Mantaaab bana tulisan dinda MM*** izin ambo simpa dan share ka anak cucu On 1 Oct 2014 17:14, "Muchwardi Muchtar" <[email protected]> wrote:
> Komunitas r@ntaunet n.a.h dan a.c. > Kalau di bawah tatulih barita nan diramu dek "kamunakan ambo" Syaf > AL/Bogor/Metran dari hasia "ruok lapeh" di palanta RN, mako untuak panambah > isi puro pamahaman awak saputa Urang Minang, indak baa doh kalau tulisan > ilmiah di bawah ko Sanak pagatok manunggu dari musajik tadangan azan > mamanggia sumbayang luhua. > > Baa gakti, Dinda ZulTan? > > Salam..........................., > *mm**** > Sifat Pribadi Minang > Salah satu tujuan adat pada umumnya, adat Minang pada khususnya adalah > membentuk individu yang berbudi luhur, manusia yang berbudaya, manusia yang > beradab. > > Dari manusia-manusia yang beradab itu diharapkan akan melahirkan suatu > masyarakat yang aman dan damai, sehingga memungkinkan suatu kehidupan yang > sejahtera dan bahagia, dunia dan akhirat. Suatu Baldatun Toiyibatun wa > Rabbun Gafuur. Suatu masyarakat yang aman dan damai dan selalu dalam > lindungan Tuhan. > > Untuk mencapai masyarakat yang demikian, diperlukan manusia-manusia dengan > sifat-sifat dan watak tertentu. Sifat-sifat yang ideal itu menurut adat > Minang antaranya sebagai berikut : > > *a. Hiduik Baraka*, baukue jo bajangka artinya hidup berpikir, berukur > dan berjangka > > Dalam menjalankan hidup dan kehidupan orang Minang dituntut untuk selalu > memakai akalnya. Berukur dan berjangka artinya harus mempunyai rencana yang > jelas dan perkiraan yang tepat. > Kelebihan manusia dari binatang adalah tiga alat vital yang mempunyai > kekuatan besar bila dipakai secara tepat dalam menjalankan hidupnya. Ketiga > alat tersebut adalah otak, otot dan hati. > Pengertian peningkatan sumber daya manusia tidak lain dari mengupayakan > sinergi ketiga kekuatan itu untuk memperbaiki hidup dan kehidupannya. > Dengan mempergunakan akal pikiran dengan baik, manusia antara lain akan > selalu waspada dalam hidup, seperti dalam pepatah berikut : > > Dalam mulo akhie mambayang Dalam awal akhir terbayang > Dalam baiak kanalah buruak Dalam baik ingatlah buruk > Dalam galak tangieh kok tibo Dalam tawa tangis menghadang > Hati gadang hutang kok tumbuah Hati ria hutang tumbuh > > Dengan berpikir jauh kedepan kita dapat meramalkan apa yang bakal terjadi, > sehingga tetap selalu waspada. > > Alun rabah lah ka ujuang Belum rebah sudah keujung > Alun pai lah babaliak Belum pergi sudah kembali > Alun di bali lah bajua Belum dibeli sudah dijual > Alun dimakan lah taraso Belum dimakan sudah terasa > > Didalam merencanakan sesuatu pekerjaan, dipikirkan lebih dahulu > sematang-matangnya dan secermat-cermatnya. Pendek kata dibuat rencana yang > mantap dan terinci. > > Dihawai sahabih raso Diraba sehabis rasa > Dikaruak sahabih gauang Dijarah sehabis lobang > > Dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan, perlu dilakukan sesuai dengan urutan > prioritas yang sudah direncanakan, seperti kata pepatah : > Mangaji dari alif Mengaji dari alif > Babilang dari aso Berhitung dari satu > > Dalam melakukan sesuatu, haruslah mempunyai alasan yang masuk akal dan > bisa dipertanggungjawabkan. Jangan asal berbuat tanpa berpikir. > > Mancancang balandasan Mencencang berlandasan > Malompek basitumpu Melompat bersitumpu > > Dalam melaksanakan suatu tugas bersama, atau dalam suatu organisasi kita > tak mungkin berjalan sendiri-sendiri. Salah satu kelemahan orang Minang > adalah kebanyakan mereka menderita penyakit "Excessive Individualisme", > penyakit