo ikuik mambao harum lo namo
> Ranah Minang.
> Mohon maaf kalau ada nan salah.
> Wasalam,
>
> Amir Hamzah, 41, Rang Piaman, tingga di Bks
>
> http://m.kompasiana.com/post/read/675373/3/mempertanyakan-kebenaran-cerita-masril-koto.html
> Mempertanyakan Kebenaran Cerita Masril Koto
>    Faizah Fauzan <http://m.kompasiana.com/user/profile/fiefaizah>
> 19 Sep 2014 | 21:17
>  [image: Masril Koto (kinciakincia.com)]
> Sumber: Masril Koto (kinciakincia.com)
> (Dilengkapi  dokumentasi foto)
> Saya seorang jurnalis lepas. Beberapa bulan lalu (Sekitar April 2014),
> saya mencari sosok inspiratif untuk dimuat di Majalah di mana saya menjadi
> kontributornya. Saya tertarik dengan sosok Masril Koto yang memperoleh
> Danamon Award dan masuk pula dalam talk show Kick Andy.Dia memposisikan
> diri sebagai pendiri Lembaga Kredit Mikro Agraria (LKMA) Prima Tani alias
> Bank Petani yang berlokasi di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Bukittinggi.
> Nama beliau melambung lantaran mampu membuat sesuatu yang berarti bagi
> rakyat kecil. Dan LKMA Prima Tani ini merupakan pionir berdirinya LKMA-LKMA
> di seluruh Indonesia. Wajar bila orang mengaguminya. Terlebih Masril Koto
> mengaku hanya sekolah sampai kelas 4 SD.
> Saya mencoba mencari tahu keberadaan Masril Koto. Namun tidak bisa
> menemukan nomor kontaknya. Akhirnya, dari Jakarta saya putuskan mencari
> Masril Koto ke kampung halamannya di Baso, Sumatera Barat. Kebetulan saya
> orang Minang jadi sedikit tahu lekuk-lekuk nagari tempat Masril berada.
> Saya telusuri jalan raya Baso sampai ke arah Payakumbuh. Tujuannya ke
> kantor Camat Baso. Masril orang yang berjasa bagi warga kampung, pastilah
> dia dikenal orang kecamatan, pikir saya.
> Begitu saya sampai di Kecamatan Baso, saya perkenalkan diri sebagai orang
> media dan menyampaikan maksud kedatangan saya untuk mencari informasi
> tentang Masril Koto pendiri LKMA Prima Tani. Beberapa petugas kecamatan
> yang saya temui menggeleng, mengatakan tidak tahu. Lalu mereka saling
> berpandangan. Janggal menurut saya waktu itu.
> Lalu seorang petugas perempuan menghampiri saya, dan berkata:
> “Bu, dulu Masril Koto memang sering ke sini. Tapi sekarang tidak lagi.
> Sudah lama tidak kelihatan orangnya. Kalau ibu mau mencari tahu tentang
> LKMA Prima Tani, kantornya ada di jalan raya ini. Ibu kembali saja ke arah
> Pasar Baso, di belah kiri jalan ada Kantor LKMA Prima Tani. Ada plang
> namanya. Tapi maaf, ya Bu. Masril Koto itu bukan orang yang mendirikan LKMA
> Prima Tani. Yang mendirikan itu kawan-kawannya. Sekarang mereka masih ada
> di sana, tetap menjalankan LKMA itu. Tapi setahu saya Masril Koto sudah
> tidak ada di sana. Kalau Ibu ingin tahu, sebaiknya ke sana saja.”
> Saya kaget mendengar cerita itu. Rasanya tidak percaya dengan Informasi
> yang saya dengar dengan telinga sendiri.Saya tidak mau terima informasi
> itu begitu saja. Saya pamit dari kecamatan dan kemudian menelusuri Jalan
> Raya Baso seperti petunjuk ibu itu tadi.
> Benar saja, ada LKMA Prima Tani berdiri. Kantornya mirip sebuh rumah
> kecil, tapi plang nama terpampang jelas. Saya masuk mengucap salam. Seorang
> lelaki dengan tinggi sekitar 17o cm menjawab salam saya dan mempersilahkan
> saya duduk dan menunggu. Dia sedang melayani seorang laki-laki separuh
> baya, seperti sedang melakukan transaksi. Ada proses catat mencatat saya
> amati.
> Setelah tamunya pergi, saya ditemuinya dan kami berbicara.
> “Maaf bu, ada yang bisa saya bantu?”
> “Saya ke sini mau mencari informasi tentang Masril Koto. Saya ingin
> membuat profil tentang beliau. Informasi yang saya dapat, beliaulah yang
> mendirikan LKMA Prima Tani. Tapi tadi di kecamatan ada yang bilang bukan
> Masril Koto yang mendirikan. Bagaimana yang sebenarnya, Pak?”
