JAKARTA, (Metran) – Anggota Komisi III DPR-RI asal pemilihan Sumatra Barat mengemukakan bahwa Undang-undang Pemilihan Presiden perlu direvisi untuk memberikan keadilan bagi daerah di seluruh Indonesia.
“Sepanjang perhitungan Pilpresnya berdasar suara terbanyak, maka kepemimpinan bangsa ini tidak pernah beralih dari orang Jawa. Kita bukan anti etnis Jawa, tetapi harus diingat bahwa Indonesia ini begitu luas dan sangat luas sekali,” kata Taslim kepada *Metran *di Gedung DPD RI menjelang pengambilan keputusan pemilihan umum kepala daerah, Kamis (25/9). Menurut Taslim yang bakal mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota DPR-RI pada 30 September ini, revisi UU Pilpres, khususnya pada sistem perhitungan suara itu bukan hanya untuk memberi peluang bagi kadaer-kader terbaik dari daerah lain bisa maju sebagai calon, akan tetapi juga dimaksudkan agar calon presiden dan calon wakil presiden maupun capres dan cawapres terpilih tidak hanya mementingkan daerah yang memiliki kantong suara terbanyak saja. Taslim menyontohkan pada Pilpres 2014 lalu. Dari dua pasang capres dan cawapres, tak seorang pun di antara dua calon presiden ini yang mendatangi Sumatera Barat, kecuali wakilnya. Tetapi, coba lihat, berapa kali Jokowi dan Prabowo datang ke Jawa Barat dan Jawa Timur? Anggota Fraksi PAN ini memberikan catatan rencana jadwal kunjungan Jokowi dan Prabowo ke Ranah Minang. Namun beliau tak pernah datang sama sekali. Ini dikarenakan suara pemilih di Sumbar tidak signifikan untuk menentukan kemenangan. “Bila calonnya Cuma dua pasang, pasti mereka hanya akan berkutat mengurusi suara di Jawa saja. Sebab, bila seluruh daerah di luar Jawa memilih pasangan tertentu, tetapi di Jawa tidak, maka pasangan itu tetap akan kalah. Ini kan tidak adil karena daerah-daerah di luar Jawa jadi tak berarti,” tutur Taslim. *Perhatikan Seluruh Daerah * Lebih lanjut Taslim mengemukakan, sepanjang system perhitungan suara Pilpres masih pakai hitungan suara terbanyak, maka daerah-daerah yang suaranya sedikit akan dikesampingkan oleh seorang Presiden terpilih. “Dia pasti akan memperhatikan daerah-daerah yang jumlah pemilihnya terbanyak seperti provinsi yang ada di Pulau Jawa,” katanya. Menurut Taslim, itulah sebabnya selama ini daerah seperti Papua, Maluku dan lain-lain itu menjadi terabaikan. “Di Papua yang kaya raya itu apa yang tidak bisa dibangun. Taka da cerita tidak bisa membangnun poros jalan Trans Papua, Trans Nusa, Trans Sulawesi dan sebagainya. Ini semua kan karena suara pemilihnya sedikit, jadi menjadi tak penting,” imbuhnya. Untuk itu, pihakanya, baik melalui Fraksi PAN atau atas nama masyarakat setelah tidak lagi menjadi anggota DPR, akan berusaha memperjuangkan revisi perhitungan suara Pilpres dari suara terbanyak menjadi suara terbanyak di provinsi dan yang memenangi lebih dari separo provinsi, itulah yang menjadi presiden dan wakil presiden terpilih. Dengan system itu, kata dia, maka seorang calon presiden maupun presiden terpilih akan memandang seluruh daerah sama. Setelah dia memerintah, presiden itu pasti akan memperhatian seluruh daerah di Indonesia ini. “Saya sudah mengunjungi banyak negara, dan presidennya tidak membeda-bedakan daerah karena sekecil apapun daerahnya namun suara pemilihnya cukup menentukan kemenangan seorang presiden.” Taslim menambahkan. --al -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