susah diatur, merasa lebih super dari orang lain, karenanya > dihinggapi penyakit "pantang taimpik". > > Struktur organisasi dipenghujung abad ke XX ini, baik organisasi > pemerintah, angkatan bersenjata, organisasi sosial, maupun organisasi > perusahaan mempunyai struktur piramida, lancip ke atas. > > Struktur organisasi yang semacam ini, memaksa orang-orang dalam formasi > yang berlanggo-langgi, atau bertingkat-tingkat. Ada yang disebut bawahan > dan ada atasan, ada yang memerintah dan ada pula yang harus menjalankan > perintah. Orang Minang kebanyakan belum dapat menyesuaikan diri dengan pola > kemasyarakatan yang baru ini. Apalagi bila dalam organisasi itu hanya > balego awak samo awak. Dalam kondisi yang demikian, akan berlaku pameo "Iyo > kan nan kato beliau, tapi lakukan nan diawak". Inilah agaknya salah satu > sebab kenapa dipenghujung abad XX ini orang-orang Minang sudah jarang yang > menonjol dipentas nasional. Kalau ada yang menonjol satu dua, maka yang > duduk menjadi bawahannya, mungkin sekali bukan orang Minang. Mari kita > koreksi diri kita masing-masing dan mari kita pelajari kembali ajaran adat > kita yang berbunyi sbb : > > Bajalan ba nan tuo Berjalan dengan yang tua > Balayie ba nakhodo Berlayar ber-nakhoda > Bakata ba nan pandai Berkata dengan yang pandai > > Pepatah diatas mengisyaratkan bahwa nenek moyang kita lebih memahami pola > organisasi modern dibandingkan kita. Renungkanlah. > > Masih bayak diantara kita yang belum punya cita-cita hidup. Tidak tahu apa > yang ingin dicapai dalam hidup ini. Namun ada juga yang punya cita-cita , > tetapi tidak tahu bagaimana cara yang harus ditempuh untuk mencapai > cita-cita itu. > > Nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu sudah tahu apa yang ingin > dicapainya dalam hidup ini, dan sudah tahu pula cara apa yang harus > ditempuh untuk mencapai cita-cita itu. Cobalah kita cermati pepatah berikut > : > > Nak kayo kuek mancari Ingin kaya, bekerja keraslah > Nak tuah bertabur urai Ingin tuah, bertabur hartalah > Nak mulie tapeki janji Ingin mulia, tepati janji > Nak namo tinggakan jaso Ingin nama, berjasalah > Nak pandai kuek baraja Ingin pandai, rajinlah belajar > > Salah satu syarat untuk bisa diterima dalam pergaulan ialah bila kita > dapat membaca perasaan oang lain secara tepat. Dalam zaman modern hal ini > kita kenal dengan ilmu empathi, yaitu dengan mencoba mengandaikan kita > sendiri dalam posisi orang lain. Bila kita berhasil menempatkan diri dalam > posisi orang lain, maka tidak mungkin kita akan memaksakan keinginan kita > kepada orang lain. Dengan cara ini banyak konflik batin yang dapat > dihindari. Pepatah mengajarkan dengan tepat sebagai berikut : > > Elok dek awak Yang elok menurut kita > Katuju dek urang (Namun juga) disukai orang lain > > Segala sesuatu yang munurut pikiran sendiri adalah baik, belum tentu > dianggap baik pula oleh orang lain. Kacamata yang dipakai mungkin sekali > berbeda, sehingga pendapatpun berbeda pula. Kepala sama hitam, pikiran > berbeda-beda. > > Nenek moyang orang Minang, sebelum ilmu manajemen berkembang di tanah air > sejak tahun 1950-an yang lalu, telah lama meyakini bahwa "perencanaan yang > matang" adalah salah satu unsur yang sangat penting untuk terlaksananya > suatu pekerjaan. Pepatah berikut meyakini kita akan kebenarannya : > > Balabieh ancak-ancak Berlebihan berarti ria > Bakurang sio-sio Kalau kurang sia-sia > Diagak mangko diagieh Dihitung dulu baru dibagi > Dibaliek mangko dibalah Dibalik dulu baru dibelah > Bayang-bayang sepanjang badan Bayang-bayang