> Lelaki yang bernama Albersio Datuak Maudun Sati itu menjelaskan:
> “Karena ibu bertanya, maka saya perlu menjawabnya. Kalau tadi ibu tidak
> bertanya, saya tidak akan bercerita,” katanya.
> Lalu terbukalah informasi itu, bahwa sebetulnya LKMA Prima Tani itu
> didirikan oleh 4 sekawan yang dimotori oleh Albersio sendiri bersama 3
> orang temannya, yaitu; Yanti Agus ST;Syahril; danUlta Dusri. Di antara
> keempat orang ini, Albersiolah yang didampuk menjadi Ketua LKMA Prima Tani
> dari awal berdiri hingga sekarang ini karena ia dianggap punya pengalaman
> “yang lebih” dari yang lain. (Kisah tentang Albersio ini dimuat di
> Majalah Societa edisi 3 tahun 2014).
> Albersio dan kawan-kawan mengajukan ke pihak Kecamatan ide mendirikan
> lembaga keuangan untuk petani dan mereka minta dibantu agar didatangkan
> guru. Lalu Kecamatan menfasilitasi empat sekawan ini berguru dengan Agus
> Praptomo dan Sugeng Winarto, keduanya pengurus BMT INTI Yogyakarta (cerita
> ini bisa dikonfrimasi kepda Agus dan Sugeng). Tanggal 4 Oktober 2006
> berdirilah LKMA Prima Tani dengan anggota 89 orang petani. Enam bulan
> berikutnya, tepatnya tanggal 1 Mei 2007 resmi beroperasi dengan badan hukum
> koperasi bernomor 149/BH/DKPPPI/IX/2007. Untuk mengumpulkan modal awal,
> LKMA Prima Tani melakukan *right issue *atau menerbitkan saham seharga Rp
> 100.000 per lembar saham yang dibeli oleh para petani. Kemudian juga ada
> simpanan pokok dan simpanan suka rela dari anggota. Dari situ terkumpullah
> dana awal sebesar Rp 19.475.000. Ini menjadi modal awal kegiatan usaha LKMA
> Prima Tani.
> Jerih payah Albersio dan kawan-kawan mendapat perhatian dari Pemkab Agam,
> bahkan kabar ini tersiar sampai ke tingkat pusat dan dunia internasional.
> Di bulan Juni 2007, pakar ekonomi Faisal Basri mendatangi LKMA Prima Tani
> dan memberikan penyertaan modal sebesar Rp 25 juta. Pada 24 September 2007,
> Menteri Pertanian masa itu Anton Apriantono mengunjungi LKMA Prima Tani dan
> meresmikan pengoperasiannya. Tanggal 21 November 2007, giliran konsultan
> Bank Dunia Matt Zurstrassen yang bertamu ke LKMA ini.
> Di tangan Albersio dan kawan-kawannya, LKMA PrimaTani ini berkembang
> dengan baik, anggotanya terus bertambah dan asetnya terus meningkat. Per 31
> Maret 2014 anggotanya sudah mencapai 700 orang dan asetnya berjumlah Rp
> 244.147.000. Selain memberikan peminjaman modal usaha, LKMA juga mengadakan
> usaha pembiayaan, misalkan untuk keperluan berkurban ketika Idul Adha,
> biaya sekolah anak, dan untuk keperluan melahirkan.
> Sementara Albersio didampuk oleh Kementerian Pertanian, melalui Dinas
> tentunya, sebagai instruktur yang memberikan pelatihan kepada kelompok tani
> di berbagai wilayah Indonesia, khusus mengenai pendirian LKMA. Nama
> Albersio tercatat di Kementan sebagai instruktur golongan IV A yang
> menandakan levelnya sudah skala nasional.
> Lantas dimana posisi Masril Koto? Masril bergabung dengan LKMA Prima Tani
> tahun 2008 sebagai karyawan yang ditugaskan di bagian penagihan. Namun
> Masril hanya setahun bertugas. Karena tidak amanah dan merugikan nasabah
> maupun LKMA, Masril Koto diberhentikan dengan TIDAK HORMAT oleh dewan
> pengurus LKMA. (Albersio memperlihat bukti pemberhentikan Masril Koto
> kepada saya). Tapi entah bagaimana setelah itu, tahu-tahu di tahun 2010
> nama Masril Koto melambung. Ia hadir di acara Kick Andy sebagai penerima
> Damanon Award tahun 2010 dengan prestasi sebagai pendiri LKMA Prima Tani,
> banknya petani.