sepanjang badan (Beban > jangan lebih dari kemampuan) > Nan babarieh nan dipahek Yang dibaris yang dipahat > Nan baukue nan dikabuang Yang diukur yang dipotong > Jalan nan luruih nan ditampuah Jalan lurus yang ditempuh > Labuah pasa nan dituruik Jalan yang lazim yang dituruti > Di garieh makanan pahat Digaris makanan pahat > Di aie lapehkan tubo Di air lepaskan racun > Tantang sakik lakek ubek Ditempat yang sakit diberi obat > Luruih manantang barieh adat Lurus menentang baris adat > > *b. Baso basi - malu jo sopan* > > Adat Minang mengutamakan sopan santun dalam pergaulan. Budi pekerti yang > tinggi menjadi salah satu ukuran martabat seseorang. Etika menjadi salah > satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap individu Minang. > > Adat Minang menyebutkan sebagai berikut : > > Nana kuriak iyolah kundi Yang burik ialah kundi > Nan merah iyolah sago Yang merah ialah sega > Nan baiak iyolah budi Yang baik ialah budi > Nan indah iyolah baso Yang indah ialah basa (basi) > Kuek rumah dek basandi Kuatnya rumah karena sendi > Rusak sandi rumah binaso Rusak sendi rumah binasa > Kuek bangso karano budi Kuatnya bangsa karena budi > Rusak budi bangso binaso Rusak budi bangsa binasa > > Adat Minang sejak berabad-abad yang lalu telah memastikan, bila moralitas > suatu bangsa sudah rusak, maka dapat dipastikan suatu waktu kelak bangsa > itu akan binasa. Akan hancur lebur ditelan sejarah. > > Adat Minang mengatur dengan jelas tata kesopanan dalam pergaulan. Kita > tinggal mengamalkannya. Pepatah menyebutkan sebagai berikut: > > Nan tuo dihormati Yang tua dihormati > Nan ketek disayangi Yang kecil disayangi > Samo gadang bawo bakawan Sama besar bawa berkawan > Ibu jo bapak diutamakan Ibu dan ayah diutamakan > > Budi pekerti adalah salah satu sifat yang dinilai tinggi oleh adat Minang. > Begitu pula rasa malu dan sopan santun, termasuk sifat-sifat yang > diwajibkan dipunyai oleh orang-orang Minang. Pepatah Minang memperingatkan : > > Dek ribuik rabahlah padi Karena ribut rebahlah padi > Di cupak Datuak Tumangguang Di cupak Datuk Tumenggung > Hiduik kok tak babudi Hidup kalau tak berbudi > Duduak tagak kamari cangguang Duduk berdiri serba canggung > Rarak kaliki dek binalu Gugur pepaya karena benalu > Tumbuah sarumpun ditapi tabek Tumbuh serumpun di tepi tebat > Kalau habih raso jo malu Kalau habis rasa dan malu > Bak kayu lungga pangabek Bagaikan kayu longgar pengikat > > Kehidupan yang aman dan damai, menjadi idaman Adat Minang. Karena itu > selalu diupayakan menghindari kemungkinan timbulnya perselisihan dalam > pergaulan. Budi pekerti yang baik, sopan santun (basa basi) dalam pergaulan > sehari-hari diyakini akan menjauhkan kita dari kemungkinan timbulnya > sengketa. Budi perkerti yang baik akan selalu dikenang orang, kendatipun > sudah putih tulang di dalam tanah. > > Pepatah menyebutkan sbb: > > Pucuak pauah sadang tajelo Pucuk pauh sedang terjela > Panjuluak bungo linggundi Penjuluk bunga linggundi > Nak jauah silang sangketo Supaya jauh silang sengketa > Pahaluih baso jo basi Perhalus basa basi (budi pekerti) > Pulau pandan jauah ditangah Pulau pandan jauh di tengah > Dibaliak pulau angso duo Dibalik pulau angsa dua > Hancua badan di kanduang tanah Hancur badan dikandung tanah > Budi baiak takana juo Budi baik terkenang juga > Nak urang koto ilalang Anak orang koto Hilalang > Nak lalu ka pakan baso Mau lewat ke pekan Baso > Malu jo sopan kok lah ilang Malu dan sopan kalau sudah hilang > Habihlah raso jo pareso Habislah rasa dan periksa > > *c. Tenggang raso* > > Perasaan manusia halus dan sangat peka. Tersinggung sedikit dia akan > terluka, perih dan pedih. Pergaulan yang baik, adalah pergaulan yang dapat > menjaga perasaan orang lain. Kalau sampai perasaan terluka, bisa membawa > bencana. Karena itu adat mengajarkan supaya kita selalu berhati-hati dalam > pergaulan, baik dalam ucapan, tingkah laku maupun perbuatan jangan sampai > menyinggung perasaan orang lain. Tenggang rasa salah satu sifat yang > dianjurkan adat. > > Pepatah memperingatkan sebagai berikut : > > Bajalan paliharo kaki Berjalan pelihara kaki > Bakato paliharo lidah Berkata pelihara lidah > Kaki tataruang inai padahannyo Kaki tertarung inai imbuhannya > Lidah tataruang ameh padahannyo Lidah tertarung emas imbuhannya > Bajalan salngkah madok suruik Berjalan selangkah, lihat kebelakang > Kato sapatah dipikia an Kata sepatah dipikirkan > > Nan elok dek awak katuju dek urang > Lamak dek awak lamak dek urang > Sakik dek awak sakik dek urang > artinya : > Yang baik menurut kita, harus juga disukai orang lain > Yang enak menurut kita, harus juga enak menurut orang > Kalau sakit bagi kita, sakit pula bagi orang > > *d. Setia (loyal)* > > Yang dimaksud dengan setia adalah teguh hati, merasa senasib dan menyatu > dalam lingkungan kekerabatan. Sifat ini menjadi sumber dari lahirnya sifat > setia kawan, cinta kampung halaman, cinta tanah air, dan cinta bangsa. Dari > sini pula berawal sikap saling membantu, saling membela dan saling > berkorban untuk sesama. > > Pepatah menyebutkan sbb: > > Malompek samo patah Melompat sama patah > Manyarunduak samo bungkuak Menyerunduk sama bungkuk > Tatungkuik samo makan tanah Tertelungkup sama makan tanah > Tatalantang samo minun aia Tertelantang sama minun air > Tarandam samo basah Terendam sama basah > Rasok aia pulang ka aia Resapan air kembali ke air > Rasok minyak pulang ka minyak Resapan minyak kembali ke minyak > > Bila terjadi suatu konflik, dan orang Minang terpaksa harus memilih, maka > orang Minang akan memihak pada dunsanaknya. Dalam kondisi semacam ini, > orang Minang sama fanatiknya dengan orang Inggris. Right or wrong is my > country. Kendatipun orang Minang "barajo ka nan bana", dalam situasi harus > memihak seperti ini, orang Minang akan melepaskan prinsip. > > Pepatah adat mengajarkan sbb: > > Adat badunsanak, dunsanak patahankanAdat bakampuang, kampuang > patahankanAdat banagari, nagari patahankanAdat babangso, bangso > patahankanartinya :Adat bersaudara, saudara dipertahankanAdat berkampung, > kampung dipertahankanAdat bernegeri, negeri dipertahankanAdat berbangsa, > bangsa dipertahankan > > Parang ba suku samo dilipekParang samun samo dihadapiartinyaPerang antar > suku sama disimpanPerang terhadap penjahat sama dihadapi > > Dengan sifat setia dan loyal semacam ini, pengusaha Minang sebenarnya > lebih dapat diandalkan menghadapi era globalisasi, karena kadar > nasionalismenya tidak perlu diragukan. > > *e. Adil* > > Adil maksudnya mengambil langkah sikap yang tidak berat sebelah, dan > berpegang teguh pada kebenaran. Bersikap adil semacam ini, sangat sulit > dilaksanakan bila berhadapan dengan dunsanak sendiri. Satu dan lain hal > karena adanya pepatah adat yang lain yang berbunyi "Adat dunsanak, dunsanak > dipatahankan". > > Adat Minang mengajarkan sbb : > > Bakati samo barek Menimbang sama berat > Maukua samo panjang Mengukur sama panjang > Tibo dimato indak dipiciangkan Tiba dimata tidak ditutupkan > Tibo diparuik indak dikampihkan Tiba diperut tidak dikempiskan > Tibo didado indak dibusuangkan Tiba didada tidak dibusungkan > Mandapek samo balabo Mendapat sama beruntung > Kahilangan samo marugi Kehilangan sama merugi > Maukua samo panjang Mengukur sama panjang > Mambilai samo laweh Menyambung sama luas > Baragiah samo banyak Berbagi sama banyak > Gadang kayu gadang bahannyo Besar kayu besar bahannya (iuran) > Ketek kayu ketek bahannyo Kecil kayu kecil bahannya (andilnya) > Nan ado samo dimakan Yang ada sama dimakan > Nan indak samo dicari Yang tidak ada, sama dicari > Hati gajah samo dilapah Hati gajah sama disuap > Hati tungau samo dicacah Hati kuman sama dicicip (dicercah) > Gadang agiah baumpuak Yang besar dibagi beronggok > Ketek agiah bacacah Yang kecil dibagi secercah > > (Kata-kata "dimata,diperut, didada dalam hal ini artinya bila masalah itu > menyangkut dunsanak kita sendiri). > > *f. Hemat Cermat* > > Pepatah adat menyebutkan sbb: > > Manusia > > Nan buto pahambuih saluang Yang buta peniup lesung > Nan pakak palapeh badia Yang tuli pelepas bedil > Nan patah pangajuik ayam Yang patah pengusir ayam > Nan lumpuah paunyi rumah Yang lumpuh penunggu rumah > Nan binguang kadisuruah-suruah Yang dungu untuk suruh-suruhan > Nan buruak palawan karajo Yang jelek penantang kerja > Nan kuek paangkuik baban Yang kuat pengangkut beban > Nan tinggi jadi panjuluak Yang tinggi jadi galah > Nan randah panyaruduak Yang pendek penyeruduk > Nan pandai tampek batanyo Yang pandai tempat bertanya > Nan cadiak bakeh baiyo Yang cerdik tempat berunding > Nan kayo tampek batenggang Yang kaya tempat minta tolong > Nan rancak palawan dunia Yang cantik pelawan dunia > > Tanah > > Nan lereng tanami padi Yang lereng tanami padi > Nan tunggang tanami bamboo Yang tunggang tanami bambu > Nan gurun jadikan parak Yang gurun jadikan kebun > Nan bancah jadikan sawah Yang basah jadikan sawah > Nan padek ka parumahan Yang padat untuk perumahan > Nan munggu jadikan pandam Yang ketinggian jadikan kuburan > Nan gauang ka tabek ikan Yang berlubuk jadikan tambak ikan > Nan padang tampek gubalo Yang padat tempat gembala > Nan lacah kubangan kabau Yang berlumpur kubangan kerbau > Nan rawan ranangan itiak Yang berawa renangan itik > > Kayu > > Nan kuek ka tunggak tuo Yang kuat untuk tiang utama > Nan luruih ka rasuak paran Yang lurus untuk sudut paran > Nan lantiak ka bubungan Yang lentik untuk bubungan > Nan bungkuak ka tangkai bajak Yang bungkuk untuk tangkai bajak > Nan ketek ka tangkai sapu Yang kecil untuk tangkai sapu > Nan satampok ka papan tuai Yang setapak tangan untuk ani-ani > Rantiangnyo ka pasak suntiang Rantingnya untuk pasak sunting > Abunyo pamupuak padi Abunya pemupuk padi > > Bambu > > Nan panjang ka pambuluah Yang panjang untuk pembuluh (saluran) > Nan pendek ka parian Yang pendek untuk perian (tempat air) > Nan rabuang ka panggulai Yang rebung untuk penggulai (digulai) > > Sagu > > Sagunyo ka baka huma Sagunya untuk bekal ke dangau > Ruyuangnyo ka tangkai bajak Ruyungnya ke tangkai bajak > Ijuaknyo ka atok rumah Ijuknya untuk atap rumah > Pucuaknyo ka daun paisok Pucuknya untuk daun rokok > Lidinyo ka jadi sapu Lidinya untuk sapu > > *g. Waspada* > > Sifat waspada dan siaga termasuk sifat yang dianjurkan adat Minang seperti > sbb : > > Maminteh sabalun anyuik Memintas sebelum hanyut > Malantai sabalun lapuak Dibuat lantai baru sebelum lapuk > Ingek-ingek sabalun kanai Siaga sebelum kena (bahaya) > Sio-sio nagari alah Sia-sia negeri akan kalah > Sio-sio utang tumbuah Sia-sia hutang timbul > Siang dicaliak-caliak Siang dilihat-lihat (waspada) > Malam didanga-danga Malam didengar-dengar > > *h. Berani karena benar* > > Islam mengajarkan kita untuk mengamalkan "amal makruf, nahi mungkar" yang > artinya menganjurkan orang supaya berbuat baik, dan mencegah orang berbuat > kemungkaran. > > Menyuruh orang berbuat baik adalah mudah. Tapi melarang orang berbuat > mungkar, mengandung resiko sangat tinggi. Bisa-bisa nyawa menjadi taruhan. > Untuk bertindak menghadang kemungkaran seperti ini, memerlukan keberanian. > > Adat Minang dengan tegas menyatakan bahwa orang Minang harus punya > keberanian untuk menegakkan kebenaran. Berani karena benar. Pepatahnya > adalah sbb : > > Kok dianjak urang pasupadan Kalau dipindahkan orang pematang > Kok dialiah urang kato pusako Kalau dirubah orang Adat Miang > Kok dirubah urang Kato Daulu Kalu dirubah orang Kato Dahulu > Jan cameh nyawo malayang Jangan cemas jiwa melayang > Jan takuik darah taserak Jangan takut darah menyembur > Asalkan lai dalam kabanaran Asalkan masih dalam kebenaran > Basilang tombak dalam perang Bersilang tombak dalam perang > Sabalun aja bapantang mati Sebelum ajal berpantang mati > Baribu sabab mandating Beribu sebab yang dating > Namun mati hanyo sakali Namun mati hanya sekali > Aso hilang duo tabilang Esa hilang dua terbilang > Bapantang suruik di jalan Berpantang mundur di jalan > Asa lai angok-angok ikan Asal masih nafas-nafasan ikan > Asa lai jiwo-jiwo sipatuang Asal masih jiwa-jiwanya capung > Namun nan bana disabuik juo Namun yang benar disebut juga > Sekali kato rang lalu Sekali orang berbicara lancing > Anggap angin lalu sajo Anggaplah angin lalu saja > Duo kali kato rang lalu Dua kali orang berbicara lancing > Anggap garah samo gadang Anggaplah lelucon sesama temen > Tigo kali kato rang lalu Tiga kali orang berbicara lancing > Jan takuik darah taserak Jangan takut darah tersembur > > > *i. Arif bijaksana, tanggap dan sabar* > > Orang yang arif bijaksana, adalah orang yang dapat memahami pandangan > orang lain. Dapat mengerti apa yang tersurat dan yang tersirat. Tanggap > artinya mampu menangkis setiap bahaya yang bakal datang. Sabar artinya > mampu menerima segala cobaan dengan dada yang lapang dan mampu mencarikan > jalan keluar dengan pikiran yang jernih. > > Ketiga sifat ini termasuk yang dinilai tinggi dalam adat Minang, seperti > kata pepatah berikut : > > Tahu dikilek baliuang nan ka kaki Tahu dengan kilat beliung kekaki > Kilek camin nan ka muka Kilat cermin yang ke muka > Tahu jo gabak diulu tando ka ujan Tahu dengan mendung dihulu tandakan > hujan > Cewang di langik tando ka paneh Mega dilangit tandakan panas > Ingek di rantiang ka mancucuak Ingat ranting yang akan menusuk > Tahu didahan ka maimpok Tahu dahan yang akan menimpa > Tahu diunak kamanyangkuik Tahu duri yang akan mengait > Pandai maminteh sabalun anyuik Pandai memintas sebelum hanyut > > Begitulah adat Minang menggambarkan orang-orang yang arif bijaksana dan > tanggap terhadap masalah yang akan dihadapi. Orang-orang yang sabar > diibaratkan oleh pepatah sbb: > > Gunuang biaso timbunan kabuki Gunung biasa timbunan kabut > Lurah biaso timbunan aia Lurah biasa timbunan air > Lakuak biaso timbunan sampah Lekuk biasa timbunan sampah > Lauik biaso timbunan ombak Laut biasa timbunan ombak > Nan hitam tahan tapo Yang hitam tahan tempa (pukul) > Nan putiah tahan sasah Yang putih tahan cuci > Di sasah bahabih aia Dicuci berhabis air > Dikikih bahabih basi Dikikir berhabis besi > > *j. Rajin* > > Sifat yang lain yang pantas dipunyai orang Minang menurut adat adalah > rajin seperti kata pepatah berikut ini : > > Kok duduak marawuik ranjau Kalau duduk meraut ranjau (jebakan) > Tagak maninjau jarah Berdiri mengintai mangsa (berburu) > Nan kayo kuek mancari Ingin kaya ulet mencari (uang) > Nan pandai kuek baraja Ingin pandai rajin belajar > > *k. Rendah hati* > > Mungkin lebih dari separoh orang Minang hidup dirantau. Hidup dirantau > artinya hidup sebagai minoritas dalam lingkungan mayoritas suku bangsa > lain. Mereka yang merantau ke Jakarta, mungkin kurang merasakan sebagai > kelompok minoritas.Tapi mereka yang merantau ke Bandung, Semarang, > Malaysia, Australia, Eropa, Amerika mereka hidup ditengah-tengah orang lain > yang berbudaya lain. Bagaimana perantau Minang harus bersikap ? > > Adat Minang memberi pedoman sbb: > > Kok manyauak di hilie-hilie Kalau menimba (air) di hilir-hilir > Kok mangecek dibawah-bawah Kalau bicara bersahaja > Tibo dikandang kambiang mangembek Tiba dikandang kambing mengembek > Tibo dikandang kabau manguak Tiba dikandang kabau menguak > Dimano langik dijunjuang Dimana langit dijunjung > Disinan bumi dipijak Disana bumi dipijak > Disitu rantiang di patah Disitu ranting di patah > > Ini berarti sebagai perantau yang hidup dalam lingkungan budaya lain, maka > kita sebagai kelompok yang minoritas harus tahu diri dan pandai menempatkan > diri. Baris pertama diatas tidak berarti kita harus merasa rendah diri, > tetapi justru berarti kita orang yang tahu diri sebagai pendatang. Bila > dalam beberapa saat kita bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, malah > bisa jadi orang teladan dan tokoh masyarakat dilingkungan baru. Pada saat > itu dia tidak perlu lagi "manyauak di hilie-hilie" malah mungkin menjadi > "disauakkan dihulu-hulu", didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, > diangkat menjadi pemimpin bagaikan penghulu dilingkungannya. > *** > Sumber : *Adat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang* > Diposkan oleh Is Sikumbang > <http://www.blogger.com/profile/08248809167707718566> > <http://adat-budaya-minang.blogspot.com/2008/01/4-sifat-pribadi-minang.html> > <http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=2217548709330983552&postID=5564973119902411403> > Label: BAB II. DASAR POKOK ADAT MINANGKABAU > <http://adat-budaya-minang.blogspot.com/search/label/BAB%20II.%20DASAR%20POKOK%20ADAT%20MINANGKABAU>, > Pedoman Adat Minangkabau > <http://adat-budaya-minang.blogspot.com/search/label/Pedoman%20Adat%20Minangkabau> > > ---------- Pesan terusan ---------- > Dari: Syafruddin AL <[email protected]> > Tanggal: 1 Oktober 2014 06.43 > Subjek: [R@ntau-Net] Basamo dalam Budaya, Surang-Surang dalam Usaho > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > > > Bapak, Ibu, Mamak, dunsanak di Palanta nah! > > Iko berita rantau nan ambo ramu dari tanggapan apak, mamak dan dunsanak di > Palanta atas permintaan Irman Gusman. Maaf, hanyo yang berisi tanggapan > atas ungkapan IG sajo yang ambo ramu jadi berita, samantaro yang justru > menghujamkan tanggapan kepada pribadi IG (bukan ke pemikirannya) indak ambo > ramu. > > Salam, > > Syaf AL/Bogor/Metran > -------------------------------- > > DUNIAMAYA (Metran) – Parmintaan Katua DPD RI Irman Gusman ka parsatuan > parantau untuak bisa maubah caro bapikia dari hanyo sakadar palapeh taragak > manjadi mampakuek karajo samo dalam usaho dan saliang mampiayoi sarato > bisa mambangun jariangan antaro parantau jo masyarakaik kampuang halaman > dalam bantuak usaho ekonomi, ditanggapi sacaro baragam dek parantau Minang > melalui situs RantauNet (RN). > > ..............................dst > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