> Albersio dan kawan-kawan tidak ambil pusing. Mereka menilai, mungkin
> Masril melakukannya untuk mendapatkan uang. Tapi Albersio dan
> kawan-kawannya mulai gerah ketika Masril menyampaikan di media massa kalau
> LKMA Prima Tani sudah tutup karena salah urus. Mereka lantas melayangkan
> surat keberatan kepada salah satu stasiun televisi yang menayangkan
> wawancara dengan Masril Koto, tapi tidak digubris. Kenyataannya, LKMA Prima
> Tani masih eksis dan saya melihat sendiri laporan neraca keuangannya per
> Maret 2014, berikut pula dengan akte-akte legal perkembangan stastus LKAM
> yang bertanda tangan tahun 2010, dimana di tahun itu Masril Koto sudah
> tidak lagi berada di LKMA Prima Tani.
> Sampai sekarang profil Masril Koto masih terus menghiasi media massa-media
> massa nasional sebagai pendiri LKMA Prima Tani. Ia tampil menjadi seorang
> *hero*. Hari ini, secara tidak sengaja saya membaca di bagian *headline*
> detik finance menampilkan sosoknya. Saya yang secara kebetulan menemukan
> fakta yang berbeda dengan cerita yang diumbar Masril Koto, tergerak untuk
> membuka fakta ini ke publik.
> Satu hal yang menjadi pertanyaan saya, apakah ketika Danamon Award menetapkan
> Masril Koto sebagai seorang *hero*, pihak panitia tidak melakukan *cross
> check* atau investigasi secara diam-diam ke lapangan? Bukan hanya sekadar
> menerima masukan dari orang lalu dibuat *settingan* yang bisa
> dipersiapkan untuk kepentingan syuting televisi. Kalau ya, pastilah
> menemukan cerita yang sama seperti saya dapatkan.Ini riil temuan lapangan
> tanpa* settingan*. Maka maaf, saya jadi meragukan kredibilitas Danamon
> Award.
> Persoalannya, kalau Masril berbohong lalu dapat keuntungan dari
> kebohongannya itu, biarlah dosa ditanggungnya sendiri. Tapi kalau sampai
> memfitnah dan menjelekan institusi yang justru menjadi batu pijakan baginya
> untuk melambung namanya ke publik (dengan mengatakan LKMA Prima Tani
> ditutup karena salah urus), saya rasa itu sudah menyalahi hukum.
> Saya jadi teringat dengan kasus Eko Ramaditya Adikara, *blogger*
> tunanetra yang sempat tersohor karena mengaku menciptakan musik games
> Jepang, sampai suatu saat ada yang meragukan ceritanya dan akhirnya Rama
> mengakui bahwa ia telah berbohong. Dia bukanlah orang yang menciptakan
> musik games tersebut. Rama terkenal melalui acara show Kick Andy, dan lewat
> kick Andy pula ia mengakui kesalahannya serta meminta maaf kepada publik.
> Dalam hal ini, saya berharap Danamon Award mengkaji kembali anugerah yang
> diberikannya kepada Masril Koto, karena ada pihak yang dirugikan di sini,
> yakni para pendiri LKMA Prima tani yang sesungguhnya. Merekalah yang berhak
> mendapatkan penghargaan itu. Silahkan lakukan investigasi untuk membutikan
> siapa yang benar. Jika hasil investigasi pihak Danamon Award ternyata
> sama dengan cerita saya, maka selayaknyalah Danamon Award melakukan
> klarifikasi kehadapan publik, seperti yang dilakukan Kick Andy terhadap Eko
> Ramaditya Adikara yang pada akhirnya memberikan kelegaan pada yang
> bersangkutan. Karena ini akan menjadi benan dunia akhirat.
> Semoga paparan ini membawa hikmah bagi kita semua. Saya pun menyampaikan
> maaf yang mendalam, bila pihak-pihak tertentu tidak nyaman dengan tulisan
> ini. Tidak ada maksud selain hanya ingin menguakkan sisi lain dari cerita
> Masril Koto yang saya percayai kebenarannya. Semoga Allah SWT melindungi
> kita semua dari segala kealfaan. Amiin.
> Jakarta, 19 September 2014
> Faizah Fauzan
> [image: 14111352381742387761]
> Sumber: Surat Izin Tempat Usaha, tadinya LKMA berlokasi di kantor
> Kecamatan
> [image: 1411135430291018610]
> Sumber: Bukti LKMA Prima Tani tidak tutup
> [image: 14111355132099330989]
> Sumber: Surat Keberatan LKAM Prima Tani yang ditujuan kepada stasiun TV
> yang menya
> [image: 14111355911542854056]
> Sumber: Pernyataan Masril Koto diberhentikan dengan tidak hormat
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke